Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI Oleh : Abdul Rohim Tualeka.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI Oleh : Abdul Rohim Tualeka."— Transcript presentasi:

1 PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI Oleh : Abdul Rohim Tualeka

2 LIMBAH INDUSTRI TERDIRI DARI : - LIMBAH CAIR (v) - LIMBAH GAS/PARTIKEL(v) - LIMBAH PADAT (V)

3 LIMBAH DI INDUSTRI A. Limbah Cair a. LIMBAH KIMIA 1. LIMBAH KIMIA ANORGANIK Logam2 Berat : Fe, Mn, Cr, Ca, dll. ) ( Non Logam : H 2 SO 4 ) 2. LIMBAH KIMIA ORGANIK Mengandung Lemak, protein, karbohidrat b. LIMBAH BIOLOGI B. Limbah partikel dan gas (SO 2, H 2 S, CH 4, NH 3, dll.) C. Limbah Padat (JARUM SUNTIK,PLASTIK)

4 A. LIMBAH CAIR PENGOLAHAN LIMBAH CAIR a. LIMBAH KIMIA 1. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KIMIA ANORGANIK DENGAN CARA : 1) OKSIDASI : Dengan AERASE, KLORIN, KMnO4) 2) PERTUKARAN ION 2. KOAGULASI A. LIMBAH CAIR PENGOLAHAN LIMBAH CAIR a. LIMBAH KIMIA 1. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KIMIA ANORGANIK DENGAN CARA : 1) OKSIDASI : Dengan AERASE, KLORIN, KMnO4) 2) PERTUKARAN ION 2. KOAGULASI

5 PENGENDALIAN LIMBAH CAIR KIMIA ANORGANIK Dengan Cara aerasi dan koagulasi 1) OKSIDASI Oksidasi Dengan aerase = Mengontakkan udara dg air limbah agar kandungan logam,misal Fe dan Mn yang ada dlm air limbah bereaksi dg O 2 yg ada di udara membentuk endapan senyawa besi dan Mangan. Untuk Limbah mengandung Fe : 4Fe 2+ + O 2 +10H 2 O ==4Fe(OH) 3 (s)+8H + Untuk Limbah mengandung Mn : Mn 2+ + O 2 + H 2 O == MnO 2 (s) + 2H + 2. KOAGULASI PENGENDALIAN LIMBAH CAIR KIMIA ANORGANIK Dengan Cara aerasi dan koagulasi 1) OKSIDASI Oksidasi Dengan aerase = Mengontakkan udara dg air limbah agar kandungan logam,misal Fe dan Mn yang ada dlm air limbah bereaksi dg O 2 yg ada di udara membentuk endapan senyawa besi dan Mangan. Untuk Limbah mengandung Fe : 4Fe 2+ + O 2 +10H 2 O ==4Fe(OH) 3 (s)+8H + Untuk Limbah mengandung Mn : Mn 2+ + O 2 + H 2 O == MnO 2 (s) + 2H + 2. KOAGULASI

6 Ket : Aerasi efektif pd pH 6,5 – 8,5. Pertanyaan : Setelah diteliti di Lab, ditemukan dalam IPAL PT. Y terdapat 5 kg Fe. Tentukan : Dengan menggunakan aerase, berapa volume O 2 dan volume udara yang dibutuhkan untuk mengendapkan 1 gr Fe, 5 kg Fe ( Dalam kondisi normal ( Vol 1 mol gas = 22,4 L); Ar.Fe=56,Ar.O = 16 )

7 Jawaban : Untuk 1 gr Fe : 4Fe 2+ + O 2 +10H 2 O== 4Fe(OH) 3 (s)+ 8H + n Fe = 1/56 ( n = mol = gr/Ar ) nO 2 = ¼ x 1/56 Vol. O 2 = ¼ x 1/56 x 22,4 L = 0,1 L Vol udara=100/20x¼ x 1/56 x 22,4 =0,5 L Untuk 5 kg Fe ? Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengolah limbah 5 kg Fe ? ( diskusikan) Jawaban : Untuk 1 gr Fe : 4Fe 2+ + O 2 +10H 2 O== 4Fe(OH) 3 (s)+ 8H + n Fe = 1/56 ( n = mol = gr/Ar ) nO 2 = ¼ x 1/56 Vol. O 2 = ¼ x 1/56 x 22,4 L = 0,1 L Vol udara=100/20x¼ x 1/56 x 22,4 =0,5 L Untuk 5 kg Fe ? Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengolah limbah 5 kg Fe ? ( diskusikan)

