Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

IMAGERY. Sekarang perhatikan gambar ini! CONTOH KASUS Pada persoalan berikutnya, setiap soal memperhatikan suatu bentuk tertentu yang terpotong menjadi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "IMAGERY. Sekarang perhatikan gambar ini! CONTOH KASUS Pada persoalan berikutnya, setiap soal memperhatikan suatu bentuk tertentu yang terpotong menjadi."— Transcript presentasi:

1 IMAGERY

2 Sekarang perhatikan gambar ini!

3 CONTOH KASUS Pada persoalan berikutnya, setiap soal memperhatikan suatu bentuk tertentu yang terpotong menjadi beberapa bagian. Carilah diantara bentuk-bentuk yang ditentukan (a, b, c, d, atau e) yang dapat dibangun dengan cara menyusun potongan- potongan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kelebihan sudut atau ruang diantaranya. Carilah bentuk-bentuk itu!

4

5

6

7

8 INTRODUCTION Manakah yang lebih besar, bola tenis atau bagian bulat dari bola lampu? Manakah yang lebih gelap, hijaunya kailan atau daun cemara? Manakah yang lebih tinggi, ujung ekor atau lutut belakang dari seekor kuda?

9 INTRODUCTION Imagery adalah representasi mental dari stimulus-stimulus yang secara fisik tidak ada. Imagery digunakan dalam berbagai aktivitas kognitif. Imagery berguna ketika kita mencoba memecahkan soal-soal matematika, memahami suatu grafik, atau membangun suatu representasi mental dari sebuah diagaram teknik (Lowe, 1993; Reed, 1993; Shah & Carpenter, 1995) Beberapa profesi membutuhkan ketrampilan penggambaran mental (Dror et al., 1993) Imagery juga memainkan peran penting dalam kehidupan sehari- hari, misalnya ketika kita mencoba mengingat dimana tadi kita memarkir kendaraan kita, atau merencanakan rute tercepat untuk pulang ke rumah dari suatu lokasi yang belum begitu kita kenal (Antonietti & Baldo, 1994; Lutz et al., 1994) Imagery juga diperlukan dalam memecahkan soal-soal keruangan (spatial) atau suatu pekerjaan yang membutuhkan kreativitas (Finke, 1993)

10 THE CHARACTERISTICS OF MENTAL IMAGES Penelitian-penelitian mengenai mental imagery sulit dilakukan terutama karena ia tidak bisa diobservasi secara langsung (Finke, 1989), tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Ada perbedaan pendapat dari para ahli mengenai bagaimana informasi tentang suatu gambaran mental tersebut disimpan, apakah berupa analog code atau propositional code. Stephen Kosslyn (1990, 1994), Roger Shepard (1981), dan Ronald Finke (1989) berpendapat bahwa informasi mengenai suatu gambaran mental disimpan dalam suatu analog code (disebut juga depictive representation), yaitu suatu representasi yang sangat mirip dengan objek fisiknya.

11 THE CHARACTERISTICS OF MENTAL IMAGES Zenon Pylyshyn (1978, 1984, 1989) berpendapat bahwa kita menyimpan gambaran mental dalam suatu propositional code (disebut juga descriptive representation), yaitu suatu representasi yang abstrak seperti bahasa, tidak disimpan secara visual maupun spatial, dan tidak mirip dengan stimulus aslinya. Propositional code ini lebih dekat berhubungan dengan bahasa, bukan persepsi (Baird & Hubbard, 1992) Kontroversi mengenai analog code dan propositional code ini tetap belum terpecahkan, meskipun kebanyakan peneliti tampak lebih mendukung pendekatan analog.

12 APAKAH KETIGANYA MERUPAKAN KUBUS YANG SAMA?

13 IMAGERY AND ROTATION Ditentukan lima buah kubus, yaitu a, b, c, d, e. Pada tiap-tiap kubus terdapat enam tanda yang berlainan pada setiap sisinya. Tiga dari tanda itu dapat dilihat. Kubus-kubus yang ditentukan itu (a, b, c, d, e) ialah kubus-kubus yang berbeda, artinya kubus-kubus itu dapat mempunyai tanda-tanda yang sama namun susunannya berlainan. Setiap soal memperlihatkan salah satu kubus yang ditentukan dalam kedudukan yang berbeda. Carilah kubus yang dimaksudkan itu!

