Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Etika Berperilaku dan Keilmuan ( Code of Conduct and Scientific Ethics ) Prof.Dr.M.Irfan Islamy,MPA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Etika Berperilaku dan Keilmuan ( Code of Conduct and Scientific Ethics ) Prof.Dr.M.Irfan Islamy,MPA."— Transcript presentasi:

1 Etika Berperilaku dan Keilmuan ( Code of Conduct and Scientific Ethics ) Prof.Dr.M.Irfan Islamy,MPA

2 Makna dan Tujuan Etika Etika dapat diartikan sebagai aturan normatif yang mengatur tentang apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan seseorang di dalam suatu lingkungan sosial tertentu Etika Kampus - mengatur perilaku komunitas kampus ( maha- siswa, dosen, pimpinan, staf karyawan ) tentang apa yang boleh atau tidak boleh dilakukannya di lingkungan kampus # Etika Perilaku -- berlaku norma-norma sosial pada umumnya # Etika Keilmuan – berlaku norma-norma keilmuan ( ilmiah ) yang secara spesifik teruntuk bagi komunitas ilmiah 24/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

3 Etika bertujuan untuk ……….  Mengatur perbuatan manusia, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya  Membentengi manusia dari upaya melanggar disiplin / aturan yang berlaku  Memotivasi manusia untuk melakukan perbuatan yang benar / baik dan menghindar dari perbuatan yang salah / buruk  Menumbuhkan kesadaran kepada manusia akan makna perbuatannya dan konsekwensi / akibat dari apa yang telah diperbuatnya  Meneguhkan hak dan kewajiban seseorang dalam pergaulan sosialnya 34/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

4 Etika Kampus ( Berlaku Norma Sosial dan Norma Keilmuan ) 1.Semua warga / komunitas kampus harus tunduk-patuh pada semua aturan dan regulasi yang berlaku 2.Warga kampus tidak diperkenankan mengganggu, mengancam, mencerca, menghina, dan memperlakukan tidak senonoh antara mahasiswa, dosen, pimpinan, dan karyawan 3.Diantara warga kampus harus saling menghargai, menghormati, dan membantu bagi terwujudnya kepentingan bersa-ma 4.Penegakan norma keilmuan berdasarkan konvensi internasional 5.Warga kampus dapat memanfaatkan semua fasilitas kampus sesuai dengan hak dan kewajibannya secara benar 6.Pelanggaran terhadap etika kampus akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan kedisiplinan yang berlaku 44/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

5 Prinsip-Prinsip Umum Etika Keilmuan # Ilmu-Ilmu Sosial 1. Kompetensi Profesi ( Professional Competence ) - memotivasi diri terus menerus untuk mempertahankan tingkat kinerja yang tertinggi - mengakui akan keterbatasan keahliannya - memilih hanya melakukan tugas yang sesuai dengan pendi dikan, pelatihan dan pengalamannya 2.Integritas Diri ( Integrity ) - bersikap jujur, adil, saling menghargai dalam menjalankan aktivitas profesionalnya : dalam penelitian, pengajaran, praktek dan pelayanan 54/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

6 Lanjutan Ilmu-Ilmu Sosial …… - tidak boleh melakukan tindakan yang bisa membahayakan profesi dirinya atau profesi orang lain - dalam melaksanakan perannya sedapat mungkin bisa mem – bangkitan rasa percaya dan keyakinan yang dalam dan tidak membuat pernyataan yang palsu, salah, dan curang 3.Tanggungjawab Profesi dan Keilmuan ( Professional and Scientific Responsibility ) - patuh pada standar profesi dan keilmuan yang tertinggi - sadar bahwa mereka terikat pada sebuah komunitas dan harus saling menghargai kendati mereka berbeda teori, metodologi dan pendekatan dalam aktivitas profesionalnya - menyadari adanya penilaian publik thd sosiologi dan ikatan perilaku etisnya masing-masing tetapi rasa saling percaya harus tetap ada 64/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

