Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OLEH Wurlina Meles REPRODUKSI VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2009.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OLEH Wurlina Meles REPRODUKSI VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2009."— Transcript presentasi:

1 OLEH Wurlina Meles REPRODUKSI VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2009

2 KEMAJIRAN PADA TERNAK : KEMAJIRAN KARENA HORMONAL KEMAJIRAN KARENA PATOLOGI ALAT KELAMIN/ REPRODUKSI BERSIFAT GENETIK MAUPUN NON GENETIK KEMAJIRAN KARENA PAKAN KEMAJIRAN KARENA INFEKSI

3 FAKTOR GENETIK (KONGINENTAL) adalah suatu sifat yang berasal dari induk maupun pejantan yang menurun kepada anaknya dimana manifestasinya pada alat kelamin  kemajiran Kelainan anatomi alat kelamin yang menurun disebabkan : Kelainan sex kromosom Kelainan 1 gene resesif pada autosom Gangguan reproduksi dapat diketahui : Awal reproduksi Umur tua Setelah menghasikan keturunan  Terjadi pada hewan betina atau jantan

4 FAKTOR YANG MEMBERATKAN TERJADINYA KELAINAN GENETIK : - Bangsa ternak - Letak geografis - Musim - Jenis kelamin - Umur - Zat sifat racun melalui pakan  perubahan bentuk & fungsi alat kelamin

5 Faktor non genetik  kelainan anatomi = TERATOGEN Seperti pemberian obat berulang-ulang / bunting - Ampicillin - Chloramphenicol - Talidomid - Obat cacing : Mebendazol Embrio 1-14 hari : resisten bahan teratogen ttp. Mudah mutasi genetik & kelainan kromosom Embrio hari tahan bahan teratogen

6

7 PATOLOGI ALAT REPRODUKSI  KEMAJIRAN TERNAK PENYEBABNYA ADALAH : 1. GANGGUAN MEKANIK ATAU TRAUMA 2. GENETIK 3. INFEKSI (BAKTERI, VIRUS, JAMUR, PROTOZOA ) DAPAT TERJADI 1. KONGENITAL (BAWAAN) 2. SESUDAH MELAHIRKAN TERUTAMA DISTOKIA 3. MASIH DARA/SESUDAH MELAHIRKAN 4. PERTOLONGAN KELAHIRAN : ALAT  PERLUKAAN ALAT KELAMIN

8 PATOLOGI PADA OVARIUM - TUMOR OVARIUM - OVARITIS - KORPUS LUTEUM ABNORMAL - KISTA OVARIUM - HIPOPLASIA OVARIUM - ATROPI OVARIUM TUMOR OVARIUM JENIS : TUMOR SEL GRANULOSA KARSINOMA SARKOMA FIBROSARKOMA FIBROMA ANGIOSARKOMA

9 TUMOR SEL GRANULOSA  SEKRESI ESTROGEN >>  NIMFOMANIA SAPI DARA : PERTUMBUHAN AMBING DAN SEKRESI AIR SUSU TUMOR TIDAK GANAS DAN JARANG MENJALAR KE TEMPAT LAIN UKURAN TUMOR 1,2-7,5 CM, ADA 20 CM  TUM0R PINDAH KEDALAM PERUT D/ EKSPLORASI REKTAL/LAPARASKOPIS OVARIUM MEMBESAR, KONSISTENSI KENYAL DD/ KISTA FOLIKEL T/ PENGAMBILAN TUMOR OVARIUM

10 OVARITIS YAITU RADANG PADA OVARIUM DISEBABKAN MIKROORGANISME, DISEBABKAN PEMECAHAN KORPUS LUTEUM SECARA MANUAL, INFEKSI ASAL TF ATAU UTERUS, PENULARAN PERIMETRITIS, TERJDI ADHESIO GEJALA : SELALU ANESTRUS  PROSES REPRODUKSI BERHENTI KORPUS LUTEUM PERSISTEN  ?? KISTA OVARIUM  ?????? HIPOFUNGSI OVARIUM  ATROPI OVARIUM  ????? HIPOPLASIA OVARIUM  ?????

