Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Materi K4 1 K3 BAHAN-BAHAN KIMIA oleh : Naniek Ratni JAR TIK : MAHASISWA SETELAH MENGIKUTI KULIAH BAB INI DAPAT MENJELASKAN K3 BAHAN-BAHAN KIMIA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Materi K4 1 K3 BAHAN-BAHAN KIMIA oleh : Naniek Ratni JAR TIK : MAHASISWA SETELAH MENGIKUTI KULIAH BAB INI DAPAT MENJELASKAN K3 BAHAN-BAHAN KIMIA."— Transcript presentasi:

1 Materi K4 1 K3 BAHAN-BAHAN KIMIA oleh : Naniek Ratni JAR TIK : MAHASISWA SETELAH MENGIKUTI KULIAH BAB INI DAPAT MENJELASKAN K3 BAHAN-BAHAN KIMIA

2 Materi K42 1.TIPE BAHAN KIMIA BAHAN KIMIA YANG MUDAH TERBAKAR BAHAN MUDAH TERBAKAR ADALAH BAHAN YANG MUDAH BEREAKSI DENGAN OKSIGEN DAN MENIMBULKAN KEBAKARAN BAHAN MUDAH TERBAKAR ADALAH BAHAN YANG MUDAH BEREAKSI DENGAN OKSIGEN DAN MENIMBULKAN KEBAKARAN

3 Materi K43 BAHAN CAIR DINYATAKAN MUDAH TERBAKAR TITIK NYALA > 21 O C TITIK NYALA > 21 O C DAN < 50 O C DAN < 50 O C PADA TEKANAN 1 ATM PADA TEKANAN 1 ATM

4 Materi K44 BAHAN CAIR DINYATAKAN SANGAT MUDAH TERBAKAR TITIK NYALA < 21 O C TITIK NYALA < 21 O C TITIK DIDIH > 20 O C TITIK DIDIH > 20 O C PADA TEKANAN 1 ATM PADA TEKANAN 1 ATM

5 Materi K45 BAHAN GAS DINYATAKAN MUDAH TERBAKAR TITIK DIDIH < 20 O C TITIK DIDIH < 20 O C PADA TEKANAN 1 ATM PADA TEKANAN 1 ATM

6 Materi K46 BAHAN MUDAH TERBAKAR DIKLASSIFIKASIKAN ZAT PADAT MUDAH TERBAKAR ZAT PADAT MUDAH TERBAKAR ZAT CAIR MUDAH TERBAKAR ZAT CAIR MUDAH TERBAKAR GASMUDAH TERBAKAR GASMUDAH TERBAKAR

7 Materi K47 ZAT PADAT MUDAH TERBAKAR BELERANG (SULFUR) BELERANG (SULFUR) FOSFOR FOSFOR KERTAS/RAYON KERTAS/RAYON HIDRIDA LOGAM HIDRIDA LOGAM KAPAS KAPAS

8 Materi K48 ZAT CAIRMUDAH TERBAKAR DALAM INDUSTRI A.L. :YI PELARUT DALAM INDUSTRI A.L. :YI PELARUT ETER ETER ALKOHOL ALKOHOL ASETON ASETON BENZENAHEKSAN BENZENAHEKSAN DLL DLL

9 Materi K49 BERAT JENIS PELARUT ORGANIK PERLU DIPERHATIKAN LEBIH RINGAN DR AIR DAN TIDAK LARUT DALAM AIR BEZEA, BENSIN, HEKSAN, BILA TERBAKAR BERBAHAYA JIKA DISIRAM DENGA N AIR. LEBIH RINGAN DR AIR DAN TIDAK LARUT DALAM AIR BEZEA, BENSIN, HEKSAN, BILA TERBAKAR BERBAHAYA JIKA DISIRAM DENGA N AIR.

10 Materi K410 GAS MUDAH TERBAKAR GAS ALAM GAS ALAM ASETILEN ASETILEN HIDROGEN HIDROGEN ETILEN OKSIDA ETILEN OKSIDA

11 Materi K411 BAHAN KIMIA MUDAH MELEDAK 1. ASETILEN 2. DIAZO 3. NITROZO 4. NITRO 5. ALKIL POLINITRO 6. OKSIM 7. AZO 8. N- NITROSO 1. N- NITRO 2. AZIDA 3. DIAZONIUM 4. N- LOGAM BERAT 5. HIDROKSIL AMONIUM 6. PERKHLORIL 7. PEROKSIDA 8. DAN OZON

12 Materi K412

13 Materi K413 SELAIN ITU ADA DEBU DAN CAMPURAN EKSPLOSIF DEBU KARBON DLM INDUSTRI BATUBARA DEBU KARBON DLM INDUSTRI BATUBARA ZAT WARNA DIAZO PADA PABRIK TEKSTIL ZAT WARNA DIAZO PADA PABRIK TEKSTIL MAGNESIUM PADA PABRIK BAJA MAGNESIUM PADA PABRIK BAJA

