Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SYSTEMA URINARIUM MAY VALZON, dr, MSc. TRACTUS URINARIUS SEPASANG REN (GINJAL) SEPASANG URETER SATU VESICA URINARIA (VU) SATU URETHRA ▫Urethra masculina.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SYSTEMA URINARIUM MAY VALZON, dr, MSc. TRACTUS URINARIUS SEPASANG REN (GINJAL) SEPASANG URETER SATU VESICA URINARIA (VU) SATU URETHRA ▫Urethra masculina."— Transcript presentasi:

1 SYSTEMA URINARIUM MAY VALZON, dr, MSc

2 TRACTUS URINARIUS SEPASANG REN (GINJAL) SEPASANG URETER SATU VESICA URINARIA (VU) SATU URETHRA ▫Urethra masculina ▫Urethra feminina 2 PEMBAGIAN TRAKTUS URINARIUS: 1.Traktus urinarius atas 2.Traktus urinarius tengah (VU) 3.Traktus urinarius bawah Sumber: Urology smith Ed 16

3 Fungsi Systema Urinarium Ren: ▫regulasi volum dan komposisi darah ▫Regulasi tekanan darah ▫Glukoneogenesis ▫Menghasilkan erytropoietin ▫Sintesis vit D ▫Eksresi metabolit (ureum, creatinin)  membentuk urin Ureter: penyalur urin VU: penyimpanan urin Uretrha: membuang urin; mengeluarkan semen (pria) 3

4 ANATOMI REN (NEPHROS) Terletak retroperitoneal, obliq, tepat di margo lateral m. psoas Skeletopi: Setinggi T11-L2  Ren sin: T11-L2 dan Ren dex: T12-L3 Ren dextra sedikit lebih rendah dari pada ren sinistra  lobus kanan hepar Posisi Ren di cavum abdomen dipertahankan: ▫lemak perirenal &fascia renalis, ▫Vasa renal, tonus muskulus abdomen & penekanan oleh organ-organ abdomen disekitarnya Klinis: ▫Nephroptosis? ▫Perinefritis? 4

5 5 POSISI REN DI CAVUM ABDOMEN

6 6 LAPISAN PEMBUNGKUS REN

7 STRUKTUR REN 7

8 Segmenta renalia Segmentum superius Segmentum anterius superius Segmentum anterius inferius Segmentum inferius Segmentum posterius Segmentasi berdasarkan vaskularisasi oleh arteri renalis Arteri renalis Arteriae intrarenales Arteriae interlobares Arteriae arcuatae Arteriae Corticales radiatae; Arteriae interlobulares Arteriola glomerularis afferens Arteriola glomerularis efferens Arteriae Perforantes radiatae 8 Venae intrarenales (segmentales) Venae interlobares Venae arcuatae Venae corticales radiatae; Venae interlobulares Venulae rectae Venae stellatae

9 Vasa Renalis 9

10 10

11 11

12 HISTOLOGY REN 12

13 HISTOLOGY REN Cortex renalis: ▫Nephron: 1-4 jt /ren ▫Nephron tersusun:  Corpusculum renale  Glomerulus renale  Capsula glomeruli (Bowmen)  Tubulus renalis  Tubulus contortus proximalis  Ansa nephroni (Ansa Henle): ▫Pars descendens ansa nephrica ▫Pars ascendens ansa nephrica  Tubulus contortus distalis  Tubulus colligens & ductus colligens (Bellini) Medulla renalis : ▫Pyramides renales: 10-18/ren ▫Columnae renales (Column of Berlin) ▫Radii medulares 13

14 14 Nephron corticale vs Nephron juxtamedullare

15 Renal Corpuscles & Blood Filtration Ukuran: 200 mikron 15 1.Keceptan filtrasi 1,2-1,3 L/mnt 2.Tekanan hidrostatik kapiler  45mmHg 3.Tekanan filtrasi glomerulus = TH kapiler (45 mmHg) – TH CB (10mmHg) – TO darah (20 mmHg) = 15mmHh

16 16 PODOCYTES Jarak antra pedunculus 25 nm  sbg saringan

17 17 Ket: E = endhotel Segitiga = fanestra Panah = jarak antar kaki podosit P = podosit BL = membrana basalis bersama  1 mikron MB  filter selektif Lamina densa  filter fisik Lamina rara  anionic  charge barrier Partikel > 10 nm tidak lolos MB Protein bermuatan (-) dg BM > 69kDa sulit lolos

18 18 SEL MESANGIAL: Kontraktil Memiliki reseptor angiotensin II  bagaimana cara kerjanya?? Memilki reseptor natriuretic factor Menyintesi ME Endositosis Menghancurkan complex imun Juga terdapat di luar glomerulus  bagian dari apparatus juxtaglomerularis

