Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ekonomi Makro Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec 0817468325 Teori Tenaga Kerja dan Inflasi Teori Pertumbuhan Kebijakan Stabilisasi Perekonomian.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ekonomi Makro Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec 0817468325 Teori Tenaga Kerja dan Inflasi Teori Pertumbuhan Kebijakan Stabilisasi Perekonomian."— Transcript presentasi:

1 Ekonomi Makro Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec Teori Tenaga Kerja dan Inflasi Teori Pertumbuhan Kebijakan Stabilisasi Perekonomian

2 PASAR TENAGA KERJA Upah (W) O Jml Tenaga kerja Kurva Permintaan Tenaga kerja Kurva Penawaran Tenaga kerja Upah Keseim- bangan Jml Tenaga kerja keseimbangan

3 Pengangguran Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

4 Terjadinya pengangguran Kekurangan pengeluaran agregat Karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik Penggunaan teknologi modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja Ketidaksesuaian keterampilan pekerja dengan yang dibutuhkan dalam perusahaan Dan lainnya

5 Akibat buruk pengangguran Salah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran yaitu tingkat pendapatan. Pendapatan masyarakat mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Ditinjau dari sudut individu, pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial kepada yang mengalaminya. Kekacauan politik dan sosial dan pembangunan ekonomi negara dalam jangka panjang.

6 6 Dalam notasi ini, tingkat pengangguran adalah U/L. Kita menotasikan tingkat pemutusan kerja sebagai s. Lalu f menotasikan tingkat pero- lehan pekerjaan. Bersama keduanya menentukan tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran rata-rata dalam perekonomian yang berfluktuasi disebut tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Ini bisa dipandang sebagai tingkat pengangguran di mana perekonomian bergravitasi dalam jangka panjang. Beberapa persamaan dasar yang membangun model dinamika angkatan-kerja yang menunjukkan apa yang menentukan tingkat alamiah : L = E + U Angkatan Kerja terdiri dari terdiri dari Jumlah orang yang bekerja Jumlah orang yang bekerja Jumlah pengangguran Jumlah pengangguran

7 7 f U = s E Jumlah orang yang menemukan pekerjaan Jumlah orang yang menemukan pekerjaan Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan Tingkat pengangguran kondisi mapan Dari persamaan sebelumnya, kita tahu E = L – U, yaitu jumlah pekerja sama dengan angkatan kerja dikurangi jumlah pengangguran. Jika kita mensubstitusi (L-U) untuk E dalam kondisi mapan, kita dapatkan : f U = s (L – U) Lalu, bagi kedua sisi dengan L dan mendapat : f U/L = s (1-U/L) Sekarang selesaikan untuk U/L untuk menemukan : U/L = s / (s + f)

8 8 Ini bisa juga ditulis sebagai : U/L = 1 / (1+ f/s) Persamaan ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran kondisi-mapan U/L bergantung pada tingkat pemutusan kerja s dan perolehan kerja f.

9 9 Tiap kebijakan yang ditujukan untuk menurunkan tingkat pengangguran alamiah akan menurunkan tingkat pemutusan kerja ataupun meningkatkan tingkat perolehan pekerjaan. Serupa, tiap kebijakan yang mempengaruhi tingkat pemutusan kerja atau perolehan pekerjaan juga mengubah tingkat pengangguran alamiah.

10 10 Pengangguran yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan pekerja untuk mencari pekerjaan disebut pengangguran friksional. Ekonom menyebut perubahan komposisi permintaan di antara industri atau daerah sebagai pergeseran sektoral (sectoral shift). Karena perge- seran sektoral selalu terjadi, dan karena dibutuhkan waktu bagi pekerja untuk mengubah pekerjaan, pengangguran friksional selalu ada. Dalam usaha mengurangi pengangguran friksional, beberapa kebijakan secara tidak sengaja meningkatkan jumlah pengangguran friksional. Salah satunya asuransi pengangguran (unemployment insurance). Pada program ini, pekerja dapat mengambil sebagian upah mereka untuk periode tertentu setelah kehilangan pekerjaan mereka.

11 11 Perusahaan bertanggung jawab penuh atas menganggurnya pekerja Perusahaan bertanggung jawab parsial atas menganggurnya pekerja

12 12 Kekakuan upah (Wage rigidity) adalah gagalnya upah melakukan penyesuaian sampai penawaran tenaga kerja sama dengan permintaannya. Pengangguran yang disebabkan keka- kuan upah dan penjatahan pekerjaan disebut pengangguran struktural (structural nemployment).Orang meng- anggur bukan karena mereka tak bisa menemukan pekerjaan yang paling se-suai dengan keahliannya, tapi karena, pada upah yang berlaku, penawaran tenaga kerja melebihi permintaannya. Pekerja ini hanya menunggu pekerjaan yang akan tersedia. S D Tenaga kerja Upah riil U Upah riil kaku Jika upah riil tertahan di atas tingkat ekuilibrium, maka penawar- an tenaga kerja melebihi perminta- an. Akibatnya : pengangguran U.

