Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM BASIS DATA Pertemuan 2 Renni Angreni, M.Kom. 1 Pengantar Sistem Basis Data bag.2.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM BASIS DATA Pertemuan 2 Renni Angreni, M.Kom. 1 Pengantar Sistem Basis Data bag.2."— Transcript presentasi:

1 SISTEM BASIS DATA Pertemuan 2 Renni Angreni, M.Kom. 1 Pengantar Sistem Basis Data bag.2

2 2 Pokok Bahasan / GBPP (SILABUS) : Konsep Sistem Basis Data Karakteristik Basis Data Database Management System (DBMS) Keunggulan DBMS Tujuan Pemanfaatan Basis Data Pemakai Basis Data dan Administrator Operasi Dasar Basis Data Komponen Sistem Basis Data Peran Basis Data Kegunaan Basis Data

3 Pengertian Basis Data  tempat penyimpanan tabel-tabel (file) data yang saling terelasi dan terhubung satu dengan lainnya pada media penyimpanan komputer. 3

4 Sifat Basis Data Merepresentasikan sejumlah aspek dalam miniworld. Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan dan mengandung makna tertentu. Ditujukan untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. 4

5 Operasi Dasar Basis Data Membuat basis data (create database) Menghapus basis data (drop database) Membuat file/ tabel dalam basis data (create table) Menghapus file/ tabel dalam basis data (drop table) Menginput/ isi record pada file/ tabel (insert) Pengambilan data dari file/ tabel (select) Pengubahan data dari sebuah file/ tabel (update) Penghapusan data dari sebuah file/ tabel (delete) 5

6 Penerapan Basis Data Kepegawaian Pergudangan (inventory) Akuntansi Reservasi Perbankan Rumah Sakit Pendidikan dan lain-lain 6

7 Tujuan Basis Data Tujuan utama dalam pengelolaan data pada sebuah basis data adalah Kecepatan dan kemudahan (Speed) Efisiensi penyimpanan (Space) Ketersediaan (Availibility) Kelengkapan (Completeness) Keamanan (Security) Kebersamaan pemakai (Shareability) 7

8 a. Kecepatan dan kemudahan (Speed) Sekali suatu database telah dibuat dan berjalan maka waktu yang diperlukan untuk mengembangkan suatu aplikasi akan lebih cepat dan membuatnya juga akan lebih mudah. Karena setiap tabel saling berelasi maka akan mempermudah untuk memperoleh data yang yang dinginkan pada tabel yang terpisah. 8

9 b. Efisiensi penyimpanan (Space) Basis data di design sedemikian rupa sehingga terhindarnya penulisan data yang berulang baik pada tabel yang sama maupun yang berbeda. 9

10 c. Ketersediaan (Availibility) Bila seorang pemakai meng-update basis data, maka pemakai lainnya dapat segera melihat hasil update tersebut, sehingga selalu tersedia data yang up-to-date. 10

11 d. Kelengkapan (Completeness) Suatu basis data dapat berisi berbagai jenis data yang dihubungkan dengan banyak cara. Basis data memiliki kemampuan untuk merepresentasikan berbagai hubungan antar data yang kompleks. 11

12 e. Keamanan (Security) Tidak semua pemakai basis data diperbolehkan mengakses seluruh data yang ada, untuk itu basis data menyediakan sistem keamanan yang dapat mengatur pemakai tertentu. Basis data menyediakan fasilitas back-up untuk mengamankan data ke media lain. Basis data menyediakan fasilitas recovery untuk memulihkan data setelah terjadinya trouble pada basis data. 12

13 f. Kebersamaan pemakai (Shareability) Basis data dapat diakses oleh lebih dari satu pemakai secara bersamaan. 13

14 Peranan Basis Data Basis data penting dalam pengolahan data menggunakan komputer, karena beberapa alasan, yaitu : 1.Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi. 2.Menentukan kualitas informasi : yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga informasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. 14

15 Sistem Basis Data Sistem : adalah sekumpulan komponen/ elemen fungsional yang saling berhubungan dan saling mendukung yang secara bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Sistem Basis Data Sistem yang terdiri dari atas kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan/atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut. 15

16 Komponen Sistem Basis Data 1.Perangkat keras (Hardware) 2.Sistem operasi (Operating System) 3.Basis data (Database) 4.Aplikasi pengelola basis data (DBMS) 5.Pemakai (User) 6.Perangkat lunak pendukung (Optional Software) 16

17 1. Perangkat Keras Komputer Media penyimpan (hardisk, tape dan floppy disk) Perangkat komunikasi untuk sistem jaringan 17