19 Tubulus Renalis 19

20 Tubulus Renalis Perbandiangan epithel pada tiap bagian tubulus renalis TCP: ▫Epithel cuboid besar, kaya mitokondria + brush border ▫Memiliki banyak canaliculi ▫Kemampuan pinositosis ▫Banyak Na/K ATPase  membran basolateral ▫Absorbsi: semua glukosa & AA, 85% NaCl & air ▫Sekresi: cratinin, PAA, penicilin Ansa Henle: ▫Pars descendens: tebal dan tipis ▫Pasr ascendens: tipis dan tebal  impermeable to water ▫Fungsi: retensi air 20

21 Tubulus contortus distalis ▫Epithel cuboid selapis ▫Tdk ada bursh border, tdk ada canaliculi apical, sel lebih kecil ▫Mitokondria banyak ▫Ada bagian yg melekat dg polus vacularis glomerulusnya  macula densa ▫Macula densa; Ephitlenya menjadi columner, intinya rapat, kaya golgi  tampak lebih gelap ▫Sensitif terhadap konsentrasi urin  berperan dalam RAA system 21 Appartus juxtaglomerularis Macula densa Extraglomerular mesangial cells (lacis cell) Tunica media arteriola afferent yg berlekatan dg macula dena  myosit mengalami modifikasi  JG cells JG cells  sel sekretorik  renin

22 Tubulus & Ductus colligens ▫Sel mulai dari cuboid sampai akhirnya menjadi columner ▫Diameter dari 40 mikron hingga 200 mikron ▫Tubulus colligens – ductus colligens corticalis – ducstus colligen medullaris ▫Ephtel ductus merespon argininevasopressin (ADH) 22

23 23

24 24 Glandula Suprarenalis (adrenal) - Terletak pada permukaan superomedial ginjal - Menerima arteri dari tiga sumber : a. suprarenalis superior dari a. phrenika inferior, a. Suprarenalis medius dari Aorta abdominalis, a. Suprarenalis inferior dari a. Renalis. -Venanya di salurkan ke vena kava inferior (dikanan) dan vena renalis (dikiri). - Bagian medulanya menerima serabut saraf simpatik praganglionik, sedang korteknya tidak menerima serabut saraf.

25 25

26 Korpuskulum renalis 26

27 UNIT FUNGSIONAL GINJAL (nefron) 27 Kortek  Korpuskulum renalis  ……… + ……….  Tubuluskontortus proksmalis dan distalis. Medula  Ansa Henle, pars desenden, pars asenden  Tubuli koligentes

28 Ureter  Terletak retroperitoneal,  berjalan desenden di atas muskulus psoas,  disilang oleh pembuluh gonadal dan menyilang bifurcatio a. iliaca comm  Org Dewasa  ±20 cm  Otot polos sirkuler dan longitudinal (memungkinkan gerakan peristaltik)  Ureter masuk ke vesika urianaria dalam posisi miring intramural  mencegah refluk vesiko-ureter  Bermuara pada orifisium ureter pada dasar vesika urinaria URETER 28

29 Sites of normal anatomic narrowing of the urete  At the ureteropelvic junction (UPJ),  At the iliac vessels where it crosses the brim of lesser pelvis,  At the ureterovesical junction (UVJ) PENYEMPITAN URETER TERSANGKUTNYA PECAHAN BATU GINJAL  UTEROLITHIASIS

30 VASKULARISASI 30  Menerima darah dari aorta, dari arteri renalis, arteri spermatika interna, iliaka komunis dan interna, vasikalis superior dan inferior dan rektalis medius.

31 UVJ dan Reflux 31

32 Ureteric peristalsis Normal conditions: contraction waves originate in the proximal part of the upper urinary tract and propagate in an anterograde direction towards the bladder Contraction of the nonstriated muscle of the calyces and pelvis was stimulated by stretching forces produced by the luminal contents

33 Patterns of referred somatic pain from the upper urinary tract

34 VESIKA URINARIA Organ berbentuk tetrahedral  4 permukaan berbentuk segitiga: 1 facies superior, 2 inferolateral, 1 posterior Memiliki apex, corpus, fundus, dan collum Dindingnya terdiri dari tunika mukosa, tunika muskularis, tunika serosa Tunika muskularis  m. detrusor vesicae. ( 3 lapis otot yang saling beranyam longitudinal-sirkuler-longitudinal) Merupakan otot polos Pada bagian collum berubah menjadi spincter urethra interna Jika terisi penuh  bentuk membulat atau oval vertikal bisa mencapai umbilikus 34

