Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BIAYA OVERHEAD PABRIK Muhammad Ridho. PENGGOLONGAN BOP Sifat Perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan Hubungannya dengan departemen.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BIAYA OVERHEAD PABRIK Muhammad Ridho. PENGGOLONGAN BOP Sifat Perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan Hubungannya dengan departemen."— Transcript presentasi:

1 BIAYA OVERHEAD PABRIK Muhammad Ridho

2 PENGGOLONGAN BOP Sifat Perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan Hubungannya dengan departemen

3 Penggolongan BOP menurut sifat Biaya bahan penolong Biaya reparasi dan pemeliharaan Biaya tenaga kerja tidak langsung Biaya yang timbul akibat penilaian terhadap Aktiva tetap Biaya yang timbul akibat berlalunya waktu BOP lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai.

4 BOP menurut perilakunya dlm hub. Dengan perubahan volume produksi BOP tetap BOP Variabel BOP semi variabel

5 BOP menurut hub. Dg. Departemen BOP langsung departemen BOP yang terjadi dalam departemen tertentu dan manfaatnya hanya dinikmati departemen tersebut. Contoh : Gaji mandor departemen produksi Biaya depr. Mesin biaya bahan penolong

6 BOP menurut hub. Dg. Departemen BOP tidak langsung departemen BOP yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen Contoh : Biaya depresiasi, pemeliharaan dan asuransi gedung ( Catatan : Gedung digunakan oleh berbagai departemen).

7 PENENTUAN TARIF BOP Alasan Pembebanan BOP kepada Produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka 1. Pembebanan BOP atas dasar biaya sesungguhnya terjadi seringkali mengakibatkan berubahnya harga pokok persatuan produk yang dihasilkan dari periode satu ke periode lainnya. 2. Dalam perusahaan yang menghitung HP produksi dengan menggunakan metode Hp pesanan, manajemen memerlukan informasi harga pokok produksi persatuan pada saat pesanan selesai. Padahal ada elemen BOP yang baru dapat diketahui jumlahnya pada akhir periode

8 PENENTUAN TARIF BOP Langkah – langkah penentuan tarif BOP 1. Meyusun anggaran BOP 2. Memilih dasar pembebanan BOP kepada produk 3. Menghitung tarif BOP

9 Menyusun Anggaran BOP Kapasitas teoritis : Kapasitas pabrik atau departemen untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama waktu tertentu. Kapasitas praktis : Kapasitas teoritis dikurangi dengan kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan

10 Menyusun Anggaran BOP Kapasitas Normal : kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang. Dalam kapasitas normal diperhitungkan kecendrungan penjualan dalam jangka panjang Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan : kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang

11 Memilih dasar pembebanan BOP kepada produk. Ada berbagai macam dasar yang dapat dipakai untuk membebankan BOP kepada produk : - Satuan produk - Biaya bahan baku - Biaya tenaga kerja langsung - Jam kerja tenaga kerja langsung - Jam mesin

12 Pembebanan BOP kepada produk atas dasar tarif Pembebanan BOP dalam metode Full costing (mulyadi : 219) Pembebanan BOP kepada produk dalam metode variabel costing (mulyadi : 220)

13 Pengumpulan BOP sesungguhnya Metode full costing (Mlyd : 221) Metode variabel costing (Mlyd : 222) Perhitungan dan analisis BOP dengan metode full costing (Mlyd : 222) Perhitungan dan analisis BOP dengan metode variabel costing (Mlyd : 225)

14 Perlakuan terhadap selisih BOP Metode perlakuan terhadap selisih BOP seringkali digunakan tanpa memperhatikan penyebab terjadinya selisih itu sendiri dengan alasan sbb: - Manajemen tidak pernah mencoba menentukan penyebab terjadinya selisih BOP - Jumlah selisih tersebut relatif kecil - Saldo rekening BDP dan pesediaan produk jadi relatif kecil dibandingkan HP penjualan


Download ppt "BIAYA OVERHEAD PABRIK Muhammad Ridho. PENGGOLONGAN BOP Sifat Perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan Hubungannya dengan departemen."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google