11 KISTA OVARIUM : KIISTA FOLIKEL KISTA LUTEAL KISTA KORPUS LUTEUM

12

13 APLASIA OVARIUM TIDAK TERDAPATNYA PETUMBUHAN OVARIUM BERSIFAT GENETIK  MAJIR G/ TIDAK PERNAH BIRAHI, SPT HEWAN JANTAN “BULLER” D/ EXP. TIDAK TERDAPAT OVARIUM, SPT JARUM PENTUL T/ TIDAK DAPAT DIOBATI HIPOPLASIA OVARIUM DERAJAT HIPOPLASIA ADA 2 : HIPOPLASIA TOTALIS : BILATERAL/UNILATERAL HIPOPLASIA PARSIALIS : BILATERAL/ UNILATERAL G/ UKURAN < DARI NORMAL PENEBALAN SPT PITA, DEPAN MESOVARIUM, PERTUMBUHAN TIDAK SEMPURNA & TETAP KECIL, SPT HEWAN JANTAN “BULLER” CAUSA : KELAINAN SALAH SATU GEN YANG RESESIF PADA AUTOSOM D/ EXP. UKURAN KECIL BERUPA PENEBALAN, SULIT DIRABA OVARIUM ½ TIDAK BERKEMBANG SEMPURNA

14 PATOLOGI PADA TUBA FALOPII BIASANYA PATOLOGI TF DAN BURSA OVARIUM, BILATERAL  SEL TELUR DAN SPERMA TIDAK BERTEMU SIFAT SEKUNDER : PENULARAN ASAL RADANG UTERUS SETELAH ABORTUS/RETENSIO MACAM : SALPINGITIS HIDROSALPING PIOSALPING MUKOSALPING ADHESIO TF

15 PATOLOGI PADA UTERUS -E-ENDOMETRITIS -P-PIOMETRITIS -H-HIDROMETRA -M-MUCOMETRA -P-PERIMETRITIS -A-ABSES DINDING UTERUS -M-METRITIS SKLEROSIS -T-TUMOR UTERUS -I-INDURASI UTERI TERLAMBAT

16 PATOLOGI PADA SERVIK -S-SERVISITIS -K-KISTA SERVIK -M-MUKOSERVIK -I-INDURASI SERVIK -T-TUMOR SERVIK

17 PATOLOGI PADA VAGINA PATOLOGI PADA VULVA -V-VAGINITIS VULVITIS -K-KISTA VAGINA TUMOR VULVA -T-TUMOR VAGINA TUMOR VULVA ABNORMAL

18 KELAINAN ALAT KELAMIN BETINA YANG MENURUN 1. Aplasia Ovarium 2. Hipoplasia Ovarium 3. Nodula Tuba Falopii 4. Aplasia Segmentalis Duktus Mulleri 5. Uterus Unikornus 6. Uterus Didelpis 7. Saluran Servik Ganda 8. Kista Vagina 9. Hymen Persisten (Selaput dara menetap) 10. Atresia Vulva 11. Free Martin

19 1. APLASIA OVARIUM Adalah uatu kelainan tidak terdapat pertumbuhan 1/ 2 ovarium sejak lahir, sehingga tidak ditemukan ovarium / seperti jarum pentul  tidak birahi  majir  seperti pejantan”BULLER” DAN MAJIR D/ EXP. TIDAK TERDAPAT OVARIUM, SPT JARUM PENTUL T/ TIDAK DAPAT DIOBATI HIPOPLASIA OVARIUM ADALAH SUATU KEADAAN ½ OVARIUM TIDAK BERKEMBANG SEMPURNA, < NORMALl  DD/ ATROPI OVARIUM DERAJAT HIPOPLASIA ADA 2 : HIPOPLASIA TOTALIS : BILATERAL/UNILATERAL HIPOPLASIA PARSIALIS : BILATERAL/ UNILATERAL G/ UKURAN < DARI NORMAL PENEBALAN SPT PITA, DEPAN MESOVARIUM, PERTUMBUHAN TIDAK SEMPURNA & TETAP KECIL, SPT HEWAN JANTAN “BULLER” CAUSA : KELAINAN SALAH SATU GEN YANG RESESIF PADA AUTOSOM D/ EXP. UKURAN KECIL BERUPA PENEBALAN, SULIT DIRABA OVARIUM ½ TIDAK BERKEMBANG SEMPURNA 3. NODULA TUBA FALOPII ADALAH SUATU PENYUMBATAN BERUPA NODUL PADA TUBA FALOPII  SALURAN BUNTU  OVARIUM TIDAK BERFUNGSI  TIDAK BIRAHI  HINDARI PERKAWINAN IN BREEDING

