Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: SUHRAWARDI K LUBIS, S.H.,Sp.N, M.H/ FARID WAJDI, SH, M. Hum.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: SUHRAWARDI K LUBIS, S.H.,Sp.N, M.H/ FARID WAJDI, SH, M. Hum."— Transcript presentasi:

1 Oleh: SUHRAWARDI K LUBIS, S.H.,Sp.N, M.H/ FARID WAJDI, SH, M. Hum

2 penentuan TOPIK Pengalaman-pengalaman di masa lampau Pengalaman masa kini Keluarga Cita-cita Karier Alam sekitar Persoalan kemasyarakatan Kebudayaan Ilmu Pengetahuan dan sebagainya

3 Dari topik dapat disusun bentuk karangan sbb: Narasi; sifatnya bercerita, baik berdasarkan pengamatan maupun berdasarkan perekaan Deskripsi; menggambarkan suasana dan alam sekitar yg sifatnya lbh banyak menghimbau pada pancaindera Eksposisi/paparan; bertujuan memberikan informasi, penjelasan atau pemahaman Bahasan/argumentasi; bertujuan meyakinkan orang, membuktikan pendpt atau pendirian, ataupun membujuk org agar mau menerima pernyataan atau uraian

4 manfaat pembatasan TOPIK Membantu penulis untuk menulis dgn keyakinan & kepercayaan, krn topik itu benar2 diketahuinya TOPIK Memungkinkan penulis u/ mengadakan penelitian lbh inten- sif mengenai masalahnya. Penulis akan lebih mudah memilih hal yang akan dikembangkan.

5 syarat-syarat PERUMUSAN TOPIK 1.Topik harus menarik perhatian penulis 2.Topik harus diketahui oleh penulis 3.Topik yang dipilih sebaiknya: a. Tidak terlalu baru b. Tidak terlalu teknis c. Tidak terlalu kontroversial

6 TEMA Pengertian: 1.Pesan utama yang disampaikan oleh penulis melalui tulisannya 2.Suatu perumusan dari topik yang dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai

7 syarat J U D U L 1.Judul harus relevan; memiliki pertalian dengan temanya. 2.Judul harus provokatif 3.Judul tidak terlalu panjang, kalau panjang dpt dibuat judul utama dan judul tambahan (sub judul) 4.Judul hrs memiliki independent variable dan dependent variable

8 pengumpulan DATA Data yang diperoleh dalam penelitian dapat dibedakan kepada: Data Primer Data Data Sekunder

9 data PRIMER Apabila yang diteliti prilaku warga masyarakat, data ini diperoleh melalui: 1. Wawancara 2. Angket, dan 3. Observasi

10 data SKUNDER Data skunder diperoleh melalui penelitian perpustakaan. Dalam penelitian hukum dapat berupa: 1. Bahan hukum primer (norma/kaedah dasar (UUD NRI TAHUN 1945, TAP MPR, UU, Traktat, dll.) 2.Bahan hukum skunder, yang memberi penjelasan bahan hukum primer (seperti RUU, hasil penelitian, karya-karya hukum lainnya.

11 3. Bahan hukum tertier, yaitu yang memberi petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan skunder (Kamus, ensiklopedi, indeks dan lain-lain).

12 WAWANCARA (interview) Cara ini dilakukan untuk mengumpulkan data langsung kepada seorang informan atau seorang autoritas. Pertanyaan yg diajukan biasa tlh disiapkan terlebih dahulu yg mengarah kepada informasi yang digarap. Dalam melakukan wawancara tidak mesti selalu terikat pada daftar pertanyaan, bila ada informasi baru yg menarik dapat diajukan.

13 pedoman WAWANCARA 1. Wawancara terstruktur, pedoman wawancara secara terperinci sehingga menyerupai check list. 2. Wawancara tidak terstruktur, hanya berisi garis besar yang akan ditanyakan.