35 Lamina mukosa  epitel transisional, permukaan sewaktu kosong berkerut kecuali pada trigonum vesicae Pada bagian Trigonum vesicae, mukosa ini melapisi otot polos dengan sangat erat dan selalu licin. Trigonum vesicae ini dibatasi oleh dua orifisium ureter dan orifisium uretrae internum 35 VESIKA URINARIA

36 VU. 36

37 37

38 38

39 Vaskularisasi ▫Menerima darah dari : ▫Arteri vesikalis superior  cabang iliaca interna  daerah apex dan corpus ▫A. vesicalis inferior (pria) atau arteri vaginalis (wanita)  fundus dan collum ▫Drainase: ▫Pleksus venosus vesicalis  plexus venosus prostaticus (pada pria)/Plex. Ven. Uterovaginalis (wanita)  vena iliaka interna ▫Plexus prostaticus juga menerima darah dari v. dorsalis penis profunda ▫Plexusvenosus vesicalis pd wanita menerima darah dari vena dorsalis clitoridis 39

40 Inervasi VU oleh plexus vesicalis Plexus vesicalis (serabut2nya berasal dari plexus hypogastricus inferior): ▫Serabut simpatis dari T11-L3 (bertugas untuk vasokontriksi, kontraksi m. spincter urethrae internus). Pada proses ejaculasi serabut simpatis menyebabkan kontraksi kuat spincter urethrae internus (mencegah ejakulat naik ke VU) ▫Serabut parasimpatis dari S2-S4 (Nn. Pelvici Splanchnici) ke m. detrusor dan m. spincter urethrae internus. Sewaktu kontraksi VU spincter urethrae internus relaksasi (proses miksi). ▫Serabut afferent : nyeri dirasakan jika ada renggangan berlebihan VU (overdistention). Serabut afferent dari bagian superior VU mengikuti serabut simpatis ke T11-L3, sedangkan serabut afferent dari bagian inferior VU (collum) mengikuti parasimpatis (S2-S4). ▫Klinis: Nyeri karena batu VU 40

41 41

42 URETHRA 42 Merupakan tabung yang menyalurkan urine ke luar dari vesika urinaria melalui proses miksi. (pada pria berfungsi juga dalam menyalurkan cair sperma). Memiliki 2 bagian : uretra posterior dan uretra anterior yang dipisahkan setinggi diafragma urogenital. Panjang uretra : Pada wanita kurang lebih 3-5 cm Pada pria dewasa kurang lebih cm

43 43

44 44 Memiliki 2 sfingter : Sfingter uretra interna ; terletak pada perbatasan vesika urinaria dengan uretra, terdiri dari otot polos yang disarafi oleh sistem simpatik Sfingter uretra eksterna ; terletak pada perbatasan uretra anterior dengan uretra posterior, disarafi oleh sistem somatis.

45 Uretra Posterior dibungkus oleh korpus spongiosum penis Terdiri atas: ▫pars bulbosa, ▫pars pendularis, ▫fossa navikularis ▫Orificium urethrae externum Ada 2 glandulae: ▫Glandula Cowperi (Glandulae bulbourethrales) bermuara ke pars bulbosa ▫ Glandula littre (parauretralis; glandulae urethrales urethrae masculinae)  yang bermuara ke pars pendularis 45 Terdiri atas ; uretra pars prostatika (bagian yang dilingkupi oleh prostat) dan uretra pars membranasea. Terdapat duktus protatikus yang merupakan muara sekresi kelenjar prostat Pada lumen pars prostatika terdapat tojolan verumontanum. Verumontanum terdapat bangunan berupa krista uretralis, duktus prostatikus dan duktus ejakulatoris. Uretra anterior

46 46

47 URETRA WANITA Berada di bawah simfisis pubis dan bermuara ke anterior vagina. Di dalam uretra bermuara kelenjar periurethra (diantaranya kelenjar skene) M. sphincter urethrae eksternus & M. levator ani  f(X) mempertahankan urin tetap di VU saat ada perasaan ingin miksi  (somatis) 47