20 HIPOPLASIA APLASIA DEF. VIT A

21 MULTIPLE HYPOPLASIA

22 4. APLASIA SEGMENTALIS DUKTUS MULLERI (WHITE HEIFER DISEASE) Adalah kelainan uterus akibat tidak sempurna persatuan duktus Muller saat embrional  perubahan bentuk uterus, DIDUGA hubungan warna putih Terdapat 3 bentuk : 1. Bentuk berat (Aplasia Segmentalis Duktus Mulleri) Penyempitan/ konstriksi kornua, korpus, servik uteri & vagina anterior Kornua uteri seperti pita tidak berongga / bentuk kista Vagina pendek, posterior vagina besar  lendir warna kuning / coklat merah tertimbun karena hymen buntu 2. Bentuk Uterus Unicornus Salah satu koenua ukuran normal & lainnya sperti pita, terbanyak uterus kanan. 3. Bentuk Hymen menebal & persisten, saluran alat kelamin lainnya normal  birahi normal Kawin alam/IB/melahirkan sulit

23 APLASIA SEGMENTALIS

24 HYPOPLASIA SEGMENTALIS

25 HIPOPLASIA SEGMENTALIS

26 APLASIA INFUNDIBULUM

27 5. UTERUS UNICORNUS Adalah kelainan saluran alat kelamin betina dalam bentuk seperti pita tidak berongga  Aplasia Segmentalis D.M bentuk 2.

28 UTERUS UNICORNUS

29 6. UTERUS DIDELPIS Adalah kelainan alat kelamin betina dengan korpus uteri tidak ada, shg berhubungan servik yang memp. saluran ganda karena duktus Muller gagal bersatu saat embrional. Karena tdp. Pita membagi korpus & servik uteri.

30 7. SALURAN SERVIK GANDA (DOUBLE CERVIX) Adalah Kelainan adanya 2 lubang sal. servik yang menghadap vagina  penumpahan semen keliru saat IB PSEUDO

31 8. KISTA VAGINA Normal : sal. Wolfii hilang saat fetus lahir & sisanya sebagai sal. Wolff dibawah mukosa lantai vagina. Karena kelainan, terdapat kista berisi cairan / lendir sepanjang sal Wolff,  cm, ukuran & jumlah variasi  ggg. melahirkan

32 9. HYMEN PERSISTEN Normal : selaput dara berupa penebalan mukosa pada post vagina yang berbatasan vulva Karena kelainan selaput berupa jar. Pengikat tebal & kenyal, sifat menetap, HUB. White Heifer Disease.

33 IMPERFORATE HYMEN & MUCOMETRA

34 10. ATRESIA VULVA Adalah vulva pertumbuhannya tidak sempurna, adanya perlekatan kedua labia vulva bagian ventral, dpt bersama atresia ani. VULVA GANDA VULVA DOUBLE

35 VULVA PROESTRUS VULVA ESTRUS

36 VULVA ALERGI VULVA ESTRUS

37 11. FREE MARTIN Adalah suatu keadaan pedet jantan & betina lahir kembar, dan betina selalu majir  free martin Testis fetus jantan berkembang lebih dahulu dari ovarium kawan kembar betina  androgen dihasilkan dahulu. Sapi bunting kembar selalu terjadi pertautan selaput fetus satu dengan lainnya disertai anastomose pembuluh darah dari 2 fetus tsb  androgen menghambat pertumbuhan alat kelamin betina  tidak tumbuh sempurna  betina majir.

