Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Thermochemistry Panas jenis = banyaknya panas (Joule) yang dibutuhkan oleh 1 gram zat untuk meningkat suhunya sebesar 1 0 C.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Thermochemistry Panas jenis = banyaknya panas (Joule) yang dibutuhkan oleh 1 gram zat untuk meningkat suhunya sebesar 1 0 C."— Transcript presentasi:

1 Thermochemistry Panas jenis = banyaknya panas (Joule) yang dibutuhkan oleh 1 gram zat untuk meningkat suhunya sebesar 1 0 C

2 Problem A 18.5 g sample of a metal absorbs 1170 J as its temperature increases from 25.0 to C. What is the specific heat of the metals? Suatu contoh logam, massanya 18,5 g menyerap panas sebanyak 1170 joule dan karenanya meningkat suhunya dari 25 0 C menjadi 92,5 0 C. Berapa panas jenis logam tersebut? the quantity of heat absorbed = q = 1170 J mass of sample = m = 18,5 g temperature increasement = ∆t = (92,5-25,0) 0 C = 67,5 0 C Specific heat = panas jenis = q/(m. ∆t) = 1170J/(18,5g x 67,5 0 C) = 0,937 J/(g 0 C)

3 Problem When 25.0 g of a metal at a temperature of C is added to 50.0 g of water at C, the water temperature rises to C. The specific heat of water is J/(g 0 C). Find the specific heat of the metal. Ketika suatu logam bersuhu 90,0 0 C bermassa 25,0 gram dimasukkan ke dalam 50,0 gram air bersuhu 25,0 0 C, suhu air naik menjadi 29,8 0 C. Panas jenis air = 4,184 J/(g 0 C). Carilah panas jenis logam. The heat gained by the water equals the heat lost by the metal. Panas yang diterima oleh air = panas yang dilepaskan oleh logam. Peningkatan suhu air = ∆t air = (29,8-25,0) 0 C = 4,8 0 C. massa air = 50,0 g The heat gained by the water= Panas yang diterima oleh air (q) = 4,184 J/(g 0 C) x 50,0 g x 4,8 0 C = 1004 J.

4 We can now find the specific heat of the metal Kita sekarang bisa temukan panas jenis logam The metal gave up the same quantity of heat that the water gained so that q = J Logam memberikan panas dalam jumlah yang sama dengan yang diterima oleh air, maka q = J The final temperature of the metal is the same as that of water so that Suhu akhir logam = suhu akhir air maka ∆t = C – C = C. Then Specific heat of the metal (panas jenis logam) = (-1004 J)/(25.0g x C) = J/(g 0 C)

5 Panas dalam Ilmu Gizi One Calorie, spelled with a capital C, is the energy unit still commonly used in nutrition; 1 Cal = 1 kcal = kJ. Satu Calorie, ditulis dengan huruf C besar, adalah satuan energi yang biasa dipakai dalam ilmu gizi; sering ditulis secara salah kaprah sebagai Kalori = 1 kilo kalori = 4,184 kilo Joule 1 Kal = 1 kkal = 1000 kal = 4184 J Penulisan lain: 1 Cal = 1 kcal = 1000 cal

6 Padatnya kandungan energi dalam zat makanan 1 gram lemak mengandung bukan 9 calorie tetapi 9 kcal = 9 kilo calorie = 9000 calorie 1 gram protein mengandung bukan 4 calorie tetapi 4 kcal = 4 kilo calorie = 4000 calorie 1 gram karbohidrat mengandung bukan 4 calorie tetapi 4 kcal = 4 kilo calorie = 4000 calorie 1 calorie = banyaknya panas yang mampu menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1 0 C. 1 kilocalorie = banyaknya panas yang mampu menaikkan suhu 1 kilogram air sebesar 1 0 C.