14 Materi K414 EKSPLOSIF DPAT TERJADI KRN CAMPURAN BAIK DALAM REAKTOR MAUPUN PENYIMPANAN OKSIDATOR: KClO 3, NaNO 3, ASAM NITRAT, KMnO 4, CrO 3 OKSIDATOR: KClO 3, NaNO 3, ASAM NITRAT, KMnO 4, CrO 3 REDUKTOR :KARBON, BELERANG, ETANOL, GLISEROL, HIDRAZIN REDUKTOR :KARBON, BELERANG, ETANOL, GLISEROL, HIDRAZIN

15 Materi K415 BAHAN KIMIA REAKTIF THD AIR BILA BEREAKSI DENGAN AIR AKAN MENGELUARKAN PANAS DAN GAS YANG MUDAH TERBAKAR. MISAL : ALKALI (Na, K); ALKALI TANAH (Ca) BILA BEREAKSI DENGAN AIR AKAN MENGELUARKAN PANAS DAN GAS YANG MUDAH TERBAKAR. MISAL : ALKALI (Na, K); ALKALI TANAH (Ca) LOGAM HALIDA ANHIDRAT (ALUMUNIUM TRIBROMIDA) LOGAM HALIDA ANHIDRAT (ALUMUNIUM TRIBROMIDA) CaO CaO SULFURIL CHLORIDA SULFURIL CHLORIDA

16 Materi K416

17 Materi K417 BAHAN KIMIA REAKTIF TERHADAP ASAM MENGHASILKAN PANAS DAN GAS YANG MUDAH TERBAKAR ATAU GAS2 YANG BERACUN DAN KOROSIF MENGHASILKAN PANAS DAN GAS YANG MUDAH TERBAKAR ATAU GAS2 YANG BERACUN DAN KOROSIF MIS : KClO 3 MIS : KClO 3 KMnO 4 KMnO 4 Cr 2 O 3 Cr 2 O 3

18 Materi K418 BAHAN KIMIA KOROSIF BAHAN YANG KARENA REAKSI KIMIA DAPAT MERUSAK LOGAM BAHAN YANG KARENA REAKSI KIMIA DAPAT MERUSAK LOGAM

19 Materi K419

20 Materi K420 BAHAN KIMIA IRITAN BAHAN YANG KARENA REAKSI KIMIA DAPAT MENIMBULKAN KERUSAKAN ATAU PERADANGAN /SENSITISASI BILA KONTAK DENGAN PERMUKAAN TUBUH YANG LEMBAB,SPT KULIT, MATA DAN PERNAFASAN.BAHAN IRITAN PADA UMUMNYA ADALAH BAHAN KOROSIF. BAHAN YANG KARENA REAKSI KIMIA DAPAT MENIMBULKAN KERUSAKAN ATAU PERADANGAN /SENSITISASI BILA KONTAK DENGAN PERMUKAAN TUBUH YANG LEMBAB,SPT KULIT, MATA DAN PERNAFASAN.BAHAN IRITAN PADA UMUMNYA ADALAH BAHAN KOROSIF.

21 Materi K421

22 Materi K422 BAHAN IRITAN MENURUT BENTUK ZAT BAHAN IRITAN PADAT. MISAL : NaOH, FENOL BAHAN IRITAN PADAT. MISAL : NaOH, FENOL BAHAN IRITANCAIR. MISAL : ASAM SULFAT, ASAM FORMAT. BAHAN IRITANCAIR. MISAL : ASAM SULFAT, ASAM FORMAT. BAHAN IRITAN GAS. BAHAN IRITAN GAS. MISAL : GAS AMAT LARUT DLM AIR. (AMONIAK, FORMALDEHIDE) MISAL : GAS AMAT LARUT DLM AIR. (AMONIAK, FORMALDEHIDE) GAS DG KELARU TAN SEDANG : SULFUR DIOKSIDA GAS DG KELARU TAN SEDANG : SULFUR DIOKSIDA GAS DG KELARUTAN KECIL,MERUSAK ALAT PERNAFASAN BAGIAN DALAM GAS DG KELARUTAN KECIL,MERUSAK ALAT PERNAFASAN BAGIAN DALAM

23 Materi K423 BAHAN KIMIA BERACUN BAHAN KIMIA YANG DALAM JUMLAH KECIL MENIMBULKAN KERACUNAN PADA MANUSIA ATAU MAKHLUK HIDUP LAINNYA BAHAN KIMIA YANG DALAM JUMLAH KECIL MENIMBULKAN KERACUNAN PADA MANUSIA ATAU MAKHLUK HIDUP LAINNYA DINYA TAKAN BERACUN JIKA : PEMAPARAN MELALUI MULUT LD 50 > 25 ATAU 200 MG/KG.BERAT BADAN, ATAU PEMAPARAN MELALUI KULIT LD 50 >25 ATAU 400 MG/KG BB ATAU MELALUI PERNAFASAN LD 50 > 0,5 MG/L ATAU 2 MG/L DINYA TAKAN BERACUN JIKA : PEMAPARAN MELALUI MULUT LD 50 > 25 ATAU 200 MG/KG.BERAT BADAN, ATAU PEMAPARAN MELALUI KULIT LD 50 >25 ATAU 400 MG/KG BB ATAU MELALUI PERNAFASAN LD 50 > 0,5 MG/L ATAU 2 MG/L