38

39 Gejala : Alat kelamin tumbuh tidak normal karena ggg. perkemb. sal. Muller saat embrional Vulva kecil, rambut vulva lebat Klitoris besar seperti penis Servik, vagina kecil & buntu Uterus kecil seperti pita, Tuba falopii tidak teraba Ovarium kecil, Ambing & putting kecil

40

41 KELAINAN PENIS DAN PREPUSIUM 1. BALANITIS :RADANG PADA GLANDS PENIS POSTITIS: RADANG MUKOSA PREPUTIUM BALANOPOSTITIS : RADANG PADA PENIS DAN PREPUSIUM PENYEBABNYA : KAWIN DENGAN BETINA VULVOVAGINITIS 1. INFEKSI VIRUS IBR/IPV (INFECTIOUS BOVINE RHINOTRACHEITIS / INFECTIOUS PUSTULAR VULVOVAGINITIS)  LEPUH SELURUH PENIS 2. KUMAN CAMPHILOBACTER  TIDAK SPESIFIK 3. TRICHOMONAS  ABSES RINGAN EPITEL MUKOSA PENIS 5. CORINEBACTERIUM RENALE  LEPUH 4. TBC  TUBERKEL COKLAT KEMERAHAN 1-2 mm PADA PERMUKAAN GLAND PENIS 5. JAMUR 6 TRAUMA T/ PENCUCIAN PENIS DENGAN ANTISEPTIK RINGAN ANTIBIOTIKA KEADAAN BERAT  SIKATRIK

42 2. PIMOSIS DAN PARAPIMOSIS PIMOSIS : PENIS TIDAK DAPAT KELUAR DARI PREPUTIUM SAAT EREKSI DISEBABKAN GERBANG PREPUSIUM SEMPIT DISEBABKAN RADANG, HEMATOMA, TUMOR, SIKATRIK, TRAUMA PREPUSIUM BERAKIBAT GERBANG PREPUSIUM ABNORMAL, SEMPIT  PENIS TIDAK DAPAT KELUAR T/ INSISI TUMOR & HEMATOMA PARAPIMOSIS : PENIS TIDAK DAPAT MASUK KEMBALI KEDALAM PREPUSIUM SETELAH EREKSI DISEBABKAN STRANGULASI PENIS, NEOPLASMA PENIS, HEMATOMA PENIS, MASUKNYA RAMBUT PREPUSIUM T/ PELICIN MUKOSA PENIS OPERASI GERBANG PREPUSIUM

43 3. HEMATOMA PENIS PECAHNYA PEMBULUH DARAH DISERTAI PENIMBUNAN DARAH DIBAWAH MUKOSA PENIS, HEMATOM MEMANJANG DIATAS PENIS, DEPAN SKROTUM DEKAT MUSKULUS RETRAKTOR PENIS  PEMBENGKAAN PENIS DIIKUTI PROLAPS PREPUSIUM, BIASANYA TERJADI SAAT PERKAWINAN T/ OPERASI HEMATOMA 4. PROLAPSUS PREPUSIALIS BAGIAN DALAM (MUKOSA PREPUSIUM KELUAR DARI GERBANG PREPUSIUM DISEBABKAN LEMAHNYA M.RETRAKTOR PREPUTII, BALANO POSTITIS, DISERTAI OEDEM PENIS DAN PREPUSIUM SEHINGGA PERMUKAAN PREPUSIUM IKUT KELUAR

44 5. NEOPLASMA PENIS ATAU PAPILOMA PENIS BENTUK SPT KUTIL, BENTUK BULAT PUTIH KELABU DENGAN JUMLAH 3-4 BUAH PENYREBAB : VIRUS PAPILOMA BERSIFAT SPORADIS KURANG PERHATIAN KECUALI SAAT KAWIN TERJADI PERDARAHAN T/ JODIUM, FORMALIN, ARSEN BILA TUMOR BESAR DAN GANAS  OPERASI