7 Lanjutan Ilmu-Ilmu Sosial…… - walau perlu bekerja secara kolegial, tetapi tidak boleh mengurangi tanggungjawabnya terhadap perilaku etis dan menghindar dari peri- laku tidak etis 4.Menghormati Hak-Hak, Martabat dan Perbedaan Orang Lain ( Respect for People’s Rights, Dignity and Diversity ) - memberikan respek kepada hak-hak, martabat dan nilai orang lain - berusaha menghapus bias dalam menjalankan profesinya dan tidak mentoleransi setiap bentuk diskriminasi usia, gender, ras, etnis, asal negara, agama, seks, ketidakmampuan, kesehatan, status perkawi-n an, dan orangtua - peka terhadap perbedaan budaya, individu dan peran dalam mela – yani, mengajar dan mengkaji kelompok orang dengan pelbagai karak- teristik - mengakui hak-hak orang lain untuk memegang teguh nilai, sikap dan pendapat yang berbeda dengannya 74/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

8 Lanjutan Ilmu-Ilmu Sosial…. 5.Tanggungjawab Sosial ( Social Responsibility ) - menyadari akan tanggungjawab profesi dan keilmuannya kepada masayarakat di mana mereka hidup dan bekerja - memahami masyarakatnya dan menggunakan pengeta- huannya demi kebaikan publik - ketika melakukan penelitian, mereka berusaha memaju- kan ilmu administrasi dan diperuntukkan bagi kepenting- an melayani publik 84/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

9 STANDAR ETIKA ASOSIASI SOSIOLOGI AMERIKA 1.Standar Profesi dan Ilmiah ( Professional & Scientific Standards ) 2.Kompetensi ( Competence ) 3.Representasi dan Penyalahgunaan Keahlian ( Representation and Misuse of Expertise ) 4.Delegasi dan Supervisi Ilmu ( Delegation and Supervision ) 5.Nondiskriminasi ( Nondiscrimination ) 6.Noneksploitasi ( Non-exploitation ) 7.Mengganggu orang lain ( Harassment ) 8.Pembuatan Keputusan Yg Terkait Dengan Pekerjaan ( Employment Decision ) 9.Konflik Kepentingan ( Conflict of Interest ) 10.Komunikasi Publik ( Public Communication ) 94/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

10 Lanjutan Standar Etika……. 11.Perlindungan Kerahasiaan Informasi ( Confidentiality ) 12.Kesepakatan / Persetujuan Bersama ( Informed Consent ) 13.Perencanaan, Implementasi dan Diseminasi Penelitian ( Research Planning, Implementation and Dissemination ) 14.Plagiarisme ( Plagiarism ) 15.Nilai Kredit Penulisan Publikasi ( Authorship Credit ) 16.Proses Publikasi ( Publication Process ) 17.Tanggungjawab Penilai Publikasi ( Responsilities of Reviewers ) 18.Pendidikan, Pengajaran, Pelatihan ( Education, Teaching, and Training ) 19.Kontrak Kerja dan Jasa Konsultasi ( Contractual and Consulting Services ) 20.Keterkaitan Dengan Kode Etik ASA ( Adherence to the Code of Ethics ) 104/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

11 # Administrasi Publik 1.Melayani Kepentingan Publik ( Serve the Public Interest ) - melaksanakan kewenangan diskresioner untuk mempro- mosikan kepentingan publik - melawan segala bentuk diskriminasi dan pelecehan - mengakui dan mendukung hak publik untuk mengetahui urusan publik - melibatkan warga dalam pembuatan kebijakan - mewujudkan rasa haru, kebaikan, kejujuran dan optimis- me kepada publik - merespon publik dengan cara-cara yang menyeluruh, jelas dan mudah dimengerti - membantu warga dalam berhubungan dengan pemerintah - siap membuat keputusan yang tidak populer 114/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

