Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO PENDAHULUAN PTE MIKRO STIE PERBANAS SURABAYA 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO PENDAHULUAN PTE MIKRO STIE PERBANAS SURABAYA 1."— Transcript presentasi:

1

2 PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO PENDAHULUAN PTE MIKRO STIE PERBANAS SURABAYA 1

3 PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO PTE MIKRO STIE PERBANAS SURABAYA 2 entreprenur ship

4 ECONOMICS IS THE STUDY OF HOW SOCIETIES USE SCARCE RESOURCES TO PRODUCE VALUABLE COMMODITIES AND DISTRIBUTE THEM AMONG DIFFERENT PEOPLE PTE - STIEP 3

5 The Economic Problem Masalah ekonomi dasar adalah wants bersifat unlimited – Sementara resources bersifat scarce Resource are scarce : tidak tersedia secara gratis  harganya ≠ 0 PTE - STIEP 4

6 Resources PTE - STIEP 5 Inputs, atau factors of production, digunakan untuk memproduksi barang dan jasa Barang dan jasa bersifat langka, karena resources langka Empat kategori inputs – Labor – Capital – Land – Entrepreneurial Ability

7 Labor Secara luas mencakup – physical dan mental Berasal dari resources yang lebih mendasar- time Labor bersifat scarce karena “time” yang dapat dialokasikan untuk melakukan berbagai tugas adalah scarce PTE - STIEP 6

8 Capital Segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memproduksi barang dan jasa – Physical capital: pabrik, mesin, peralatan, bangunan, airports, highways – Human capital: knowledge dan skill PTE - STIEP 7

9 Land – Termasuk didalamnya adalah segala sesuatu yang terdapat di atas dan didalam tanah PTE - STIEP 8

10 Entrepreneurial Ability – Kemampuan khusus manusia – Kemampuan yang dibutuhkan untuk mewujudkan produk baru atau cara-cara baru dalam memproduksi suatu barang PTE - STIEP 9

11 Balas Jasa Bagi Resources Wages  balas jasa atas penggunaan Labor Interest  balas jasa atas penggunaan Capital Rent  balas jasa atas penggunaan Land Profit  balas jasa atas penggunaan Entrepreneur Ability PTE - STIEP 10

12 Goods and Services Resources dapat dikombinasikan untuk memproduksi barang dan jasa Goods – Bersifat Tangible – Memerlukan resources – Memuaskan kebutuhan manusia Services – Bersifat Intangible – Memerlukan resources – Memuaskan kebutuhan manusia Resources dapat dikombinasikan untuk memproduksi barang dan jasa Goods – Bersifat Tangible – Memerlukan resources – Memuaskan kebutuhan manusia Services – Bersifat Intangible – Memerlukan resources – Memuaskan kebutuhan manusia PTE - STIEP 11

13 Scarce Goods and Services Scarce Resources  scarce goods and services Good or service is scarce : jika jumlah yang membutuhkan melampaui jumlah yang tersedia  kita harus memilih Pilihan dalam keterbatasan berarti kita harus meninggalkan beberapa barang dan jasa Scarce Resources  scarce goods and services Good or service is scarce : jika jumlah yang membutuhkan melampaui jumlah yang tersedia  kita harus memilih Pilihan dalam keterbatasan berarti kita harus meninggalkan beberapa barang dan jasa PTE - STIEP 12

14 Free Goods Barang dimana harganya = 0 Contoh :, Udara dan air sungai tampaknya merupakan barang bebas, namun udara bersih dan air sungai bersih merupakan barang langka PTE - STIEP 13

15 JENIS BARANG Substitution Good Complementary Good Production Goods Consumer’s Good Join Product Durable Goods Competing Goods Substitution Good Complementary Good Production Goods Consumer’s Good Join Product Durable Goods Competing Goods PTE - STIEP 14  Capital Good  Rival Good  Capital Good  Rival Good