13 13 Pemerintah menyebabkan kekakuan upah ketika mencegah upah turun ke tingkat ekuilibrium. Banyak ekonom dan pembuat kebijakan percaya bahwa keringanan pajak lebih baik daripada meningkatkan upah minimum—jika tujuan kebijakan adalah untuk meningkatkan pendapatan pekerja miskin. Keringanan pajak pendapatan yand didapat (earned income tax credit) adalah jumlah yang keluarga pekerja miskin diizinkan untuk dikurangi dari pajak mereka.

14 14 Ekonom percaya upah minimum memiliki dampak terbesar pada pengangguran remaja/pemuda. Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan 10-persen pada upah minimum mengurangi pengangguran pemuda sebesar 1 sampai 3 persen. Pemuda berkeahlian paling kecil, memiliki produktivitas marjinal terendah, dan mendapatkan kompensasi mereka dalam bentuk magang (on-the-job-training), katakanlah, di Mankiw’s Burgers. Yum! Bicara tentang burgers, sekitar tiga-perempat dari semua pekerja yang diberi upah minimum atau kurang ada pada industri layanan makanan. M Apprenticeship adalah contoh klasik dari latihan yang ditawarkan sebagai pengganti upah.

15 15 Sebab lain kekakuan upah yaitu kekuatan monopoli serikat pekerja (unions). Di AS, hanya 18 persen pekerja ikut serikat pekerja. Sering, kesepakatan serikat mengatur upah di atas tingkat ekuilibrium dan meng-izinkan perusahaan memutuskan berapa banyak pekerja yang diterima. Akibatnya : penurunan jumlah pekerja dipekerjakan, tingkat perolehan kerja yang lebih rendah, dan peningkatan pengangguran struktural. Pengangguran yang disebabkan serikat kerja adalah contoh konflik antara berbagai kelompok pekerja—orang dalam (insiders) dan orang luar (outsiders). Di AS, ini diselesaikan pada tingkat perusahaan melalui tawar-menawar (bargaining).

16 16 Teori upah-efisiensi (efficiency-wage) menyatakan upah tinggi membuat pekerja lebih produktif. Jadi, meskipun pengurangan upah akan menurun- kan tagihan upah perusahaan, itu akan juga menurunkan produktivitas pekerja dan laba perusahaan. Teori upah-efisiensi pertama menyatakan upah mempengaruhi kesehatan. Teori upah-efisiensi kedua menyatakan upah tinggi mengurangi perputaran tenaga kerja. Teori upah-efisiensi ketiga menyatakan kualitas rata-rata tenaga kerja perusahaan bergantung pada upah yang dibayar ke karyawannya. Teori upah-efisiensi keempat menyatakan upah tinggi memperbaiki upaya pekerja.

17 17 Tingkat pengangguran alamiah tidak pernah stabil. Di bawah 5% Di atas 6% Di bawah 5%

18 18 Empat negara Eropa terbesar– Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris meng- alami tingkat pengangguran tinggi pada tahun-tahun terakhir. Sebabnya ? Tak ada yang tahu dengan pasti, tapi inilah teori utama : Banyak ekonom percaya bahwa masalahnya bisa dirunut pada interaksi antara kebijakan berdurasi-panjang dan kejutan baru. Kebijakan berdurasi-panjang adalah untuk memberikan keuntungan royal untuk penganggur. Kejutan baru adalah turunnya permintaan akan pekerja tak-terampil relatif terhadap pekerja terampil karena kemajuan teknologi. Apakah Anda tahu orang Eropa lebih mungkin menganggur daripada orang Amerika ? Dan, orang Eropa bekerja lebih sedikit.

19 I n f l a s i Inflasi adalah peningkatan tingkat harga secara keseluruhan. Tingkat inflasi (persentase tambahan kenaikan harga), berbeda dari satu periode ke periode lainnya, dan berbeda dari satu negara ke negara lainnya. Hiperinflasi adalah periode peningkatan yang sangat cepat dalam tingkat harga secara keseluruhan.