12 Lanjutan Administrasi Publik ……. 2.Menghormati Konstitusi dan Hukum ( Respect the Constitution and the Law ) - memahami dan menerapkan legislasi dan regulasi yang relevan dengan peran profesionalnya - bekerja untuk meningkatkan dan mengubah aturan dan kebijakan yang bersifat kontraproduktif dan absolut - menghapus diskriminasi yang tidak ada dasar hukumnya - melindungi segala macam bentuk salahurus keuangan publik dengan membentuk dan mempertahankan pengawasan fiskal dan manajemen dan dengan mendukung kegiatan audit dan investigasi - menghargai dan melindungi informasi istimewa - mendorong dan menfasilitasi aktivitas penolakan yang sah dalam pemerintahan dan melindungi hak-hak pegawai publik untuk menyampaikan info penyelewengan di kantornya - mempromosi prinsip2 konstitusional akan persamaan, keadilan, perwakilan, resposivitas dan proses tepat waktu dalam melin- dungi hak-hak warga 124/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

13 Lanjutan Administrasi Publik 3.Menampilkan Integritas Pribadi ( Demonstate Personal Integrity ) - mempertahankan kebenaran dan kejujuran serta tidak berkompromi dengan apapun demi kemajuan, kehorma- tan ataupun keuntungan pribadi - menjamin bahwa oranglain akan menerima imbalan jasa atas karya dan kontribusinya - sangat berhati-hati thd munculnya konflik kepentingan dengan segala macam bentuknya spt : nepotisme, bekerja di luar kemampuan, salah menggunakan sumber2 publik atau menerima hadiah - hormat pada atasan, bawahan, kolega dan publik - bertanggungjawab atas kesalahan diri sendiri - bertindak secara resmi tanpa harus menjadi partisan suatu kelompok 134/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

14 Lanjutan Administrasi Publik 4.Mempromosi Organisasi secara Etis ( Promote Ethical Organizations ) - meningkatkan kapasitas organisasi lewat keterbukaan komunikasi, kreativitas, dan dedikasi - melanjutkan kesetiaan lembaga demi kebaikan publik - membangun prosedur untuk meningkatkan perilaku etis dan mem- bentuk individu dan organisasi bertanggungjawab atas perilakunya - menyiapkan anggota organisasi dengan sarana administrasi untuk sikap berbeda pendapat, jaminan kepastian proses kerja dan penga- walan thd tindakan balas dendam - mempromosi prinsip2 merit untuk melindungi tindakan sewenang- wenang dan tidak berdasar aturan - mempromosi akuntabilitas organisasi lewat pengawasan dan prosedur yang tepat - mendorong organisasi untuk mengadopsi, mendistribusi, dan mere- view secara berkala kode etik sebagai sebuah dokumen yang hidup 144/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

15 Lanjutan Administrasi Publik 5. Bekerja Keras Untuk Mencapai Profesi Prima ( Strive for Professional Excellence ) - memberikan bantuan dan motivasi untuk meningkatkan kompetensi - menerima secara pribadi tanggungjawab untuk menjadikan isu-isu dan masalah potensial senantiasa baru - mendorong orang lain, selama kariernya, untuk berpartisipasi dalam aktivitas profesional dan asosiasi - mengalokasikan waktu untuk menemui para mahasiswa dan memba- ngun jembatan yang menghubungkan antara pelajaran di ruang kelas dengan kenyataan-kenyataan pelayanan publik di lapangan 154/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

16 # Psikologi 1.Kompetensi ( Competence ) - diharapkan mampu bekerja sesuai dengan kompetensi profesionalnya dan menolak menerima tanggungjawab yang tidak sesuai dengan pendidikannya - bekerja keras untuk senantiasa memahami perubahan terbaru atas teori2 dan teknik2 dan memanfaatkannya untuk melaksanakan tugas2 profesionalnya - menghindari diri mempresentasikan sesuatu yang berada di luar kompetensinya - mengambil langkah untuk mengkoreksi kesalahan atas kemampuan analisisnya 164/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

