Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

I. Pendahuluan II. Cuaca dan Iklim III. Unsur-unsur cuaca dan pengaruh cuaca terhadap tanaman, tanah, dan OPT IV. Iklim Indonesia (Tropis) V. Klasifkasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "I. Pendahuluan II. Cuaca dan Iklim III. Unsur-unsur cuaca dan pengaruh cuaca terhadap tanaman, tanah, dan OPT IV. Iklim Indonesia (Tropis) V. Klasifkasi."— Transcript presentasi:

1 I. Pendahuluan II. Cuaca dan Iklim III. Unsur-unsur cuaca dan pengaruh cuaca terhadap tanaman, tanah, dan OPT IV. Iklim Indonesia (Tropis) V. Klasifkasi (pengkelasan) Ikllim VI. Pengelolaan Cuaca (iklim) VII. Pranata Mangsa VIII. Perubahan iklim dan dampaknya pada bidang pertanian IX. Peranan pemodelan dalam Pengelolaan Sitem Pertanian

2 A. Pengertian. Pranata Mangsa (PM) adalah pengenal waktu tradisional. Pengenal waktu adalah ukuran yang memberikan kesempatan berlangsungnya suatu peristiwa dan hubungan dengan peris- tiwa lain. Misalnya detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, windu, dan abad Tradisional adalah cara berfikir, sikap, bertindak yang berpe- gang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun temurun dari suatu masyarakat(KBBI 2008). Pengenal waktu tradisional karena informasi dari generasi ke generasi penerus secara lisan, pada wilayah yang sempit, dan suku tertentu (jauh sebelum Islam masuk pranata mangsa sudah ada, tetapi belum di dokumenkan) Contoh: PM diinformaasikan oleh suku Jawa secara lisan pada wilayah Jawa (Mataram).

3 W alaupun sebagai pengenalan waktu tradisional, tetapi telah dibuat sejajar dengan kalender Gregorian ( pengenal waktu modern). Secara resmi PM ditetapkan (diberlakukan) di Jawa (Frosten- landen) saat 22 Juni 1855 oleh PB VII (sudah 156 tahun). PM adalah kalender surya yang terdiri atas 12 mangsa, disusun atas dasar indikator alami, yaitu tanaman dan benda-benda langit. Strukturnya : Mangsa 1-12, Indikator, dan bintang (rasi) petun- juk Manfaatnya: Patokan bercocok tanam Pindah rumah dan tebang pohon Perhelatan (perkawinan) W alaupun sebagai pengenalan waktu tradisional, tetapi telah dibuat sejajar dengan kalender Gregorian ( pengenal waktu modern). Secara resmi PM ditetapkan (diberlakukan) di Jawa (Frosten- landen) saat 22 Juni 1855 oleh PB VII (sudah 156 tahun). PM adalah kalender surya yang terdiri atas 12 mangsa, disusun atas dasar indikator alami, yaitu tanaman dan benda-benda langit. Strukturnya : Mangsa 1-12, Indikator, dan bintang (rasi) petun- juk Manfaatnya: Patokan bercocok tanam Pindah rumah dan tebang pohon Perhelatan (perkawinan)

4 Kesamaan mangsa dengan kalender Gregorian k MangsaUmur (hari) Tanggal Gregorian 1 (siji = kasa)4122 Juni-01 Agustus 2 (loro = karo)2302 Agustus-24 Agustus 3 (telu = katelu)2425 Agustus-17 September 4 (papat = kapat)2518 September -12 Oktober 5 (lima = kalima)2713 Oktober – 08 November 6 (enem = kanem)4309 November -21 Desember 7 (pitu = kapitu)4322 Desember -02 Februari 8 (wolu = kawolu)26/2703 Februari-28 (29) Februari 9 (sanga = kasanga)2501 Maret-25 Maret 10 (sepuluh=kasapuluh)2426 Maret-18 April 11 (sewelas = desta)2319 April-11 Mei 12 (rolas = sada)4112 Mei-21juni

