Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Stevy E. N. Purba (G1B010013) Inggit Mey Rahmawati (G1B010083) Prista Arzenith (G1B011016) Putri Puspita Sari (G1B012037) Okta Arum M. P. (G1B012041) Adhika.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Stevy E. N. Purba (G1B010013) Inggit Mey Rahmawati (G1B010083) Prista Arzenith (G1B011016) Putri Puspita Sari (G1B012037) Okta Arum M. P. (G1B012041) Adhika."— Transcript presentasi:

1 Stevy E. N. Purba (G1B010013) Inggit Mey Rahmawati (G1B010083) Prista Arzenith (G1B011016) Putri Puspita Sari (G1B012037) Okta Arum M. P. (G1B012041) Adhika Paramasatya (G1B012071)

2 Perhitungan frekuensi penyakit Perhitungan frekuensi penyakit dimaksudkan untuk menilai keadaan penyakit pada suatu populasi tertentu.

3 Sumber Data Sebagai sumber surveilan, WHO merekomendasikan 10 macam sumber yang dapat dipakai. Registrasi mortalitas Laporan morbiditas Laporan epidemi Investigasi laboratorium Investigasi khusus individu Investigasi lapangan epidemik Survei Studi resevoir binatang dan distribusi vektor Penggunaan biotik dan obat Pengetahuan populasi dan lingkungan

4 Tiga Serangkai Ukuran Epidemiologi

5

6 3. RATE Nilai rate dalam epidemiologi menunjukkan besarnya peristiwa yang terjadi terhadap jumlah keseluruhan penduduk dan peristiwa tersebut berlangsung dalam suatu batas waktu tertentu.

7 3. Rate

8 Insiden Insiden adalah jumlah peristiwa/penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu dalam satuan waktu tertentu. Rate insiden adalah jumlah mereka yang terkena penyakit/peristiwa dibagi dalam jumlah penduduk yang terancam (berisiko) pada suatu waktu tertentu (per tahun).

9 Rate Insiden

10 Insiden Kumulatif

11 Attack Rate

12 Case Fatality Rate

13 Rate Prevalensi Penggunaan prevalensi lebih banyak untuk perencanaan dan evaluasi program. Contohnya untuk penyakit menahun dapat direncanakan jumlah tempat tidur serta fasilitas perawatan berdasarkan prevalensi penyakit.

14 Rate Prevalensi

15 Faktor yang dapat mempengaruhi besarnya angka poin prevalensi. Meningkatkan APPMenurunkan APP 1.Imigrasi penderita 2.Emigrasi orang sehat 3.Imigrasi tersangka penderita atau mereka yang berpotensi (risiko tinggi) untuk menderita 4.Meningkatnya masa sakit 5.Meningkatnya jumlah penderita baru 1.Imigrasi orang sehat 2.Emigrasi penderita 3.Meningkatnya angka kesembuhan 4.Meningkatnya angka kematian 5.Menurunnya jumlah penderita baru 6.Masa sakit menjadi pendek

16 Rate yang berhubungan dengan kematian

17 Rate yang berhubungan dengan reproduksi Angka kelahiran (CBR) Angka kesuburan (FR dan TFR) Berbagai nilai rate yang digunakan pada demografi Rate pada berbagai keadaan tertentu seperti : Rate untuk umur tertentu, jenis kelamin tertentu, dan lain – lain. Penggunaan rate pada hal lain seperti rate perkawinan, rate ekseptor, dan lain-lain

18 UKURAN MORTALITAS

19

20

21

22

23

24

25

26 9. Still Birth Rate Adalah kematian yang terjadi pada janin yang berusia minggu

27 UKURAN MORBIDITAS

28

29 Manfaat Insidensi dan Prevalensi Manfaat dari pengukuran Insidensi, adalah : Banyak digunakan dalam penelitian epidemiologi untuk mencari adanya asosiasi sebab-akibat Mengadakan perbandingan antara berbagai populasi dengan pemaparan yang berbeda Mengukur besarnya resiko yang ditimbulkan oleh determinan tertentu Manfaat dari pengukuran Prevalensi, adalah : Menggambarkan tingkat keberhasilan program pemberantasan penyakit Penyusunan perencanaan pelayanan kesehatan, misalnya penyediaan sarana obat-obatan, tenaga, dan ruangan Menyatakan banyaknya kasus yang dapat didiagnosis

30 TERIMAKASIH


Download ppt "Stevy E. N. Purba (G1B010013) Inggit Mey Rahmawati (G1B010083) Prista Arzenith (G1B011016) Putri Puspita Sari (G1B012037) Okta Arum M. P. (G1B012041) Adhika."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google