20 Beberapa faktor penyebab inflasi Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah Kenaikan harga barang-barang impor Penambahan penawaran uang yang berlebihan tanpa diikuti pertambahan produksi dan penawaran barang Kekacauan politik dan ekonomi

21 Akibat buruk inflasi Cenderung menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat. Prospek pembangunan ekonomi jangka panjang akan menjadi semakin memburuk jika inflasi tidak dapat dikendalikan. Kecenderungan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

22 Ketidaknyamanan mengurangi uang di tangan secara metaforis disebut biaya kulit sepatu (shoe- leather cost) dari inflasi, karena lebih sering berjalan ke bank membuat sepatu seseorang cepat rusak. Ketika perubahan inflasi membuat pencetakan dan pendistribusian katalog harga baru, misalnya, maka, biaya ini disebut biaya menu (menu costs). Biaya lain terkait dengan undang-undang pajak. Sering undang- undang pajak tidak memperhitungkan efek inflasi pada pendapatan.

23 Inflasi yang tak terantisipasi tidak disukai karena meredistribusi, secara subjektif, kekayaan di antara individu. Contohnya, ini mengganggu pensiun tetap individu. Sering kontrak ini tidak dibuat dalam satuan riil dengan diindeks pada ukuran tertentu tingkat harga. Ada keuntungan dari inflasi—banyak ekonom berkata bahwa sedikit inflasi akan membuat pasar tenaga kerja berjalan lebih baik. Mereka mengatakan inflasi “meminyaki roda” pasar tenaga kerja.

24 Teori Pertumbuhan

25 25 Model pertumbuhan Solow (Solow Growth Model) dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam suatu perekonomian, dan bagaimana pengaruhnya terhadap output total barang dan jasa suatu negara. Mari kita sekarang memeriksa bagaimana model ini menangani akumulasi modal. Model pertumbuhan Solow (Solow Growth Model) dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam suatu perekonomian, dan bagaimana pengaruhnya terhadap output total barang dan jasa suatu negara. Mari kita sekarang memeriksa bagaimana model ini menangani akumulasi modal.

26 26

27 27 Fungsi produksi merepresentasikan transformasi dari input (angkatan kerja (L), modal (K), teknologi produksi) ke dalam output (barang jadi dan jasa pada waktu tertentu). Representasi aljabarnya : Y = F ( K, L ) Fungsi Produksi Pendapatan is Fungsi dari input kita yang ada input kita yang ada Mari kita analisa penawaran dan permintaan barang, dan melihat berapa banyak output diproduksi pada waktu tertentu dan bagaimana output ini dialokasikan di antara berbagai alternatif penggunaan. Asumsi penting: Fungsi Produksi memiliki skala hasil konstan. z z z

28 28 Asumsi ini memungkinkan kita menganalisis semua kuantitas relatif terhadap ukuran angkatan kerja. Set z = 1/L. Y/ L = F ( K / L, 1 ) Output tiap pekerja is fungsi dari Jumlah modal tiap pekerja Skala hasil konstan mengimplikasikan bahwa ukuran perekonomian sebagaimana diukur oleh jumlah pekerja tak mempengaruhi hubungan antara output tiap pekerja dan modal tiap pekerja. Jadi, dari sekarang, kita notasikan semua kuantitas dalam istilah tiap pekerja dalam huruf kecil. Di sini fungsi produksi kita :, di mana f(k) = F(k,1). y = f( k ) Ini adalah konstanta yang bisa diabaikan.

29 29 MPK = f( k + 1) – f ( k )yk f(k)f(k) Fungsi produksi menunjukkan bagaimana jumlah modal tiap pekerja k menentukan jumlah output tiap pekerja y = f( k ). Kelandaian fungsi produksi adalah produk marjinal modal : jika k meningkat sebesar 1 unit, y meningkat sebesar MPK unit. 1 MPK

30 30 konsumsi tiap pekerja bergantungpada tingkattabungan (antara 0 dan 1) Output tiap pekerja konsumsi investasi y = c + i 1) c = (1- s )y 2) y = (1- s )y + i 3) 4) i = s y Investasi = tabungan. Tingkat tabungan s adalah bagian dari output yang digunakan untuk investasi.

31 31 Berikut adalah dua kekuatan yang mempengaruhi persediaan modal : Investasi: pengeluaran tempat usaha dan peralatan. Depresiasi : menuanya modal lama; menyebabkan persediaan modal menurun. Investasi tiap pekerja i = s y. Mari kita substitusi fungsi produksi untuk y, kita dapat mengungkapkan investasi tiap pekerja sebagai fungsi dari persediaan modal tiap pekerja : i = s f( k ) Persamaan ini menghubungkan persediaan modal yang ada k dengan akumulasi modal baru i.