14

15

16

17

18

19 IMAGERY AND ROTATION Ada hubungan yang linier antara rotasi (sudut putar) dan waktu reaksi. Semakin besar sudut putar, semakin lama waktu yang diperlukan (Cooper & Shepard, 1973; Jordan & Huntsman, 1990; Just & Carpenter, 1985; Van Selst & Jolicoeur, 1994).  mendukung analog code Rotasi 3-D secara signifikan lebih lama dibanding rotasi 2-D (Kerr, 1993). People rotate familiar figure more quickly than unfamiliar figures, and they rotate clear pictures more rapidly than blurry pictures (Duncan & Bourg, 1983; Jolicoeur et al., 1987). Elderly people perform more slowly than younger people on mental rotation task, though age does not influence other mental imagery abilities, such as constructing or scanning mental images (Dror & Kosslyn, 1994).

20 IMAGERY AND SIZE A.Bayangkan seekor gajah berdiri di samping seekor kelinci. Apakah keliinci memiliki paruh? B.Bayangkan seekor lalat berdiri di samping seekor kelinci. Apakah kelinci memiliki alis? Pada gambar yang manakah kelinci yang lebih besar, A atau B? Pada gambar yang manakah kelinci tampak lebih detil, A atau B?

21 IMAGERY AND SIZE Kosslyn (1975) menemukan bahwa: judgments were 0.21 seconds faster with a large mental image than with a small mental image. Temuan lain dari Kosslyn dkk. (1978): people required a long time to scan the distance between two widely separated points on a mental map that they had created. In contrast, they scanned the distance between two nearby points rapidly.

22 IMAGERY AND SIZE Penelitian Robert Moyer (1973)  the relative size of mental images corresponds to the relative size of physical objects Principle of psychophysics  when people are asked to judge which of two lines is longer, they take longer to make decision if the lines are almost equal  Moyer called it as internal psychophysics Symbolic distance effect  the smaller the difference in size between two animals, the longer the decision time required (Moyer & Dumais, 1978) Intons-Peterson showed that long distance require more time on an auditory mental map. People take a long time to decide whether the pitch of a purring cat is lower than the pitch of a ticking clock. However, they could rapidly decide whether the pitch of a purring cat is lower than the pitch of a ringing telephone (Intons-Peterson & colleagues, 192)

23 IMAGERY AND SHAPE Bayangkan sebuah jam dinding non digital dengan jarum pendek dan jarum panjangnya. Sekarang tentukan, mana di antara waktu- waktu berikut ini yang menunjukkan sudut yang lebih kecil antara jarum pendek dan jarum panjangnya: 1.3:20 dan 7:25 2.4:10 dan 9:23 3.2:45 dan 1:05 4.3:15 dan 5:30 Decision time was related to the size of the difference between the angels (Paivio, 1978)

24 CONCLUSION When people rotate a mental image, a large rotation takes them longer, just as they take longer when making a large rotation with a physical stimulus. People make size judgments in a similar fashion for mental images and physical stimuli; this conclusion holds true for both visual and auditory images. People make decisions about shape in a similar fashion for mental images and physical stimuli; this conclusion holds true for both simple shapes (angles formed by hands on a clock) and complex shapes (geographic regions).

25 COGNITIVE MAP A cognitive map is a mental device that codes and simplifies the way our spatial environment is arranged (Kitchin, 1994; Ormrod et al., 1998) Most researchers conclude that cognitive maps must be encoded both analog and propositional in nature (e.g., Gärling et al., 1985; McNamara et al., 1989; Russell & Ward, 1982)

26 COGNITIVE MAP 1.Cognitive maps usually reflect reality with reasonable accuracy. However, systematic errors reflect the tendency to base our judgments on variables that are typically relevant and to judge our environment as being more regular than it really is. 2.Estimates of distance on cognitive maps can be distorted by the number of intervening cities, by road- route distance, and by the semantic categories representing the landmarks on the cognitive maps. 3.Shapes on cognitive maps can be distorted so that angles of intersecting streets are closer to 90º and curves are more nearly symmetrical; house plans that violate our schemas may be difficult to remember.

27 COGNITIVE MAP 4.The relative positions of features on cognitive maps can be distorted so that slightly tilted figures will be remembered as being more vertical or ore horizontal than they really are (rotation heuristic). Furthermore, a series of figures will be remembered as being more lined up than it really is (alignment heuristic). 5.We often create mental models of environments on the basis of a verbal description. In these mental models, the vertical dimension has special prominence, followed by the front/back dimension, and then the right/left dimension; these data are explained by the spatial framework model.


Download ppt "IMAGERY. Sekarang perhatikan gambar ini! CONTOH KASUS Pada persoalan berikutnya, setiap soal memperhatikan suatu bentuk tertentu yang terpotong menjadi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google