45 6. FRENULUM PERSISTEN PENIS KELAINAN PADA PENIS BERSIFAT MENURUN, TERJADI PERLEKATAN ANTARA BAWAH GLAND PENIS DENGAN PREPUSIUM DIBAWAHNYA  PEMBENGKAAN  GGG KOPULASI T/ INSISI 7. RUPTURA PENIS DAN FRAKTURA PENIS RUPTURA PENIS PERSOBEKAN MUKOSA PENIS BERAKIBAT RASA SAKIT SAAT EREKSI DAN KOPULASI FRAKTURA PENIS PATAHNYA PENIS KARENA MEKANIK PENYEBAB : HEWAN TERLALU HIPERAKTIF

46 GEJALA : LUKA MUKOSA PENIS, PEMENDEKAN PENIS, BENGKAK PENIS, SULIT URINASI, PROLAP PREPUSIUM, MENOLAK KOPULASI, MUKOSA RADANG DD/ TUMOR, ABSES, RUPTUR SALURAN URETRA T/JAHITAN PADA RUPTUR HEMATOMA DI ROBEK

47 8. DIVIASI PENIS  HUB. GENETIK BENTUK PENIS MENYIMPANG DARI BENTUK NORMAL : BENGKOK, SPIRAL (CORKSCREW), PENDEK DAN STRANGULASI  GGG KOPULASI T/ SULIT 9. UROLITHIASIS (URINARY CALCULI) PROSES PENGAPURAN PADA BATANG PENIS DILUAR SALURAN URETRA  GGG KOPULASI SERING DI ANJING T/ MENGAMBIL PENGAPURAN 10. DIVERTIKULUM PRAEPUTIALE TERBENTUKNYA LEGOKAN PADA BAGIAN BAWAH UJUNG DEPAN PREPUSIUM  PENIS GAGAL KOPULASI KARENA MASUK KE DIVERTICULUM SAAT EREKSI T/ MEMBUANG DIVERTICULUM DARI PREPUSIUMNYA

48 11. KELAINAN MUSKULUS RETRAKTOR PENIS RUMINAN  TIPE PENIS FIBRO ELASTIS KEADAAN ISTIRAHAT “ S” BAGIAN LEKUK DISEBUT FLEXURA SIGMOID. SAAT EREKSI  TEKUK SIGMOID MENJADI LURUS KARENA M. RETRAKTOR PENIS MENGIKAT TEKUK SIGMOID PADA KEDUA UJUNGNYA MENGALAMI KONTRAKSI DAN MENJADI PENDEK BILA RELAKSASI GEJALA SEBAGIAN PENIS KELUAR PREPUSIUM SULIT EREKSI T/ DIKELUARKAN DARI PETERNAKAN

49 KELAINAN PADA TESTIS 1. ORKHITIS 2. ATROPI TESTIS/ DEGERENRASI TESTIS 3. SPERMATOCELE  GENETIK 4. HIPOPLASIA TESTIS  GENETIK 5. APLASIA TESTIS  GENETIK 6. POLIORCHID  GENETIK 7. KRIPTOCHID  GENETIK 8. HERNIA SKROTALIS  GENETIK 9. NEOPLASMA TESTIS 10. VARICOCELE 11. KELAINAN PERKEMBANGAN SAL WOLFII (DUKTUS MESONEPRIKUS 12. KELAINAN PENIS (ALAT KELAMIN LUAR) KELAINAN ALAT KELAMIN JANTAN YANG MENURUN DISEBABKAN GEN RESESIF PADA AUTOSOM YANG DAPAT TERJADI PADA TESTIS, EPIDIDIMIS, VAS DEFERENS, AMPULA, PENIS DAN KEL ASESORIUS