5 AHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTUAHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTU Mangsa 1, juni-agustus 2010Mangsa 2, agustus-agustus /20 41 /21 1 /22 2 /23 3 /24 4 /2 5 5 /26 41 /1 1 /2 2 /3 3 /4 4 /5 5 /6 6 /7 6 /27 7 /28 8 /29 9 /30 10 /1 11 /2 12 /3 7 /8 8 /9 9 /10 10 /11 11 /12 12 /13 13 /13 13 /4 14 /5 15 /6 16 /7 17 /8 18 /9 19 /10 14 /15 15 /16 16 /17 17 /18 18 /19 19 /20 20 /21 2o /11 21 /12 22 /13 23 /14 24 /15 25 /16 26 /17 21 /22 22 /23 23 /24 1 /25 2 /26 3 /27 4 /28 27 /18 28 /19 29 /20 30 /21 31 /22 32 /23 33 /24 34 /25 35 /26 36 /27 37 /28 38 /29 39 /30 40 /31 41 /1 1 /2 2 /3 3 /4 4 /5 5 /6 6 /7 PRANATA MANGSA, 155 Mangsa 1 (22 juni- 1 agustus, umur 41 hari) Mangsa 2 (2 agustus-24 agustus, umur 23 hari) Indicator : Sotya murca saka embanan ( daun berguguran) Indikator: bantala rengaka ( lapisan tanah atasan retak-retak) Keterangan: Angka besar adalah tanggal kalender Pranata Mangsa, angka kecil kalender Gregorian (nasional)

6 AHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTUAHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTU Mangsa 3, agustus-september 2010Mangsa 4, september- oktober /22 22 /23 23 /24 1 /25 2 /26 3 /27 4 /28 19 /12 20 /13 21 /14 22 /15 23 /16 24 /17 1 /18 5 /29 6 /30 7 /31 8 /1 9 /2 10 /3 11 /4 2 /19 3 /20 4 /21 5 /22 6 /23 7 /24 8 /25 12 /5 13 /6 14 /7 15 /8 16 /9 17 /10 18 /11 9 /26 10 /27 11 /28 12 /29 13 /30 14 /1 15 /2 19 /12 20 /13 21 /14 22 /15 23 /16 24 /17 1 /18 16 /3 17 /4 18 /5 19 /6 20 /7 21 /8 22 /9 23 /10 24 /11 25 /12 1 /13 2 /14 3 /15 4 /16 Mangsa 3 (25 agustus-17 september, umur 24 hari) Mangsa 4 (18 september-12 oktober, umur 25 hari) Indicator : suta manut ing bapa (tanaman menjalar tumbuh) Indikator: Waspa kumembeng jroning kalbu (sumber air banyak yang kering)

7 AHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTUAHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTU Mangsa 5, oktober-november 2010Mangsa 6, november-desember /10 24 /11 25 /12 1 /13 2 /14 3 /15 4 /16 26 /7 27 /8 1 /9 2 /10 3 /11 4 /12 5 /13 5 /17 6 /18 7 /19 8 /20 9 /21 10 /22 11 /23 6 /14 7 /15 8 /16 9 /17 10 /18 11 /19 12 /20 12 /24 13 /25 14 /26 15 /27 16 /28 17 /29 18 /30 13 /21 14 /22 15 /23 16 /24 17 /25 18 /26 19 /27 19 /31 20 /1 21 /2 22 /3 23 /4 24 /5 25 /6 20 /28 21 /29 22 /30 23 /1 24 /2 25 /3 26 /4 26 /7 27 /8 1 /9 2 /10 3 /11 4 /12 5 /13 27 /5 28 /6 29 /7 30 /8 31 /9 32 /10 33 /11 34 /12 35 /13 36 /14 37 /15 38 /16 39 /17 40 /18 41 /19 42 /20 43 /21 1 /22 2 /23 3 /24 4 /25 Mangsa 5 (13 oktober-8 November, umur 27 hari) Mangsa 6 (9 november-21 desember, umur 43 hari) Indicator : pancuran emas sumawuring jagad ( permulaaan musim hujan) Indikator: rasa mulyo kesucian ( buah-buahan sudah besar)

8 AHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTUAHADSENIN SELAS A RABUKAMISJUM’ATSABTU Mangsa 7, desember 2009-januari 2010Mangsa 8, februari-februari /20 43 /21 1 /22 2 /23 3 /24 4 /25 5 /26 41 / /1 43 /2 1 /3 2 /4 3 /5 4 /6 6 /27 7 /28 8 /29 9 /30 10 / /1 12 /2 5 /7 6 /8 7 /9 8 /10 9 /11 10 / / /3 14 /4 15 /5 16 /6 17 /7 18 /8 19 /9 12 / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / /23 26 /2 8 1 /1 2 /2 3 /3 4 /4 5 /5 6 /6 34 / / / / / / /30 41 / /1 43 /2 1 /3 2 /4 3 /5 4 /6