17 Lanjutan Psikologi 2.Hormat Pada Orang dan Nondiskriminasi ( Respect for Persons and Nondiscrimination ) - menghilangkan bias dlm pekerjaannya atas dasar usia, ketidakmampuan, etnis, gender, ras, agama, seks, status sosial ekonomi - menolak mengobservasi kebijakan organisasi yang men- diskriminasi hal-hal yang terkait dengan usia, ketidak- mampuan, etnis, gender, ras, agama, seks, status, dan sosial ekonomi 174/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

18 Lanjutan Psikologi 3.Kebersamaan dan Persetujuan Bersama ( Mutuality and Informed Consent ) - perlakuan analisis psikologi harus berdasarkan persetu- juan bersama antara pelbagai pihak terkait - adalah tidak etis menggunakan posisi kemampuan anali- sisnya, status profesionalnya, dan hubungannya dengan orang tertentu memaksa melakukan perlakuakn tertentu - perlu kehati-hatian thd proses penyerahan tugas kpd orang lain untuk menghindari konflik kepentingan - setiap aspek kontrak perlakuan yang akan dilakukan harus dibicarakan dgn pasien sejak awal konsultasi - reduksi biaya tidak boleh membatasi tanggungjawab etis dalam perlakuan 184/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

19 Lanjutan Psikologi…… 4.Kerahasiaan ( Confidentiality ) - semua informasi mengenai kehidupan pasien hrs dirahasiakan - tidak diperkenankan berbagi informasi rahasia pasien kpd pihak ketiga tanpa persetujuan pasien - rahasia pasien harus dilindungi, hanya pihak2 tertentu yang boleh mengetahuinya - informasi rahasia pasien hanya boleh dibuka oleh pihak2 tertentu dalam proses konsultasi dan supervisi formal - bila materi kasus rahasia pasien hendak dipresentasikan dalam forum ilmiah atau pendidikan maka kerahasiaan pasien harus dilindungi dan harus memperoleh persetujuan dr pasien terlebih dulu - semua pihak harus dapat menjaga kerahasiaan pasien - calon analis dalam mempelajari kasus pasien juga harus menja- ga rahasia pasien 194/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

20 Lanjutan Psikologi…. 5.Kebenaran ( Truthfulness ) - para calon analis psikologi didorong kuat untuk menginfor- masikan dirinya kpd pasien - analis psikologi perlu bicara dgn hati-hati kepada pasien- nya ttg keuntungan dan beban dalam proses perlakuan - analis perlu menghindar dari pernyataan2 yang salah arah, palsu dan merugikan 204/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

21 Lanjutan Psikologi ….. 6.Menghindari Eksploitasi ( Avoid Exploitation ) - hubungan seks antara analis dengan pasien atau orangtua nya atau lainnya adalah perbuatan tidak etis - tidak etis bila analis terlibat dalam persekongkolan finan- sial dengan pasien untuk kepentingan pribadi - tidak etis analis menerima sumbangan finansial dari man- tan pasiennya - diperbolehkan analis menerima bantuan finansial yang segera harus didonasikan kpd sebuah organisasi bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarganya 214/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

22 Lanjutan Psikologi ….. 7.Tanggungjawab Keilmuan ( Scientific Responsibility ) - analis harus hati-hati dalam menggunakan info material klinis sesuai denga hak-hak pasien - adalah tidak etis mempresentasikan atau menyerahkan publikasi dlm jurnal ilmiah dengan memalsukan materi yang tidak berdasarkan rujukan aktual yang diambil dari situasi klinis - analis harus bertindak hati-hati dengan menyembunyi- kan material pasien untuk menghindari kolega yang nakal terhadap sumber info yang penting atau untuk menarik kesimpulan ilmiah 224/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