8 OKSIDASI DG KLORIN (klorinasi) Fe 2+ + Cl 2 +6H 2 O== 2Fe(OH) 3 (s)+ 8H + +2 Cl- Ket : Klorin berupa gas. Disimpan dalam bentuk cair dalam tabung silinder dg P = 5-10 atm. Untuk klorinasi dilarutkan dalam air dan dimasukkan dalam air limbah. OKSIDASI DG KLORIN (klorinasi) Fe 2+ + Cl 2 +6H 2 O== 2Fe(OH) 3 (s)+ 8H + +2 Cl- Ket : Klorin berupa gas. Disimpan dalam bentuk cair dalam tabung silinder dg P = 5-10 atm. Untuk klorinasi dilarutkan dalam air dan dimasukkan dalam air limbah.

9 Oksidasi dg KMnO4 3Fe 2+ + KMnO4 +7H 2 O== 3Fe(OH) 3 (s)+ MnO 2 + K + + 5H + Pada prakteknya kebutuhan KMnO4 ternyata lebih sedikit dari kebutuhan yang dihitung berdasarkan stoikiometri karena terbentuk MnO2 berlebih yang dapat berfungsi sebagai oksidator. Oksidasi dg KMnO4 3Fe 2+ + KMnO4 +7H 2 O== 3Fe(OH) 3 (s)+ MnO 2 + K + + 5H + Pada prakteknya kebutuhan KMnO4 ternyata lebih sedikit dari kebutuhan yang dihitung berdasarkan stoikiometri karena terbentuk MnO2 berlebih yang dapat berfungsi sebagai oksidator.

10 2)Pertukaran ion menggunakan ion zeolit (Z) = senyawa kompleks Natrium, Alumino,Silikat dan pasir hijau Contoh : Na 2 Z + Fe(HCO 3 ) 2 == FeZ (s) + 2Na(HCO 3 ) Na 2 Z + Mn(HCO 3 ) 2 == MnZ(s) + 2Na(HCO 3 )

11 2.PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KIMIA ORGANIK 1) KOAGULASI 2)DENGAN PROSES ADSORPSI 3) DENGAN PROSES BIOLOGI

12 1) KOAGULASI = Proses pembubuhan bahan kimia ke dalam air agar kotoran dalam air yang berupa bahan kimia padatan tersuspensi dapat menggumpal dan cepat mengendap. Biasa digunakan tawas : Al 2 (SO 4 ) 3 18H 2 O Al 2 (SO 4 ) 3.18H 2 O+3Ca(HCO 3 ) 2 ==2Al(OH) 3 (s)+3CaSO 4 +6CO 2 (g) + 18H 2 O Al 2 (SO 4 ) 3.18H 2 O+3Ca(OH) 2 == 2Al(OH) 3 (s)+3CaSO 4 +6CO 2 (g) + 18H 2 O Ket : Ca(HCO 3 ) 2 dan Ca(OH) 2 terkandung dalam air

13 Pengendapan kotoran terjadi karena pembentukan Al(OH) 3 yang berupa partikel padat yg akan menarik partikel-partikel kotoran sehingga menggumpal bersama-sama, menjadi besar dan berat membentuk flok dan segera dapat mengendap.

14 Ion Al(OH) 3 juga diperoleh dari hidrolisis Al 2 (SO 4 )3.Reaksinya sbb : Al 2 (SO 4 ) 3 18H 2 O + H 2 O == [Al(OH) 3 ] 6.Al SO H + =

15 Limbah cair organik mengandung koloid seperti lumpur, [S 2 O 2 ]n.xOH-, senyawa logam organik seperti Fe dan Mn dalam zat warna organik dan asam humus. Limbah-limbah tsb bermuatan negatif. Untuk mengendapkan limbah2 tsb dibubuhkan koagulan yaitu Al 2 (SO 4 ) 3.nH 2 O yang dalam air menjadi koloid [Al(OH) 3 ]n.xAl 3+ yang bermuatan positif. Koloid bermuatan positif ini akan menarik koloid bermuatan negatif dan menggumpal menjadi gumpalan yang besar membentuk flok sehingga dapat mengendapkan dan dapat dipisahkan lewat saringan.