9 AHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTUAHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTU Mangsa 9, maret-maret 2010 Mangsa 10, maret-april /28 1 /1 2 /2 3 /3 4 /4 5 /5 6 /6 21 /21 22 /22 23 /23 24 /24 25 /25 1 /26 2 /27 7 /7 8 /8 9 /9 10 /10 11 /11 12 /12 13 /13 3 /28 4 /29 5 /30 6 /31 7 /1 8 /2 9 /3 14 /14 15 /15 16 /16 17 /17 18 /18 19 /19 20 /20 10 /4 11 /5 12 /6 13 /7 14 /8 15 /9 16 /10 21 /21 22 /22 23 /23 24 /24 25 /25 1 /26 2 /27 17 /11 18 /12 19 /13 20 /14 21 /15 22 /16 23 /17 24 /18 1 /19 2 /20 3 /21 4 /22 5 /23 6 /24 Mangsa 9 (1 maret-25 maret, umur 25 hari) Mangsa 10 (26 maret-18 april, umur 24 hari) Indikator: Wedaring wacana mulya (gareng (tonggeret) berbunyi) Indikator: Gedong minep jroning kalbu (beberapa jenis ternak bunting)

10 AHADSENINSELASARABUKAMISJUM’AT SABTU AHADSENINSELASARABUKAMISJUM’ATSABTU Mangsa 11, april-mei 2010Mangsa 12, mei-juni /18 1 /19 2 /20 3 /21 4 /22 5 /23 6 /24 21 /9 22 / /11 1 /12 2 /13 3 /14 4 /15 7 /25 8 /26 9 /27 10 /28 11 /29 12 /30 13 /1 5 /16 6 /17 7 /18 8 /19 9 /20 10 /21 11 /22 14 /2 15 /3 16 /4 17 /5 18 /6 19 /7 20 /8 12 /23 13 /24 14 /25 15 /26 16 /27 17 /28 18 /29 21 /9 22 /10 23 /11 1 /12 2 /13 3 /14 4 /15 19 /30 20 /31 21 /1 22 /2 23 /3 24 /4 25 /5 26 /6 27 /7 28 /8 29 /9 30 /10 31 /11 32 /12 33 /13 34 /14 35 /15 36 /16 37 /17 38 /18 39 /19 40 /20 41 /21 1 /22 2 /23 3 /24 4 /25 5 /26 Mangsa 11 (19 april-11 mei, umur 23 hari) Mangsa 12 (12 mei-21 juni, umur 41 hari) Indikator: sotya sinorowedi (beberapa jenis hewan menyuapi anak) Indikator: Tirta sah saking sasana (orang sukar berkeringat)

11

12

13 k MangsaIndikatorTafsirBintang petunjuk 1 (ke siji), Umur 41 hr Sotya murca saka embanan Dedaunan gugurSapi gumarang (…………..) 2 (ke loro), umur 23 hr. Bantala rengkaTanah permukaan retak-retak Tagih (……………) 3 (ketiga), Umur 24 hr. Suta manut ing bapa Tanaman menjalar tumbuh Lumbung (Crux) Indikator dan tafsir masing-masing mangsa KATIGA (udara/angin =maruta)

14 k MangsaIndikatorTafsirBintang petunjuk 4 (ke papat), umur 25 hr. Waspa kumem- beng jroning kalbu Sumber air banyak yang kering Jaran dawuk ( ) 5 (ke lima), umur 27 hr. Pancuran emas sumawur ing jagad Mulai musim hujan Banyak angrem (Scorpio) 6 (ke enem), umur43 hr. Rasa mulya kesu- cian Pohon bebuahan berbuah besar Gotong mayit ( ) Indikator dan tafsir masing-masing mangsa LABUH (agni atau api)

15 k MangsaIndikatorTafsirBintang petunjuk 7 (ke pitu), umur 43 hr. Wisa kentar ing maruta Muncul banyak hama dan penyakit Bima sakti (Milkway) 8 (ke wolu), umur 26/27 hr Anjrah jroning kayun Periode kawin beberapa hewan Wulunjar ngirim (Centauri) 9 (ke sanga), umur 25 hr. Wedaring wacana mulya Gareng (tonggeret) berbunyi Wuluh (Pleyades) Indikator dan tafsir masing-masing mangsa (lanjutan) RENDENG (tirta atau air)

