Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

THE HIDDEN TRAPS IN DECISION MAKING by John S. Hammond, Ralph L. Keeney, and Howard Raiffa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "THE HIDDEN TRAPS IN DECISION MAKING by John S. Hammond, Ralph L. Keeney, and Howard Raiffa."— Transcript presentasi:

1 THE HIDDEN TRAPS IN DECISION MAKING by John S. Hammond, Ralph L. Keeney, and Howard Raiffa

2 Dalam membuat keputusan, pikiran anda mungkin musuh anda yang paling buruk.

3 Membuat keputusan adalah pekerjaan yang penting dari beberapa eksekutif Keputusan yang buruk dapat merusak bisnis dan karir, kadang-kadang tidak dapat diperbaiki Pertanyaannya darimana keputusan yang buruk itu berasal?

4 Pada beberapa kasus keputusan yang buruk dapat ditelusur kembali dari keputusan tersebut dibuat. Tetapi kadang-kadang kesalahan tidak terletak pada proses pembuatan keputusan tetapi lebih pada pikiran pembuatan keputusan.

5 Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengkaji sejumlah jebakan psikologi yang mempengaruhi keputusan bisnis. Agar manajer berusaha untuk berhati-hati dan membiasakan diri dengan jebakan-jebakan ini. Psychological Traps merupakan perangkap yang sangat berbahaya.

6 Eksekutif adalah seseorang yang mencoba membiasakan diri dengan jebakan-jebakan dan jebakan ini berguna untuk meningkatkan keputusan yang mereka buat dan merekomendasikan usulan pada bawahan dan rekan sekerja Dalam penelitian ini ada bermacam-macam bentuk jebakan antara lain:  Anchoring Trap  The Status-Quo Trap  The Sunk-Cost Trap  The Confirming-Evidence Trap  The Framing Trap  Estimating and Forecasting Traps

7 Anchoring Trap Uji coba secara sederhana menggambarkan secara umum dan fenomena mental yang rusak/jahat yang disebut dengan anchoring. Ketika mempertimbangkan suatu keputusan, pikiran kita memberi bobot yang tidak seimbang untuk informasi awal yang kita terima. Anchor mengambil beberapa samaran Anchor dapat sederhana dan kelihatan tidak merusak komentar yang ditawarkan. Berpengaruh secara luas dan tidak seorangpun yang dapat menghindari pengaruh ini.

8 What can you do about it? Manajer dapat mengurangi dampaknya dengan beberapa tehnik antara lain:  Selalu memandang masalah dari perspektif yang berbeda.  Berpikiran terbuka.  Selalu berhati-hati untuk menghindari anchor dari pihak lain.  Berhati-hati dalam bernegosiasi.

9 The Status-Quo Trap Kita mungkin percaya bahwa membuat keputusan harus secara rasional dan objective. Kenyataannya kadang-kadang kita terbawa oleh bias yang akan mempengaruhi pilihan yang kita buat Sumber jebakan status-quo terletak didalam hati kita, keinginan kita untuk melindungi ego kita dari gangguan.

10 Mengatasi status-quo berarti mengambil aksi dan ketika kita mengambil aksi kita mengambil tanggung jawab dan membuka diri kita untuk suatu kritik dan penyesalan. What can you do about it?  Selalu ingat untuk tujuan diri sendiri dan menguji bagaimana orang lain akan menjalankan status-quo.  Tidak pernah berpikir bahwa status-quo hanya sebagai suatu alternatif(ku) saja.

11  Menanyakan pada diri sendiri apakah saya akan memilih status-quo jika kenyataannya tidan berstatus-quo.  Menghindari usaha yang berlebihan atau cost yang meliputi pergantian dari status-quo.  Ingat bahwa status-quo akan berubah dalam waktu yang lama.  Berjalan dengan status-quo karena kita mengambil alternatif yang terbaik, jika kita mempunyai beberapa alternatif yang lebih mengenai status-quo ini.