23 Lanjutan Psikologi ……. 8.Mengawal / Memelihara Publik dan Profesi ( Safeguarding the Public and the Profession ) - analis harus melakukan konsultasi dg pihak terkait teru- tama pasien dlm melakukan perlakuan - analis yang sakit serius yang hasil analisisnya tidak tepat harus berkonsultasi dg dokter yang ahli - atas permintaan pasien, kolega atau pihak lain, agar analis berkonsultasi, hendaknya mendapat perhatian dan menghormatinya - adalah etis bila analis menerima pasien temannya ingin berkonsultasi kpd pihak ketiga bagi kepentingan si pasien - persatuan atau lembaga analisis lokal punya kewajiban membantu mempromosikan keahlian anggotanya bila ada keluhan etis terhadap dirinya 234/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

24 Lanjutan Psikologi ……… 9.Tanggungjawab Sosial ( Social Responsibility ) - analis harus memanfaatkan semua sarana legal, sipil, dan administrasi untuk melindungi hak-hak kerahasiaan pasiennya, menjamin perlindungan catatan perlakuan pd pasien dari akses pihak ketiga, dan menggunakan cara etis untuk menjamin dan mempertahankan privasi yang penting - analis diminta mendukung undang2 dan kebijakan sosial yang mempromosikan kepentingan pasien dan praktek etis para analis - analis didorong untuk mengkontribusikan waktu dan talenta- nya, bila perlu tanpa imbalan finansial, bagi kegiatan konsul- tasi dan pendidikan yang dimaksudkan untuk kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan mereka yang sakit mental atau masyarakat yang tidak mampu secara ekonomis 244/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

25 Lanjutan Psikologi ……….. 10.Integritas ( Integrity ) - analis atau calon analis harus familiar dengan Prinsip2 dan Standar Etika, kode etik profesi lainnya, dan penera- pannya - analis harus menyadari dengan sungguh-sungguh akan kepercayaannya sendiri, nilai2, kebutuhan2nya, dan limitasi2nya serta memonitor bagaimanakah kepentingan ini berdampak pada pekerjaannya - analis harus bekerjasama dengan peneliti etis yang dila- kukan sehubungan dengan pelaksanaan Prinsip dan Standar Etika bagi para analis.Ketidakmauan bekerjasa- ma berarti merobohkan etika. 254/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

26 Kode Etik Penelitian Ilmiah # Sektor Kehutanan : 1.Penelitian didedikasikan untuk mengejar, mempromosikan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan 2.Penelitian ilmiah dilakukan, dikelola, dinilai, dan dilaporkan secara jujur, mendalam, dan tanpa adanya konflik kepentingan 3.Penelitian dilakukan dengan menghindari penyalahgunaan sumber2 yang dipercayakan kepadanya dan berusaha mem- perlakukan subyek manusia dan hewan secara manusiawi, sesuai dengan pedoman yang ada 4.Peneliti tidak akan mengingkari hasil penelitian pihak lain, atau terlibat dalam ketidakjujuran, penipuan, pengrusakan, salah interpretasi, atau perilaku tidak terpuji lainnya 5.Peneliti ilmiah menerima kritik konstruktif atas hasil penelitian pribadinya dan melakukan hal yang sama thd sesama peneliti dengan saling menghormati di tengah-tengah debat ilmiah yang obyektif 264/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

27 Lanjutan Kode Etik ………. 6.Menghargai kontribusi dr manapun pada hasil penelitiannya dan tidak akan menerima pengakuan yang tidak resmi dari prestasi orang lain 7.Peneliti ilmiah hanya akan menuntut sebagai ‘penyusun resmi’ hasil penelitan bila ia bertanggungjawab atas interpretasi data dan kesimpulan yang disajikan 8.Peneliti ilmiah hanya akan menuntut sebagai ‘penyusun resmi’ hasil penelitian bila ia telah mampu memberikan kontribusi intelektual yang besar dan terlibat dalam mem-buat desain, konsep, pengumpulan- analisis-interpretasi data, menulis, mereview, mengedit hasil penelitian 9.Peneliti ilmiah tidak akan menerbitkan atau menggunakan ide, data hasil riset, atau temuan penelitian yang tidak dipublikasikan milik orang lain tanpa meminta ijin / persetujuan tertulis terlebih dulu 10.Peneliti ilmiah akan merujuk duplikasi temuan hasil penelitian dari sumber aslinya 11.Peneliti ilmiah sangat tekun dalam melindungi dan mempertahankan sumber-sumber, seperti catatan data, yang dipercayakan kepadanya 274/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

