Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Macroeconomics fifth edition N. Gregory Mankiw PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich macro © 2002 Worth Publishers, all rights reserved CHAPTER SIX Unemployment.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Macroeconomics fifth edition N. Gregory Mankiw PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich macro © 2002 Worth Publishers, all rights reserved CHAPTER SIX Unemployment."— Transcript presentasi:

1 macroeconomics fifth edition N. Gregory Mankiw PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich macro © 2002 Worth Publishers, all rights reserved CHAPTER SIX Unemployment

2 Chapter Six slide 2 Chapter objectives Memahami pengangguran alamiah: Apa artinya Apa penyebabnya Memahami prilaku di dunia nyata

3 Chapter Six Natural Rate of Unemployment Natural rate of unemployment: rata-rata penganguran yang berada dalam perekonomian yang sedang berfluktuasi. Saat resesesi, sebenarnya pengangguran naik di atas rata-rata pengangguran alamiahnya. Saat booming, sebenarnya pengangguran sedang turun dari rata-rata tingkat alamiahnya.

4 Chapter Six slide 4 U.S. Unemployment,

5 Chapter Six slide 5 A first model of the natural rate Notation: L = # angkatan kerja (a.k.) E = # a.k. yang bekerja U = # a.k. yang menganggur U/L = tingkat pengangguran

6 Chapter Six slide 6 Assumptions: 1.L ditenturkan oleh fariabel eksogen 2.Dalam waktu bulan tertentu s =angkatan kerja yang berhenti kerja f = angkatan kerja yang diterima kerja s = rate of job separations f = rate of job finding (both exogenous)

7 Chapter Six slide 7 The transitions between employment and unemployment Employed Unemployed s  E f  U

8 Chapter Six slide 8 The steady state condition Definition: kondisi pasar tenaga kerja yang stabil, dalam keseimbangan jangka panjang, tenaga kerja adalah konstan s  E = f  U Orang yang melepaskan pekerjaan Pengangguran yang memperoleh pekerjaan

9 Chapter Six slide 9 Pemecahan untuk keseimbangan tingkat pengangguran f  U = s  E = s  (L –U ) = s  L – s  U Solve for U/L: (f + s)  U = s  L so,

10 Chapter Six slide 10 Example: Setiap bulan, 1% dari pekerja yang bekerja kehilangan pekerjaan mereka (s = 0,01) Setiap bulan, 19% dari para penganggur mencari pekerjaan (f = 0,19) Menemukan tingkat pengangguran alamiah:

11 Chapter Six slide 11 policy implication Sebuah kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran alamiah akan berhasil hanya jika menurunkan s atau meningkatkan f.

12 Chapter Six12 Kekakuan upah (Wage rigidity) adalah gagalnya upah melakukan penyesuaian sampai penawaran tenaga kerja sama dengan permintaannya. Pengangguran yang disebabkan keka- kuan upah dan penjatahan pekerjaan disebut pengangguran struktural (structural nemployment).Orang meng- anggur bukan karena mereka tak bisa menemukan pekerjaan yang paling se- suai dengan keahliannya, tapi karena, pada upah yang berlaku, penawaran tenaga kerja melebihi permintaannya. Pekerja ini hanya menunggu pekerjaan yang akan tersedia. S D Tenaga kerja Upah riil U Upah riil kaku Jika upah riil tertahan di atas tingkat ekuilibrium, maka penawar- an tenaga kerja melebihi perminta- an. Akibatnya : pengangguran U.

13 Chapter Six13 Pemerintah menyebabkan kekakuan upah ketika mencegah upah turun ke tingkat ekuilibrium. Banyak ekonom dan pembuat kebijakan percaya bahwa keringanan pajak lebih baik daripada meningkatkan upah minimum—jika tujuan kebijakan adalah untuk meningkatkan pendapatan pekerja miskin. Keringanan pajak pendapatan yand didapat (earned income tax credit) adalah jumlah yang keluarga pekerja miskin diizinkan untuk dikurangi dari pajak mereka.

14 Chapter Six14 Ekonom percaya upah minimum memiliki dampak terbesar pada pengangguran remaja/pemuda. Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan 10-persen pada upah minimum mengurangi pengangguran pemuda sebesar 1 sampai 3 persen. Pemuda berkeahlian paling kecil, memiliki produktivitas marjinal terendah, dan mendapatkan kompensasi mereka dalam bentuk magang (on-the-job-training), katakanlah, di Mankiw’s Burgers. Yum! Bicara tentang burgers, sekitar tiga-perempat dari semua pekerja yang diberi upah minimum atau kurang ada pada industri layanan makanan. M Apprenticeship adalah contoh klasik dari latihan yang ditawarkan sebagai pengganti upah.

15 Chapter Six15 Sebab lain kekakuan upah yaitu kekuatan monopoli serikat pekerja (unions). Di AS, hanya 18 persen pekerja ikut serikat pekerja. Sering, kesepakatan serikat mengatur upah di atas tingkat ekuilibrium dan meng- izinkan perusahaan memutuskan berapa banyak pekerja yang diterima. Akibatnya : penurunan jumlah pekerja dipekerjakan, tingkat perolehan kerja yang lebih rendah, dan peningkatan pengangguran struktural. Pengangguran yang disebabkan serikat kerja adalah contoh konflik antara berbagai kelompok pekerja—orang dalam (insiders) dan orang luar (outsiders). Di AS, ini diselesaikan pada tingkat perusahaan melalui tawar-menawar (bargaining).

16 Chapter Six16 Teori upah-efisiensi (efficiency-wage) menyatakan upah tinggi membuat pekerja lebih produktif. Jadi, meskipun pengurangan upah akan menurun- kan tagihan upah perusahaan, itu akan juga menurunkan produktivitas pekerja dan laba perusahaan. Teori upah-efisiensi pertama menyatakan upah mempengaruhi kesehatan. Teori upah-efisiensi kedua menyatakan upah tinggi mengurangi perputaran tenaga kerja. Teori upah-efisiensi ketiga menyatakan kualitas rata-rata tenaga kerja perusahaan bergantung pada upah yang dibayar ke karyawannya. Teori upah-efisiensi keempat menyatakan upah tinggi memperbaiki upaya pekerja.

17 Chapter Six17 Tingkat pengangguran alamiah tidak pernah stabil. Di bawah 5% Di atas 6% Di bawah 5%


Download ppt "Macroeconomics fifth edition N. Gregory Mankiw PowerPoint ® Slides by Ron Cronovich macro © 2002 Worth Publishers, all rights reserved CHAPTER SIX Unemployment."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google