24 Materi K424

25 Materi K425 BAHAN KIMIA KARSINOGENIK BAHAN LAIN YANG DAPAT MENGUBAH STRUKTUR GENETIK MANUSIA.SPT KANKER, MUTAGENESIS. BAHAN LAIN YANG DAPAT MENGUBAH STRUKTUR GENETIK MANUSIA.SPT KANKER, MUTAGENESIS.

26 Materi K426 GAS BERTEKANAN BAHAN INI ADALAH BAHAN GAS YANG DISIMPAN DALAM TEKANAN TINGGI, BAIK GAS YANG DITEKAN, GAS CAIR, ATAU GAS YANG DILARUTKAN DALAM PELARUT DENGAN TEKANAN BAHAN INI ADALAH BAHAN GAS YANG DISIMPAN DALAM TEKANAN TINGGI, BAIK GAS YANG DITEKAN, GAS CAIR, ATAU GAS YANG DILARUTKAN DALAM PELARUT DENGAN TEKANAN

27 Materi K427

28 Materi K428 BAHAN KIMIA OKSIDATOR ADALAH BAHAN KIMIA YANG MUNGKIN TIDAK TERBAKAR, TETAPI DAPAT MENGHASILKAN OKSIGEN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEBAKARAN PADA BAHAN- BAHAN LAINNYA. ADALAH BAHAN KIMIA YANG MUNGKIN TIDAK TERBAKAR, TETAPI DAPAT MENGHASILKAN OKSIGEN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEBAKARAN PADA BAHAN- BAHAN LAINNYA. BAHAN KIMIA OKSIDATOR BERSIFAT EKSPLOSIF KARENA SANGAT REAKTIF ATAU TIDAK STABIL.ATAU MAMPU MENGHASILKAN OKSIGEN DALAM REAKSI ATAU PENGURAIANNYA SHG MENIMBULKAN KEBAKARAN. BAHAN KIMIA OKSIDATOR BERSIFAT EKSPLOSIF KARENA SANGAT REAKTIF ATAU TIDAK STABIL.ATAU MAMPU MENGHASILKAN OKSIGEN DALAM REAKSI ATAU PENGURAIANNYA SHG MENIMBULKAN KEBAKARAN.

29 Materi K429

30 Materi K IDENTIFIKASI BAHAYA BAHAN KIMIA IDENTIFIKASI AWAL : DATA YANG DITERIMA OLEH PIHAK GUDANG, BAHAN KIMIA YANG BIASA DIPERGUNAKAN OLEH SUATU TEMPAT KERJA, PROSES YANG ADA. IDENTIFIKASI AWAL : DATA YANG DITERIMA OLEH PIHAK GUDANG, BAHAN KIMIA YANG BIASA DIPERGUNAKAN OLEH SUATU TEMPAT KERJA, PROSES YANG ADA.

31 Materi K431 IDENTIFIKASI AWAL NAMA BAHAN KIMIA NAMA BAHAN KIMIA APA KONDISI FISIKNYA? APA KONDISI FISIKNYA? APAKAH BERACUN APAKAH BERACUN APAKAH MENYEBABKAN AKUT? APAKAH MENYEBABKAN AKUT? APAKAH MENYEBABKAN KRONIS? APAKAH MENYEBABKAN KRONIS? APAKAH MASUK MELALUI SALURAN MAKANAN ? APAKAH MASUK MELALUI SALURAN MAKANAN ? APAKAH MASUK MELALUI SALURAN PERNAFASAN? APAKAH MASUK MELALUI SALURAN PERNAFASAN? APAKAH MELALUI ABSORBSI? APAKAH MELALUI ABSORBSI? APAKAH KADAR TOKSISITAS DAPAT SEGERA DITENTUKAN ? APAKAH KADAR TOKSISITAS DAPAT SEGERA DITENTUKAN ? BERAPA NAB (MAC) NYA? BERAPA NAB (MAC) NYA?

32 Materi K432 BERAPAKAH DENSITAS UAPNYA? DENSITAS UAPNYA? TEKANAN UAP? TEKANAN UAP? TITIK BEKU? TITIK BEKU? SPESIFIC GRAVITY? SPESIFIC GRAVITY? TITIK BEKU? TITIK BEKU? KELARUTAN DALAM AIR KELARUTAN DALAM AIR

33 Materi K433 APA BAHAN YANG INKOMPATIBILITAS BAHAN KIMIA YANG BEREAKSI HEBAT DENGAN BAHAN KIMIA LAIN. BAHAN KIMIA YANG BEREAKSI HEBAT DENGAN BAHAN KIMIA LAIN. 1. APAKAH BAHAN MUDAH TERBAKAR ? 2. TIPE PEMADAM API YANG HARUS DIGUNAKAN 3. ALAT PELINDUNG DIRI APA YANG HARUS DIGUNAKAN ? 4. SISTEM PENCEGAHAN LAIN ?

