Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mint Husen Raya (09104241006) Agus Girianto (09104241016) Yuli Nurfahmi (09104241017) Ibnu Ardi (09104241018) Hara Permana (09104241029) Fryska Banyu Tresna.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mint Husen Raya (09104241006) Agus Girianto (09104241016) Yuli Nurfahmi (09104241017) Ibnu Ardi (09104241018) Hara Permana (09104241029) Fryska Banyu Tresna."— Transcript presentasi:

1 Mint Husen Raya ( ) Agus Girianto ( ) Yuli Nurfahmi ( ) Ibnu Ardi ( ) Hara Permana ( ) Fryska Banyu Tresna ( )

2  Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda.

3  Menurut Nazir (2005: 58) penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor- faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu.  Jadi peneitian komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian) antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda.

4  Untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu.  Untuk membuat generalisasi tingkat perbandingan berdasarkan cara pandang atau kerangka berpikir tentu.  Untuk bisa menentukan mana yang lebih baik atau mana yang sebaiknya dipilih.  Untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

5 Rumusan masalah yang digunakan adalah rumusan masalah komparatif. Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau waktu yang berbeda.

6 Pada kerangka teori penelitian komparatif menggunakan kerangka teori yang besifat deduktif. Dimana, kerangka tersebut memberikan keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan diterangkan.

7 Hipotesis pada penelitian komparatif menggunakan hipotesis komparatif. Hipotesis komparatif adalah merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah komparatif, pada rumusan ini variabelnya sama tapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu terjadi pada waktu yang berbeda.

8 Penelitian komparatif bersifat “expost facto”, artinya data yang dikumpulkan setelah peristiwa yang dipermasalahkan terjadi. Expost fackto merupakan suatu penelitian emperis yang sistematis dimana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena perwujudann variabel tersebut telah terjadi atau karena variabel tersebut pada dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi.

9  Metode eksperimental yang dianggap lebih kuat tidak memungkinkan untuk dilakukan  Penelitian tidak mungkin memilih, mengontrol, dan memanipulasi faktor – faktor yang penting untuk mempelajari hubungan sebab akibat secara langsung  Pengontrolan terhadap seluruh variabel ( kecuali variabel bebas ) sangat tidak realistis dan terlalu dibuat – buat, serta mencegah interaksi secara normal dengan variabel – variabel lain yang berpengaruh  Pengontrolan di laboratorium untuk beberapa tujuan penelitian dianggap tidak praktis, mahal, atau secara etika dipertanyakan

10  Metode komparatif adalah suatu penelitian yang layak dalam banyak hal bila metode eksperimental tidak memungkinkan untuk dilakukan.  Penelitian komparatif akan menghasilkan informasi yang bermanfaat mengenai hakikat fenomena : apa sesuai dengan apa, dibawah kondisi apa, dalam urutan dan pola apa, dan seterusnya.  Memperbaiki teknik, metode statistik, dan desain dengan pengontrolan fitur-fitur secara parsial, dalam beberapa tahun belakangan, studi ini lebih banyak dipertahankan.

11  Tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas.  Kesulitan dalam menentukan faktor penyebab yang relevan  Pengklasifikasian subyek kedalam kelompok dikotomi (seperti kelompok berprestasi dan kelompok tidak berprestasi) untuk tujuan perbandingan, penuh dengan masalah karena kategori ini adalah samar, berubah-ubah, dan bersifat sementara.  Studi perbandingan dalam suatu situasi yang alamiah tidak memungkinkan pemilihan subyek penelitian yang terkontrol.

12  Penentuan masalah penelitian  Penentuan kelompok yang ingin diteliti  Pemilihan kelompok pembanding  Pengumpulan data  Analisis data

13 Menurut Gay desain dasar penelitian komparatif adalah sangat sederhana dan walaupun variabel bebas tidak dimanipulasi, ada prosedur kontrol yang dapat diterapkan. Desain dasar penelitian komparatif melibatkan pemilihan dua kelompok yang berbeda pada beberapa variabel bebas dan membandingkan mereka pada beberapa variabel terikat.

14  Apabila datanya berbentuk nominal, maka digunakan teknik statistik : binomial dan chi kuadrat satu sampel.  Apabila datanya berbentuk ordinal, maka digunakan teknik statistik : run test.  Apabila datanya berbentuk interval atau ratio maka digunakan tes satu sampel.

15 Permasalahan :  Untuk memperoleh predikat guru professional perlu dilakukannya sertifikasi. Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui uji kompetensi berupa penilaian dokomen ( portofolio ) dan ada uji kompetensi yang lain yaitu melelui jalur pendidikan profesi selama 1 tahun, ini diperuntukan bagi guru yang berprestasi pada masing – masing daerah. Dari kegiatan sertifikasi tersebut akan tampak kinerja guru. Beberapa permasalahan yang terjadi sekarang dalam kegiatan sertifikasi adalah banyaknya guru yang tidak lulus sertifikasi.

16  Menurut data yang diperoleh dari dinas pendidikan kabupaten Purbalingga terdapat 35 guru bimbingan dan konseling tingkat SMA Negeri Se Kabupaten Purbalingga. Diperoleh data pada tahun 2007 sampai pada tahun 2009 terdapat 16 guru bimbingan dan konseling yang lulus sertifikasi, 7 guru yang lulus melalui portofolio dan 9 guru lulus melalui PLPG.  Dari data diatas, sedikit sekali guru bimbingan dan konseling yang mengikuti dan lulus sertifikasi. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang perbedaan kinerja guru lulus sertifikasi melalui portofolio denagn PLPG.

17 Program sertifikasi guru bimbingan dan konseling belum maximal dalam meningkatkan kinerja guru Sedikit peserta yang dapat lulus portofolio dan lebih banyak yang lulus melalui PLPG Peserta yang dapat lulus portofolio belum dapat mengukur kinerja seorang guru bimbingan dan konseling seutuhnya.

18  PERBEDAAN KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING YANG LULUS SERTIFIKASI MELALUI JALUR PORTOFOLIO DENGAN PLPG DI SMA NEGERI SE KABUPATEN PURBALINGGA  Variabel bebas :  Guru bimbingan dan konseling yang lulus portofolio dengan yang ikut PLPG  Variabel terikat :  Kinerja guru bimbingan dan konseling ( Y )

19

20 1. Ayu Syarat penelitian ( dijelaskan lebih lanjut ) 2. Intan Kata kunci untuk judul penelitian 3.

21 Perbedaan kesadaran acceptor dalam mengikuti KB ditinjau dari tingkat pendidikannya di kecamatan bulakamba 2011 Pendidikan ( tinggi, menengah dan rendah ) Analisis data (


Download ppt "Mint Husen Raya (09104241006) Agus Girianto (09104241016) Yuli Nurfahmi (09104241017) Ibnu Ardi (09104241018) Hara Permana (09104241029) Fryska Banyu Tresna."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google