16 Economic Decision Makers (Pelaku Ekonomi) Four types of decision-makers in the economy – Households (rumah tangga) Sebagai konsumen, households meminta barang dan jasa Sebagai pemilik faktor produksi mereka menawarkan labor, capital, labor, and entrepreneurial ability – Firms (business), governments, and the rest of the world Meminta resources Menawarkan barang dan jasa Rest of the world  foreign households, firms and governments PTE - STIEP 15

17 Circular-Flow Model PTE - STIEP 16 Interaksi ke empat pengambil keputusan tersebut dapat digambarkan dalam diagram : the circular flow model

18 The Circular-Flow Diagram PTE - STIEP 17 Market for Factors of Production Market for Goods and Services SpendingRevenue Wages, rent, and profit Income Goods & Services sold Goods & Services bought Labor, land, and capital Inputs for production

19 Microeconomics & Macroeconomics u Microeconomics focuses on the individual parts of the economy. uBagaimana Household dan Firm mengambil keputusan dan bagaimana mereka berinteraksi di pasar u Macroeconomics looks at the economy as a whole. uBagaimana pasar secara keseluruhan berinteraksi pada tingkat nasional. PTE - STIEP 18

20 The Diverse Fields of Economics PTE - STIEP 19

21 Positive versus Normative Analysis uPositive statements adalah pernyataan yang menjelaskan dunia sebagaimana adanya (berdasarkan fakta)  Disebut sebagai descriptive analysis uPositives economics :  Suatu pendekatan dalam ilmu ekonomi yang berupaya memahami perilaku dan kegiatan operasional suatu sistem tanpa membuat penilaian (judgement) uNormative statements adalah pernyataan yang menjelaskan bagaimana dunia seharusnya  Disebut sebagai prescriptive analysis uNormative economics :  Suatu pendekatan dalam ilmu ekonomi yang menganalisa apakah hasil perilaku ekonomi outcomes, mengevaluasi hasil tsb. Baik atau buruk serta memberikan saran bagaimana seharusnya uPositive statements adalah pernyataan yang menjelaskan dunia sebagaimana adanya (berdasarkan fakta)  Disebut sebagai descriptive analysis uPositives economics :  Suatu pendekatan dalam ilmu ekonomi yang berupaya memahami perilaku dan kegiatan operasional suatu sistem tanpa membuat penilaian (judgement) uNormative statements adalah pernyataan yang menjelaskan bagaimana dunia seharusnya  Disebut sebagai prescriptive analysis uNormative economics :  Suatu pendekatan dalam ilmu ekonomi yang menganalisa apakah hasil perilaku ekonomi outcomes, mengevaluasi hasil tsb. Baik atau buruk serta memberikan saran bagaimana seharusnya PTE - STIEP 20

22 Positive or Normative Statements ?  Peningkatan upah minimum regional (UMR) akan menurunkan permintaan Tenaga Kerja tidak terdidik  Tingkat Pengangguran seharusnya diturunkan agar pertumbuhan ekonomi meningkat  Tingkat inflasi cenderung meningkat di Indonesia  Pemerintah daerah seharusnya menetapkan pajak lebih tinggi pada industri yang mengeluarkan limbah  Peningkatan upah minimum regional (UMR) akan menurunkan permintaan Tenaga Kerja tidak terdidik  Tingkat Pengangguran seharusnya diturunkan agar pertumbuhan ekonomi meningkat  Tingkat inflasi cenderung meningkat di Indonesia  Pemerintah daerah seharusnya menetapkan pajak lebih tinggi pada industri yang mengeluarkan limbah PTE - STIEP 21 ? ?

23 THE END………………… Continuous effort, not strength or intelligence is the key to unlocking our potential (Liane Cardes) PTE MIKRO STIE PERBANAS SURABAYA 22


Download ppt "PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO PENDAHULUAN PTE MIKRO STIE PERBANAS SURABAYA 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google