16 k MangsaIndikatorTafsirBintang petunjuk 10 (ke sepuluh), Umur 24 hr. Gedong minep jroning kalbu Beberapa ternak bunting Waluku (orion) 11 (ke sewelas), desta Umur 23 hr. Sotya sinorowediBeberapa ternak bunting menyuapi (ngloloh) Wauku (orion) 12 (ke rolas), sada umur 41 hr. Tirta sah saking sasana Orang sukar berkeringat Tagih ( Indikator dan tafsir masing-masing mangsa (lanjutan) Mareng (bantala atau bumi)

17 B. Waluku (orion) B. waluku B. Banyak angrem B. Waluku (Orion) B. Lumbung (Crux) B. Walunjar ngiring B. Pleyades (Wuluh) B. Bimasakti (milky way)

18 JnJlASONDJFMAM MH MK Gregorian PM Keadaan Hujan labuhrendengmarengkatiga

19 1. Asumsi pertama. Mangsa 5 (awal MH) telah mulai bila sela- ma 1 dekade setelah periode kering telah terjadi hujan > 34 mm dan umur mangsa 4 bisa lebih panjang atau pendek, sedangkan umur mangsa lainnya tetap. 2. Asumsi kedua. Mangsa 5 (awal MH) telah mulai bila selama 1 dekade setelah periode kering telah terjadi hujan > 34 mm dan umur semua mangsa tetap. 3. Asumsi ketiga. Mangsa 5 (awal MH) telah mulai bila selama 1 dekade setelah periode kering telah terjadi hujan > 50 mm dan umur mangsa 4 bisa lebih panjang atau pendek, sedangkan umur mangsa lainnya tetap. 4. Asumsi keempat. Mangsa 5 (awal MH) telah mulai bila selama 1 dekade setelah periode kering telah terjadi huajn > 50 mm dan semua mangsa umurnya tetap.

20 5. Asumsi kelima. MH selalu mulai dalam mangsa kelima, seperti yang berlaku pada masyarakat sekarang 6. Asumsi keenem. Mangsa 5 (awal MH) telah mulai bila selama 1 dekade setelah periode kering telah terjadi hujajn dalam 1 dekade suatu mangsa > 34 mm dan persentase hujan jadi > 75 %. 7. Asumsi ketujuh. Musim hujan telah mulai bila setelah periode kering jumlah hujan dalam 1 dekade suatu mangsa sudah mencapai > 50 mm, dan persentasi terjadinya hujan > 75 %. 8. Asumsi kedelapan. Musim hujan telah mulai bila setelah periode kering jumlah hujan dalam 1 dekade suatu bulan sudah mencapai > 34 mm, dan persentasi terjadinya hujan > 75 %. 9. Asumsi kesembilan. Musim hujan telah mulai bila setelah periode kering jumlah hujan dalam 1 dekade suatu bulan sudah mencapai > 50 mm, dan persentase terjadinya hujan > 75 %.

21 Kegiatan bercocok tanam a. menyebar benih (menugal benih = tanam langsung) b. memindahkan bibit (tanam) c. Panen PADI a. menyebar bibit padi dan menugal bibit padi gogo paling baik pada mangsa 4. Mangsa 4 ( 18 sept-12 Okt.) - rerata suhu min. 19,2-20,3 o C; rerata suhu mks. 28,4-28,9 o C - CH 34 mm) dan terjadinya hujan 84,2-95,7 % Kebutuhan untuk perkecambahan padi Suhu untuk perkecambahan padi o C(Verkataraman, 1987); o C (Baradas, 1987); <15 o C (Oldemna, 1987). Air untuk berkecambah dan tumbuh padi sudah cukup. surplus air (CH > penguapan)  tidak perlu menyiram

22 Kegiatan bercocok tanam … b. memindah bibit (padi sawah) paling baik pada mangsa 5. Mangsa 5 ( 13 otober – 18 Nov.) - suhu rata-rata 24,2-24,5 o C - CH > penguapan air, dan terjadinya hujan 87, % Kebutuhan untuk memindah bibit padi -Suhu untuk pemindahan bibit padi o C(Bardas,1984); suhu rata-rata 26,9 o C (Oldemna, 1987), suhu rata-rata 20-37,5 o C pertumbuhan optimal (Wiliam dan Josep, 1976) suhu rata-rata oC (Dorenbos dan Kassam, 1979) - Air untuk memindah bibit padi sudah cukup karena sudah lembab (CH > penguapan)  tidak perlu menyiram

