Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT NUSANTARA BONA PASOGIT 2 Krismadayanti / 21207433 Pembimbing: Dr.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT NUSANTARA BONA PASOGIT 2 Krismadayanti / 21207433 Pembimbing: Dr."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT NUSANTARA BONA PASOGIT 2 Krismadayanti / Pembimbing: Dr. Dharma Tintri, SE., Ak., MBA

2 Latar Belakang Masalah Aktivitas bisnis tidak lepas dari peran bank sebagai pemberi layanan perbankan. Menurut UU No 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan UU No 10 tahun 1998 Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Banyak bermuculan layanan perbankan salah satunya adalah pemberian kredit. Usaha perkreditan dalam dunia perbankan merupakan kegiatan usaha yang paling utama karena pendapatan terbesar berasal dari kredit. PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 didirikan pada 9 November 1991 adalah salah satu jenis bank perkreditan yang terus mengalami perkembangan dimana pendapatan, pertumbuhan kredit dan tingkat asset yang semakin meningkat. Aktiva suatu bank akan dinilai berdasarkan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) yang dimiliki oleh bank tersebut. KAP dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan NPL (Non Performing Loan).

3 Latar Belakang Masalah Seiring dengan konsentrasi pengembangan kredit pada UMKM, BI melalui cetak biru BPR 2006 mencanangkan bahwa BPR menjadi salah satu pilar penting dalam sistem keuangan mikro Indonesia. Analisa kredit adalah tugas yang sangat menentukan profil resiko kredit di masa depan suatu bank sehingga diperlukan pengendalian internal yang baik untuk penentuan segala pelaksanaan agar terhindar dari asimetri informasi. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, penerapan SIA dapat menunjang proses pemberian kredit dan pengendalian internal yang diterapkan pada PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2. SIA adalah suatu komponen akuntansi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak internal dan eksternal perusahaan. Karakteristik SIA yaitu: usefullness, economy, reliability, customer service, capacity, simplicity, flexibility.

4 Rumusan dan Tujuan Penelitian Rumusan Masalah: Bagaimana prosedur pengajuan dan pemberian kredit pada PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2? Apakah penerapan sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal pemberian kredit pada PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 sudah memadai dan dapat diandalkan? Tujuan Penelitian: Untuk mendeskripsikan prosedur pengajuan dan pemberian kredit pada PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 Untuk menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal pemberian kredit pada PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2

5 Alat Analisis Diagram Arus Data secara grafis mendeskripsikan arus data di dalam sebuah organisasi untuk memisahkan secara jelas proses logis dalam analisis sistem dari proses fisik perancangan sistem. Flowchart: Bagan Alir Dokumen digunakan untuk menggambarkan elemen dari sistem manual, termasuk catatan akuntansi (dokumen, jurnal, buku besar, dan file), departemen organisasional yang terlibat dalam proses dan aktivitas (baik yang bersifat administratif maupun fisik) yang dilakukan dalam departemen tersebut. Bagan Alir Sistem menggambarkan relasi antara data input (sumber), file transaksi, program komputer, file utama, dan laporan output yang dihasilkan oleh sistem tersebut

6 HASIL DAN PEMBAHASAN Prosedur pemberian kredit meliputi tiga tahapan penting yaitu tahap pra analisis, tahap analisa dan keputusan kredit, serta tahap akad dan realisasi kredit. Prosedurnya adalah sebagai berikut: Permohonan kredit oleh nasabah dan mengisi kelengkapan data Penyelidikan dokumen-dokumen Melakukan wawancara untuk mengetahui kemampuan, kemauan dan agunan. Melakukan BI checking (SID BI) Peninjauan ke lokasi (on the spot) untuk mengetahui sek silang data dengan kondisi sebenarnya. Analisis kredit pada Rakomdit (Direksi, Kabag, AO) menggunakan prinsip 5C Persetujuan kredit Proses akad kredit yaitu perjanjian kredit antara debitur dengan bank Realisasi atau pencairan dana kredit

