Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Neraca Perdagangan Pendekatan parsial dan Pendekatan Pendapatan National Dr. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM. 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Neraca Perdagangan Pendekatan parsial dan Pendekatan Pendapatan National Dr. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM. 1."— Transcript presentasi:

1 Neraca Perdagangan Pendekatan parsial dan Pendekatan Pendapatan National Dr. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM. 1

2 Neraca Pembayaran Ikhtisar sistematis dari semua transaksi ekonomi dengan luar negeri selama jangka waktu tertentu. 1.Neraca Perdagangan, memuat ekspor dan impor barang migas dan non migas 2.Neraca Jasa, memuat transaksi jasa migas dan non migas. 3.Transaksi Berjalan, memuat jumlah antara neraca perdagangan dan neraca jasa  Tanda + berarti surplus  Tanda - berarti defisit 2

3 4. Neraca Lalu Lintas Modal : memuat lalul lintas modal pemerintah netto (selisih antara pinjaman dan pelunasan utang pokok) dan lalu lintas modal swasta dan modal lainnya netto. 5. Selisih yang belum diperhitungkan 6. Neraca Lalu Lintas Moneter : memuat perubahan cadangan devisa.  Tanda + berarti cadangan devisa berkurang.  Tanda – berarti cadangan devisa bertambah 3

4 Real APBNRAPBN-P A. Transaksi Berjalan Neraca Perdagangan a. Ekspor, fob b. Impor, fob Neraca Jasa-jasa, neto B. Neraca Modal dan Finansial Sektor Publik, neto a. Penerimaan pinjaman dan bantuan Bantuan program dan lainnya Bantuan proyek dan lainnya b. Pelunasan pinjaman Sektor Swasta, neto a. Penanaman modal langsung, neto b. Investasi portfolio c. Lainnya, neto C. Total (A+B) D. Selisih Yang Belum Diperhitungkan-1791, E. Keseimbangan Umum F. Pembiayaan Perubahan cadangan devisa661- 7,428-4,079-11,597 Cadangan devisa34,72442,58643,58354,183 Transaksi berjalan/PDB (%)0,12,71,82,4 TABEL NERACA PEMBAYARAN INDONESIA, 2005 – 2007 (US$ juta) 2007 Sumber: Bank Indonesia (diolah) *) Tanda negatif berarti penambahan devisa dan tanda positif berarti pengurangan devisa 4

5 Neraca Perdagangan Luar Negeri Indikator yang digunakan: 1.Proporsi migas dan non migas terhadap ekspor dan impor total. 5

6 2. Proporsi ekspor dan impor menurut kelompok barang : 6 R = Minyak mentah. O = Hasil minyak G = Gas A = Hasil sektor pertanian MF= Hasil sektor industri T = Hasil sektor tambang L = Lainnya C = Barang konsumsi B = Bahan baku I = Barang modal

7 3. Proporsi ekspor dan impor terhadap PDB 7

8 8 PERKEMBANGAN NERACA PERDAGANGAN TOTAL (Juta US$) URAIAN TrendJan - NovPerub. (%) (%) E K S P O R57.158, , , , ,6015, , ,9013,13 - MIGAS12.112, , , , ,5015, , ,601,33 - NON MIGAS45.046, , , , ,1015, , ,3016,3 I M P O R31.288, , , , , , ,6020,57 - MIGAS6.525, , , , ,9034, , ,1010,91 - NON MIGAS24.763, , , , ,6016, , ,5024,98 T O T A L88.447, , , , ,1017, , ,5015,96 - MIGAS18.638, , , , ,4023, , ,605,9 - NON MIGAS69.809, , , , ,7016, , ,8019,33 NERACA25.869, , , , ,208, , ,301,23 - MIGAS5.587, , , , ,60-26,31.718,5056,5-96,71 - NON MIGAS20.282, , , , ,6014, , ,806,27 Sumber : Badan Pusat Statistik, diolah Departemen Perindustrian

