Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FUNGSI TEORI DAN PROPOSISI. UMUM  Menjelaskan suatu realitas sosial  Memperkirakan realitas sosial yang akan terjadiUMUM  Menjelaskan suatu realitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FUNGSI TEORI DAN PROPOSISI. UMUM  Menjelaskan suatu realitas sosial  Memperkirakan realitas sosial yang akan terjadiUMUM  Menjelaskan suatu realitas."— Transcript presentasi:

1 FUNGSI TEORI DAN PROPOSISI

2 UMUM  Menjelaskan suatu realitas sosial  Memperkirakan realitas sosial yang akan terjadiUMUM  Menjelaskan suatu realitas sosial  Memperkirakan realitas sosial yang akan terjadi KHUSUS 1.Memberikan pola bagi interpretasi data 2.Menghubungkan suatu studi dengan studi lainnya 3.Menyajikan kerangka sehingga konsep dan variabel mendapatkan arti penting 4.Memungkinkan menginterpretasi makna yang lebih besar dari temuan yang kita peroleh dari suatu penelitian.KHUSUS 1.Memberikan pola bagi interpretasi data 2.Menghubungkan suatu studi dengan studi lainnya 3.Menyajikan kerangka sehingga konsep dan variabel mendapatkan arti penting 4.Memungkinkan menginterpretasi makna yang lebih besar dari temuan yang kita peroleh dari suatu penelitian.

3 PENJELASAN GENETIK / HISTORIK : Penjelasan dengan merujuk pada serangkaian tahap peristiwa yang terjadi sebelum kemunculan gejala tersebut. PENJELASAN GENETIK / HISTORIK : Penjelasan dengan merujuk pada serangkaian tahap peristiwa yang terjadi sebelum kemunculan gejala tersebut. PENJELASAN FUNGSIONAL : Penjelasan dengan merujuk pada ‘letak’ dan kegunaan gejala sosial yang ditelaah dalam keseluruhan sistem tempat gejala sosial tersebut berada. PENJELASAN FUNGSIONAL : Penjelasan dengan merujuk pada ‘letak’ dan kegunaan gejala sosial yang ditelaah dalam keseluruhan sistem tempat gejala sosial tersebut berada. PENJELASAN DISPOSISI : Penjelasan dengan merujuk pada kecenderungan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu dalam situasi tertentu. PENJELASAN DISPOSISI : Penjelasan dengan merujuk pada kecenderungan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu dalam situasi tertentu. PENJELASAN INTENSIONAL : Penjelasan dengan merujuk pada maksud atau tujuan suatu tindakan sosial. PENJELASAN INTENSIONAL : Penjelasan dengan merujuk pada maksud atau tujuan suatu tindakan sosial. PENJELASAN RASIONAL : Penjelasan dengan merujuk pada cara pencapaian tujuan yang paling efisien PENJELASAN RASIONAL : Penjelasan dengan merujuk pada cara pencapaian tujuan yang paling efisien

4 Dimensi teori Dimensi lingkup (scope)  Lingkup teori dapat dilihat dari segi substansinya, yaitu focus gejala yang hendak dijelaskan, apakah unsur dari suatu system ataukah system itu sendiri.  Lingkup teori dapat juga dilihat dari segi tempat dan waktu, yaitu kapan dan dimana gejala yang akan dijelaskan itu terjadi. (misalnya tentang kelas menengah yang terjadi di Eropa Barat pada abad 19) Dimensi abstraksi  Dimensi abstraksi suatu teori apat dilihat ari segi kedekatan konsep-konsep yang terkandung dalam teori dengan observasi aktual. Hipotesis yang telah siap diuji memiliki derajad abstraksi rendah dsb.

5 Level Teori Micro level theory  small slice of time, space or member people.  Konsep biasanya tidak sangat abstrak.  Teori Erving Goffman tentang “face work” adalah termasuk tingkat teori mikro.

6 Lanjutan  level teori  Macro level theory  concern operation of larger aggregates.  Teori ini menggunakan lebih banyak konsep yang bersifat abstrak.  Lenski (1966) memaparkan teori tingkat makro tentang stratifikasi sosial yang menjelaskan keseluruhan ketidaksetaraan pada masyarakat ribuan tahun lalu. Lenski menyatakan bahwa jumlah surplus yang dihasilkan masyarakat (yakni, jumlah dimana orang membutuhkan untuk kehidupan) meningkat bersama dengan berkembangnya masyarakat.

7 Lanjutan  level teori  Meso-level theory  to link macro and micro level or to operate at an intermediate level.  Teori tingkat meso ini berusaha menghubungkan tingkat makro dan mikro atau beroperasi ditingkat menengah.  Teori organisasi, gerakan sosial, atau komunitas seringkali berada pada tingkat ini.

8 PROPOSISIPROPOSISIPROPOSISIPROPOSISI PROPOSISIPROPOSISI WHYWHY KONSEPKONSEPKONSEPKONSEP KONSEPKONSEP VARIABELVARIABEL WHATWHAT

9  Serangkaian PROPOSISI antar konsep yang saling berhubungan.  Menerangkan secara sistematis suatu fenomena sosial dengan cara menentukan hubungan antar konsep.  Menerangkan fenomena tertentu dengan cara menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya. TEORI : “WHY” Yang dilakukan dalam teorisasi adalah menjelaskan mengapa suatu gejala sosial terjadi seperti itu.

10  Suatu pernyataan yang terdiri dari satu / lebih konsep / variabel.  Hubungan yang logis antara dua konsep atau lebih.  Suatu pernyataan yang terdiri dari satu / lebih konsep / variabel.  Hubungan yang logis antara dua konsep atau lebih.  Abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu, Ide-ide, penggambaran hal-hal, benda atau gejala sosial yang dinyatakan dalam istilah atau kata.  Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi / generalisasi.  Abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu, Ide-ide, penggambaran hal-hal, benda atau gejala sosial yang dinyatakan dalam istilah atau kata.  Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi / generalisasi.