23 Kegiatan bercocok tanam … c. memanen padi (padi sawah) paling baik pada mangsa 8. Umur padi hari (Dorenbos dan Kasam, 1979) hari (Manurung dan Ismanuaji, 1988) umur mangsa 4-8 = 164 hari umu pertengahan mangsa 4-pertegahan mansa 8 = 139 hari Mangsa 8 ( 03 Februari-28/29 Februari ) - suhu rata-rata ……………. o C - CH > penguapan air (CH mm), hh %). Kebutuhan untuk memanen padi - tidak banyak hujan (tidak terjadi) - kurangnya serangan hama selama pertumbuhan

24 JnJlASONDJFMAM Padi sawah MH Mthr di BBU Mthr di BBS Mthr di BBU MK Khat. 139 hr

25 Kedele a. menugal bibit kedele paling baik pada mangsa 3 ( 25 Agustus-17 September ). Unsur cuaca yang penting suhu udara dan CH Kebutuhan untuk perkecambahan kedele - rerata suhu min o C (Dorenbos dan Kassam, 1979); - suhu min. utk pertumbuhan 10 o C (Bardas, 1984) - suhu untk. pembungaan dan pembuahan 15 o C - kadar air tanah antara TLT dan Kap. Lapangan (lembab) Mangsa 3 ( 25 Agustus-17 September ) - suhu rata-rata 24,0-24,4 o C (memenuhi ) - CH sudah ada dan terjadinya hujan 85,7 % (tanah sdh. Lembab )

26 c. memanen kedele paling baik pada mangsa 7 (22 Des.- 2 Feb). Umur kedele ( ) hari (Dorenbos dan Kasam, 1979) umur mangsa 3-7= 128 hari Mangsa 7 ( 22 Desember -02 Februari ) - suhu rata-rata ……………. o C - CH > penguapan air (CH 399,37-598,8 mm), - hh 14-21,8; Kelem. Nisbi = 73,14-73,6 % Kebutuhan untuk memanen kedele - tidak banyak hujan (tidak terjadi) - kurangnya serangan hama selama pertumbuhan

27 Jagung a. menugal bibit jagung paling baik pada mangsa 3. Unsur cuaca yang penting suhu dan CH Kebutuhan untuk perkecambahan kedele - rerata suhu min o C (Aldrich dan leng….); - suhu maks. utk pertumbuhan 40 o C (Bardas, 1984) - suhu optimum (rata-rata) o C (Muhajir, 1988) - kebutuhan air bulanan mm (lembab) Mangsa 3 ( 25 Agustus-17 September ) - suhu rata-rata 24,0-24,4 o C (memenuhi ) - CH sudah ada dan terjadinya hujan 85,7 % (tanah sdh. Lembab )

28 b. memanen jagung paling baik pada mangsa 7(22 Des.- 2 Feb). Umur jagung ( ) hari (Dorenbos dan Kasam, 1979) umur mangsa 3-7= 128 hari Kebutuhan untuk memanen kedele - tidak banyak hujan (tidak terjadi) - kurangnya serangan hama selama pertumbuhan Mangsa 7 ( 22 Desember -02 Februari ) - suhu rata-rata … - … o C - CH > penguapan air (CH 399,37-598,8 mm), - hh 14-21,8; Kelem. Nisbi = 73,14-73,6 %

29 JnJlASONDJFMAM MH MK

30  Data unsur cuaca mangsa 1, 2, … 12  Setiap mangsa dicari ◦ X = [ n i=1 Σ X i /n] ◦ σ = √ (X i -X)/(n-1) % Koef. Variasi (KV)= [σ/X ] x 100 makin kecil KV keterulangan baik = variasi data kecil = populasi seragam, maka pelompokkannya benar  Data unsur cuaca mangsa 1, 2, … 12  Setiap mangsa dicari ◦ X = [ n i=1 Σ X i /n] ◦ σ = √ (X i -X)/(n-1) % Koef. Variasi (KV)= [σ/X ] x 100 makin kecil KV keterulangan baik = variasi data kecil = populasi seragam, maka pelompokkannya benar