9 PDB TAHUN DASAR 2000 TAHUN Harga KonstanHarga Berlaku PDBPertumbuhan PDB Tanpa MinyakPertumbuhanPDB PDB Tanpa Minyak (Milyar Rp.)(%)Gas Bumi(%)(Milyar Rp.)Gas Bumi ,800, ,801, , , ,30266, ,40252, , , ,703, ,004, , , ,404, ,305, , , ,304, ,805, , , ,805, ,605, , , ,105, ,606, , , ,905, ,606, , , ,306, ,406, , ,10 9

10 10 TAHUN EKSPOR TotalMigasNon Migas Sektor PertanianIndustriTambangLainnya 1996:00: , , , , , ,201, , , , , , ,50532, , , , , , ,404, , , , , , ,504, , , , , , ,804, , , , , , ,605, , , , , , ,704, , , , , , ,605, , , , , , ,404, , , , , , ,807, , , , , , ,508, Jan8.322, , ,30238,75.367, ,300,6 - Feb8.194, , ,10250,45.628,908460,8 - Mar9.064, , ,20258,96.135, ,700,8 - Apr8.913, , ,50249,56.073, ,801,1 - Mei9.807, , ,80285,46.599, ,800,7 - Jun9.557, , ,40311,96.523,80894,10,6 - Jul9.782, , ,10359,86.406, ,900,5 - Ags9.595, , ,30338,86.513,60886,91,1

11 11 TAHUN IMPOR TotalMigasNon Migas Sektor PertanianIndustriTambangLainnya 1996:00: , , , , ,20467,115, , , , , ,60394,74, , , , , ,80269,44, , , , , ,90276,116, , , , , ,10284,39, , , , , ,70288, , , , , ,10258,53, , , , , ,10255,62, , , , , ,80418,42, , , , , ,305262, , , , , ,60555,73, Jan5.283, , ,40321,93.515,0054,20,3 - Feb4.663, , , ,3036,80,6 - Mar5.646, , ,40358,53.568,4021,80,7 - Apr5.643, , ,80290,93.703,6021,80,5 - Mei6.455, , ,30404,74.075,9061,61 - Jun6.014, , ,50321,13.974,20671,2 - Jul6.360, , ,00293,84.236,3059,42,5 - Ags6.916, , ,40384,44.635,1055,51,4

12 12 PERKEMBANGAN IMPOR INDONESIA MENURUT GOLONGAN BARANG EKONOMI (Juta US$) NOURAIAN TrendJan - NovPerub. (%) (%) TOTAL31.288, , , , ,4721, , ,6020,57 I BARANG KONSUMSI2.650, , , , ,2417, , ,4040,31 1 Makanan dan Minuman (Belum diolah) unt. Rumah Tangga 364,5345,1451,67419,3600,3512,66562,8752,133,63 2 Makanan dan Minuman (Olahan) unt. Rumah Tangga 719,4797,7827, , ,7314, , ,3066,19 3 Bahan Bakar dan Pelumas 499,6432,6756, ,93836,3923,7808,4997,923,44 4 Mobil Penumpang49,4141,5290,28292,97227,4645,94216,9365,768,59 5 Alat Angkutan bukan untuk Industri 30,125,643,4544,2884,0929,779,287,310,2 6 Barang Konsumsi Tahan Lama 211,7256,6314,64342,12351,4413,9313,4379,421,06 7 Barang Konsumsi Setengah Tahan Lama 266,6312,3357,72395,85591,9220,11520,7631,421,24 8 Barang Konsumsi Tidak Tahan Lama 468,9472,2673,7727,06812,316,54746,9948,927,05 9 Barang Yang Tidak Diklasifikasikan 40,27970,5218,2618,56-25,9916,4133,5715,17 II BAHAN BAKU PENOLONG , , , , ,3820, , ,0018,11 1 Bahan Bakar dan Pelumas (Belum Diolah) 3.218, , , , , , ,9011,97 2 Bahan Bakar Motor608,91.023, , , ,1154, , ,4020,07 3 Bahan Bakar dan Pelumas (Olahan) 2.308, , , , ,0839, , ,803,38 4 Suku Cadang dan Perlengkapan Barang Modal 2.205, , , , ,5916, , ,9030,23 5 Suku Cadang dan Perlengkapan Alat Angkutan 2.048, , , , ,9510, , ,705,96 III BARANG MODAL4.410, , , , ,8423, , ,1023,05 1 Barang Modal Kecuali Alat Angkutan 3.768, , , , ,7217, , ,5036,22 2 Mobil Penumpang49,4141,5290,28292,97227,4645,94216,9365,768,59 3 Alat Angkutan Untuk Industri 593,5523,2832, , ,6650, , ,90-11,46 Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah Departemen Perindustrian.