34 Materi K434 LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI SPT SKEMA BERIKUT : Evaluasi bahaya pendahuluan Evaluasi bahaya pendahuluan APA BAHANNYA APAPROSESNYA APA PRODUK INTERMEDIATNYA APA PRODUK AKHIRNYA APA LIMBAHNYA TELUSURI LITERATUR PUBLIKASI TELUSURI PENGALAMAN NDUSTRI YANG ADA APAKAH HAL INI MENIMBULKAN MASALAH JIKA YA =KIMIA ? FISIKA ? BIOLOGI ? JIKA TIDAK  BERHENTI A

35 Materi K435 LANGSUNG MEMBAHAYAKAN KEHIDUPAN A APAKAH BAHAYANYA ? BERBHAYA STLH WKT YG LAMA TIDAK BAHAYA TTP MEMILIKI EFEK KES. HANYA MEMPENGARUHI FISIOLOGI DAN PSIKOLOGI APAKAH MUNGKIN PROSES DILANJUTKAN DLM BTK SKR U.JANGKA PENDEK APAKAH PENGE TEMPORER YG EFEKTIF DPT DILAKUKAN DG CEPAT TIDAK -  PROSES DIHENTIKAN TERUTAMA DIPERTIMBANGKAN ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL PERTIMBANGAN STRATEGI KAJANG APAKAH PERLU EVALUASI SISTEMIK TIDAK -  TAHAP PENGENDALIAN YA-  PENILAIAN YA

36 Materi K MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS) ADALAH DOKUMEN TENTANG SATU BAHAN KIMIA YANG HARUS ADA PADA INDUSTRI YANG MEMBUAT, MENYIMPAN, ATAU MENGGUNAKANNYA, YANG MEMBERIKAN INFORMASI TENTANG BAHAN KIMIA TSB. ADALAH DOKUMEN TENTANG SATU BAHAN KIMIA YANG HARUS ADA PADA INDUSTRI YANG MEMBUAT, MENYIMPAN, ATAU MENGGUNAKANNYA, YANG MEMBERIKAN INFORMASI TENTANG BAHAN KIMIA TSB.

37 Materi K437 MENURUT KEPUTUSAN MENAKER No. 187/Men/1999 MSDS HARUS BERISI TTG : 1. IDENTITAS BAHAN DAN PERUSAHAAN 2. KOMPOSISI BAHAN 3. IDENTIFIKASI BAHAYA 4. TINDAKAN P3K 5. TINDAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN 6. TINDAKAN THD TUMPAHAN DAN KEBOCORAN 7. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN BAHAN 8. PENGENDALIAN PEMAJANAN DAN APD 9. SIFAT2 FISIKA DAN KIMIA 10. REAKTIFITAS DAN STABILITAS 11. INFORMASI TOKSIKOLOGI 12. INFORMASI EKOLOGI 13. PEMBUANGAN LIMBAH 14. PENGANGKUTAN 15. PERATURAN PERUNDANG2AN 16. INFORMASI LAIN YANG DIPERLUKAN

38 Materi K438 KEP MENAKER TSB JUGA MEMUAT NAMA PRODUK NAMA PRODUK IDENTIFIKASI BAHAYA IDENTIFIKASI BAHAYA TANDA BAHAYA DAN ARTINYA TANDA BAHAYA DAN ARTINYA URAIAN RESIKO DAN PENANGGULANGANNYA URAIAN RESIKO DAN PENANGGULANGANNYA TINDAKAN PENCEGAHAN TINDAKAN PENCEGAHAN INSTRUKSI DALAM HAL TERKENA/TERPAPAR INSTRUKSI DALAM HAL TERKENA/TERPAPAR INSTRUKSI KEBAKARAN INSTRUKSI KEBAKARAN INSTRUKSI KEBOCORANDAN TUMPAHAN INSTRUKSI KEBOCORANDAN TUMPAHAN INSTR. PENGISIAN DAN PENYIMPANAN INSTR. PENGISIAN DAN PENYIMPANAN REFERENSI REFERENSI NAMA, ALAMAT, DAN NO TELP. PABRIK PEMBUAT ATAU DISTRIBUTOR NAMA, ALAMAT, DAN NO TELP. PABRIK PEMBUAT ATAU DISTRIBUTOR

39 Materi K439 PENGELOLAAN 1. PENGENDALIAN SAAT PEMBELIAN, 2. PENYIMPANAN, DAN SUPLAI. 3. PENGENDALIAN DI PROSES PRODUKSI DAN PENUNJANG PROSES PROD. 4. PENGENDALIAN LIMBAH BAHAN KIMIA BERBAHAYA DAN BERACUN. 5. APD.