28 # Sektor Biologi 1.Penelitian ilmiah didedikasikan untuk mengejar dan meningkatkan manfaat penelitian ilmiah yang konsisten dengan misi riset biologi 2.Penelitian ilmiah tidak akan pernah bisa menghindar dari hasil dan manfaat penelitian orang lain 3.Peneliti ilmiah akan berbuat, berdiskusi, mengelola, menilai, dan melaporkan hasil penelitiannya secara jujur, mendalam, dan tanpa konflik kepentingan 4.Peneliti ilmiah mendorong adanya kritik yang konstruktif thd hasil penelitiannya sendiri dan orang lain dengan cara yang harmonis dan bermutu di tengah-tengah debat ilmiah 5.Peneliti ilmiah menghargai kontribusi dr pihak manapun atas hasil penelitiannya dan tidak akan menerima pengakuan yang tidak ada buktinya atas prestasi orang lain 6.Peneliti ilmiah akan mempertahankan dan meningkatkan keahlian profesionalnya dan menjadi mentor bagi orang lain 7.Peneliti ilmiah akan menjamin keamanan dan perlakuan yang manusiawi terhadap manusia dan hewan dan menghindari penyalahgunaan sumber- sumber penelitian yang dipercayakan kepadanya 284/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

29 # Sektor Kedokteran 1.Peneliti berkewajiban untuk tidak merusak tatanan dan nilai etis masyarakat 2.Melibatkan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dari pada sekedar menerima hasil penelitian ( pasif ) 3.Memberikan jaminan bahwa desain, implementasi, analisis, interpretasi, laporan, publikasi dan distribusi hasil penelitian secara kultural relevan dengan kepentingan masyarakat dan sesuai dengan standar penelitian yang kompeten / ilmiah 4.Berusaha agar hasil penelitian dapat memberikan kontribusi sesuatu nilai yang berharga bagi masyarakat di mana penelitian dilakukan 5.Dapat memberikan keahlian baru bagi anggota masyarakat 6.Membantu menyampaikan setiap masalah yang muncul sebagai hasil atau temuan penelitian 294/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

30 Lanjutan Sektor Kedokteran ……………. 7.Menunjukkan keahlian yang mampu menjawab pertanyaan penelitian secara ilmiah yang muncul dari dalam masyara- kat 8.Mempromosikan difusi pengetahuan akademis lewat publi- kasi tulisan dan presentasi lisan, termasuk dokumentasi proyek penelitian yang dilakukan dan hasil-hasilnya 9.Menjadi garda penjaga data hingga akhir penelitian dan mengembalikan data tsb kepada masyarakat setelah pene- litian berakhir 10.Terlibat dalam setiap analisis data ke depan setelah data dikembalikan kepada masyarakat 304/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

31 Pelanggaran Etika Perilaku dan Keilmuan ( Scientific Misconduct ) Apakah Scientific Misconduct itu ? Dalam – the free encyclopedia.htm, scientific misconduct adalah : “ is the violation of the stan- dard codes of scholarly conduct and ethical behavior in pro- fessional scientific research “www.wikipedia Termasuk ke dalam scientific misconduct adalah : (1) Fabrication -- yaitu kegiatan mempublikasikan dengan sengaja hasil penelitian secara salah atau palsu, misalnya : me ‘make-up’ data hasil penelitian ; falsification --- yaitu memanipulasi data hasil penelitian dan seluruh prosesnya, atau menghilangkan data atau hasil penelitian yang sangat kritis 314/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

