Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Lilis Komariah, SKp, M.Kes, Sp.Mat. 1.Neonatal - Pengaruh estrogen pada waktu hamil  sekresi cairan genitalia, labia mayora dan mons pubis membesar &

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Lilis Komariah, SKp, M.Kes, Sp.Mat. 1.Neonatal - Pengaruh estrogen pada waktu hamil  sekresi cairan genitalia, labia mayora dan mons pubis membesar &"— Transcript presentasi:

1 Lilis Komariah, SKp, M.Kes, Sp.Mat

2 1.Neonatal - Pengaruh estrogen pada waktu hamil  sekresi cairan genitalia, labia mayora dan mons pubis membesar & kemerahan, payudara menonjol  dipijat dapat keluar susu - 10 – 15% pseudomenstruasi

3 2. Kanak – kanak - Keasaman vagina ↓  memudahkan infeksi - Alat genital tidak ada pertumbuhan berarti - Perbedaan perilaku dg pria  pengaruh lingkungan & pendidikan

4 3. Pubertas - 8 – 14 tahun - Perubahan fisik & psikis, ciri-ciri kelamin sekunder, menarche - Awal berfungsinya fungsi ovarium

5 3 tahap perkembangan awal : Thelarche Permulaan perkembangan payudara Pubarche Permulaan perkembangan rambut pubik Menarche Tanda kematangan fisiologis pada wanita.  sistem tubuh mulai dipengaruhi oleh hormon estrogen

6 4. Reproduksi - Berlangsung 30 – 40 tahun - Ovulasi 450 kali - Fertilisasi menurun cepat > 40 th

7 5. Klimakterium & menopause Klimakterium  masa peralihan antara masa reproduksi & masa senium Menopause  saat terjadinya mens terakhir 6. Senium - Kemunduran alat 2 tubuh & kemampuan fisik - Keluhan tidak ada

8 KLIMAKTERIUM/MENOPAUSE - = perimenopause (pre menopause, menopause & post menopause) - Aktifitas hormon estrogen mulai ↓, tidak ada respons adekuat ovarium terhadap FSH, habisnya folikel

9 KLIMAKTERIUM/MENOPAUSE - Lama + 13 tahun tahun sebelum menopause & 6–7 tahun sesudah menopause - Pasca menopause  atrofi alat genital, keluhan panas, keluar keringat malam, jantung berdebar 2.

10 Tanda dan gejala : - Pelvis  tulang keropos, otot dasar panggul melemah - Atrofi genitalia/tractus urinarius/payudara (10-12 gr → 4 gr) - Kardiovaskuler/vasomotor : penurunan elastisitas pembuluh darah, angka hipertensi/peny. jantung koroner ↑

11 Psikiatrik/neurologik : depressi, konsentrasi , refleks  - Muskuloskeletal : tulang keropos, elastisitas ↓, kekuatan otot ↓ - Metabolik/endokrin : fungsi ginjal , hati , pankreas 

12 Diagnosis menopause : - Usia - Keluhan & gejala - Riwayat amenorrhea selama 6 – 12 bulan - Pemeriksaan hormonal FSH & estrogen

13 Menopause prekok : - Gejala/tanda menopause yang timbul lebih awal. - Terjadipada wanita usia reproduksi dengan pengangkatan ovarium (oophorektomi).

14 Penatalaksanaan : - Tetap mempertahankan aktifitas fisik ringan sampai sedang - Mempertahankan gizi yang baik - Mengurangi stress psikis yang berlebihan - Pemberian therapy hormonal dengan estrogen Usia harapan hidup di Indonesia : laki-laki 62,9% wanita 66,3%

15 Masalah pada organ reproduksi pada usia lanjut : - Vagina Atrofi alat genital, lapisan epitel & jaringan penyokong menipis, vaskularisasi ↓, PH vagina   kolonisasi bakteri - Uterus endometrium menipis, kelenjar & pembuluh darah  → memicu timbulnya bakteri

16 - Organ saluran kemih Atrofi uretra & kandung kemih, epitel uretra, kelenjar, pembuluh darah, jaringan penyokong → lumen uretra mengecil, panjang uretra ↓, muara uretra tertarik ke belakang atas vagina, dinding uretra menipis → infeksi saluran kemih.

17 Atrofi otot dasar panggul→ fungsi sfingter uretra Terganggu  stress inkontinentia, kandung kemih mengecil, kapasitas ↓, lebih sensitif.

18 Keluhan yang sering timbul : Disuria Berkemih dengan meneran Urgensi Stress inkontinentia

19 Gangguan berkemih pada usila : Infeksi saluran kemih  kuman patogen dalam vagina, gejala : disuria, poliuria, nokturia, nyeri supra simfisis

20 Stress inkontinentia Keluar urine tanpa disadari/tak dapat dikontrol bila ada tekanan intra abdominal , mis : batuk, bersin, tertawa, berjalan. Gejala : urine keluar sedikit, sering BAK,  bila ada aktifitas, keluhan ↓ pada malam hari

21 Urge inkontinentia Keluarnya urine berhubungan dg keinginan berkemih, penderita tidak dapat menahan karena kontraksi kandung kemih > tinggi dari tahanan uretra. Gejala : urine >> keluar sesuai kapasitas kandung kemih, sering BAK termasuk di malam hari

22 Overflow inkontinentia Keluarnya urine tanpa disadari waktu kandung kemih penuh, tekanan intravesikal lebih tinggi dari tahanan uretra tanpa adanya kontraksi otot kandung kemih. Gejala : urine merembes/menetes, penderita merasa kandung kemih selalu penuh


Download ppt "Lilis Komariah, SKp, M.Kes, Sp.Mat. 1.Neonatal - Pengaruh estrogen pada waktu hamil  sekresi cairan genitalia, labia mayora dan mons pubis membesar &"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google