32 32 Investasi, s f( k ) Output, f ( k ) c (tiap pekerja) i (tiap pekerja) y (tiap pekerja) Tingkat tabungan s menentukan alokasi output antara konsumsi dan investasi. Untuk setiap tingkat k, output adalah f( k ), investasi adalah s f( k ), dan konsumsi adalah f( k ) – sf( k ).yk

33 33 Dampak investasi dan depresiasi pada persediaan modal :  k = i –  k Perubahan persediaan modal Investasi Depresiasi Ingat investasi sama dengan tabungan jadi, bisa ditulis :  k = s f( k ) –  k kkk kk Depresiasi oleh karenanya proporsional terhadap persediaan modal.

34 34 Investasi dan depresiasi Modal tiap pekerja, k i* =  k * k*k* k1k1 k2k2 Pada k *, investasi sama dengan depresiasi dan modal tak akan berubah sepanjang waktu. Di bawah k *, investasi melebihi depresiasi, jadi persediaan modal tumbuh. Investasi, s f( k ) Depresiasi,  k Di atas k *, depresiasi melebihi investasi, jadi persediaan modal menurun.

35 35 Investasi dan depresiasi Modal tiap pekerja, k i* =  k * k1*k1* k2*k2* Depresiasi,  k Investasi, s 1 f( k ) Investasi, s 2 f( k ) Model Solow menunjukkan bahwa jika tingkat tabungan tinggi, per- ekonomian akan memiliki persediaan modal besar dan tingkat output tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan me- miliki persediaan modal kecil dan tingkat output rendah. Kenaikan tingkat tabungan menyebabkan persediaan modal tumbuh ke kondisi mapan baru. Kenaikan tingkat tabungan menyebabkan persediaan modal tumbuh ke kondisi mapan baru.

36 36 Nilai kondisi-mapan k yang memaksimalkan konsumsi disebut Tingkat Modal Kaidah Emas (Golden Rule Level of Capital). Untuk menemukan konsumsi tiap pekerja pada kondisi-mapan, kita mulai dengan identitas pos pendapatan nasional : dan disusun ulang : c = y - i. Persamaan ini menyatakan konsumsi adalah output dikurangi investasi. Karena kita ingin menemukan konsumsi kondisi-mapan, kita substitusi nilai kondisi-mapan untuk output dan investasi. Output tiap pekerja pada kondisi-mapan adalah f ( k *) di mana k * adalah persediaan modal tiap pekerja pada kondisi-mapan. Lalu, karena persediaan modal tidak berubah pada kondisi-mapan, investasi sama dengan depresiasi  k *. Mensubstitusi f ( k *) untuk y dan  k * untuk i, konsumsi tiap pekerja pada kondisi mapan: c* = f ( k *) -  k *. y = c + i

37 37 c*= f ( k *) -  k *. Menurut persamaan ini, konsumsi pada kondisi-mapan adalah sisa dari output kondisi-mapan dikurangi depresiasi kondisi-mapan. Ini lebih jauh menunjukkan bahwa kenaikan modal kondisi- mapan memiliki dua efek berlawanan pada konsumsi kondisi-mapan. Di satu sisi, lebih banyak modal berarti lebih banyak output. Di sisi lain, lebih banyak modal juga berarti lebih banyak output yang harus digunakan untuk mengganti modal yang habis dipakai. Output perekonomian digunakan untuk konsumsi atau investasi. Di kondisi-mapan, investasi sama dengan depresiasi. Jadi, kon- sumsi adalah selisih antara output f ( k *) dan depresiasi  k *. Konsumsi kondisi-mapan di- maksimalkan pada kondisi mapan Kaidah Emas. Persediaan modal Kaidah Emas dino- tasikan k * emas, dan konsumsi Kaidah Emas adalah c* emas. kkk kk Output, f( k ) c * emas k * emas

38 38 Kita buat kondisi sederhana yang mencirikan tingkat modal Kaidah Emas Ingat kemiringan fungsi produksi adalah produk marjinal modal MPK. Kemiringan garis  k * adalah . Karena dua kemiringan ini sama pada k * emas, Kaidah Emas dapat dijelaskan dengan persamaan : MPK = . Pada tingkat modal Kaidah Emas, produk marjinal modal sama dengan tingkat depresiasi. Ingat perekonomian tidak otomatis bergravitasi menuju kondisi mapan Kaidah Emas. Jika kita ingin persediaan modal kondisi mapan tertentu, seperti Kaidah Emas, kita butuh tingkat tabungan tertentu untuk mendu- kungnya.

