Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

IDENTITAS NASIONAL Disampaikan pada Perkuliahan STMIK MDP 2014 Ryzky Yan Deriza.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "IDENTITAS NASIONAL Disampaikan pada Perkuliahan STMIK MDP 2014 Ryzky Yan Deriza."— Transcript presentasi:

1 IDENTITAS NASIONAL Disampaikan pada Perkuliahan STMIK MDP 2014 Ryzky Yan Deriza

2 P ROLOG Manusia adalah mahluk sosial. (Zoon Politicon) Hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia hidup berkelompok-kelompok (bersekutu). Dalam bersekutu/berkelompok tersebut membentuk suatu organisasi yang berusaha mengatur- mengarahkan tercapainya tujuan hidup bersama. Manusia  keluarga  suku  masyarakat  bangsa  negara

3 H AKIKAT B ANGSA 2 konsep Bangsa (Badri Yatim-AT Soegito) 1. Bangsa dalam arti Sosiologis Antropologis, persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu-kesatuan ras, bahasa, agama, dan adat istiadat. Persekutuan ini dalam suatu negara dapat merupakan persekutuan hidup yang mayoritas dan dapat pula pesekutuan hidup yang minoritas. (cultural unity) 2. Bangsa dalam arti Politis, suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagi suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Jadi mereka diikat oleh kekuasaan politik, yaitu negara. (political unity)

4 Pembentukan Bangsa-Negara (Ramlan Subakti) 1. Model ortodoks, ada Bangsa terlebih dahulu kemudiaan membentuk Negara tersendiri, disusul dengan pembentukan rezim politik (pengauasa), konstitusi negara yang dikembangkan melalui partisipasi WN dalam kehidupan politik bangsa-negara 2. Model mutahir, ada Negara terlebih dahulu dari proses tersendiri, penduduk negara merupakan sekumpulan suku, bangsa dan ras.

5 I DENTITAS N ASIONAL Identitas berasal dari kata identity berarti ciri- ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Nasional (Konsep Kebangsaan) menunjuk pada sifat khas kelompok yang memiliki ciri-ciri kesamaan, baik fisik seperti, budaya, agama, bahasa, maupun non-fisik seperti, keinginan, cita-cita, dan tujuan. Identitas nasional adalah identitas suatu kelompok masyarakat yang memiliki ciri dan melahirkan tindakan secara kolektif yang diberi sebutan nasional.

6 Faktor pembentuk Identitas Nasional (Ramlan S) a. Primordial; kekerabatan (darah/keluarga),suku- bangsa, homeland, bahasa, dan adat istiadat b. Sakral; kesamaan keyakinan dan ideologi c. Tokoh; orang yang diseganai dan dihormati oleh masyrakat d. Bhinneka Tunggal Ika ; kesediaan bersatu dalam perbedaan ( unity in diversity ) setia dan terikat pada negara tanpa menghilangkan keterikatan primordial e. Sejarah; persepsi yang sama diantara warga masyarakat tentang historis berupa pengalaman masa lalu, yang melahirkan tekad dan tujuan yang sama f. Perkembangan Ekonomi; saling ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan (masyarakat industrial) g. Kelembagaan; birokrasi, pertahanan/keamanan, pengadilan dan politik, ekonomi dan keuangan

7 H AKIKAT N EGARA Negara  Staat (Belanda/ Jerman), State (Inggris), Etat (Perancis). Istilah staat semula dipergunakan di Eropa Barat pada abad XV. Kata staat, state, dan etat dialihkan dari bahasa Latin status atau statum. Status (etimologis: Latin klasik); suatu istilah yang abstrak yang menunjukkan keadaan yang tegak dan tetap, atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.

8 Negara adalah organisasi kekuasaan sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu (George Jellinek) Organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsa sendiri (Kranenburg) Alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur/mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat (Roger F. Soultau) Organisasi kekuasaan masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan (soenarko) Organisasi masyarakat atau kumpulan manusia yang berada di bawah pemerintahan yang sama (R.Djokrosoetono) Daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dariwarganya ketaatan pada PUU melalui pengasaan kontrol dari kekuasaan yang sah (Miriam Budiarjo)

9 Unsur2 Negara 1. Rakyat : orang-orang yang bertempat tinggal di wilayah itu, tunduk pada kekuasaan negara dan mendukung negara yang bersangkutan; (absolut) 2. Wilayah : daerah yang menjadi kekuasaan negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyat negara, menjadi sumber kehidupan rakyat negara (darat, laut dan udara); (absolut) 3. Pemerintah yang berdaulat : adanya penyelenggara negara yang memiliki kekuasaan menyelenggarakan pemerintah, memiliki kedaulatan baik ke dalam (memiliki kekuasaan untuk ditaati oleh rakyatnya) maupun ke luar (negara mampu mempertahankan diri dari serangan negara lain). 4. Pengakuan: pernyataan negara lain yang mengakui keberadaan suatu negara (sifatnya deklaratif) Negara memiliki sifat 1. Memaksa, memakai kekerasan fisik secara legal 2. Monopoli, hak melarang suatu yang bertentangan dan mengajurkan suatu yang dibutuhkan bersama 3. Mencakup semua, peraturan/kebijakan mencakup semua orang tanpa terkecuali

10

11 Terjadinya Negara Teoritis 1. Teori Hukum Alam; Negara terjadi secara alamiah, bersumber dari manusia yang merupakan zoon politicon 2. Teori Ketuhana; Negara terjadi karena kehendak Tuhan, didasari kepercayaan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan terjadi atas kehendak-NYA 3. Teori Perjanjian; Negara terjadi sebagai hasil perjanjian antarmanusia/individu. Praktis  Penaklukan ( occupatie )  Peleburan ( fusi )  Pemecahan  Pemisahan diri  Perjuangan atau revolusi  Penyerahan/pemberian  Pendudukan atas wilayah yang belum ada pemerintahan sebelumnya