14 KEUNTUNGAN wawancara Data yang diperoleh secara kualitatif dapat dipertanggungjawabkan, sehingga memiliki nilai yang tinggi, semua kesalahpahaman dapat dihindari. Pertanyaan yang dipersiap kan dpt dijawab oleh informan dengan penjelasan tambahan, dan pertanyaan dapat dikembangkan lebih lanjut

15 Kelemahan WAWANCARA Informasi atau data yang dikumpulkan sangat minimal. Oleh karena hanya sebatas apa yang ditanyakan saja. Bila dilakukan dalam wilayah yang luas memerlukan biaya dan waktu yang cukup besar.

16 kuesioner ATAU angket Untuk menyusun kuesioner atau angket dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Merumuskan tujuan yg akan dicapai dengan kuesioner. 2. Mengidentifikasi variable yg akan di jadikan sasaran kuesioner. 3. Menentukan jenis data yg akan dikumpulkan sekaligus untuk menentukan teknis analisisnya.

17 Catatan: Disamping tiga hal di atas, maka yang perlu mendapat perhatian adalah penentuan “SAMPLE”

18 keuntungan KUESIONER Secara kuantitatif data dan informasi yang masuk cukup banyak dan dapat tersebar secara merata dalam suatu wilayah yang luas

19 kelemahan KUESIONER Kemungkinan terjadinya kesalahpahaman antara maksud peneliti dengan informan, sehingga jawaban yang diberikan informan berlainan dengan maksud yang ditanyakan. Selain itu, ada pertanyaan mungkin tidak dijawab dan adakalanya jawaban tidak jelas krn informan dibatasi oleh ruang yang tersedia, di samping itu angket sukar kembali.

20 observasi ATAU penelitan LAPANGAN Observasi adalah pengamatan langsung kepada suatu objek yang akan diteliti, sedangkan penelitian lapangan adalah usaha pengumpulan data dan informasi secara intensif disertai analisis dan penyajian atas semua yang telah dikumpulkan.

21 Catatan: Observasi dpt dilakukan mendahului pengumpulan data yakni melalui angket atau penelitian lapangan, hal ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang tepat mengenai objek penelitian, sehingga dapat disusun daftar kuesioner dan desain penelitian yang cermat

22 Sebaliknya observasi dapat juga dilakukan sesudah pengumpulan data (stlh angket dan wawancara). Dalam hal ini observasi bertujuan mengecek kebenaran data atau informasi yang telah dikumpulkan.

23 penelitian PUSTAKA Yaitu mengadakan penelitian terhadap karya tulis orang dalam bentuk buku- buku atau tulisan-tulisan. Kajian Pustaka meliputi peng- identifikasian secara sistematis, penemuan dan analisis dokumen- dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian.

24 fungsi KAJIAN pustaka 1.Menyediakan kerangka konsepsi atau kerangka teori untuk penelitian yang direncanakan. 2.Menyediakan informasi tentang penelitian penelitian yg lampau yg berhubungan dgn penelitian yg akan dilaksanakan. 3.Memberi rasa percaya diri, sebab melalui kajian pustaka semua konstruk yg berhubungan dgn penelitian tlh tersedia, oleh karena itu telah menguasai informasi mengenai subjek tersebut

25 4. Memberikan informasi tentang metode penelitian, populasi dan sample, instrumen penghitungan data dan sebagainya, jika berhasil dlm kajian pustaka maka dibutuhkan bimbingan yang sedikit. 5. Menyediakan temuan-temuan dan kesimpulan-kesimpulan penyelidikan terdahulu yang dapat dihubungkan dengan temuan dan kesimpulan kita.

26 3 golongan BAHAN PUSTAKA 1.Buku/bahan yang memberikan gambaran umum mengenai persoalan yang akan digarap. 2.Buku/bahan yang harus dibaca secara mendalam dan cermat, karena bahan yg diperlukan terdapat di dalamnya. 3.Buku/bahan suplemen, yang menyediakan informasi untuk mengisi yg masih kurang untuk melengkapi karya tulis tersebut.