39 39 Model Solow dasar menunjukkan bahwa akumulasi modal, sendiri, tak bisa menjelaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan : tingkat tabungan tinggi menyebabkan pertumbuhan tinggi sementara, tapi perekonomian akhirnya mendekati kondisi mapan di mana modal dan output konstan. Untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kita harus memperluas model Solow untuk mencakup dua sumber lain dari pertumbuhan ekonomi. Jadi, kita tambahkan pertumbuhan populasi pada model. Kita akan mengasumsikan bahwa populasi dan angkatan kerja tumbuh dengan tingkat konstan n.

40 40 Seperti depresiasi, pertumbuhan populasi adalah salah satu alasan mengapa persediaan modal per pekerja menurun. Jika n adalah tingkat pertumbuhan populasi dan  adalah tingkat depresiasi, maka (  + n) k adalah investasi impas (break-even investment) - jumlah yang diperlukan untuk mem- pertahankan persediaan modal per pekerja k konstan. Investasi, investasi impas Modal per pekerja, k k*k* Investasi impas, (  n) k Investasi, s f( k ) Agar perekonomian ada di kondisi mapan, investasi s f( k ) harus mengatasi dampak depresiasi dan pertumbuhan populasi (  + n) k. Ini ditunjukkan oleh perpotongan dua kurva. Kenaikan tingkat tabungan menyebabkan persediaan modal tumbuh ke kondisi mapan.

41 41 Investasi, investasi impas Modal per pekerja, k k*1k*1 Investasi, s f( k ) (  n 1 ) k Kenaikan tingkat pertumbuhan populasi menggeser garis yang mewakili pertumbuhan populasi dan depresiasi ke atas. Kondisi mapan baru memi- liki tingkat modal per pekerja lebih rendah daripada kondisi awal. Jadi, model Solow memprediksi per- ekonomian dengan tingkat pertumbuhan populasi lebih tinggi akan memiliki tingkat modal per pekerja lebih rendah dan karenanya pendapatan lebih rendah. k* 2 (  n 2 ) k Kenaikan tingkat pertumbuhan populasi dari n 1 ke n 2 mengurangi persediaan modal kondisi-mapan dari k * 1 ke k * 2.

42 42 Perubahan persediaan modal per pekerja :  k = i – (  n) k Sekarang, kita substitusi sf( k ) untuk i:  k = (sf k ) – (  n) k Persamaan ini menunjukkan bagaimana investasi, depresiasi dan pertumbuhan populasi baru mempengaruhi persediaan modal per-pekerja. Investasi baru meningkatkan k, sementara depresiasi dan pertumbuhan populasi menurunkan k. Ketika kita tidak memasukkan variabel “n” dalam versi sederhana kita—kita sedang mengasumsikan kasus khusus di mana pertumbuhan populasi adalah 0. Sekarang, kita substitusi sf( k ) untuk i:  k = (sf k ) – (  n) k Persamaan ini menunjukkan bagaimana investasi, depresiasi dan pertumbuhan populasi baru mempengaruhi persediaan modal per-pekerja. Investasi baru meningkatkan k, sementara depresiasi dan pertumbuhan populasi menurunkan k. Ketika kita tidak memasukkan variabel “n” dalam versi sederhana kita—kita sedang mengasumsikan kasus khusus di mana pertumbuhan populasi adalah 0.

43 43 Di kondisi mapan, dampak positif investasi pada modal per pekerja hanya menyeimbangkan dampak negatif depresiasi dan pertumbuhan populasi. Begitu perekonomian ada pada kondisi mapan, investasi memiliki dua maksud : 1)Beberapa di antaranya, (  k *), mengganti modal yang terdepresiasi, 2)Sisanya, (n k *), menyediakan pekerja baru dengan jumlah modal kondisi mapan. Modal per pekerja, k k*k* k*'k*' Kondisi mapan Investasi, s f (k)(k) Investasi impas,  n) k Investasi impas,  n') k Kenaikan tingkat pertumbuhan populasi akan menurunkan tingkat output per pekerja. sf (k)(k)

44 44 Dalam jangka panjang, tabungan perekonomian menentukan ukuran dari k dan kemudian y. Semakin tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi persediaan modal dan semakin tinggi tingkat y. Kenaikan tingkat tabungan menyebabkan periode pertumbuhan cepat tapi akhirnya pertumbuhan itu melambat seiring kondisi mapan baru tercapai. Kesimpulan : meskipun tingkat tabungan tinggi menghasilkan tingkat output kondisi-mapan yang tinggi, tabungan sendiri saja tidak bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

45 45 Model Solow tidak menjelaskan kemajuan teknologi tapi, menganggapnya sebagai hal pasti dan menunjukkan bagaimana interaksinya dengan variabel lain dalam proses pertumbuhan ekonomi. Model Solow tidak menjelaskan kemajuan teknologi tapi, menganggapnya sebagai hal pasti dan menunjukkan bagaimana interaksinya dengan variabel lain dalam proses pertumbuhan ekonomi.