31 PM dengan unsur unsur cuaca Mangsa Tgl. gregorian Data minimum 10 tahun R. Mthr.Lama Peny.Suhu udaraKec. angin 122/6-1/8 22/8-24/8 325/8-17/9 418/9-12/10 513/10-8/11 69/11-21/12 722/12-2/2 83/2-28/2 91/3-25/3 1026/3-18/4 1119/4-11/5 1212/5-21/6 Koefisien Variasi (%)< 20

32 PM dengan unsur unsur cuaca Mangsa Tgl. gregorian Data minimum10 tahun Kel. NisbiEvapotran.C. HujanHh 122/6-1/8 22/8-24/8 325/8-17/9 418/9-12/10 513/10-8/11 69/11-21/12 722/12-2/2 83/2-28/2 91/3-25/3 1026/3-18/4 1119/4-11/5 1212/5-21/6 Koefisien Variasi (%)< 20 > 20

33 Mangsa satu (kasa), suhu rata-rata 29 o C, CH < penguapan “Sotya murca saka embanan” = dedaunan berguguran ( bukan atau tidak terserang hama dan penyakit) Gugur daun dapat berhubungan dengan keadaan suhu dan lengas (kadar air tanah) Gugur daun karena lengas bisa kekurangan air, atau kelebihan air (ter- genang) Di daerah tropika basah-kering gugur daun biasanya ditentukan oleh kurang air (Musim Kemarau). Pada mangsa ini CH < penguapan, maka neraca air menunjukkan defisit. Penaandanya: Pohon karet, jati, kapuk gugur daun Suhu 29 o C bukan penyebab gugurnya daun Di daerah iklim sedang (4 musim) gugur daun akibat suhu rendah.

34 Mangsa dua (loro), (2/8-24/8) “bantala rengka” = lapisan tanah atasan (top soil) retak maksimum (Jw: mbledag ) unsur cuaca yang terkait dengan indikator mangsa ini adalah CH < penguapan CH < penguapan. Tanah menjadi kering. Tanah tekstur klei (liat) bila kering maka retak. Makin kering retakannya lebar (Jw: mbledag). Tanah tekstur pasiran (berpasir) retaknya tidak jelas. Bila disawahkan retaknya jelas.

35

36 Mangsa tiga (ke telu), 25/8-17/9, suhu rata-rata > suhu rata- rata mangsa dua, terjadinya hujan > 75 %, tetapi masih <34 mm, “ suta manut ing bapa” = batang ubi (ketinggian 1-2 m) mulai merambat mengikuti tegakan (Jw: lanjaran). Umur ubi 20 hari. Unsur cuaca yang berhubungan adalah suhu dan CH Onwueme (1978) manyatakan bahwa bertunasnya umbi karena suhu rendah, bukan karena ketersediaan air, walaupun pertumbuhan selanjutnya dibutuhkan air Umbi disimpan 1 bulan  ditanam  bertunas setelah 108 hr. Umbi disimpan 7,5 bulan  ditanam  bertunas setalah 20 hr. Ahli umbi menyatakan setelah ubi lewat masa dorman bertunasnya dipengaruhi oleh suhu yang rendah. Ubi masuk masa dorman lk 8 bulan setelah bertunas dan lama masa dorman 3 bulan.

37

38 Mangsa empat (ke papat), [18/9-12/10], CH < penguapan “Waspo kumembeng jroning kalbu ” = sumber air dalam keadaan minimum (Jw: pepet sumber). Permukaan air sumur paling rendah (Jw: sumure jero /airnya cetek). Unsur cuaca yang berhubungan adalah CH dan penguapan Imbangan curah hujan - evapotranspirasi Mangsa 3Mangsa 4Mangsa 5Mangsa 6 Neraca air(-) (+)

39 Mangsa lima (ke lima), 13/10-8/11, CH > penguapan “pancuran mas sumawur ing jagad ” = permulaan musim hujan Berdasarkan persentase terjadi hujan 75 % (P 75 ), ada 9 sampai 11 mangsa (mangsa 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 1) = hari. Jumlah hari ini yang memungkinkan untuk bertanam padi dan pala- wija. mangsa 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 intensitas serangan hama meningkat

40 Mangsa enam (ke enem), 9/11-21/12, CH > penguapan “ rasa mulya kesucian” = buah beberapa pohon sudah besar. Contoh buah mangga mangsa ini sudah besar karena berbunga jauh sebelumnya (di awal musim kemarau = mangsa satu). Mangsa tujuh (ke pitu), 22/12-2/2, suhu rata-rata mene- ngah, CH > penguapan, Kel. Nisbi > 70 % “ wisa kentar ing maruta” = munculnya (awal) hama dan penyakit (Padi). Mangsa 8, 9, 10, 11, dan 12 intensitas serangan hama meningkat. Keadaan ini berhubungan dengan suhu yang hangat dan udara lembab (karena banyak hujan). Suhu dan kelembaban udara menunjang perkembangan hama dan penyakit atau setidaknya tidak menghambat.