40 Materi K440 PENGENDALIAN BAHAN KIMIA SAAT PEMBELIAN, PENYIMPANAN, DAN SUPLAI TERDAPAT BEBERAPA MACAM BAHAN KIMIA TIDAK BOLEH DIGUNAKAN KARENA MEMBUAT PENIPISAN OZON YANG DISEPAKATI DALAM KONVENSI GENEWA. BAHAN2 TSB A.L. PCB DAN CCl4 TERDAPAT BEBERAPA MACAM BAHAN KIMIA TIDAK BOLEH DIGUNAKAN KARENA MEMBUAT PENIPISAN OZON YANG DISEPAKATI DALAM KONVENSI GENEWA. BAHAN2 TSB A.L. PCB DAN CCl4 BAHAN KIMIA YANG TIDAK BOLEH DIPAKAI DALAM PERUSH. HRS DIKARANTINA BAHAN KIMIA YANG TIDAK BOLEH DIPAKAI DALAM PERUSH. HRS DIKARANTINA

41 Materi K441 PENERIMAAN HAL YANG PALING ESENSI BAHAN KIMIA YANG DITERIMA SAMA DENGAN BAHAN YANG DIORDER. HAL YANG PALING ESENSI BAHAN KIMIA YANG DITERIMA SAMA DENGAN BAHAN YANG DIORDER. KESALAHAN PENERIMAAN BAHAN KIMIA DAPAT MRP SUMBER KECELAKAAN (MIS. BAHAN KIMIA YG INKOMPATIBEL DG BAHAN KIMIA YANG BIASANYA DIGUNAKAN. KESALAHAN PENERIMAAN BAHAN KIMIA DAPAT MRP SUMBER KECELAKAAN (MIS. BAHAN KIMIA YG INKOMPATIBEL DG BAHAN KIMIA YANG BIASANYA DIGUNAKAN. KESALAHAN PENERIMAAN JUGA PERNAH TERJADI PADA TRUK TANKER DALAM CUACA BURUK DAN TIDAK MEMETUHI ATURAN YANG BERLAKU YANG MEMBERIKAN ASAM SULFAT KE TANGKI LARUTAN NATRIUM BISULFAT YG MENYEBABKAN TERJADINYA EVOLUSI SHG MENGHASILKAN GAS SULFUR DIOKSIDA. UNTUK MENGHINDARINYA TANGKI DAN SELANG PENERIMA HARUS DIBERI LABEL. YANG MEMADAI. KESALAHAN PENERIMAAN JUGA PERNAH TERJADI PADA TRUK TANKER DALAM CUACA BURUK DAN TIDAK MEMETUHI ATURAN YANG BERLAKU YANG MEMBERIKAN ASAM SULFAT KE TANGKI LARUTAN NATRIUM BISULFAT YG MENYEBABKAN TERJADINYA EVOLUSI SHG MENGHASILKAN GAS SULFUR DIOKSIDA. UNTUK MENGHINDARINYA TANGKI DAN SELANG PENERIMA HARUS DIBERI LABEL. YANG MEMADAI. LPG DIKIRIM ADA YG DLM BTK TABUNG ADA YANG DIKIRIM DALAM KUANTITAS BESAR (BULK STORAGE) SPT TRUK TANGKI LPG. PEMINDAHAN DARI TRUK KE TANGKI DAPAT MENGAKIBATKAN FRIKSI PADA SELANG PENGHUBUNG. FRIKSI MEMBENTUK LISTRIK STATIS, YANG PADA KEADAAN TERTENTU AKAN MEMICU TERJADINYA KEBAKARAN. UNTUK MENGHINDARI HAL TSB MAKA PADA SELANG HARUS DIBERI PENTANAHAN AYAU GROUNDED. YAITU SELANG DIBERI KLEM YANG MENGIKAT KABEL LISTRIK YANG DISALURKAN KE TANAH. LPG DIKIRIM ADA YG DLM BTK TABUNG ADA YANG DIKIRIM DALAM KUANTITAS BESAR (BULK STORAGE) SPT TRUK TANGKI LPG. PEMINDAHAN DARI TRUK KE TANGKI DAPAT MENGAKIBATKAN FRIKSI PADA SELANG PENGHUBUNG. FRIKSI MEMBENTUK LISTRIK STATIS, YANG PADA KEADAAN TERTENTU AKAN MEMICU TERJADINYA KEBAKARAN. UNTUK MENGHINDARI HAL TSB MAKA PADA SELANG HARUS DIBERI PENTANAHAN AYAU GROUNDED. YAITU SELANG DIBERI KLEM YANG MENGIKAT KABEL LISTRIK YANG DISALURKAN KE TANAH.