46 46 Untuk memeriksa bagaimana kebijakan publik suatu negara dapat mempengaruhi tingkat dan pertumbuhan standar kehidupan warga negara, kita harus menayakan lima pertanyaan. 1)Apakah sebaiknya masyarakat menabung lebih banyak atau sedikit? 2)Bagaimana kebijakan dapat mempengaruhi tingkat tabungan ? 3)Adakah beberapa tipe investasi yang kebijakan sebaiknya dorong? 4)Apa institusi yang memastikan sumber-sumber daya ekonomi dimanfaatkan sebaik-baiknya ? 5) Bagaimana kebijakan dapat meningkatkan tingkat kemajuan teknologi? Model Solow menyediakan bingkai teoretis di mana di dalamnya kita mempertimbangkan isu-isu ini.

47 47 Untuk memasukkan kemajuan teknologi, Fungsi Produksi sekarang ditulis sebagai : Y = F (K, L  E) L  E mengukur jumlah pekerja. Ini memasukkan jumlah pekerja L dan efisiensi tiap pekerja, E. Dinyatakan bahwa output total Y bergantung pada modal K dan pekerja L  E. Esensi model ini adalah kenaikan E (efisiensi) analog dengan kenaikan L (jumlah pekerja). Dengan kata lain, seorang pekerja (jika dua kali lebih produktif) dapat dianggap sebagai dua pekerja. L  E berlipat ganda dan perekonomian diuntungkan dari produksi barang dan jasa yang meningkat.

48 48 Modal per pekerja, k k*k* Kondisi Mapan Investasi, sf (k)(k)  n + g) k Kemajuan teknologi menyebabkan E tumbuh pada tingkat g, dan L tumbuh pada tingkat n jadi jumlah pekerja L  E tumbuh pada tingkat n + g. Sekarang, perubahan persediaan modal per pekerja :  k = i –(  n  g)k, di mana i sama dengan s f(k). Kemajuan teknologi menyebabkan E tumbuh pada tingkat g, dan L tumbuh pada tingkat n jadi jumlah pekerja L  E tumbuh pada tingkat n + g. Sekarang, perubahan persediaan modal per pekerja :  k = i –(  n  g)k, di mana i sama dengan s f(k). Catat : k = K/LE dan y=Y/(L  Jadi, y = f(k) sekarang berbeda. Juga, bila g ditambahkan, g k diperlukan untuk menyediakan modal pada “pekerja efektif” baru muncul oleh kemajuan teknologi. Catat : k = K/LE dan y=Y/(L  Jadi, y = f(k) sekarang berbeda. Juga, bila g ditambahkan, g k diperlukan untuk menyediakan modal pada “pekerja efektif” baru muncul oleh kemajuan teknologi. sf (k)(k)

49 49 Kemajuan teknologi yang mengoptimalkan-tenaga kerja pada tingkat g mempengaruhi model pertumbuhan Solow dengan cara yang hampir sama sebagaimana dilakukan pertumbuhan populasi pada tingkat n. Sekarang karena k didefinisikan sebagai jumlah modal per pekerja efektif, kenaikan jumlah pekerja efektif karena kemajuan teknologi cenderung mengurangi k. Pada kondisi mapan, investasi sf(k) mengatasi dengan tepat penurunan pada k karena depresiasi, pertumbuhan populasi, dan kemajuan teknologi. Penting…

50 50 Modal per pekerja efektif adalah konstan pada kondisi mapan. Karena y = f(k), output per pekerja efektif juga konstan. Namun efisiensi tiap pekerja aktual tumbuh pada tingkat g. Jadi, output per pekerja, (Y/L = y  E) juga tumbuh pada tingkat g. Output total Y = y  (E  L) tumbuh pada tingkat n + g. Modal per pekerja efektif adalah konstan pada kondisi mapan. Karena y = f(k), output per pekerja efektif juga konstan. Namun efisiensi tiap pekerja aktual tumbuh pada tingkat g. Jadi, output per pekerja, (Y/L = y  E) juga tumbuh pada tingkat g. Output total Y = y  (E  L) tumbuh pada tingkat n + g.