16 Cara pembubuhan tawas : Sejumlah tawas dilarutkan dalam air kemudian dimasukkan ke dalam air limbah lalu diaduk dengan cepat hingga merata selama kurang lebih 2 menit. Setelah itu kecepatan pengadukan dikurangi sedemikian rupa sehingga terbentuk gumpalan-gumpalan kotoran yang disebut flok.

17 2) PROSES ADSORPSI ADSORPSI : KEMAMPUAN MENEMPEL SUATU ZAT PD PERMUKAAN. SORBAT : BAGIAN YG MENEMPEL ADSORBEN : BAGIAN TEMPAT MENEMPEL CONTOH ADSORBEN : ARANG AKTIF

18 ADSORPSI DIPENGARUHI OLEH : PERMUKAA SUATU ZAT SERTA LUAS AREANYA. KARBON AKTIF MEMILIKI LUAS PERMUKAANH 200 m 2 /g SHG AKTIF MENYERAP ADSORBAT DLM JUMLAH BESAR

19 PROSES ADSORPSI : 1. MOLEKUL2 ADSORBAT DIPINDAHKAN DARI BAGIAN TERBESAR LARUTAN KE PERMUKAAN ANTARA 2. MOLEKUL2 ADSORBAT DIPINDAHKAN DR PERMUKAAN ANTARA KE PERMUKAAN LUAR ADSORBEN 3. MOLEKUL2 ADSORBAT DIPINDAHKAN KE PERMUKAAN LUAR DARIO ADSORBEN MENYEBAR MENUJU PORI-PORI ADSORBEN 4. MOLEKUL2 ADSORBEN MENEMPEL PADAPERMUKAAN MOLEKUL PORI-PORI ADSORBEN.

20 HUBUNGAN MATEMATIS YG MENGGAMBARKAN PROSES DIATAS DIGAMBARKAN OLEH FRUENDLICH DIKENAL DeENGAN (ISOTERM FREUNDLICH, 1916 ): ISOTERM INI DIKEMBANGKAN DG ASUMSI : 1) ENERGI YG TERLIBAT DLM PROSES ADSORPSI TDK SELALU SAMA 2)TDK SELURUH PERMKUKAAN MEDIA TERLIBAT DLM PROSES ADSORPSI 3) ENERGI DLM PERMUKAANH MEDIA ADALAH HETEROGEN

21 PERSAMAAN ISOTERM FREUNDLICH x/m = kf.C 1/n Ket : x = massa zat terlarut yang diadsorpsi (mg) m= massa adsorben ( mg) C = konsentrasi zat terlarut yg tertinggal pd titik kesetimbangan (mg/L) kf dan n = konstanta

22 PERTANYAAN : Hasil tes lab dengan menggunakan karbon aktif serbuk : Perc. Ke : Dosis (K(mg/L) [C]o mg/L [C]1 mg/L (m) (kons.awal) (kons.akhir) I II III ? 15 3 a. Tentukan persamaan Isoterm Freundlich b. Tentukan dosis KA yang diperlukan untuk mereduksi [C]o 15 mg/L menjadi 3 mg/L PERTANYAAN : Hasil tes lab dengan menggunakan karbon aktif serbuk : Perc. Ke : Dosis (K(mg/L) [C]o mg/L [C]1 mg/L (m) (kons.awal) (kons.akhir) I II III ? 15 3 a. Tentukan persamaan Isoterm Freundlich b. Tentukan dosis KA yang diperlukan untuk mereduksi [C]o 15 mg/L menjadi 3 mg/L

23 Jawaban : x/m=k.c 1/n Perc (1) : 15/12 = kf.5 1/n (2) : 10/7 = kf.2 1/n Perc (1) : 15/12 k.5 1/n = /7 k.2 1/n n = -7,25 Substitusi ke perc (1): k = 1,5625 Substitusi ke perc (3): m = 8,9 a. Pers. Isoterm Freundlich: x/m = 1,5625C - 1/7,25 b. m = 8,9 mg/L Jawaban : x/m=k.c 1/n Perc (1) : 15/12 = kf.5 1/n (2) : 10/7 = kf.2 1/n Perc (1) : 15/12 k.5 1/n = /7 k.2 1/n n = -7,25 Substitusi ke perc (1): k = 1,5625 Substitusi ke perc (3): m = 8,9 a. Pers. Isoterm Freundlich: x/m = 1,5625C - 1/7,25 b. m = 8,9 mg/L