18 2. Sistem Operasi Sistem Operasi merupakan program (perangkat lunak) yang mengaktifkan/ memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resources) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O, pengelolaan file,dan lain lain). Contoh : MS-DOS, Windows, Linux, Unix 18

19 3. Basis Data (Database) Basis data yang mewakili sistem tertentu untuk dikelola. Sebuah sistem basis data bisa terdiri dari lebih dari satu basis data. 19

20 4. Aplikasi Pengelola Basis Data / DBMS DBMS menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Selain itu diterapkan juga mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, keakuratan/ konsistensi data Yang termasuk DBMS diantaranya : - MS. Access - Sybase - MS. SQL Server- dBase IV - Oracle- Borland Interbase - MySQL 20

21 5. Pemakai (User) Adalah orang-orang yang terlibat dengan basis data, antara lain : Data Base Administrator (DBA) Data Base Designer (DBD) End User - Casual End User - Naive End User - Sophisticated End User - Specialized User (pemakai ahli) System Analyst & Application Programmer 21

22 5.1 Data Base Administrator (DBA) Orang yang memiliki pusat kontrol terhadap basis data pada sistem tertentu. Fungsi DBA : 1.Mendefinisikan skema. 2.Mendefinisikan struktur penyimpanan. 3.Memodifikasi skema dan organisasi fisik. 4.Memberi otorisasi untuk mengakses basis data. 5.Menetapkan integrity constraint. 22

23 5.2 Data Base Designer (DBD) Orang-orang yang membantu DBA untuk merancang sebuah database. Fungsi DBD : 1.Mengidentifikasi data yg disimpan pada basis data. 2.Melakukan komunikasi dengan calon pemakai. 3.Merancang dan membangun database. 23

24 5.3 End User Orang-orang yang dalam melakukan pekerjaannya memerlukan pengaksesan basis data. Misalnya untuk kegiatan seperti meretrieve, mengupdate dan membuat laporan. 24

25 5.3.1 Casual End User Orang-orang yang dalam melakukan pekerjaannya sangat jarang mengakses database dan mungkin memerlukan informasi yang berbeda/ bervariasi setiap kali mengakses basis data. Misalnya seperti manajer level menengah atau top manajer yang menggunakan bahasa query. 25

26 5.3.2 Naïve End User Orang-orang yang dalam melakukan pekerjaannya hanya menjalankan sistem aplikasi yang sudah permanen. Misalnya seperti kasir bank, operator, dsb. 26

27 5.3.3 Sophisticated End User Orang-orang yang dalam melakukan pekerjaannya sangat familiar dengan fasilitas basis data untuk mencapai kebutuhannya yang kompleks. Misalnya seperti ilmuwan, engineer dan analisis bisnis yang menggunakan bahasa query. 27

28 5.3.4 Specialized User Orang-orang yang dalam melakukan pekerjaannya menulis program aplikasi database khusus. Misalnya seperti computer-aided design system, knowledge-based dan expert system. 28

29 5.4 System Analyst Orang yang dalam melakukan pekerjaannya : 1.Menentukan kebutuhan dari end-user khususnya adalah naïve user. 2.Mengembangkan spesifikasi untuk transaksi-transaksi yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. 29

30 5.4 Application Programmer Orang yang dalam melakukan pekerjaannya : 1.Mengimplementasikan spesifikasi yang ditetapkan oleh system analiyst menjadi program. 2.Melakuan uji coba. 3.Membuat dokumentasi. 4.Memelihara program-program tersebut. 30

31 6. Perangkat Lunak Pelengkap Merupakan perangkat lunak pelengkap yang mendukung dan bersifat opsional. 31

32 32 DBMS (Database Management System) Perangkat lunak untuk mengelola basis data yaitu membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data. Fasilitas dalam DBMS : Mendefinisikan Konstruksi Manipulasi Otorisasi & proteksi Pemulihan

33 Keunggulan DBMS Meminimalkan duplikasi data. Menjaga konsistensi dan integritas data. Meningkatkan keamanan. Meningkatkan produktivitas program. Memudahkan perolehan data yg lengkap. Menanggulangi konflik kebutuhan pemakai. Mendukung layanan backup dan recovery. 33

34 Kelemahan DBMS Kompleksitas pemakaian yang tinggi. Kapasitas penyimpanan yang tinggi. Harga DBMS yang mahal. Personil DBMS yang langka dan upah mahal. 34

35 Posisi DBMS pada sistem 35 USER PROGRAM APLIKASI S/W PROSES S/W AKSES FMS META DATABASISDATA DBMS Sistem Basis data

36 Meta Data dan Basis Data Meta data Adalah tempat menyimpan deskripsi/ penjelasan dari basis data, biasanya disebut skema basis data. Basis data Adalah tempat menyimpan data. 36

