Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PUSTAKA Boyd, C. E. 1990. Water quality in ponds for aquaculture. First Printing. Auburn University of Agriculture Experiment Station. Alabama. USA. 359.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PUSTAKA Boyd, C. E. 1990. Water quality in ponds for aquaculture. First Printing. Auburn University of Agriculture Experiment Station. Alabama. USA. 359."— Transcript presentasi:

1 PUSTAKA Boyd, C. E Water quality in ponds for aquaculture. First Printing. Auburn University of Agriculture Experiment Station. Alabama. USA. 359 p. Boyd, C. E Water quality in ponds for aquaculture. First Printing. Auburn University of Agriculture Experiment Station. Alabama. USA. 359 p. Cole, G.A Textbook of limnology. Third Edition. Waveland Press, Inc. USA. 401 p. Cole, G.A Textbook of limnology. Third Edition. Waveland Press, Inc. USA. 401 p. Golterman, H.L Physiological Limnology. Elsevies scientific Publishing co. NY. (chapter 4 & 17) Golterman, H.L Physiological Limnology. Elsevies scientific Publishing co. NY. (chapter 4 & 17) Lind, O. T Handbook of Common Method in Limnology. Second Edition. Kendal/Hunt Publishing Company. Iowa. 199 p. Lind, O. T Handbook of Common Method in Limnology. Second Edition. Kendal/Hunt Publishing Company. Iowa. 199 p. Ryding, SOP dan W. Rast The control eutrophication lakes and reservoir. Man and the biosphere series, Vol I. The Parthenon Publishing Group. 314 p. Ryding, SOP dan W. Rast The control eutrophication lakes and reservoir. Man and the biosphere series, Vol I. The Parthenon Publishing Group. 314 p.

2 I. Faktor Abiotik II. Faktor Biotik 1. Cahaya 2. Temperatur 3. Nutrien 4. Oksigen 5. Kualitas fisika-kimia air lainnya: kekeruhan/Tss, bahan toksik 1. Kompetisi 2. Pemangsaan/grazing Turn Over number (P/B) : hasil bagi dari produksi tahunan dibagi dengan rata-rata biomassa tahunan

3 Gross Production: banyaknya bahan organik yang difotosintesis oleh tumbuhan selama jangka waktu dan dalam area atau volume tertentu (=produksi total) Gross Production: banyaknya bahan organik yang difotosintesis oleh tumbuhan selama jangka waktu dan dalam area atau volume tertentu (=produksi total) Net production: kelebihan produksi setelah produksi total (gross production) dikurangi/digunakan untuk proses (respirasi & mineralisasi) Net production: kelebihan produksi setelah produksi total (gross production) dikurangi/digunakan untuk proses (respirasi & mineralisasi) NP = GP-R Respirasi: oksidasi bahan organik oleh tumbuhan & hewan yang dikonversi menjadi energi, merupakan metabolisme aerobik dalam sel Respirasi: oksidasi bahan organik oleh tumbuhan & hewan yang dikonversi menjadi energi, merupakan metabolisme aerobik dalam sel Mineralisasi: dekomposisi aerobik atau pemecahan/ penguraian algae yang telah mati (bahan organik mati) secara oksidasi Mineralisasi: dekomposisi aerobik atau pemecahan/ penguraian algae yang telah mati (bahan organik mati) secara oksidasi

4 Respirasi P/R : rasio atau perbandingan antara fotosintesis total dengan respirasi total, atau GPP/R dari suatu komunitas P/R : rasio atau perbandingan antara fotosintesis total dengan respirasi total, atau GPP/R dari suatu komunitas C 6 H 12 O 6 + 6O 2  6CO 2 + 6H 2 O + energi (674 kcal) C 6 H 12 O 6 + 6O 2  6CO 2 + 6H 2 O + energi (674 kcal) Tiap 1 mol glukosa yang dibakar (dioksidasi) menghasilkan energi 674 kcal maka : Tiap 1 mol glukosa yang dibakar (dioksidasi) menghasilkan energi 674 kcal maka :

5 Blooming : perkembangbiakan yang sangat cepat dari fitoplankton dan/atau tumbuhan air lainnya di perairan. Blooming : perkembangbiakan yang sangat cepat dari fitoplankton dan/atau tumbuhan air lainnya di perairan. > Plankton dalam jumlah besar dapat merubah warna perairan  Red tides tides > Dinoflagellata (Ceratium, Peridinium, dll) Gonyaulax & Gymnodinium (Red tide) menghasilkan toxin  kematian masal avertebrata & ikan Gonyaulax & Gymnodinium (Red tide) menghasilkan toxin  kematian masal avertebrata & ikan Saxitoxin yang dihasilkan dinoflagelata  terakumulasi dalam siphon & hepatopancreas moluska (bivalva)  bila termakan manusia dapat mengganggu pernapasan dan jantung terhenti Saxitoxin yang dihasilkan dinoflagelata  terakumulasi dalam siphon & hepatopancreas moluska (bivalva)  bila termakan manusia dapat mengganggu pernapasan dan jantung terhenti Red tides berkaitan dengan input nutrien (NO3, Fe, vitamin) dalam jumlah besar melalui upwelling, turbulensi pasang, atau masukkan nutrien dari daratan. Red tides berkaitan dengan input nutrien (NO3, Fe, vitamin) dalam jumlah besar melalui upwelling, turbulensi pasang, atau masukkan nutrien dari daratan. Keberadaan kista (cyst) di perairan & transportnya ke daerah kaya nutrien + peningkatan temepratur dapat menjadi penyebab red tides dinoflagelata Keberadaan kista (cyst) di perairan & transportnya ke daerah kaya nutrien + peningkatan temepratur dapat menjadi penyebab red tides dinoflagelata