42 Materi K442 PENYIMPANAN PENYIMPANAN BAHAN KIMIA TERGANTUNG PADA BBRP FAKTOR BUKAN PADA BIAYA DAN RUANG YANG ADA DAN REKOMENDASI YANG UMUM ADALAH BAHAN KIMIA HARUS DILETAKKAN DI TEMPAT 1. YANG DINGIN, 2. KERING, 3. VENTILASI BAIK, 4. DAN BANGUNANNYA MEMILIKI SISTEM DRAINASE YANG BAIK

43 Materi K443 CARA PENYIMPANAN PAKET ATAU KONTAINER HARUS DITENTUKAN. MAKSIMUM KETINGGIAN 3 DRUM. (STACK) CARA PENYIMPANAN PAKET ATAU KONTAINER HARUS DITENTUKAN. MAKSIMUM KETINGGIAN 3 DRUM. (STACK) SISTEM HRS DIBUAT UNTUK PROSES YANG BERKELANJUTAN PADA STOK, YAITU FISRT IN – FIRST OUT, SHG MEMBATASI KOROSI YANG TERJADI DI WADAH ATAU PADA BBRP KASUS MENAIKKAN TEKANAN DRUM AKIBAT TINGGINYA JUMLAH YANG DISIMPAN SISTEM HRS DIBUAT UNTUK PROSES YANG BERKELANJUTAN PADA STOK, YAITU FISRT IN – FIRST OUT, SHG MEMBATASI KOROSI YANG TERJADI DI WADAH ATAU PADA BBRP KASUS MENAIKKAN TEKANAN DRUM AKIBAT TINGGINYA JUMLAH YANG DISIMPAN APAPUN METODENYA, BAHAN KIMIA TIDAK BOLEH DILETAKKAN DI LANTAI, ATAU DI LAPANGAN TERBUKA. APAPUN METODENYA, BAHAN KIMIA TIDAK BOLEH DILETAKKAN DI LANTAI, ATAU DI LAPANGAN TERBUKA. PENYIMPANAN BAHAN KIMIA HARUS MENGANTISIPASI TERJADINYA KEBOCORAN, SEHINGGA DIPERLUKAN PERALATAN YANG MEMADAI. TINGKAT PENGAMANAN TERTIERY CONTAINMENT. TINGKAT PERTAMA (FISRT CONTAINMENT ADALAH WADAH BAHAN KIMIA BERBAHAYA, BAIK DALAM BENTUKDRUM BESAR, KECIL, ATAU BOTOL. PENYIMPANAN BAHAN KIMIA HARUS MENGANTISIPASI TERJADINYA KEBOCORAN, SEHINGGA DIPERLUKAN PERALATAN YANG MEMADAI. TINGKAT PENGAMANAN TERTIERY CONTAINMENT. TINGKAT PERTAMA (FISRT CONTAINMENT ADALAH WADAH BAHAN KIMIA BERBAHAYA, BAIK DALAM BENTUKDRUM BESAR, KECIL, ATAU BOTOL. TINGKAT KEDUA ADALAH SECONDARY CONTAINMENT ADALAH DUDUKAN DRUM YANG MEMILIKI TEMPAT UNTUK MENAMPUNG KEBOCORAN BAHAN KIMIA DAN TEMPAT TERSEBUT DAPAT DIKERINGKAN (DRAIN) MELALUI KRAN YANG TERDAPAT DI WADAH DUDUKAN TERSEBUT. TINGKAT KEDUA ADALAH SECONDARY CONTAINMENT ADALAH DUDUKAN DRUM YANG MEMILIKI TEMPAT UNTUK MENAMPUNG KEBOCORAN BAHAN KIMIA DAN TEMPAT TERSEBUT DAPAT DIKERINGKAN (DRAIN) MELALUI KRAN YANG TERDAPAT DI WADAH DUDUKAN TERSEBUT.

44 Materi K444

45 Materi K445

46 Materi K KLASIFIKASI BAHAYA KLASIFIKASI NFPA (NATIONAL FIRE PROTECTION ASSOCIATION ) KLASIFIKASI NFPA (NATIONAL FIRE PROTECTION ASSOCIATION ) 1. KESEHATAN (NFPA HEALTH HAZARDS) 2. MUDAH TERBAKAR (NFPA FLAMMABILITY HAZARDS) 3. REAKTIVITAS (NFPA REACTIVITY HAZARDS)

47 Materi K447

48 Materi K448 TINGKAT BAHAYA THD KES YANG DILAMBANGKAN DG WARNA BIRU 4 = BHAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK ATAU YANG DAPAT MENIMBULKAN LUKA FATAL MESKIPUN ADA PERTOLONGAN DG SEGERA 4 = BHAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK ATAU YANG DAPAT MENIMBULKAN LUKA FATAL MESKIPUN ADA PERTOLONGAN DG SEGERA 3 = BHN YANG DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT SERIUS PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK, MESKIPUN ADA PERTOLONGAN SEGERA 3 = BHN YANG DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT SERIUS PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK, MESKIPUN ADA PERTOLONGAN SEGERA 2 = BAHAN YANG PADA KETERPAAN INTENSIF ATAU TERUS MENERUS DAPAT MENIMBULKAN LUKA MESKIPUN TIDAK ADA PERTOLONGAN SEGERA. 2 = BAHAN YANG PADA KETERPAAN INTENSIF ATAU TERUS MENERUS DAPAT MENIMBULKAN LUKA MESKIPUN TIDAK ADA PERTOLONGAN SEGERA. 1 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API 1 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API 0 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API 0 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API

