Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Paul Suparno Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 4/10/20151sp/sains karakter.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Paul Suparno Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 4/10/20151sp/sains karakter."— Transcript presentasi:

1 Paul Suparno Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 4/10/20151sp/sains karakter

2  Pendidikan karakter menjamur  Pendidikan karakter dilakukan secara menyeluruh  Guru sains ikut terlibat  Apa landasannya? 4/10/2015sp/sains karakter2

3 ARTI KARAKTER  Karasso – Yunani, cetak biru, format dasar, sidik (Doni, 2007:90).  Mounier: ◦ Sikap yang sudah ada ◦ Sikap yang harus dikembangkan ke depan  Puskur: ◦ Watak, tabiat, akhlak, kepribadian yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak (2010:3). 4/10/2015sp/sains karakter3

4  Nilai-nilai dan sikap hidup yang positif, yang dimiliki seseorang sehingga mempengaruhi tingkah laku, cara berpikir dan bertindak orang itu 4/10/2015sp/sains karakter4

5 NILAI 1.RELIGIUS10. Semangat kebangsaan 2. Jujur11. Cinta tanah air 3. Toleransi12. Menghargai prestasi 4. Disiplin13. Bersahabat/komunikas 5. Kerja keras14. Cinta damai 6. Kreatif15. Gemar membaca 7. Mandiri16. Peduli sosial 8. Demokratis17. Peduli Lingkungan 9. Rasa ingin tahu18. Tanggung jawab 4/10/2015sp/sains karakter5

6 NILAI BERKAITAN DENGAN NILAI & SIKAP TUHANreligious, toleransi, dan tanggungjawab SESAMAjujur, toleransi, demokratis, bersahabat, cinta damai, peduli sosial, tanggungjawab; TANAH AIR/BANGSAdemokrasi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta damai, peduli sosial; LINGKUNGANpeduli lingkungan, tanggungjawab. PRIBADI/DIRI SENDIRIjujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, ingin tahu, menghargai prestasi, tanggungjawab; 4/10/2015sp/sains karakter6

7 4/10/2015sp/sains karakter7 PENDEKATAN INTEGRATIF (Ryan & Lickona, 1992: 15-21) LINGKUNGAN PENGERTIAN AFEKSI AKSI PENUH UTUH

8 Pengertian: ◦ Pengetahuan tentang nilai moral; ◦ Moral reasoning (alasan moral); apa kegunaannya bagi hidup kita dan orang lain; ◦ Strategi pengambilan keputusan: apa yang akan diputuskan; ◦ Moral imagination, gambaran akan situasinya bila memutuskan sesuatu; ◦ Judicious judgment, bagaimana memutuskannya.  Afeksi ◦ Identifikasi dengan nilai moral ◦ Ketertarikan pada nilai baik ◦ Komitmen pada kehidupan moral ◦ Suara hati ◦ Empati  Aksi/tindakan ◦ Keinginan (will), ingin melakukan nilai baik yang disadari. ◦ Competence, ketrampilan mendengarkan, komunikasikan gagasan, menemukan dasar dll. ◦ Habit (kebiasaan), nilai itu sudah biasa dilakukan. 4/10/2015sp/sains karakter8

9 4/10/2015sp/sains karakter9

10 4/10/2015sp/sains karakter10 1. Hakekat Pendidikan Sains PENDIK. SAINS PENGETAHUAN PROSES CARA KERJA SIKAP

11 4/10/2015sp/sains karakter11 2. Nilai Pendidikan Sains PENGET ISI  H. Newton > Keteraturan alam  Tatasurya > memuji Tuhan  Ketidakpastian Relativitas > penghargaan pada orang lain  Kekekalan energi > sosialitas, sadar lingkungan  Pembiakan > kagum pada Tuhan, penghargaan makluk  Reaksi kimia > taat hukum

12 4/10/2015sp/sains karakter12 ASPEK PROSES  Ambil keputusan berdasar data  Berpikir rational, obyektif, kritis  Dalam pemecahan persoalan lebih rational, tidak emosi  Kerjasama dengan orang lain yang berbeda

13 4/10/2015sp/sains karakter13 SIKAP JUJUR TELITI DISIPLIN DAYA TAHAN KERJA KERAS ADIL SOSIAL TOLERANSI MANDIRI INGIN TAHU TANGGUNG JAWAB

14  Lewat Pengetahuan, proses, sikap Model Ryan & Lickona:  Sains membantu menggali pengertian karakter secara rational, kritis, dan dipertanggungjawabkan.  Maka tidak dibingungkan dengan pengaruh global!  Juga membantu dalam afeksi dan aksi! 4/10/2015sp/sains karakter14

15  Pendidikan sains memperjelas rumusan moral sehingga mudah dilakukan karena terukur.  Moral membantu sains menjadi lebih bernilai, sehingga kemajuan sains tidak lepas kendali dan nilai moral. 4/10/2015sp/sains karakter15

16  Kuasai ilmunya  Melihat nilai karakter dibalik ilmu  Kompetens dalam menyampaikan  Mampu bantu siswa menggali nilai, ajak refleksi  Teladan hidup baik! 4/10/2015sp/sains karakter16