27 mekanisme PERPUSTAKAAN Untuk membantu setiap orang mencari bahan yang diperlukan pada perpustakaan digunakan alat bantu seperti: 1. Kartu-kartu katalog 2. Buku-buku referensi standard 3. Indeks 4. Dan lain-lain

28 kartu KATALOG Pada setiap perpustakaan disediakan kartu katalog yang memuat keterangan tentang buku yang terdapat dalam perpustakaan. Pada kartyu katalog ini diperinci nama pengarang, judul buku, edisi data publikasi, yaitu tempat terbit, penerbit dan tahun terbit. Pd kartu ini lazimnya ditulis besar atau tebalnya buku dan banyaknya halaman.

29 Pada perpustakaan yang sudah maju adakalanya pada bagian terakhir dari kartu ini mencantumkan analisis isi (pokok uraian), kalau hal ini ada tentunya sangat berguna bagi penulis untuk mengetahui apakah buku tersebut diperlukan atau tidak.

30 buku REFERENSI Buku referensi adalah buku katalogus, indeks majalah, indeks harian, kamus umum, ensiklopedi umum, kamus biografi, buku tahunan, peta atau atlas.

31 Buku Katalogus Adalah buku yang diterbitkan oleh badan-badan terkenal sebagai pemberitahuan kepada perpustakaan- perpustakaan atau instansi-instansi tentang buku-buku yang diterbitkan dalam jangka waktu satu tahun atau lebih.

32 indeks MAJALAH Untuk mencari artikel-artikel yang terdapat dalam majalah atau publikasi lainnya. Oleh redaksi biasanya dibuat daftar tentang semua artikel yang pernah ada dalam majalah tersebut. Daftar ini lazimnya dimasukkan dalam indeks majalah.

33 indeks HARIAN Beberapa harian yang terkenal biasanya membuat indeks tentang artikel-artikel atau berita-berita yang dimuat dalam harian tersebut, seperti artikel yang dimuat dalam harian Republika dan lain-lain

34 kamus UMUM Kamus umum untuk memberikan keterangan mengenai makna, ejaan, etimologi dan lain-lain (Seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia)

35 ensiklopedi UMUM Ensiklopedi berusaha memberi artikel-artikel yang objektif dan dapat dipercaya serta pokok-pokok persoalan yang mendapat perhatian umum. Untuk mencari bahan-bahan keterangan hendaklah dipergunakan ensiklopedi terbitan terakhir, krn edisi terakhir mencerminkan juga hasil karya sarjana terakhir.

36 buku REFERENSI Selain buku referensi sebagaimana diutarakan di atas, referensi juga meliputi dokumen-dokumen pemerintah, buku tahunan dan lain- lain. Dokumen pemerintah misalnya brosur yg diterbitkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM RI

37 pencatatan DATA Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun data kepustakaan: 1. Membaca secara intensif 2. Mencatat bahan-bahan yg dianggap penting dalam kartu tik yang memuat: a. sumber catatan b. data atau pendpt yg diperlukan

38 BIBLIOGRAFI Merupakan suatu daftar yang memuat pustaka yang dipergunakan sebagai acuan dalam penyusunan karya tulis. Daftar ini akan berguna bagi orang lain yg mempunyai perhatian, minat atau bidangh keahli an yang sama dengan penulis karya tulis tersebut.

39 Dengan bibliografi, pembaca dapat melihat kembali sumber asli, selain itu juga dapat menambah pengetahuan orang lain akan bahan bacaan yang ada kaitannya dengan pokok bahan dalam tulisan tersebut.

40 Fungsi Bibliografi Fungsi bibliografi berbeda dengan catatan kaki. Catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dari pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks (sumber meliputi pengarang, judul buku, halaman dan lain sebagainya.