49 Materi K449 REACTIVITY 1

50 Materi K450 KLASIFIKASI FLAMMABILITY 4 = BAHAN YANG SEGERA MENGUAP DALAM UDARA NORMAL DAN DAPAT TERBAKAR DENGAN CEPAT 4 = BAHAN YANG SEGERA MENGUAP DALAM UDARA NORMAL DAN DAPAT TERBAKAR DENGAN CEPAT 3 = BAHAN CAIR ATAU PADAT YANG DAPAT DINYALAKAN PADA SUHU BIASA 3 = BAHAN CAIR ATAU PADAT YANG DAPAT DINYALAKAN PADA SUHU BIASA 2 = BAHAN YANG PERLU SEDIKIT DIPANASKAN 2 = BAHAN YANG PERLU SEDIKIT DIPANASKAN 1 = BAHAN YANG PERLU DIPANASKAN SEBELUM DIBAKAR 1 = BAHAN YANG PERLU DIPANASKAN SEBELUM DIBAKAR 0 = BAHAN YANG TAK DAPAT DIBAKAR 0 = BAHAN YANG TAK DAPAT DIBAKAR

51 Materi K451 BAHAYA REAKTIVITAS REAKTIVITAS ADALAH UKURAN DERAJAT KEMUDAHAN DALAM MELEPASKAN ENERGI DENGAN SENDIRINYA ATAU AKIBAT KONTAK DENGAN AIR ATAU BAHAN LAIN. DERAJAT BAHAYA DILAMBANGKAN WARNA KUNING. REAKTIVITAS ADALAH UKURAN DERAJAT KEMUDAHAN DALAM MELEPASKAN ENERGI DENGAN SENDIRINYA ATAU AKIBAT KONTAK DENGAN AIR ATAU BAHAN LAIN. DERAJAT BAHAYA DILAMBANGKAN WARNA KUNING. 4 : BAHAN YANG DENGAN MUDAH DAPAT DILEDAKKAN ATAU MELEDAK PADA SUHU DAN TEKANAN BIASA ATAU SENSITIF THD PENGARUH MEKANIK ATAU PANAS. 4 : BAHAN YANG DENGAN MUDAH DAPAT DILEDAKKAN ATAU MELEDAK PADA SUHU DAN TEKANAN BIASA ATAU SENSITIF THD PENGARUH MEKANIK ATAU PANAS. 3 : BAHAN YG MUDAH MELEDAK, TTPI MEMERLUKAN SUMBER PENYEBAB YANG KUAT, SPT SUHU TINGGI. 3 : BAHAN YG MUDAH MELEDAK, TTPI MEMERLUKAN SUMBER PENYEBAB YANG KUAT, SPT SUHU TINGGI. 2 : BAHAN YANG TIDAK STABIL DAN MENGHASILKAN REAKSI HEBAT, TETAPI TIDAK MELEDAK. 2 : BAHAN YANG TIDAK STABIL DAN MENGHASILKAN REAKSI HEBAT, TETAPI TIDAK MELEDAK. 1 : BAHAN YANG STABIL PADA KEADAAN NORMAL, TETAPI TIDAK STABIL PADA SUHU TINGGI. 1 : BAHAN YANG STABIL PADA KEADAAN NORMAL, TETAPI TIDAK STABIL PADA SUHU TINGGI. 0 : BAHAN YANG STABIL DAN JUGA TIDAK REAKTIF MESKIPUN KENA API ATAU PADA SUHU TINGGI. 0 : BAHAN YANG STABIL DAN JUGA TIDAK REAKTIF MESKIPUN KENA API ATAU PADA SUHU TINGGI.

52 Materi K452 KLASSIFIKASI HIMS (HAZARDOUS MATERIAL IDENTIFICATION SYSTEM) MENCANTUMKAN KODE ALAT PELINDUNG DIRI (APD) A Safety Glasses B Safety Glasses and Gloves C Safety Glasses and Gloves, and an apron D face shield, Gloves, and an apron E Safety galsses, gloves, and a dust respirator F Safety galsses, gloves, apron and a dust respirator Dan lain-lain

53 Materi K453 KLASSIFIKASI LAIN SELAIN KLASIFIKASI NFPA DAN HIMS, DALAM DOKUMEN BAHAN KIMIA DIPERGUNAKAN PULA KODE RESIKO (RISK =R) DAN KODE KESELAMATAN ( SAFETY = S) SELAIN KLASIFIKASI NFPA DAN HIMS, DALAM DOKUMEN BAHAN KIMIA DIPERGUNAKAN PULA KODE RESIKO (RISK =R) DAN KODE KESELAMATAN ( SAFETY = S)