51 51 Konsumsi kondisi-mapan dimaksimalkan jika MPK =  n + g, disusun ulang, MPK -  n + g. Yakni, pada tingkat modal Kaidah Emas, produk marjinal modal neto, MPK -  sama dengan tingkat pertumbuhan output total, n + g. Karena perekonomian aktual mengalami baik pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi, kita harus menggunakan kriteria ini untuk mengevaluasi apakah perekonomian aktual ini memiliki modal lebih banyak atau sedikit daripada perekonomian kondisi mapan Kaidah Emas. Pengenalan kemajuan teknologi juga memodifikasi kriteria untuk Kaidah Emas. Tingkat modal Kaidah Emas sekarang didefinisikan sebagai kondisi mapan yang memaksimalkan konsumsi per pekerja efektif. Jadi, kita dapat menunjukkan bahwa konsumsi kondisi-mapan per pekerja efektif adalah : c*= f (k*) - (  n + g  k*

52 52 Modal per pekerja efektif k = K/(E  L) 0 Output per pekerja efektif y = Y/ (E  L) = f(k) 0 Output per pekerja Y/L = y  g Output total Y = y  L) n + g

53 53 Sejauh ini kita telah memperkenalkan kemajuan teknologi ke dalam model Solow untuk menjelaskan pertumbuhan berkelanjutan pada standar kehidupan. Mari kita sekarang mendiskusikan apa yang terjadi ketika teori menemui kenyataan.

54 54 Menurut model Solow, kemajuan teknologi menyebabkan nilai banyak variabel untuk naik bersama-sama pada kondisi mapan. Sifat ini disebut pertumbuhan berimbang (balanced growth). Pada kondisi mapan, output per pekerja, Y/L, dan persediaan modal per pekerja, K/L, keduanya tumbuh pada tingkat g, yang adalah tingkat kemajuan teknologi. Ini konsisten dengan data AS di mana g bernilai sekitar 2 persen secara konsisten sejak 50 tahun lalu. Kemajuan teknologi juga mempengaruhi harga-harga faktor. Pertumbuhan upah riil pada tingkat kemajuan teknologi, tapi harga sewa modal riil tetap konstan setiap saat. Lagi, selama 50 tahun terakhir, upah riil telah meningkat 2 persen dan telah meningkat hampir sama dengan GDP riil. Namun, harga sewa modal riil (pendapatan modal riil dibagi persediaan modal) telah sekitar sama.

55 55 Sifat mengejar ketertinggalan disebut konvergensi. Jika tidak ada konvergensi, negara yang awalnya miskin akan tetap miskin. Model Solow membuat prediksi tentang kapan konvergensi akan terjadi. Menurut model, apakah dua perekonomian akan bertemu bergantung pada mengapa mereka berbeda pada awalnya (yaitu, tingkat tabungan, tingkat pertumbuhan populasi, dan akumulasi human capital).

56 56 Perbedaan pendapatan adalah hasil dari : 1) Faktor-faktor produksi seperti kuantitas modal fisik dan human capital 2) Efisiensi dalam penggunaan faktor-faktor produksi Secara sederhana, pekerja di negara miskin tidak memiliki alat dan keterampilan, atau mereka tidak memanfaatkan alat dan keterampilan- nya secara optimal.

57 57 Dalam model Solow, pertanyaan sentralnya adalah apakah kesenjangan besar antara kaya dan miskin disebabkan oleh perbedaan akumulasi modal, atau perbedaan fungsi produksi.

58 58 Tingkat tabungan menentukan tingkat modal dan output kondisi-mapan. Suatu tingkat tabungan tertentu menghasilkan kondisi mapan Kaidah Emas, yang memaksimumkan konsumsi per pekerja. Mari kita gunakan Kaidah Emas untuk menganalisis tingkat tabungan AS. Produk marjinal modal neto dari depresiasi (MPK –  ) Tingkat pertumbuhan output total (n + g) Ingat bahwa pada kondisi mapan Kaidah Emas, (MPK –  ) = (n + g)

59 59 Jumlah modal pada kondisi mapan Kaidah Emas Jika perekonomian beroperasi dengan modal lebih sedikit daripada kondisi mapan Kaidah Emas, maka (MPK –  > n + g) Jika perekonomian beroperasi dengan modal lebih banyak daripada kondisi mapan Kaidah Emas, maka (MPK –  < n + g)

60 60 Produk marjinal modal neto setelah depresiasi (MPK –  ) Produk marjinal modal neto setelah depresiasi (MPK –  ) Tingkat pertumbuhan output total (n + g) Tingkat pertumbuhan output total (n + g) Untuk membuat perbandingan ini di perekonomian AS, kita perlu menaksir tingkat pertumbuhan output (n + g) dan produk marjinal modal neto (MPK –  ). GDP AS tumbuh sekitar 3 persen per tahun, jadi, n + g = Kita dapat menaksir produk marjinal modal neto dari fakta-fakta berikut :