41 Sedangkan Bibliografi memberikan diskripsi yang penting tentang buku, majalah secara keseluruhan. Selain itu Bibliografi berfungsi sebagai pelengkap catatan kaki, krn apabila pembaca ingin mengetahui lbh lanjut tentang referensi pd catatan kaki, maka ia dapat mencarinya pada bibliografi.

42 Unsur-unsur Bibliografi 1.Nama pengarang 2.Judul Buku 3.Data Publikasi 4.Untuk sebuah artikel diperlukan judul artikel ybs, nomor majalah, jilid, nomor dan tahun.

43 Nama Pengarang Nama pengarang dikutip secara lengkap. Dalam penulisan, nama pengarang dibalik susunannya, yaitu dimulai dengan nama keluarga diikuti dengan tanda baca koma (,) Yang termasuk nama keluarga adalah nama orang tua atau suami. Bagi pengarang yg tidak mempunyai nama keluarga, maka penulisan dimulai dengan nama terakhir dari pengarang tersebut.

44 Bila lebih dari satu pustaka yang dikarang oleh seorang pengarang, maka nama pengarang tersebut tidak perlu diulangi dan diganti dengan membubuhkan panjang sepanjang 5-7 ketukan yang diakhiri dengan sebuah titik. Selanjunya data bibliografi ditulis seperti biasa. Namun perlu diperhatikan penulisan secara kronologis menurut tahun terbit karya tersebut.

45 Penyusunan Bibliografi Dengan seorg Pengarang Dengan dua atau tiga Dengan banyak pengarang

46 Dengan seorang Pengarang 1.Nama keluarga, baru nama kecil, kemudian gelar-gelar. 2.Jika buku disusun oleh sebuah komisi atau lembaga, maka nama komisi atau lembaga dipakai menggantikan nama pengarang. 3.Jika tidak ada nama pengarang, maka urutannya dimulai dengan judul buku. Jika berbahasa Indonesia, cukup memperhatikan huruf pertama dari buku tersebut, jika bahasa asing tdk diperhatikan A, An, Het, Das, Die, Le, La dan sebagainya, hal ini berlaku pada artikel yang tidak ada nama pengarangnya.

47 4. Judul buku harus digaris bawahi at dimiringkan at cetak tebal. 5. Penggunaan tanda titik sesudah nama pengarang, sesudah judul buku dan sesudah data publikasi. 6. Penggunaan titik dua sesudah tempat terbit, serta tanda koma sesudah nama penerbit.

48 2 Pengarang 1.Nama pengarang yang kedua dan ketiga tidak dibalik (dalam lain ketentuan dibalik) 2.Urutan nama pengarang hrs sesuai dengan judul apa yang tercantum dalam halaman judul buku. 3.Yang lain sama dengan ketentuan terdahulu

49 Bibliorafi disusun menurut urutan alfabetis dari nama pengarangnya, tiap pokok disusun sejajar secara vertikal, dimulai dari pinggir margin kiri, sedangkan baris kedua dan ketiga dan seterusnya dari tiap pokok dimasukkan dalam 3-5 ketukan. Kalau bibliografinya terlalu panjang, karena bukunya terlalu tebal maka biblografi dapat ditempatkan pada akhir setiap bab.

50 Banyak Pengarang 1.Hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan dengan susunan terbalik. 2.Untuk menggantikan nama pengarang yang lain cukup dipergunakan singkatanan et al atau dll/dkk.