32 Lanjutan Pelanggaran ………….. (2)Plagiarism --- yaitu perbuatan mencuri karya orang lain, termasuk di dalamnya adalah : Citation plagiarism / Citation amnesia --- yaitu keinginan besar untuk memperoleh pengakuan sebuah karya dengan mengabaikan atau tidak jujur menyebut penemu / penghasil yang pertama Self-plagiarism --- yaitu kegiatan mempublikasikan materi yang sama dengan judul yang berbeda pada pelbagai jurnal (3) Violation of human and animal subjects --- yaitu kegiatan pelanggaran standar etika dengan melakukan eksperimen subyek manusia dan hewan ; bisa dilakukan lewat persetujuan / permufakatan terlebih dulu 324/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

33 Lanjutan Pelanggaran ….. (4)Gostwriting ---- yaitu kegiatan menutup / menghapus karya orang lain dengan hanya menampilkan / mengedepankan namanya sendiri sebagai pihak yang paling banyak memberikan andil (5)Suppression ---- yaitu kegiatan menekan / menggagalkan penyajian hasil temuan penelitian yang penting, atau hanya menyajikannya secara selektif, karena hasil penelitiannya berlawanan dengan kepentingan peneliti atau sponsor (6)Photo Manipulation --- yaitu kegiatan memanipulasi foto hasil penelitian ( dengan teknik montase ) sehingga menghasilkan ‘imej’ yang berbeda dari aslinya seolah-olah sebagai karyanya (7)Cheating or Academic Dishonesty --- yaitu kegiatan penipuan thd hasil kerja sendiri atau orang lain. Mis. Menyerahkan hasil pekerjaan orang lain yang diakui sebagai karyanya ; menggandakan karya bersama sebagai karya pribadi ( sendiri ) ; kegiatan plagiarisme, mulai dr kata-kata s/d data kuantitatif & kualitatif secara keseluruhan; memalsukan data sesuai dg keinginan ( ‘dry labbing ‘ ); merusakkan karya orang lain;memalsukan catatan, format, atau dokumen akademik lainnya; mengakses secara tidak sah sistem komputer dan file-filenya; memalsukan informasi, salah menafsirkan informasi, atau melakukan kebohongan informasi baik dengan menggunakan sarana lisan ataupun tulisan. ## TERIMAKASIH ## 334/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

34 Daftar Referensi 1.WWW.APA Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct.htm, d.8/17/2007WWW.APA 2.WWW.ASPB-USDA Code of Scientific Ethics.htm, d.8/17/2007WWW.ASPB-USDA 3.WWW.ASPA ethics.htm, d.8/17/2007WWW.ASPA 4.WWW.Ethics Code.htm, d.8/17/2007WWW.Ethics 5.WWW.H_Bauer – Ethics in Science – Introduction.htm, d.8/15/2007WWW.H_Bauer 6.VALDOSTA STATE UNIVERSITY, MASTER OF PUBLIC ADMINISTRATION PROGRAM, DEPARTMENT OF POLITICAL SCIENCE, MPA-ASPA_Ethics_Code (1) 7.THE SAVANNAH STATE UNIVERSITY, Student Handbook Code of Student Rights, Responsibilities, and Ethics 8.USDA Forest Service, Research & Development, Code of Scientific Ethics, August WWW.Code of Ethics Introduction American Sociological Association.htm, d.8/17/2007WWW.Code 10.WWW.Code of Research Ethics.htm, d. 8/17/2007WWW.Code 11.WWW.Scientific misconduct – Wikipedia, the free encyclopedia.htm, d.8/15/2007WWW.Scientific ======== 344/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011

35 Perbedaan Antara AKADEMISI dan POLITISI Akademisi bisa salah tetapi tidak boleh bohong ! Politisi bisa bohong tetapi tidak boleh salah ! 354/3/2015Kul Etika SP kls.Socio 2011


Download ppt "Etika Berperilaku dan Keilmuan ( Code of Conduct and Scientific Ethics ) Prof.Dr.M.Irfan Islamy,MPA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google