13 Efek Nilai Tukar Perdagangan Luar Negeri Dihitung melalui proses indeks nilai tukar (term of trade) antara harga-harga ekspor dan impor. 13 HARGA EKSPRO DAN IMPOR TERM OF TRADE KEMAMPUAN NEGARA MENGIMPOR BERDASARKAN NILAI EKSPOR (KAPASITAS EKSPOR EFEK NILAI TUKAR GDY (PENDAPATAN DOMESTIK BRUTO)

14 1. Menentukan Indeks Harga Ekspor (Px) dan Indeks Harga Impor (Pm) Menentukan Indeks Harga Ekspor (Px) dan Indeks Harga Impor (Pm).

15 3. Menentukan nilai kepasitas impor : kemampuan mengimpor barang berdasarkan nilai ekspor Menentukan efek nilai tukar perdagangan luar negeri(ENT) 5. Menentukan nilai pendapatan domestik bruto (GDY): GDY = PDB + ENT

16 Komponen Neraca Jasa: 16 Uraian 1.Migas a. Minyak 1. Freight on import 2. Non Freight - Contract of work - Production sharing - Pertamina b. Gan/LNG 1. Freight on import 2. Non Freight - Cost for recovery - Contracor’s share - Other changes

17 17 1.Non Migas a. Freight on import b. Non Freight 1. Transportation 2. Travel (net) - Receipt ( oleh IMF diperhitungkan dalam penentuan DSR) - Payment 3. Investment income (net) - Interest receipt ( oleh IMF diperhitungkan dalam penentuan DSR) - Interest payment # Official ( oleh IMF diperhitungkan dalam penentuan DSR) # Private - Profit transfer 4. Worker’s remittances 5. Government (net) 6. Other Komponen Neraca Jasa:

18 Transaksi Berjalan Tiga persoalan pokok yang menimbulkan defisit dalam transaksi berjalan: 1.Defisit Neraca Perdagangan lebih besar dari surplus Neraca Jasa. 2.Defisit Neraca Jasa lebih besar dari surplus Neraca Perdagangan. 3.Defisit Neraca Perdagangan disertai defisit Neraca Jasa. Bila neraca defisit membesar, maka anggota IMF diberi jatah SDR untuk ditukarkan dengan valuta yang dibutuhkan, Hak ini disebut Drawing Right 18

19 Surplus Neraca perdagangan Neraca jasa Transaksi berjalan Sumber: Bank Indonesia

20 Komponen Neraca Lalu Lintas Modal: 1.Lalu lintas modal pemerintah neto a. Penerimaan pinjaman resmi CGI - Bantuan Program - Bantuan Proyek b. Diluar CGI c. Pembayaran utang pokok 2.Lalu lintas modal swasta neto a. PMA b. Pembayaran BUMN 20

21 Cadangan Devisa: Neraca lalu lintas moneter - devisa bertambah Neraca lalu lintas moneter + devisa berkurang Menurut laporan BI cadangan devisa terdiri atas: -Posisi kredit IMF neto -Utang jangka pendek neto -Piutang jangka pendek Kemampuan cadangan devisa mendorong impor dalam satuan waktu tertentu 21


Download ppt "Neraca Perdagangan Pendekatan parsial dan Pendekatan Pendapatan National Dr. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM. 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google