41 Mangsa delapan (ke wolu), 3/2-28/2, CH > penguapan, suhu moderat “anjrah jroning kayun” = periode kawin beberapa jenis binatang. Pada mangsa ini bukan karena perbedaan panjang hari yang kecil, tetapi karena jumlah dan mutu pakan kecukupan. Jainudeen dan Hafez (1987) melaporkan bahwa musim kawin kerbau salah satunya ditentukan oleh ketersediaan pangan. Selanjutnya ke- langkaan pakan menghambat keaktifan seksual hewan. Jumlah ketersediaan pakan di daerah tropika dipengaruhi oleh seba- ran hujan. Segera setelah hujan rumput liar mulai tumbuh dan petani mulai menanam tanaman. Setelah panen palawija ketersedi- aan pakan mulai cukup-banyak

42 Mangsa sembilan (ke sanga), 1/3-25/3, CH > penguapan, tetapi curah hujan sudah mulai menurun, suhu hangat. “wedaring wacana mulya “ = ada (muncul) serangga yang mengeluarkan suara nyaring. Contoh : Tonggeret (Tibicen sp). Tonggeret musim panas – muncul musim panas yang dewasa Tonggeret periodik-munculnya tidak setiap tahun, ada yang 13 tahun ada yang 17 tahun. Tonggeret berbunyi (di alam) pada suhu udara yang hangat dan hujan sudah makin sedikit.

43 Mangsa sepuluh (ke sepuluh), 26/3-18/4, CH > penguapan “gedong minep jroning kalbu ” = permulaan ternak bunting Ternak kawin mangsa 8 (3/2-28/2), mangsa 10 (26/3-18/4) bunting sudah 50 hari. Mangsa sebelas (ke sewelas), 19/4-11/5, CH > penguapan dan makin sedikit. “sotya sinorowedi ” = beberapa jenis burung (pemakan bebijian) menyuapi (Jw: ngloloh) anaknya. Unsur cuaca yang tepat tak ada Secara tidak langsung mangsa 11 periode hujan terakhir. Pada masa ini masih banyak biji tanaman rerumputan, termasuk padi umur panjang, se- hingga masih cukup banyak tersedia pakan untuk menyuapi bagi burung- burung (pemakan bebijian). Pada burung pemakan serangga keadaannya hampir sama. Sejak mangsa 5 – 11 cukup banyak serangga sebagai sumber pakan burung).

44 Mangsa duabelas (ke rolas), [12/5-21/6], CH > penguapan “tirta sah saking sasana ” = orang (manusia) sukar berkeringat. Dalam keadaan sehat berarti tubuh terasa nyaman. Nyaman: suhu udara (rata-rata antara 23,6-24,3 o C), Kelembaban nisbi (rata-rata 66,7-67,9 %), dan Angin ( 5 m/detik  moderat/ spoi-spoi) Ketiga keadaan ini tergolong moderat

45 Terima kasih

46  Buatlah penanggalan (kalender) pranata mangsa dengan dasar kalender gregorian (masehi) tahun 2010 dan 2011

47

48

49  Sotya murca saka embanan (ratna jatuh dari tatahannya): air mulai hilang  Bantala rengka (tanah retak, Jw = bledag): keringnya hawa  Suta manut ing bapa (anak mengikuti bapak) tanaman umbi mulai merambat  Rasa mulya kasucen ( rasa mulia kesucian) hijaunya alam membaw rasa tentram  Wisa kentir ing maruta ( bis diterbangkan oleh angin): musim banyak penyebaran penyakit


Download ppt "I. Pendahuluan II. Cuaca dan Iklim III. Unsur-unsur cuaca dan pengaruh cuaca terhadap tanaman, tanah, dan OPT IV. Iklim Indonesia (Tropis) V. Klasifkasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google