7

8

9

10

11

12

13

14 Analisis Sistem Informasi Akuntansi Prosedur pemberian kredit yang dilaksanakan oleh PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 sudah baik dan terstruktur. Setiap prosedur sudah dijalankan oleh masing-masing bagian sesuai dengan pembagian tugas dan wewenang yang telah ditetapkan oleh bank BPR, sehingga tidak terjadi kecurangan seperti manipulasi data dan kolusi antara bagian kredit dengan nasabah. Pelaksanaan analisis kredit pada bank BPR telah dilakukan dengan baik, sehingga analisis tersebut dapat membantu menghasilkan keputusan layak tidaknya seorang debitur memperoleh kredit yaitu dengan menggunakan prinsip 5C dan cek SID BI. Laporan yang dihasilkan selama ini telah digunakan dengan baik sesuai dengan kepentingan masing-masing baik laporan untuk pihak internal (manajemen akuntansi) maupun untuk pihak eksternal bank. Penerapan SIA yang diterapkan oleh PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 telah memadai sesuai dengan ketetapan yang diterapkan oleh bank di mana telah dicapai efisiensi dan efektivitas serta sudah sesuai dengan teori-teori yang relevan dengan masalah yang dianalisis yaitu dengan adanya karakteristik dan unsur-unsur SIA.

15 Analisis Pengendalian Internal Penerapan SPI pemberian kredit yang dilaksanakan oleh PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 sudah memadai dan sudah dijalankan sesuai dengan unsur-unsur pokok sistem pengendalian intern pada umumnya walaupun masih terdapat kelemahan karena masih kurangnya sumber daya manusia untuk melakukan audit internal. Akan tetapi hal ini tidak mengurangi kinerja sistem pengendalian internal yang sudah ada secara keseluruhan. Secara keseluruhan dapat diketahui bahwa kualitas kolektibilitas kredit pada PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 dapat dikatakan sehat karena Non Performing Loan (NPL) atau kredit yang bermasalah persentasenya masih berada di bawah standar maksimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 5%. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian internal sudah memadai dan dapat diandalkan.

16 Analisis Pengendalian Internal

17 Kesimpulan Prosedur pemberian kredit yang dilaksanakan oleh PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 sudah baik dan terstruktur. Di mana prosedur pemberian kredit tersebut merupakan prosedur pemberian kredit yang dilakukan oleh bank BPR pada umumnya dalam memberikan kredit, hanya terdapat sedikit perbedaan tergantung pada kebijakan masing-masing bank, dan secara garis besar sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan BI. Penerapan SIA pemberian kredit telah memadai dan sudah sesuai dengan teori- teori yang relevan dengan masalah yang dianalisis, sudah memenuhi karakteristik serta unsur-unsur SIA. Pengendalian internal pemberian kredit secara keseluruhan sudah dijalankan sesuai dengan unsur-unsur pokok SPI pada umumnya walaupun masih terdapat kekurangan pada SDM yang melakukannya. Selain itu KAP yang didasarkan pada tingkat kolektibilitasnya juga dinilai sehat karena NPL yang masih berada di bawah standar maksimum 5% yang ditetapkan oleh BI. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian internal pada PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 secara keseluruhan sudah memadai dan dapat diandalkan.

18 Saran dan Implikasi Saran: Peninjauan ulang kebijakan kredit dalam setiap prosedurnya agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan seperti manipulasi data dan kolusi antara bagian kredit bank dengan pihak nasabah. Secara berkesinambungan mengontrol SIA yang dijalankan selama ini. Diperlukan juga pengembangan SIA yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pasar yang selalu berkembang seiring dengan perkembangan IPTEK, serta segera melakukan perbaikan apabila ditemukan kesalahan kerja pada sistem yang digunakan. Implikasi: Agar PT. BPR Nusantara Bona Pasogit 2 diharapkan dapat menerapkan SIA dan pengendalian internal pemberian kredit yang optimal dalam usahanya untuk dapat meningkatkan laba perusahaan. Sistem pemberian kredit dapat terus dikembangkan seiring dengan perkembangan usaha PT. BPR Nusantara Bona pasogit 2.

19 THE END


Download ppt "ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT NUSANTARA BONA PASOGIT 2 Krismadayanti / 21207433 Pembimbing: Dr."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google