50 1. ORKHITIS RADANG TESTIS DISEBABKAN MIKROORGANISME SKROTUM ATAU SAL UROGENITAL, PENULARAN SAAT PERKAWINAN ALAM GEJALA : DEMAM, PALPASI SKROTUM BENGKAK DAN SAKIT, LIBIDO MENURUN. KRONIS TESTIS MENGECIL, KONSISTENSI KERAS  KEMAJIRAN 3 DERAJAT ORKHITIS 1. ORKHITIS INTRATUBULER : SEL EPITEL TS RUSAK DAN DIGANTI SEL RADANG 2. ORKHITIS INTERSTITIAL : INFILTRASI RADANG DIANTARA TS. TUBULUS SALING MENJAUH DIPISAHKAN JARINGAN SHG TESTIS KONSISTENSI KENYAL 3. ORKHITIS NEKROTIK : SPESIFIK PADA PENDERITA BRUSELLOSIS, TESTIS INFEKSI MENGALAMI NEKROSIS. IRISAN MELINTANG DAERAH NEKROSIS TERLIHAT KERING, KUNING TERDAPAT LAPISAN TIPIS DAN SEDIKIT PENGAPURAN. T/ INFEKSI  ANTIBIOTIKA : KHLOROMISETIN DAN AUREOMISIN ISTIRAHAT KELAMIN 1.

51 2. ATROPI TESTIS/ DEGENERASI TESTIS TESTIS UKURANNYA KECIL, KONSISTENSI KERAS, TETAPI SEBELUMNYA UKURAN NORMAL 3. SPERMATOCELE / SPERMATID GRANULOMA SUATU KEADAAN EPIDIDIMIS BUNTU SEHINGGA DIAMETERNYA MEMBESAR TERUTAMA KAUDA EPIDIDIMIS, KARENA PENUMPUKAN SEL MANI DLL.  DEGENERASI DAN INDURASI TESTIS  DIDUGA GENETIK BILATERAL  GENETIK, TIDAK TERDAPAT SPERMATOZOA UNILATERAL  KESUBURAN DAPAT NORMAL G/ KUALITAS SPERMA MENDADAK MENURUN KEPALA SPERMA PUTUS D/ PERABAAN POTERIOR TESTIS BENGKAK DAN MENGERAS T/ DIKELUARKAN DARI PETERNAKAN

52 4. HIPOPLASIA TESTIS UKURAN TESTIS LEBIH KECIL DARI NORMALBERSIFAT GENETIK. HIPOPLASIA TESTIS TOTALIS : UKURAN SANGAT KECIL SEBESAR JARUM PENTUL TIDAK TERDAPAT SPERMATOZOA HIPOPLASIA PARSIALIS : UKURAN KECIL, MASIH MENGAHASILKAN SPERMATOZOA 5. APLASIA TESTIS SUATU KEADAAN KEDUA TESTIS TIDAK ADA DALAM SKROTUM, HANYA BERUPA SISA JARINGAN GEPEN, BERSIFAT GENETIK, TIDAK MENGHASILKAN SEMEN D/ PALPASI SKROTUM KOSONG

53 6. POLIORCHID SUATU KEADAAN DALAM SKROTUM TERDAPAT LEBIH DARI SATU TESTIS, BERBENTUK NORMAL MAUPUN ABNORMAL, SEMEN NORMAL D/ PALPASI SKROTUM TERDAPAT TESTIS > 1 7. KRIPTORCHID TIDAK TURUNNYA TESTIS KEDALAM SKROTUM, UKURAN KECIL, SPERMATOGENESIS BERHENTI PENURUNAN TESTIS DALAM SKROTUM PEMBENGKAAN GUBERNAKULUM, MENJELANG DESENSUS TERJADI REGRESI DAN PEMENDEKAN GUBERNAKULUN, DEFF. GONADOTROPIN 8. HERNIA SKROTALIS / HERNIA INGUINALIS SUATU KEADAAN USUS MASUK DALAM SKROTUM /SALURAN INGUINAL & MENURUN MENYEBABKAN SUHU MENINGKAT DAN BERAKIBAT KUALITAS SEMEN MENURUN T/ MENGEMBALIKAN USUS PADA RONGGA PERUT MENJAHIT LUBANG HERNIS KARENA GENETIK SEBAIKNYA DIKELUARKAN DARI PETERNAKAN