12 Fungsi Negara 1. Dwi Praja (Goodnow) i. Policy making, kebijaksanaan negara utk waktu tertentu, utk seluruh masyarakat. ii. Policy executing, kebijaksanaan yang harus dilaksanakan utk mencapai policy making 2. Trias Politika (Montesquieu) i. Fungsi legislatif, membuat undang-undang. ii. Fungsi eksekutif, menjalankan/melaksanakan UU. iii. Fungsi yudikatif, mempertahankan dan pengawasan terhadap UU yang telah dibuat. 3. Tri Praja (John Locke) i. Fungsi legislatif, membentuk peraturan PUU. ii. Fungsi eksekutif, melaksanakan peraturan dan undang- undang. iii. Fungsi federatif, menjalankan hubungan luar negeri. 4. Catur Praja (Cornelis van Vollenhoven) i. Regeling, membuat peraturan. ii. Bestuur, menyelenggarakan pemerintahan. iii. Rechtpraak, menjalankan pengadilan. iv. Politie, penertiban dan keamanan bagi seluruh masyarakatnya.

13 Plato, tujuan negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai makhluk individu maupun sosial. Aristoteles, kesempurnaan warganya yang berdasarkan atas keadilan. Keadilan memerintah harus menjelma di dalam negara, dan hukum berfungsi memberi kepada setiap manusia apa sebenarnya yang berhak ia terima. Roger H. Soltau, memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin. Harold J. Laski, menciptakan keadaan yang di dalamnya, rakyat dapat mencapai keinginan- keinginannya secara maksimal. John Locke, memelihara dan menjamin terlaksananya HAM, yang tertuang dalam perjanjian masyarakat.

14 T UGAS Buatlah apa saja bentuk-bentuk dari Identitas Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia? Format tugas tertulis dan sebutkan sumber jawaban atau referensi bacaan Kumpul minggu depan

15 B ANGSA DAN N EGARA I NDONESIA Hakikat Negara Indonesia, bangsa Indonesia berhasil mendirikan negara sekaligus menyatakan kepada dunia luar menganai adanya negara baru, negara Republik Indonesia Proklamasi 17 agustus Indonesia didirikan berada di atas semua kelompok dan golongan yang beragam, serta keinginan hidup bersatu sebagai suatu keluarga bangsa karena persamaan nasib, cita2, berasal dari ikatan wilayah yang sama. (nasionalisme) Bangsa Indonesia, merupakan gagasan yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 (SP)

16 Faktor2 penting pembentukkan bangsa Indonesia: 1) Persamaan nasib, penderitaan bersama di bawah penjajahan bangsa asing 2) Keinginan bersama untuk merdeka, melepaskan diri dari segalaa bentuk belenggu penjajahan 3) Kesatuan tempat tinggal, wilayah nusantara yang membentang luas di khaltulistiwa 4) Cita2 bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa

17 Terjadinya Negara Indonesia, secara teoritis: a. Terjadinya negara tidak sekedar dimulai dari proklamasi, tetapi adanya pengakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. Bangsa Indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain. Sumber motivasi perjuangan (Alinea I Pembukaan UUD 1945) b. Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan, yang menghasilkan Proklamasi, yang baru mengantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan. Bernegara tidak selesai hanya dengan Proklamasi, akan tetapi negara yang di-cita2-kan untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (Alinea II Pembukaan UUD 1945) c. Negara terjadi karena kehendak bersama seluruh bangsa Indonesia, keinginan luhur bersama. Dan kehendak dan atas rahmat Allah yang Maha Kuasa. Motivasi spiritual (alinea III Pembukaan UUD 1945) d. Negara indonesia menyusun alat2 kelengkapan negara meliputi dasar, tujuan, bentuk, sistem pemerintahan, dan UUD negara. (alinea IV Pembukaan UUD 1945)

18 cita-2 bangsa Indonesia mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tujuan negara Indonesia Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; Memajukan kesejahteraan umum; Mencerdaskan kehidupan bangsa; Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Visi bangsa Indonesia, terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah NKRI yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berahlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin. (Tap MPR No.VII/MPR/2001)

19 I DENTITAS N ASIONAL I NDONESIA Identitas nasional, bersifat buatan dan sekunder, bersifat buatan karena Identitas Nasional itu dibuat, dibentuk, dan disepakati oleh warga bangsa setelah mereka bernegara. Bersifat sekunder karena Identitas Nasional lahir belakangan sebelum Identitas Kesukubangsaan (primer) melekat pada warga bangsa. Proses pembentukan Identitas Nasional memakan waktu yang lama dan perjuangan yang panjang di antara warga bangsa-negara bersangkutan. Karena setiap kelompok sukubangsa dalam negara cenrung ingin Identitas Kesukubangsaannya menjadi Identitas Nasional (sumber konflik internal)

20 Beberapa bentuk Identitas Nasional Indonesia a. Bahasa Nasional, bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia b. Bendera Negara sang Merah Putih c. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya d. Lambang Negara Garuda Pancasila e. Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika f. Dasar Falsafah Negara Pancasila g. Konstitusi Negara UUD 1945 h. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia i. Konsepsi Wawasan Nusantara j. Kebudayaan Daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

21 SEKIAN DAN TERIMA KASIH SEMOGA DAPAT MEMBERIKAN MANFAAT “kita hidup untuk saat ini, kita bermimpi untuk masa depan, dan kita belajar untuk kebenaran abadi” Chiang Kai Shek


Download ppt "IDENTITAS NASIONAL Disampaikan pada Perkuliahan STMIK MDP 2014 Ryzky Yan Deriza."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google