51 TEKNIK Penulisan Ada beberapa hal menyangkut teknik penulisan; 1. Ukuran kertas 2. Margin/pias 3. Pemisahan/pemenggalan kata 4. Spasi 5. Judul 6. Huruf Miring 7. Penulisan angka 8. Penulisan Kutipan 9. Cara mengutip

52 Ukuran Kertas 1.Karya Ilmiah lazimnya menggunakan kertas putih HVS (60-80) 2.Ukuran kuarto (215 x 280 mm) Catatan: Jangan keliru dengan kertas A4 yang berukuran 210 x 297 mm

53 Margin/pias Margin atau batas pengetikan adalah sbb: Tepi kiri 4cm Tepi kanan 3 cm Tepi 4 cm Tepi bawah 3 cm Nomor Bab diketik 6,5 cm dari tepi atas Judul Bab 8 cm dari tepi atas

54 Pemisahan/Pemenggalan Kata 1.Pemenggalan kata dengan garis penghubung pada suku kata sebelumnya. 2.Sedangkan untuk catatan kaki,bibliografi dan kutipan langsung yang lebih dari 4 baris dipergunakan spasi rapat (1 spasi) 3. Apabila alinea baru dimulai dari pias paling kiri (tidak masuk ke dalam) maka jarak antar alinea 3-4 spasi, tetapi jika alinea dimulai menjorok, maka jarak antar alinea 2 spasi.

55 Spasi………………. 1.Jarak antara baris mempergunakan spasi rangkap. 2.Untuk catatan kaki, bibliografi, dan kutip an langsung lebih dari 4 baris diperguna- kan satu spasi. 3.Apabila awal alinea dimulai dari pias paling kiri (tdk menjorok kedalam) maka jarak antar alinea 3-4 spasi, jika awal alinea dimulai menjorok maka jarak antar alinea tetap dua spasi.

56 Nomor Halaman 1.Halaman pendahuluan ditandai dengan angka Romawi kecil 2.Halaman-halaman selanjutnya menggunakan angka Arab, dan dapat dicantumkan pada tengah halaman sebelah bawah atau sudut kanan atas.

57 Judul…………………….. 1.Judul bab ditulis di tengah atas dengan huruf kapital dan tidak digaris bawahi atau tidak ditulis dalam tanda kutip 2.Judul bab tidak diakhiri dengan tanda titik

58 Huruf miring…………. Penggunaan huruf miring dalam naskah tulisan berfungsi sebagai pengganti garis bawah, dan biasanya digunakan untuk: a.Penekanan sebuah kata atau kalimat b.Menyatakan judul buku atau makalah c.Menyatakan kata atau frasa asing

59 penulisan ANGKA Untuk menulis angka dalam suatu karangan perlu diperhatikan ketentuan berikut: 1.Bilangan di bawah seratus, yang terdiri dari satu atau dua kata, bilangan seratus dan kelipatannya, seribu dan kelipatannya. 2.Bilangan terdiri dari tiga kata atau lebih ditulis dengan angka. 3.Bilangan pecahan ditulis dengan huruf, kecuali pecahan dari bilangan yang besar. 4.Persentase ditulis dengan angka 5.Angka tidak boleh dipergunakan untuk mengawali sebuah kalimat

60 penulisan KUTIPAN Pada kutipan langsung tdk boleh mengada kan perubahan naskah aslinya yang dikutip. Kalau perlu hrs mengadakan perubahan, maka penulis hrs memberi keterangan bhw kutipan itu dirubah. Caranya dgn memberi huruf tebal atau memberi keterangan dgn tanda kurung segi empat. Bila dalam kutipan terdapat kesalahan, penulis tdk boleh memperbaiki kesalahan itu. Penulis diper bolehkan mengadakan perbaikan atau catatan dengan cara menempatkannya pada catatan kaki. Apabila ada yang dihilangkan pergunakan tanda elipsis (dgn titik tiga) dan tidak sampai merubah makna.

61 cara MENGUTIP Kutipan langsung yg terdiri dari 3 brs atau kurang dgn cara sbb: a. kutipan diintegrasikan dengan naskah; b. jarak antara baris dengan baris dua spasi c. kutipan diapit dengan tanda kutip. d. Akhir tanda kutipan diberi nomor urut penunjukan, baik untuk tiap bab maupun untuk keseluruhan.