12 Pembuat keputusan menunjukkan sebuah bias yang cukup kuat alternatif yang mengabadikan status-quo

13 The Sunk-Cost Trap Yaitu membuat keputusan dengan cara disesuaikan dengan pilihan yang lalu, ketika pilihan yang lalu tidak kelihatan valid. Sunk-cost ini secara rasional tidak relevan dengan keputusan sekarang, hal ini mengarahkan kita untuk membuat keputusan yang tidak sesuai. What can you do about it?

14  Melihat keluar dan mendengarkan secara hati-hati cara pandang orang-orang yang tidak terlibat dengan keputusan awal.  Dengan demikian kita tahu pengaruh dari bias sunk- cost pada keputusan dan rekomendasi yang dibuat oleh bawahan.  Menguji bagaimana cara mengakui kesalahan awal yang menyusahkan kita.  Jangan mengolah budaya ketakutan dan kegagalan yang menjadi contoh pegawai untuk mengabadikan kesalahan.

15 The Confirming-Evidence Trap Merupakan salah satu bentuk bias yang berdampak pada tempat kita mengumpulkan bukti dan bagaimana cara kita menginterpretasikan bukti yang kita terima. Hal ini menuntun kita untuk mendukung informasi dan memperkecil konflik informasi. What can you do about it?

16 Selalu memeriksa untuk melihat lokasi dimana kita menguji semua bukti dengan kekerasan yang seimbang. Memilih seseorang yang baik untuk berperan sebagai devil advocated, untuk menentang keputusan yang anda renungkan. Jujur pada diri sendiri tentang alasan anda Melihat nasihat orang lain,jangan menanyakan sesuatu yang mengundang pembuktian.

17 The Framing Trap Membuat keputusan dengan berdasar pada batasan pertanyaan terhadap suatu masalah. Ini sangat berbahaya karena batasan masalah dapat berpengaruh besar terhadap pilihan yang dibuat.

18 The Framing Trap dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk:  Frames sebagai gain & loses  Framing dengan sudut pandang referensi What can you do about it?

19 Tidak secara langsung menerima frame awal. Mencoba menempatkan masalah adalah netral, tidak dengan jalan yang berlebih- lebihan yang mengkombinasikan gain & loses.Berpikir keras melalui proses pembuatan keputusan tentang suatu batasan masalah tertentu Menguji cara orang lain membatasi masalah ketika ada rekomendasi keputusan yang lain.

20 Estimating and Forecasting Traps Suatu jebakan ketika kita membuat perkiraan atau peramalan. Terdapat tiga jebakan yang tidak tertentu yang berpengaruh pada cara kita membuat keputusan: 1. The Overconfidence Trap 2. The Prudence Trap 3. The Recallability Trap

21 Walaupun kebanyakan dari kami tidak begitu bagus dalam membuat estimasi, kami

22 1. Kita terlalu yakin terhadap suatu akurasi. Hal ini dapat mendorong untuk suatu kesalahan dalam membuat judgement dan pengambilan keputusan yang buruk. 2. Merupakan jebakan untuk peramalan dalam bentuk kebijaksanaan. Ketika taruhan keptsan tinggi maka kita cenderung untuk menyesuaikan dengan perkiraan atau peramalan yang paling aman. 3. Jebakan ketika kita membuat perkiraan atau peramalan karena kita terlalu tidak percaya atau terlalu bijaksana. 4. Karena kita sering mendasarkan pada prediksi kita tentang kejadia-2 masa lalu dan kita dapat dipengaruhi oleh kejadian yg dramatik.

23 What can you do about it?  Mengambil suatu pendekatan yang disiplin untuk membuat peramalan dan kemungkinan judgement  Mengurangi pengaruh overconfidence dalam membuat suatu estimasi.  Selalu mengawali dengan mempertimbangkan secara ekstrim, kelemahan dan kelebihan dari jarak nilai yang memungkinkan.


Download ppt "THE HIDDEN TRAPS IN DECISION MAKING by John S. Hammond, Ralph L. Keeney, and Howard Raiffa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google