48 48

49 URETRA Merupakan tabung yang menyalurkan urine ke luar dari vesika urinaria melalui proses miksi. (pada pria berfungsi juga dalam menyalurkan cair sperma). Memiliki 2 bagian : uretra posterior dan uretra anterior yang dipisahkan oleh diafragma urogenital. Panjang uretra : ▫Pada wanita kurang lebih 3-5 cm ▫Pada pria dewasa kurang lebih cm Memiliki 2 sfingter : ▫Sfingter uretra interna ; terletak pada perbatasan vesika urinaria dengan uretra, terdiri dari otot polos yang disarafi oleh sistem simpatik ▫sfingter uretra eksterna ; terletak pada perbatasan uretra anterior dengan uretra posterior Uretra wanita : berada di bawah simfisis pubis dan bermuara ke anterior vagina. Di dalam uretra bermuara kelenjar periuretra (diantaranya kelenjar skene), pada sepertiga medial uretra ekstena terdapat sfingter uretra eksterna yang terdiri otot sfingter uretra eksternum. muskulus sfingter uretra eksternum dan muskulus levator ani berfungsi mempertahankan urin tetap di vesika urinaria saat ada perasaan ingin miksi. 49

50 INERVASI (Vesika urinaria & uretra) 50

51 51

52 INERVASI (Vesika urinaria & uretra) - MIKSI Sistem saraf yang terlibat ; Autonom: afferent viscveral, Simpatis, Parasimpatis dan Somatis. Autonom: Efferent ▫Saraf Simpatis dari korda spinalis segmen thorakolumbal T10-L2  nervus hipogastrikus  di dalam vesika urinaria dan uretra  alpa adrenergik : sfingter uretra interna (kontraksi). Beta adrenergik : fundus vesika urinaria (relaksasi). ▫Saraf Parasimpatis ;  Eferen Visceral (para simpatis) : Saraf parasimpatis dari korda spinalis S2-4  Nervus pelvikus  muskulus detrusor  ACH =>kolinergik => muskarinik  kontraksi detrusor dan terbuka sfingter uretra. Afferent visceral ▫Aferen visceral :Reseptor regang (stretch reseptor)  Serabut saraf aferen vesika urinaria  nervus pelvikus  korda spinalis S2-4  otak / traktus spinotalamikus ( info volume urine) Saraf Somatis berasal dari nukleus kornu anterior korda spinalis S2-4  Nervus pudendus  otot sfingter ekstenus dan otot dasar panggul  terbukanya sfingter eksterna saat miksi oleh printah sadar dari kortek serebri. ▫Afferen somatik : Sensasi suhu-nyeri-aliran  Serabut saraf aferen sfingter uretra eksterna dan uretra  nervus pudendus  menuju ke korda spinalis S

53 Neural control of the lower urinary tract The lower urinary tract is innervated by three sets of peripheral nerves  1. Parasympathetic fibres  2. the sympathetic fibres  3. Pudendal nerves

54 Neural control of the lower urinary tract Parasympathetic fibres  arise from 2 nd to 4 th sacral segments of the spinal cord  (nervi erigentes),  excite the bladder and  relax the urethra

55 Neural control of the lower urinary tract the sympathetic fibres  are derived from the lower two thoracic and upper two lumbar segments of the spinal cords,  inhibit the bladder body and  excite the bladder base and urethra Pudendal nerves  excite the external urethral sphincter

56

57 Diagram illustrating the anatomy of the lower urinary tract and “switchlike” function of the micturition reflex pathway.

58 During urine storage, a low level of afferent activity activates efferent input to the urethral sphincter. A high level of afferent activity induced by bladder distention activates the switching circuit in the CNS, producing firing in the efferent pathways to the bladder, inhibition of the efferent outflow to the sphincter, and urine elimination

59

60 Mechanism of storage and voiding reflexes Storage reflexes

61 During the storage of urine, distention of the bladder produces low-level bladder afferent firing. Afferent firing inturn stimulate: 1.The sympatetic outflow to the bladder outlet (base and urethra) 2.Pudendal outflow to the external urethral sphincter These responses occur by spinal reflex pathways and represent “ guarding reflexes”, which promote continence

62 Voiding reflexes

63 VOIDING REFLEXES At the initiation of micturition, intense vesical afferent activity activates the brain stem micturition center, which inhibit the spinal guarding reflexes (sympathetic and pudendal outflow to the urethra)

64 VOIDING REFLEXES The pontin micturition is also also stimulate the parasympathetic outflow to the bladder and internal sphincter smooth muscle. Maintaining the voiding reflex is through ascending afferent input from the spinal cord, which may pass through the periaqueductal gray matter (PAG)before reaching the pontine micturition center

65 INERVASI (Vesika urinaria & uretra) - MIKSI Pengisian urin  Simpatis ( relaksasi fundus vesika urinaria, kontraksi sfingter uretra interna dan uretra posterior) Mulai terisi  Aferen parasimpatis  nervus pelvikus & Nervus pudendus  Korda spina S2-4  info volume urin ke spinotalamikus. Terisi penuh  Nervus pelvikus  reseptor muskarinik  kontraksi muskulus destrusor. Inhibisi Simpatis  relaksasi sfingter uretra interna. Kortek serebri dengan sadar memerintahkan nervus pudendus  membuka sfingter uretra ekstenum dan otot dasar panggul. MIKSI 65

