Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NAMA : DORENTY AYUDIANTI NIM : 12.03.4078 HUBUNGAN PERUSAHAAN INDUK DAN ANAK.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NAMA : DORENTY AYUDIANTI NIM : 12.03.4078 HUBUNGAN PERUSAHAAN INDUK DAN ANAK."— Transcript presentasi:

1 NAMA : DORENTY AYUDIANTI NIM : HUBUNGAN PERUSAHAAN INDUK DAN ANAK

2 PENGENDALIAN PERUSAHAAN LEWAT PEMILIKAN SAHAM Perusahaan yang menguasai sebagian besar saham perusahaan lain (lebih dari 50%) akan menduduki posisi kontrol terhadap sumber- sumber daya dan aktivitas operasi perusahaan lain tersebut. 1. Perusahaan Induk dan Holding Company, perusahaan yang memegang saham perusahaan lain dan mengendalikan kegiatan perusahaan lain disebut perusahaan induk. Holding Company adalah perusahan yang didirikan khusus untuk menguasai saham perusahan lain dan mengontrol aktivitasnya. 2. Pencatatan Investasi dalam Perusahaan anak. Perusahaan dapat memperoleh saham perusahaan lain dengan cara pembelian tunai, lewat penukaran dengan aktiva lain, atau lewat penukaran dengan surat surat berharganya sendiri. Saham tersebut harus dicatat sebesar harga perolehannya dan dicatat dalam rekening Investasi Saham.

3 KARAKTERISTIK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Baik induk perusahaan maupun anak perusahaan, masing – masing harus menyajikan laporan keuangannya secara individual. Dalam penyususunan laporan konsolidasi, saldo dan transaksi antar perusahaan harus dihilangkan, yang meliputi : a. Saldo rekening koran antar perusahaan, pemilikan surat berharga pada perusahaan anak, transaksi jual beli, bunga, dividen dan sebagainya. b. Laba atau rugi dari transaksi antar perusahaan, dengan asumsi bahwa dalam laporan konsolidasi, perusahaan – perusahaan itu dianggap sebagai satu perusahaan tunggal.

4 KONDISI – KONDISI YANG MENYEBABKAN DIPERLUKANNYA LAPORAN KONSOLIDASI Dapat dipastikan bahwa posisi kontrol masih dikuasai dan tetap akan dipertahankan kelanjutannya. Kegiatan usaha dari masing – masing perusahaan saling berkaitan (merupakan satu unit kegiatan yang terintegrasi). Laporan keuangan konsolidasi akan merefleksikan posisi keuangan setiap perusahaan yang bergabung secara valid.

5 PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Dipandang dari segi hukum, sebagai Economic Unit Entity. Perusahaan harus menyusun suatu laporan keuangan yang mencakup perusahaan induk dan anak, yang disebut Consolidated Financial Statement. Laporan keuangan konsolidasi dapat disusun dari : 1. Laporan Keuangan Individual 2. Neraca Saldo Individual

6 ELIMINASI INVESTASI 1. Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas entitas anak. 2. Jika kepemilikan pada entitas anak tidak 100% akan muncul kepentingan non pengendali. 3. Perbedaan nilai wajar dan nilai buku harus diperhitungkan dalam konsolidasi (nilai wajar yang dikonsolidasi) 4. Goodwill muncul jika nilai perolehan tidak sama dengan nilai wajar. AKUN a. Utang – piutang yang muncul antara anak dan induk harus dihapuskan TRANSAKSI 1. Transaksi yang boleh diakui adalah transaksi kepada pihak ketiga, transaksi anak dan induk harus dieliminasi.

7 ELIMINASI TRANSAKSI PERSDIAAN 1. Penjualan dengan harga pokok penjualan 2. Jika barang belum terjual maka laba yang belum direalisasikan harus dikurangkan dari nilai inventory dan mempengaruhi laba yang telah diakui. ASET TETAP a. Pada tahun terjadi transaksi tidak boleh diakui keuntungan/kerugian dari transaksi tersebut. b. Laba yang ada dalam aset tersebut harus dieliminasi. c. Nilai penyusutan akan disesuaikan. OBLIGASI 1. Obligasi hanya boleh diakui sebesar obligasi pada pihak eksternal 2. Pendapatan / beban bunga harus dieliminasi

8 PEMILIKAN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG SUDAH BERJALAN Beberapa kemungkinan pemilikan/penguasaan saham : 1. Pemilikan sebesar 100% (dimiliki seluruhnya) 2. Pemilikan kurang dari 100% Beberapa kemungkinan harga perolehan saham : a. Harga perolehan saham lebih tinggi daripada nilai bukunya. b. Harga perolehan saham lebih rendah daripada nilai bukunya.

9 HARGA PEROLEHAN DI ATAS NILAI BUKU Penyebab terjadinya hal tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut : a. Perusahaan anak menilai aktiva terlalu rendah, b. Perusahaan anak tidak mengakui goodwill yang ada, c. Perusahaan induk mau membeli dengan harga di atas nilai buku sebagai harga untuk dapat menguasai perusahaan anak.

10 HARGA PEROLEHAN DI BAWAH NILAI BUKU Penyebab terjadinya hal tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Kegagalan rekening – rekening perusahaan untuk melaporkan penurunan nilai aktivanya. 2. Kegagalan rekening – rekening perusahaan anak untuk melaporkan penurunan aktiva tidak berwujud tertentu. 3. Perbedaan pembayaran menunjukkan kombinasi dari berbagai faktor seperti disebut diatas.

11 Contoh pemilikan saham diatas nilai buku Rekening-rekening Neraca PT A (Rp)PT B (Rp) Aktiva Kas Piutng Dagang Persediaan Aktiva Tetap Jumlah Aktiva Hutang & Modal Hutang Dagang Modal Saham : Rp Rp Laba Yang Ditahan Jumlah Hutang & Modal

12 apabila PT A membeli secara tunai 75 lembar saham-saham PT B dari para pemegang sahamnya dengan Rp Jawab : Nominal Saham (100 lembar) Rp Laba Yang Ditahan Rp Nilai buku 100 lembar Rp Nilai buku 75 lembar = 75% x Rp = Rp Harga beli saham = 75 x Rp = Rp Selisih lebih harga perolehan di atas nilai buku saham = Rp v Jurnal Pemilikan : Investasi Saham-saham PT B Rp Kas Rp v Jurnal Eliminasi : Modal Saham PT B Rp Laba Yang Ditahan PT B Rp Selisih lebih Harga Perolehan diatas Nilai Buku Saham-saham PT B Rp Investasi Saham-saham PT B Rp


Download ppt "NAMA : DORENTY AYUDIANTI NIM : 12.03.4078 HUBUNGAN PERUSAHAAN INDUK DAN ANAK."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google