7 Specific heats of some liquids and solids at ordinary conditions Panas jenis beberapa cairan dan padatan pada kondisi biasa Liquids/Solids:J/(g 0 C)cal/(g 0 C) Air (udara) Water (air) Ice (es) Ethyl Alcohol/ethanol Copper (Cu)/Tembaga Iron (Fe)/Besi Mercury (Hg)/Air raksa Silver (Ag)/Perak

8 Problem The temperature of a calorimeter is raised C by passing a current through an electric heater immersed in the calorimeter. Dengan cara menyisipkan arus listrik ke dalam kalorimeter, suhu kalorimeter naik sebesar C. The current delivers J. Find the heat capacity in J/ 0 C of the calorimeter. Arus listrik melepaskan energi sebesar 3820,5 joule. Carilah kapasitas panas kalorimeter dalam joule per derajat Celcius. The heat capacity is the quantity of heat required to raise the temperature of the calorimeter 1 0 C. Kapasitas panas adalah jumlah panas yang dibutuhkan agar suhu kalorimeter naik sebesar 1 0 C.

9 Calorimeter

10 Contoh Kapasitas panas kalorimeter Heat capacity of calorimeter = J / C = J/ 0 C Setiap kenaikan suhu 1 0 C merupakan indikator adanya pelepasan energi 1732,5 joule. Jika suhu naik 2 0 C berarti dalam ruang reaksi ada pelepasan energi 2 x 1732,5 joule.

11 Problem A fuel is burned in the calorimeter whose heat capacity was determined in problem Suatu bahan bakar dibakar dalam kalorimeter yang kapasitas panasnya telah ditentukan dalam soal no Its temperature rises from Suhu kalorimeter naik dari to C. Calculate the heat absorbed by the calorimeter and evolved by the fuel. Hitunglah panas yang diserap oleh kalorimeter dan yang dihasilkan oleh bahan bakar.

12 From problem 3.101, the heat capacity of the calorimeter is J/ 0 C. Dari soal no 3.101, kapasitas panas kalorimeter = 1732,5 joule per derajad Celcius. The heat absorbed depends on the heat capacity and the temperature change; Panas yang diserap tergantung pada kapasitas panas dan perubahan suhu: kapasitas panas = J/ 0 C ∆t = ( – ) 0 C = C q = ( J/ 0 C) x C = J The fuel therefore emitted J Jadi bahan bakar menghasilkan 2903,8 joule

13 Problem A g sample of liquid benzene, C 6 H 6, is burned, C 6 H 6 (l) + 7 ½ O 2 (g)  3H 2 O (l) + 6 CO 2 (g) in a calorimeter whose heat capacity is 1602 J/ 0 C. The combustion of benzene causes a temperature rise of C. Calculate the molar heat of combustion for benzene. 0,1 gram contoh benzene cair, C 6 H 6 dibakar dalam kalorimeter yang kapasitas panasnya 1602 J/ 0 C. Pembakaran benzene menyebabkan kenaikan suhu 2,609 0 C. Hitunglah panas molar pembakaran benzene.

14 The quantity of heat evolved is Banyaknya panas yang dihasilkan (q) = (1602 J/ 0 C) x 2,609 0 C = 4180 joule Thus 4180 J are evolved during the combustion of g of C 6 H joule ini dihasilkan selama pembakaran 0,1 gram C 6 H 6. We want to calculate the heat evolved by the combustion of 1 mole of C 6 H 6. The conversion factor is 78 g/1mol. Kita ingin menghitung banyaknya panas yang dihasilkan oleh 1 mole C 6 H 6. Perlu faktor konversi yakni massa molar C 6 H 6 yaitu g/1mol. (6x12, x1,00797 = 78,11)(MM C 6 H 6 =6xMAC + 6xMAH) Banyaknya benzene =0,1 g / (78,11 g/mole) = 0,00128mole Maka panas molar benzene = 4180 joule / 0,00128 mole = joule/mole = 3265 kJ/mole