54 9.NEOPLASMA TESTIS JARANG PADA TERNAK, SERING DI ANJING D/ PALPASI TESTIS TERASA ADA BENJOLAN KECIL, BULAT KENYAL PADA ANJING ADA 3 MACAM TUMOR : TUMOR INTERSTITIAL TUMOR SEL SERTOLI : MENYEBABKAN SIFAT BETINA PADA ANJING JANTAN KARENA MENGHASILKAN ESTROGEN MAKA ANJING JANTAN TERTARIK PADA ANJING JANTAN, PREPUTIUM BENGKAK, RAMBUT RONTOK, TUMOR GERMINOMA : TUMOR SEL EPITEL GERMINATIF TUBULUS SEMINIFERUS 10.VARICOCELE KELAINAN LEHER SKROTUM DALAM BENTUK PEMBESARAN VENA DALAM CORDA SPERMATIKA, TIDAK MENGGANGGU KUALITAS SPERMA NAMUN BILA VENA TERLALU BESAR MAKA GGG PEJANTAN BERGERAK. SERING PADA DOMBA MERINO

55 11. KELAINAN PERKEMBANGAN SALURAN WOLFII (DUKTUS MESONEPRICUS) SAL WOLFII BERTANGGUNG JAWAB PADA PERKEMBANGAN SAL. EPIDIDIMIS, VAS DEFERENS, AMPULA DAN KEL. VESIKULA SEMINALIS. SAL INI MENGHASILKAN CAIRAN UNTUK MENYIMPAN DAN MENGANGKUT SPERMATOZOA KELAINAN BERBENTUK : APLASIA SEGMENTALIS EPIDIDIMIS APLASIA / HIPOPLASIA VESIKULA SEMINALIS 12. KELAINAN PENIS (ALAT KELAMIN LUAR) * PENIS PENDEK *HIPOSPADIAS : URETRA TERBUKA PADA BAGIAN BAWAH PENIS DAERAH PERINEUM BERSIFAT KELAINAN KONGINETAL DEVIASI PENIS

56 HERMAPRODIT HEWAN SECARA ANATOMI MEMPUNYAI KEDUA ALAT KELAMIN SEHINGGA PENAMPILAN JENIS KELAMIN MERAGUKAN HERMAPRODIT MURNI HEWAN MEMPUNYAI 2 ALAT KELAMIN JANTAN DAN BETINA (TESTIS DAN OVARIUM) DISEBUT OVOTESTIS PEUDO HERMAPRODIT HEWAN MEMPUNYAI SALAH SATU TESTIS ATAU OVARIUM NAMUN SALAH SATU SISA ALAT KELAMIN MASIH ADA

57 KELAINAN PADA EPIDIDIMIS DAN VAS DEFERENS 1. EPIDIDIMITIS LEBIH SERING TERJADI DARIPADA ORKHITIS, INFEKSI ASAL SAL KELAMIN & KENCING CAUSA : PSEUDOMONAS AEROGINOSA /E.COLI FIBROSIS, BRUCELLA G/ AKUT : BENGKAK, ABSES & SAKIT EPIDIDIMIS KRONIS : INDURASI D/ GEJALA KLINIS PALPASI TESTIS PEMERIKSAAN BAKTERI & SEROLOGIS SEMEN 2. APLASIA SEGMENTALIS EPIDIDIMIS EPIDIDIMIS MENGALAMI PENGECILAN SIFAT MENURUN, BIASANYA UNILATERAL 3. AMPULITIS RADANG PADA VAS DEFEREN BAGIAN AMPULA BERHUBUNGAN DENGAN ORKHITIS, EPIDIDIMITIS DAN SEMIVESIKULITIS, DISEBABKAN BRUCELLA, STREPTOKOKUS, PIOGENES, PSEUDOMONAS. EXP. TERABA PENEBALAN DIDING AMPULA DAN SAKIT BILA DITEKAN

58 EPIDIDIMIS ABNORMAL

59 KELAINAN PADA KEL. ASESORIS 1. SEMINAL VESIKULITIS 2. KISTA PADA KELENJAR VESIKULA SEMINALIS 3. PROSTATITIS  ANJING 4. HIPERPLASIA KEL. PROSTATA  ANJING 5. KARSINOMA KEL. PROSTATA  ANJING

60 SEMOGA BERMANFAAT


Download ppt "OLEH Wurlina Meles REPRODUKSI VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2009."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google