62 Kutipan langsung terdiri dari tiga baris, ditulis sbb: a. kutipan dipisahkan dari naskah dgn jarak 3 spasi. b. jarak antara baris dengan baris satu spasi c. kutipan dapat diapit dengan tanda kutip d. akhir kutipan diberi nomor urut penunjuk an, diketik setengah spasi ke atas. e. seluruh kutipan diketik menjorok ke dalam.

63 Kutipan tidak langsung Dalam kutipan tidak langsung, penulis tidak mengutip sebagaimana adanya, melainkan mengambil intisarinya saja, caranya: 1. Kutipan diintegrasikan dgn naskah; 2. Jarak antara baris dgn baris dua spasi 3. Kutipan tidak diapit dgn tanda kutip 4. Akhir kutipan diberi nomor urut penun- jukan yang diketik setengah spasi ke atas

64 Penulisan Sumber Kutipan Ada tiga cara penulisan sumber kutipan: 1.American Psycological Association Manual (APA). 2.Modern Language Association Handbook (MLA). 3.Chicago Manual of Style (Kate L. Turabin)

65 American Psycological Association Manual (APA) Dengan cara mencantumkan langsung sumber kutipan di ak hir kutipan yang ditulis dalam tanda kurang. Contoh: (Soerjono Soekanto, 1983: 23) Artinya diambil dari buku karangan Soerjono Soekanto yg terbit 1983 pada halaman 23.

66 Modern Language Association Handbook (MLA) Cara ini dilakukan dengan mencantumkan nomor urut pada setiap akhir tulisan, kemudian menulis sumber kutipannya di akhir bab, pada lembar khusus yang disebut dengan catatan. Cara menuliskan sumber kutipan sama seperti menulis pada catatan kaki.

67 Chicago Manual of Style Yaitu dengan cara memberikan nomor urut kutipan, kemudian sumber kutipan ditulis pada kaki halaman diawali dengan nomor urut kutipan. Sumber kutipan dipisah dari naskah dengan garis lurus sepanjang limas ketikan, diapit oleh ruang kosong masing-masing empat spasi.

68 catatan KAKI Catatan kaki adalah keterangan atas teks yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Selain menunjukkan sumber, catatan kaki dpt juga dipergunakan untuk memberi keterangan lain terhadap teks. Hubungan antara teks dgn catatan kaki biasanya dinyatakan dengan nomor penunjukan yang sama, selain itu dpt juga dinyatakan dgn tanda asterik atau tanda bintang (*) atau tanda salib (+) pada halaman yang bersangkutan.

69 tujuan catatan KAKI 1.Untuk menyusun pembuktian 2.Menyatakan utang budi kepada pengarang 3.Menyampaikan keterangan tambahan 4.Merujuk bagian lain dari teks

70 Prinsip membuat catatan kaki a.Hubungan antara catatan dengan teks b.Nomor urut penunjukan c.Teknik membuat catatan kaki

71 teknik membuat CATATAN KAKI 1.Harus disediakan ruangan yang cukup, margin bawah tidak boleh kurang dari 3 cm 2.Sesudah baris terakhir dari teks dalam jarak tiga spasi harus dibuat sebuah garis, mulai dari margin kiri sepanjang 15 ketikan dengan huruf pika atau delapan belas ketikan dengan huruf elite. 3.Dalam jarak 5 – 7 ketukan dari margin kiri diketik nomor penunjukan. 4.Jarak antara baris dengan catatan kaki adalah 1 spasi rapat, sedangkan jarak antara catatan kaki dengan halaman yang sama dua spasi. 5.Baris kedua dari catatan kaki selalu dimulai pada margin kiri.


Download ppt "Oleh: SUHRAWARDI K LUBIS, S.H.,Sp.N, M.H/ FARID WAJDI, SH, M. Hum."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google