66 - Testis - Epididimis 66 Epididimis ; Terdiri dari kaput, korpus dan kauda, yang mengandung duktus yang berbelit-belit dengan panjang kira-kira 20 kaki

67 Glandula prostatika  Terutama terdiri dari jaringan kelenjar tercampur dengan otot polos dan jaringan fibrosa  Mengsekresikan suatu cairan yang menyebabkan bau spesifik dari semen dan bersama-sama dengan sekresi vesikularis membentuk cairan seminalis  Duktusnya bermuara ke dalam sinus prostatikus yang merupakan suatu alur pada tiap sisi krista uretralis  Menerima duktus ejakulatorius yang bermuara pada kolikulus seminalis tepat lateral terhadap utrikulus prostatikus yang buntu. 67

68 Abnormalitas Kelainan Skrotum dan Isinya Hidrokel: Penumpukan cairan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis ;  Hidrokel testis : hidrokel pada testis  Funikulokel : hidrokel pada funikuli, seperti kista di dlm funikulus.  Hidrokel komunika : hidrokel pada testis dan funikuli Varikokel : Dilatasi abnormal dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna. Hematokel : Penumpukan Darah di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis Testis Maldesensus : Desensus / penurunan testikulorum tidak tidak berjalam dengan baik sehingga testis tidak berada di dalam skrotum. 68

69 69

70 Fimosis : prepusium penis yang tidak dapat di retraksi ke proksimal sampai ke korona glandis ; ▫Menimbulkan gangguan aliran urin berupa sulit kencing pancaran urin mengecil ▫Mengakibatkan hieginitas kurang sehinggal timbul komplikasi berupa peradangan (1) prepusium / postitis (2) glans penis /balanitis (3) glans dan prepusium / balanopostitis. Parafimosis : prepusium penis yang diretraksi sampai di sulkus koranarius tidak dapat kembali pada keadaan semula. 70

71 Hipospadi : kelainan konggenital berupa muara uretra yang terletak di sebelah ventral penis dan sebelah proksimal ujung penis. ▫Prepusium ventral (-) Torsi testis : terpelintirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. 71

72 Hipospadi 72

73 TIPE HYPOSPADI Types of hypospadias: (1) glandular, (2) coronal, (3) penile, (4) penoscrotal, and (5) perineal. Ventral flexion (chordee) of the penis also is present. 73

74 Nyeri YANG DISEBABKAN ORGAN UROGENITALIS Nyeri dirasakan lokal,referred pain Nyeri ginjal : nyeri yang terjadi akibat regangan kapsul ginjal.  edema pada peradangan pielonefritis, obstruksi saluran kemih yang mengakibatkan hidronefrosis, tumor ginja.  Pada sudut kostovertebra Nyeri kolik : nyeri akibat spasmus otot polos ureter  hiperperistaltik karena bendungan batu, darah atau benda asing. Nyeri vesika : nyeri yang dirasakan di suprasimfisis  overdistensi vesika urinaria oleh rentensi urin. Nyeri prostat : umumnya nyeri pada abdomen bawah, inguinal, parenial, lumbosakral  adanya inflamasi yang menyebabkan edema dan distensi prostat Nyeri testis : nyeri yang dirasakan pada kantong skrotum. Disebabkan refered pain dan bisa juga oleh gangguan organ yang ada di dalamnya seperti torsi testis, torsi apendik testis, epidimitis/orkitis akut. Nyeri penis : nyeri yang dirasakan di daerah penis yang sedang tidak ereksi. Bisanya oleh refered pain dari inflamasi pada mukosa vesika urinaria atau uretra. 74

75 Keluhan Miksi Keluhan yang dirasa saat miksi : keluhan iritasi, obstruksi, incontinensia dan euresis Keluhan iritasi meliputi urgensi, polakisuria atau frekuensi, nokturia dan disuria. Keluhan obstruksi meliputi hesitansi, harus mengejan saat miksi, pancaran urin melemah, intermitensi, dan menetes serta terasa ada sisa urine sehabis miksi. 75


Download ppt "SYSTEMA URINARIUM MAY VALZON, dr, MSc. TRACTUS URINARIUS SEPASANG REN (GINJAL) SEPASANG URETER SATU VESICA URINARIA (VU) SATU URETHRA ▫Urethra masculina."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google