37 3(tiga) Karakteristik DBMS 1.Pemisahan program dengan data (independent). 2.Mendukung multi user views. 3.Penggunaan catalog untuk menyimpan deskripsi basis data. 37

38 LEVEL ABSTRAKSI 38 Level Abstraksi : Tingkatan / Level bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data

39 Terdapat 3 level abstraksi : Level Fisik (Physical Level) Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana (how) data sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci. 39

40 Level Logik / Konseptual (Conceptual Level) Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis fisik. Lapis ini menjabarkan data apa saja yang sesungguhnya disimpan pada basis data, dan juga menjabarkan hubungan- hubungan antar data secara keseluruhan. Seorang pengguna dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan pada tabel mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip, dsb. Level ini biasa dipakai oleh DBA. 40

41 Level Penampakan / Pandangan (View Level) Lapis pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data. 41

42 Misalnya: Bagian keuangan hanya membutuhkan data keuangan, jadi yang digambarkan hanya pandangan terhadap data keuangan saja, begitu juga dengan bagian akuntansi, hanya membutuhkan data akuntansi saja. Jadi tidak semua pengguna database membutuhkan seluruh informasi yang terdapat dalam database tersebut. 42

43 Sebagai gambaran, misalnya terdapat struktur file / tabel dalam basis data seperti berikut ini : Pegawai = TABLE Nama : VARCHAR (20); Alamat : VARCHAR (50); Bagian: VARCHAR (20); Gaji : NUMERIC; 43

44 Pada contoh ini table pegawai berisi 4 buah field (nama, alamat, bagian, gaji ). Setiap field memiliki namanya, dan setiap nama memiliki tipe data. Pada level fisik, pegawai dapat dijabarkan sebagai blok data yang terletak pada lokasi berurutan (satuan byte). Pada lapis konseptual masing-masing record dijabarkan dengan definisi tipe data. 44

45 Pada lapis view, user tertentu hanya boleh mengakses data tertentu, contohnya, seorang yang menangani penggajian berhak mengetahui gaji seseorang bahkan mengubahnya, tetapi orang yang bekerja di bagian lain tentu tidak boleh melihatnya. 45

46 Bahasa-Bahasa DBMS Data Definition Language (DDL) Storage Definition Language (SDL) View Definition Language (VDL) Data Manipulation Language (DML) 46

47 Data Definition Language (DDL) Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan database pada setiap pembuatan tabel data yang kemudian dapat memisahkan deskripsi database ke data dictionary. 47

48 Storage Definition Language (SDL) Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan physical schema (memisahkan antara conseptual dengan physical level). 48

49 View Definition Language (VDL) Merupakan bahasa yang dapat digunakan untuk mendefinisikan user view (conceptual schema). 49

50 Data Manipulation Language (DML) Bahasa yang digunakan untuk memanipulasi data, seperti melakukan : –Penambahan data –Penghapusan data –Pengubahan data. DML ini dapat dikelompokkan menjadi 2(dua) macam, yaitu: 1. DML Prosedural 2. DML Non Prosedural 50

51 -DML Procedural / level bawah (Program) Bahasa dimana si pembuatnya harus paham secara rinci basis data dan membuat spesifikasi bagaimana cara memperoleh data yang diinginkan. - DML Non procedural (Query) Bahasa dimana sipembuatnya tdk harus paham secara rinci basis data & cara memperoleh data 51

52 Kapan Perlu Menggunakan Basis Data? Data berupa data ‘bisnis’ yang jumlahnya besar, perlu untuk selalu di-update. Banyak bagian data yang homogen. Data relevan untuk jangka waktu yang cukup lama. Data digunakan secara simultan oleh banyak pengguna. 52

53 Kapan Kita Tidak Perlu Basis Data? Jika basis data dan aplikasi sangat sederhana, terdefinisi dengan baik, tidak akan berubah. Adanya kebutuhan real time tertentu yang rigid, yang tidak dapat dipenuhi karena DBMS overhead. Akses bersama ke suatu data tidak diperlukan. 53

54 Kapan Basis Data Tidak Dapat Digunakan? Jika sistem basis data tidak dapat menangani kompleksitas data karena keterbatasan pemodelan. Jika pengguna perlu operasi khusus yang tidak dapat dipenuhi oleh DBMS. 54

55 55 Renni Angreni, M.Kom.


Download ppt "SISTEM BASIS DATA Pertemuan 2 Renni Angreni, M.Kom. 1 Pengantar Sistem Basis Data bag.2."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google