17 4/10/2015sp/sains karakter17

18  Driyarkara: religi berasal dari kata religare yang artinya mengikat. Religio = ikatan;  Manusia mengikatkan diri pada Tuhan;  Ikatan ini tidak dirasakan sebagai kekangan yang menyiksa, tetapi justru dialami sebagai sumber kebahagiaan.  Dengan religi, manusia menyerahkan dirinya kepada Tuhan;  Dengan religi manusia sadar akan ketergantungannya pada Tuhan. 4/10/2015sp/sains karakter18

19  Akibatnya:  Agama syarat dengan nilai kehidupan  Agama mengandung nilai moral berkaitan dengan sikap orang kepada Tuhan, sesama, diri sendiri, alam.  Ke 18 nilai karakter bangsa, ada dalam ajaran tiap agama di Indonesia 4/10/2015sp/sains karakter19

20 1. Fungsi edukatif: mengajar dan mendidik manusia menjadi lebih baik; 2. Fungsi penyelamatan: mengenalkan manusia akan yang ilahi dan mendamaikan manusia dengan Sang Pencipta kembali; 3. Fungsi pengawasan social: menyeleksi kaidah dan memberikan larangan agar manusia hidup baik; 4. Fungsi memupuk persaudaraan: membantu manusia supaya hidup rukun; 5. Fungsi transformatif: mengubah cara pikir dan hidup orang menjadi lebih baik. 4/10/2015sp/sains karakter20

21  Berdasarkan Ryan & Lickona:  Agama memilihkan nilai karakter yang mau diambil  Membantu pengembangan afeksi dan suara hati dalam nilai  Membantu aksi dan membiasaan nilai dalam hidup.  Pelajaran agama hendaknya berperan baik! 4/10/2015sp/sains karakter21

22  Guru agama: ◦ yang tidak memberi teladan hidup baik ◦ Tidak memahami perkembangan sains ◦ Tidak dapat menjelaskan konflik sains dan iman  Pelajaran agama ◦ Terlalu pengetahuan, kurang afeksi dan tindakan ◦ Selalu lulus, maka tidak semangat ◦ Tidak menjelaskan nilai yang terpenting dalam hidup 4/10/2015sp/sains karakter22

23  Integrasi pribadi yang berilmu (sains) dan yang beriman (agama).  Hidup karakter yang baik, menjadi teladan siswa. 4/10/2015sp/sains karakter23

24  Sadar bahwa sains dan religi dapat saling membantu pengembangan manusia utuh.  Kecenderungan jelek: ◦ Makin berilmu, menjauhi Tuhan ◦ Makin beragama, menjauhi pengetahuan. ◦ Perlu integrasi. ◦ Maka perlu pengertian luas tentang ilmu dan religi. 4/10/2015sp/sains karakter24

25  Pendidikan Karakter dilakukan secara integratif dan holistik, semua dilibatkan.  Guru sains ikut terlibat didalamnya, tidak boleh lepas tangan.  Sains dan pendidikan sains dapat membantu pengembangan pendidikan karakter.  Yang sangat perlu: hidup integratif dengan nilai karakter yang baik dari guru yang berilmu dan beriman! 4/10/2015sp/sains karakter25

26 4/10/2015sp/sains karakter26

27  Capra, Fritjof The Tao of Physics. Boston: Shambhala.  Delors, Jacques Learning: The Treasure Within. UNESCO Publishing.  Doni Koesoema, A Pendidikan Karakter. Jakarta: Grasindo.  Hendropuspito, D Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanisius & Gunung Mula.  Lederman, Norman Nature of Science: Past, Present, and Future. Dalam Handbook of Research On Science Education, hal Eds. Sandra K. Abell and Norman G.Lederman. Mahwah, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.  Martin, Michael Science Education and Moral Education. Dalam History, Philosophy, and Science Teaching, hal ; ed. Michael Matthews. Toronto & NY: OISE Press, Teacher College Press.  Puskur (Pusat Kurikulum). Bidang Penelitian dan Pengembangan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Pedoman Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.  Ryan, Kevin & Lickona, Thomas Character Development in Schools and Beyond. Washington, D.C.: The Council for Research in Values and Philosophy.  Siegel, Harvey The Rationality of Science, Critical Thinking, and Science Education. Dalam History, Philosophy, and Science Teaching, hal ; ed. Michael Matthews. Toronto & NY: OISE Press, Teacher College Press.  Suparno, Paul Gagasan, sikap, dan praktek guru IPA dan Matematika Yayasan Santa Ursula terhadap pendidikan nilai.Widya Dharma, Vol 16, No 1, Oktober Hal  Suparno, Paul Teori Fisika Kuantum dan Pendidikan Nilai di SMA. Widya Dharma, Vol 19, no 2, April 2009, hal  Suparno, Paul Penggunaan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pengertian, kerjasama, dan minat mahasiswa dalam mempelajari Termofisika. Widya Dharma, Oktober  Suparno, Paul Sumbangan Pendidikan Fisika terhadap Pembangunan Karakter Bangsa. Yogyakarta: LPPM, USD.  Woolnough, Brian Faith in Science? Dalam History, Philosophy, and Science Teaching, ed. Michael Matthews, hal Toronto & NY: OISE Press, Teacher College Press. 4/10/2015sp/sains karakter27


Download ppt "Paul Suparno Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 4/10/20151sp/sains karakter."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google