15 The combustion of C 6 H 6 is a typical exothermic reaction. Pembakaran C 6 H 6 adalah reaksi yang mengeluarkan panas (eksoterm) Energy change (∆E) = E products – E reactants = kJ/mole Products = 3 H 2 O (l) + 6 CO 2 (g) Reactants = C 6 H 6 (l) + 7 ½ O 2 (g) Thermochemical reaction: C 6 H 6 (l) + 7 ½ O 2 (g)  3 H 2 O(l) + 6 CO 2 (g) ∆E= kJ Jika benzene yang dibakar 2 mole maka: 2C 6 H 6 (l) + 15O 2 (g)  6H 2 O(l) + 12CO 2 (g) ∆E= kJ

16 Problem reaksi endoterm In his discovery of oxygen, Joseph Priestley (1774) used solar energy to decompose red mercury (II) oxide. Dalam penemuannya akan oksigen, Joseph Priestley tahun 1774 menggunakan energi matahari untuk menguraikan HgO. The decomposition of g HgO (c) in a closed vessel at constant temperature absorbs kJ. Peruraian 0,2 gram HgO kristal dalam wadah tertutup berlangsung pada suhu tetap tapi menyerap energi 0,08044 kilo joule. HgO (c)  Hg (l) + ½ O 2 (g) Calculate the heat absorbed in decomposing 1 mole of HgO (molar mass g/mol) Hitunglah panas yang diserap selama peruraian 1 mole HgO (massa molar 216,59 g/mol)

17 Diterpa matahari tetapi tidak tambah panas = salah satu tanda bahwa reaksi menyerap energi Panas yang diserap = 0,08044 kJ / 0,2 g HgO = 0,4022 kJ / g HgO Mengkonversi gram ke mole: karena tiap 1 mol HgO = 216,59 g HgO maka 1 g HgO = 1/216,59 mole HgO Panas yang diserap = 0,4022 kJ / (1/216,59) mole HgO = 87,1125 kJ / mole HgO HgO (c)  Hg (l) + ½ O 2 (g) ∆E = +87,11 kJ Reaksinya endoterm (menyerap energi)

18 Penggunaan ∆E dan ∆H ∆E diukur pada VOLUME dan SUHU tetap ∆E menunjukkan perubahan energi ∆H diukur pada SUHU dan TEKANAN tetap ∆H menunjukkan perubahan entalpi (Greek: enthalpo = warming up = pemanasan) The difference is small but real. ∆E dan ∆H hanya beda dalam kondisi pengukuran, tetapi perbedaan hasilnya sangat kecil dan yang diukurpun sama. Misal pembakaran benzene: kalau diukur dengan ∆E = kJ tapi dengan ∆H = kJ per mol nya

19 Hess Law (Germain Hess, 1840) We cannot alter the quantity of heat obtained from a chemical reaction by changing the method of carrying out the reaction. Hukum Hess: Kita tidak dapat mempengaruhi jumlah panas yang didapat dari suatu reaksi kimia dengan cara mengubah metode reaksinya. Misal Carbon bisa dibakar dengan 2 metode: (1) dijadikan CO dulu baru CO 2 (2) langsung dijadikan CO 2 Jumlah panas yang dihasilkan keduanya tidak akan berbeda

20 Penerapan Hukum Hess dalam Thermokimia C (graphite) + ½ O 2 (g)  CO (g) ∆H = kJ CO (g) + ½ O 2 (g)  CO 2 (g) ∆H = kJ C (graphite) + O 2 (g)  CO 2 (g) ∆H = kJ Reaksi eksoterm bisa dibalik menjadi endoterm, misal air diuraikan dengan elektrolisa H 2 (g) + ½ O 2 (g)  H 2 O (l) ∆H = -286 kJ H 2 O (l)  H 2 (g) + ½ O 2 (g) ∆H = +286 kJ

21 Berlanjut ke materi selanjutnya Perubahan Bentuk dan Energi

22

23 Bond energy values for one mole of bond Nilai energi ikatan per mole ikatan IkatankJ/mole C-H416 C-C339 C-F490 C-Cl326 C-Br285 C-I213 H-F569 Jadi dalam CH4 terdapat energi ± 4 x 416 kJ per mole


Download ppt "Thermochemistry Panas jenis = banyaknya panas (Joule) yang dibutuhkan oleh 1 gram zat untuk meningkat suhunya sebesar 1 0 C."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google