54 Materi K454 PENGKODEAN RESIKO R1 : EKSPLOSIF BILA KERING R1 : EKSPLOSIF BILA KERING R2 : EKSPLOSIF BILA KENA BENTURAN, GESEKAN, ATAU SUMBER API. R2 : EKSPLOSIF BILA KENA BENTURAN, GESEKAN, ATAU SUMBER API. R3 : RESIKO TINGGI TERHADAP EKSPLOSIF BILA KENA BENTURAN, GESEKAN, DAN SUMBER API. R3 : RESIKO TINGGI TERHADAP EKSPLOSIF BILA KENA BENTURAN, GESEKAN, DAN SUMBER API. R4 : MEMBENTUK SENYAWA METAL YANG EKSPLOSIF R4 : MEMBENTUK SENYAWA METAL YANG EKSPLOSIF R 35 : PENYEBAB KEBAKARAN YANG PARAH PADA KULIT. R 35 : PENYEBAB KEBAKARAN YANG PARAH PADA KULIT. DLL DLL

55 Materi K455 PENGKODEAN KESELAMATAN S1 : JAGA SELALU TERTUTUP S1 : JAGA SELALU TERTUTUP S2 : JAGA DARI ANAK2 S2 : JAGA DARI ANAK2 S3 : JAGA DALAM SUHU DINGIN S3 : JAGA DALAM SUHU DINGIN S4 : JAUHKAN DARI PUSAT KEHIDUPAN S4 : JAUHKAN DARI PUSAT KEHIDUPAN S5 : JAGA ISI DALAM SUATU BAHAN TERTENTU S5 : JAGA ISI DALAM SUATU BAHAN TERTENTU S6 : JAGA DALAM GAS INERT CAIR S6 : JAGA DALAM GAS INERT CAIR S24 : JAGA KONTAK DG KULIT S24 : JAGA KONTAK DG KULIT S25 : JAGA KONTAK DEGAN MATA S25 : JAGA KONTAK DEGAN MATA S26 : BILA KENA MATA, CUCI DG AIR DAN PERGI KE DOKTER S26 : BILA KENA MATA, CUCI DG AIR DAN PERGI KE DOKTER DLL…………. DLL………….

56 Materi K456 CONTOH PENGGUNAAN KODE : TRICHLOROACETIC ACID TRICHLOROACETIC ACID R : 35 S : 24/25/26

57 Materi K APD (ALAT PELINDUNG DIRI) PENGENDALIAN SECARA TEKNIS YAITU PENGENDALIAN LANGSUNG PADA SUMBERNYA MRP ALTERNATIF PERTAMA ALTERNATIF TERAKHIR ADALAH PEMAKAIAN APD

58 Materi K458 MACAM-MACAM ALAT PELINDUNG DIRI A. PAKAIAN KERJA UNTUK PANAS RADIASI, HARUS DILAPISI DENGAN BAHAN YANG BISA MEREFLEKSI PANAS, MISALNYA ALUMUNIUM PAKAIAN KERJA UNTUK PANAS KONVEKSI, TERBUAT DARI KATUN YANG MUDAH MENYERAP KERINGAT PAKAIAN KERJA UNTUK RADIASI MENGION HARUS DILAPISI DENGAN TIMBAL PAKAIAN KERJA TAHAN BAHAN KIMIA, TERBUAT DARI KARET ATAU PLASTIK PAKAIAN YANG BERSIFAT SEBAGAI ISOLASI TERHADAP PANAS MISALNYA WOOL, KATUN, ASBES (TAHAN SAMPAI 500 O C)

59 Materi K459 ALAT PELINDUNG KEPALA SAFETY HELMET : DIPAKAI UNTUK MELINDUNGI KEPALA DARI BAHAYA KEJATUHAN, TERBENTUR DAN TERPUKUL BENDA KERAS DAN TAJAM. BAHAN : PLASTIK, BAKELITE BAHAN : PLASTIK, BAKELITE HOOD (TUTUP KEPALA) DIPAKAI UNTUK MELINDUNGI KEPALA DARI BAHAN KIMIA, PANAS RADIASI TERBUAT DARI ASBES ATAU KAIN YANG DILAPISI ALUMUNIUM HAT/CAP TOPI YANG DIPAKAI UNTUK MELINDUNGI KEPALA DARI KOTORAN.

60 Materi K460

61 Materi K461

62 Materi K462

63 Materi K463


Download ppt "Materi K4 1 K3 BAHAN-BAHAN KIMIA oleh : Naniek Ratni JAR TIK : MAHASISWA SETELAH MENGIKUTI KULIAH BAB INI DAPAT MENJELASKAN K3 BAHAN-BAHAN KIMIA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google