61 61 Kita menyelesaikan tingkat depresiasi  dengan membagi persamaan 2 dengan persamaan 1:  k/k = (0.1y)/(2.5y)  = 0.04 Dan kita menyelesaikan produk marjinal modal (MPK) dengan membagi persamaan 3 dengan persamaan 1: (MPK  k)/k = (0.3y)/(2.5y) MPK = ) Persediaan modal sekitar 2,5 kali GDP satu tahun, atau k = 2.5y 2) Depresiasi modal sekitar 10 persen GDP, atau dk = 0.1y 3) Pendapatan modal sekitar 30 persen GDP, atau MPK  k = 0.3y Jadi, sekitar 4 persen persediaan modal terdepresiasi tiap tahun, dan produk marjinal modal sekitar 12 persen per tahun. Produk marjinal modal neto, MPK – d, sekitar 8 persen per tahun.

62 62 Kita sekarang dapat melihat bahwa pengembalian modal (MPK –  = 8 persen per tahun) jauh di atas tingkat pertumbuhan perekonomian (n + g = 3 persen per tahun). Ini mengindikasikan bahwa persediaan modal pada perekonomian AS jauh di bawah tingkat Kaidah Emas. Dengan kata lain, jika AS menabung dan menginvestasikan bagian yang lebih banyak dari pendapatannya, ia akan tumbuh lebih cepat dan akhirnya mencapai kondisi mapan dengan konsumsi lebih tinggi.

63 63 Tabungan masyarakat adalah selisih antara apa yang pemerintah terima dalam pendapatan pajak dikurangi apa yang dibelanjakannya. Ketika pengeluaran > pendapatan, terjadi defisit anggran  Ketika pengeluaran < pendapatan, terjadi surplus anggaran Tabungan swasta adalah tabungan yang dilakukan rumah tangga dan perusahaan.

64 64 Negara-negara mungkin memiliki berbagai tingkat produktivitas sebagian karena mereka memiliki berbagai institusi yang mengatur alokasi sumber daya mereka yang langka. Sebagai contoh, tradisi legal suatu negara adalah institusi. Contoh lain adalah kualitas pemerintah sendiri dan tingkat korupsi yang ada dalam infrastruktur politik.

65 65 Model Solow menunjukkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan dalam pendapatan per pekerja harus berasal dari kemajuan teknologi. Model Solow, namun, menganggap kemajuan teknologi sebagai variabel eksogen, dan karenanya tidak menjelaskannya.

66 66 Teori Pertumbuhan Endogen menolak asumsi dasar Solow tentang perubahan teknologi eksogen (yang berasal dari luar).

67 67 Mulai dengan fungsi produksi sederhana : Y = AK, di mana Y adalah output, K adalah persediaan modal, dan A adalah konstanta yang mengukur jumlah output yang dihasilkan tiap unit modal (perhatikan fungsi produksi ini tidak memiliki pengembalian modal yang kian menurun). Satu unit modal tambahan menghasilkan A unit output tambahan berapapun modal yang ada. Ketiadaan pengembalian modal yang kian menurun ini merupakan perbedaan kunci antara model pertumbuhan endogen ini dan model Solow. Kita gambarkan akumulasi modal dengan persamaan yang mirip dengan yang telah kita gunakan :  K = s Y -  K. Persamaan ini menyatakan bahwa perubahan persediaan modal (  K) sama dengan investasi ( s Y) dikurangi depresiasi (  K). Kita gabungkan persamaan ini dengan fungsi produksi, susun ulang, dan mendapat :  Y/Y =  K/K = s A – 

68 68  Y/Y =  K/K = s A -  Persamaan ini menunjukkan apa yang menentukan tingkat pertumbuhan output  Y/Y. Perhatikan bahwa sepanjang sA > , pendapatan perekonomian tumbuh selamanya, bahkan tanpa asumsi kemajuan teknologi eksogen. Pada model Solow, tabungan mendorong pertumbuhan sementara, tapi pengembalian modal yang kian menurun akhirnya mendorong perekonomian mendekati kondisi mapan di mana pertumbuhan hanya bergantung pada kemajuan teknologi eksogen. Sebaliknya, pada model pertumbuhan endogen, tabungan dan investasi bisa mendorong pertumbuhan yang berkesinambungan.

69 69 Penghancuran Kreatif Schumpeter menyatakan bahwa kemajuan ekonomi berasal dari proses penghancuran kreatif. Menurut Schumpter, penggerak kemajuan adalah pengusaha dengan ide untuk produk baru, cara baru menhasilkan produk lama atau beberapa inovasi lain.


Download ppt "Ekonomi Makro Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec 0817468325 Teori Tenaga Kerja dan Inflasi Teori Pertumbuhan Kebijakan Stabilisasi Perekonomian."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google