6 Eutrofikasi (OECD, 1982): Pengayaan nutrien perairan yang dapat memicu terjadinya perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki (mengganggu kegunaan air) Pengayaan nutrien perairan yang dapat memicu terjadinya perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki (mengganggu kegunaan air) Perubahan-perubahan tersebut: Perubahan-perubahan tersebut: - Peningkatan produksi algae & tumbuhan - Penurunan kualitas air

7 Klasifikasi status trophic perairan (OECD, 1982) *nilai adalah hasil rata-rata atau nilai maximal tahunan Total P (μg/l) Rata-rata chl-a Max chl-a (μg/l) Rata-rata Secchi (m) Minmal Secchi (m) UltraoligotrophOligotrophMesotrophEutrophHipertrophi < 4.0 < >100<1.0< >25 < 2.5 < > 75 >12.0 >12.0 > 6.0 > <1.5 <1.5 > 6.0 > < 0.7

8 OligotrophMesotrophEutrophHipertrophi Total P (μg/l) (8.00) (8.00) (26.7) (26.7) (84.4) (84.4) Total N (μg/l) (661) (661) (753) (1875) (1875)- chl-a (μg/l) (1.70) (1.70) (4.70) (4.70) (14.3) (14.3) Max chl-a (μg/l) (4.20) (4.20) (16.1) (16.1) (42.6) (42.6)- Secchi disk (m) (9,90) (9,90) (4.20) (4.20) (2.45) (2.45) Klasifikasi status trophic perairan (OECD, 1982)

9 Respon terhadap Peningkatan Eutrofikasi Fisika:- transparasi (Secchi berkurang) Fisika:- transparasi (Secchi berkurang) - Padatan tersuspensi (TSS meningkat) - Padatan tersuspensi (TSS meningkat) Kimia:- nutrien meningkat Kimia:- nutrien meningkat - Klorofil a meningkat - DHL & TDS meningkat - O2 defisit di hypolimnion meningkat - lewat jenuh di epilimnion meningkat Biologi:- frekuensi blooming algae meningkat Biologi:- frekuensi blooming algae meningkat - Keanekaragaman spesies algae menurun - Biomassa fitoplankton meningkat - vegetasi litoral meningkat atau menurun - Ikan meningkat - benthos (zoo) meningkat (bisa juga menurun) - Keanekaragaman benthos menurun - Produksi primer meningkat

10 Nilai ambang batas antara kondisi mesotrof & eutrof Indikator trofik Danau di daerah iklim sedang Danau tropis Produksi primer rata- rata (gC/m 2 hari) chl-a (μg/l) Total P (μg/l) Total N (μg/l) Tipe algae dominan Limiting nutrien Diatom Fosfor (P) Blue-green algae Nitrogen (N)

11 Faktor-faktor yang mempengaruhi eutrofikasi A.Faktor alami: 1.Iklim: mempengaruhi temperatur, lama musim pertumbuhan, arah & kecepatan angin, curah hujan, struktur thermal perairan mempengaruhi temperatur, lama musim pertumbuhan, arah & kecepatan angin, curah hujan, struktur thermal perairan  Hidrologi DAS, laju pembilasan, transport nutrien & sedimen ke perairan perairan  Produktivitas perairan 2.Hidrologi jumlah air & kecepatan aliran 3.Geologi & fisiografi DAS komposisi geologi, ukuran, dan topografi DAS  komposisi kimia danau/perairan B.Faktor antropogenik (manusia): 1. Point sources: saluran masukan limbah/nutrien 2. Tata guna lahan & faktor “non-point source” (hutan x pertanian- pemupukan)

12 C. Faktor/karakteristik perairan danau 1.Morfologi cekungan (kedalaman) danau ( hypolimnion x epilimnion) 2.Sedimen dasar danau sebagai sumber nutrien (P) 3.“Flushing rate”: laju penggelontoran Q = debit (m3/th) Q = debit (m3/th) V= volume danau (m3) * Bila laju pertumbuhan < D  fitoplankton terbawa keluar perairan sebelum blooming sebelum blooming * Bila tw (hydraulic residence time) > 3 hari  pertumbuhan fitoplankton berlebihan fitoplankton berlebihan 4. Biological control-grazing oleh zooplankon (Daphnia, rotifera, copepoda) 5. Perikanan jaring apung/ karamba 6. Penelitian di Swedia: tiap ton ikan diproduksi meyebabkan input kg P & kg N ke perairan D (l/th)= Q/V

13 Proses Eutrofikasi Bahan organik Bakteri anaerob ( dekomposisi ) Bakteri aerob (dekomposisi) O 2 CO 2 CH 4 + H 2S Kondisi aerob Kondisi anaerob nutrien


Download ppt "PUSTAKA Boyd, C. E. 1990. Water quality in ponds for aquaculture. First Printing. Auburn University of Agriculture Experiment Station. Alabama. USA. 359."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google