11 PROPOSISI PROPOSISI  Proposisi adalah suatu statemen mengenai ihwal suatu realitas.  karena mengenai ihwal suatu realitas, dan tidak mengenai nilai atau pendapat ideal, maka proposisi dapat dikaji dan diuji betul atau salahnya, syarat proposisi adalah menunjuk atau syarat proposisi adalah menunjuk atau bersangkut paut dengan gejala yang dapat bersangkut paut dengan gejala yang dapat diamati atau diindera. diamati atau diindera. Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi  proposisi adalah suatu pernyataan yang terdiri dari satu atau lebih konsep.

12 Ada dua macam proposisi Hipotesis  proposisi yang dirumuskan untuk diuji kebenarannya secara empirik Tesis  proposisi yang memiliki ruang lingkup yang cukup luas dan yang telah dibenarkan oleh suatu pengujian secara empirik dan cermat

13 Pembedaan proposisi atas dasar jumlah konsep atau variabel yang digunakan: Proposisi deskriptif merupakan proposisi yang berisikan satu konsep/variabel. Contoh:... Proposisi relasional (ekspalanatif) merupakan proposisi yang berisikan dua atau lebih konsep/variabel. Contoh:....

14 KONSEP IDE, GAGASAN  Hasil abstraksi dari realitas empirik Bahan pembangun proposisi, teori (yang berkemampuan menjelaskan dan memprediksi terjadinya suatu gejala dan hubungan antar gejala)

15 Ciri konsep  Konsep merupakan pengertian tunggal  tidak menjelaskan hubungan antar gejala  Konsep tidak menggambarkan proses  Konsep menggambarkan suatu himpunan gejala tertentu yang dikelompokkan/dikategorikan ke dalam suatu kesatuan karena kesamaan ciri tertentu. karena merupakan himpunan, maka konsep ini tidak dapat dinyatakan benar atau salah  Jelas tidaknya suatu konsep, ditentukan oleh istilah yang digunakan, dan tingkat/derajat keabstrakannya.

16 Fungsi Konsep Fungsi kognitif  mengorganisasi observasi dan menata hasilnya (fungsi menata) Fungsi evaluatif  mengevaluasi apa yang telah dipersepsi Fungsi Operasional (pragmatis)  mengendalikan dan mengarahkan perilaku individu Fungsi Komunikasi  konsep harus memungkinkan komunikasi.

17 Tiga syarat agar setiap konsep dapat berfungsi  Makna sesungguhnya yang tepat dari konsep itu harus dimengerti secara umum dan digunakan secara konsisten  Konsep hendaknya dapat didefinisikan secara eksak atau pasti  Agar dapat digunakan dalam penelitian empirik, maka konsep harus merujuk pada suatu obyek yang dapat diamati dan atau dialami dengan indera.  konsep harus memiliki indikator-indikator yang berada di alam empirik.

18 VARIABEL Apakah yang dimaksud dengan Variabel? Variabel adalah konsep yang memiliki dua atau lebih variasi nilai Misal : jenis kelamin, status pernikahan, usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dsb. Variabel dibentuk dengan melakukan pengelompokan beberapa atribut yang logis dari dua/lebih atribut.

19 Syarat pembentukan variabel Dua atau lebih atribut tidak boleh tumpang tindih (mutually exclusive) Atribut-atribut dalam suatu variable harus mencakup semua kemungkinan yang ada (exhaustive)

20 Pembedaan Variabel 1. Menurut jenisnya: Variabel terpisah (deskrit)  vaiabel kualitatif dan variable bersambung (continuous)  vaiabel kuantitatif Variable kuantitatif  menunjuk pada derajad, tingkat, ukuran, jumlah dan variable kualitatif  menunjuk pada jenis

21 Lanjutan  Pembedaan Variabel 2. Menurut posisinya : Variabel bebas (X)  menyebabkan perubahan pada variable yang lain Variabel terikat (Y)  variable yang terpengaruh/dijelaskan oleh variable lain Misal: Penelitian tentang korelasi antara “status keluarga (X) dan prestasi sekolah (Y)” Penelitian tentang pengaruh “kenaikan harga BBM (X) terhadap kemampuan daya beli kebutuhan pokok (Y)” di kalangan masyarakat miskin

22 PERTANYAAN YANG AKAN DIPEROLEH JAWABANNYA MELALUI PROSEDUR PENELITIAN ILMIAH YANG DAPAT MENGHASILKAN SESUATU YANG BARU, DILIHAT DARI SUDUT METODE YANG DIGUNAKAN DAN / ATAU HASIL PENELITIAN ITU SENDIRI. Contoh RQ dalam penelitian Kuantitatif PERTANYAAN YANG AKAN DIPEROLEH JAWABANNYA MELALUI PROSEDUR PENELITIAN ILMIAH YANG DAPAT MENGHASILKAN SESUATU YANG BARU, DILIHAT DARI SUDUT METODE YANG DIGUNAKAN DAN / ATAU HASIL PENELITIAN ITU SENDIRI. Contoh RQ dalam penelitian Kuantitatif RUMUSAN MASALAH PENELITIAN KUANTITATIFRUMUSAN KUANTITATIF FOKUSPENELITIANKUALITATIFFOKUSPENELITIANKUALITATIF


Download ppt "FUNGSI TEORI DAN PROPOSISI. UMUM  Menjelaskan suatu realitas sosial  Memperkirakan realitas sosial yang akan terjadiUMUM  Menjelaskan suatu realitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google