24 3) PROSES BIOLOGI a) PENGOLAHAN CARA AEROB Bakteri Aerob Bahan Organik + MO + O 2  H 2 O + CO 2 Pada proses ini : terdapat pd sebuah kolam berbentuk segi empat, agak dangkal agar sinar matahari sampai di dasar kolam. i) PROSES KOLAM OKSIDASI Faktor2 yg berpengaruh : a.Dalam kolam : 1 – 1,5 m b.Kondisi limbah : hrs disaring terlebih dahulu, pH 6,5 – 8,5. c.Ikilim : saat kemarau baik, saat hujan tidak baik krn terjadi kondisi anaerob. 3) PROSES BIOLOGI a) PENGOLAHAN CARA AEROB Bakteri Aerob Bahan Organik + MO + O 2  H 2 O + CO 2 Pada proses ini : terdapat pd sebuah kolam berbentuk segi empat, agak dangkal agar sinar matahari sampai di dasar kolam. i) PROSES KOLAM OKSIDASI Faktor2 yg berpengaruh : a.Dalam kolam : 1 – 1,5 m b.Kondisi limbah : hrs disaring terlebih dahulu, pH 6,5 – 8,5. c.Ikilim : saat kemarau baik, saat hujan tidak baik krn terjadi kondisi anaerob.

25 ii) PROSES LUMPUR AKTIF Baik karena mengandung zat pengurai shg sangat baik untuk mengolah bahan organik Untuk proses pengolahan perlu dipertimbangkan : a. Setiap meter kubik limbah air dibutuhkan udara 8m 3 b. Air limbah dlm tangki aerasi tidak lebih 8 jam Keuntungan lumpur aktif : tidak menimbulkan bau dan air olahan cukup baik ii) PROSES LUMPUR AKTIF Baik karena mengandung zat pengurai shg sangat baik untuk mengolah bahan organik Untuk proses pengolahan perlu dipertimbangkan : a. Setiap meter kubik limbah air dibutuhkan udara 8m 3 b. Air limbah dlm tangki aerasi tidak lebih 8 jam Keuntungan lumpur aktif : tidak menimbulkan bau dan air olahan cukup baik

26 . Contoh sistem pengolahan limbah cair secara aerob

27 b) PENGOLAHAN CARA ANAEROB Bakteri anaerob Bahan organik  CH 4 + CO 2 Bekerja efisien pd suhu rendah o C, biaya operasi rendah, cocok untuk proses industri dg BOD tinggi dan padatan organik berjumlah besar. Keuntungan : Penggunaan energi sedikit, memproduksi gas yg dapat dimanfaatkan, lumpur yg dihasilkan sedikit, bau tidak timbul. b) PENGOLAHAN CARA ANAEROB Bakteri anaerob Bahan organik  CH 4 + CO 2 Bekerja efisien pd suhu rendah o C, biaya operasi rendah, cocok untuk proses industri dg BOD tinggi dan padatan organik berjumlah besar. Keuntungan : Penggunaan energi sedikit, memproduksi gas yg dapat dimanfaatkan, lumpur yg dihasilkan sedikit, bau tidak timbul.

28 . Contoh Sistem Pengolahan Limbah cair secara anaerob

29 b. LIMBAH BIOLOGIS ( MIKROORGANISME) CONTOH LIMBAH BIOLOGI ( BAKTERI E.COLI, VIRUS, DLL. ) BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN : KLORIN (Cl2, KAPORIT ATAU Ca(OCl)2, OZON, SINAR UV, NaOCl. BEBERAPA HAL YG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH BAHAN KIMIA ADALAH : a. daya racun bahan kimia b. waktu kontak yg diperlukan c. efektifitasnya d. rendahnya dosis e. tidak toksik terhadap hewan dan manusia f. Tetap tahan terhadap air g. biaya yang murah untuk pemakaian yang massal b. LIMBAH BIOLOGIS ( MIKROORGANISME) CONTOH LIMBAH BIOLOGI ( BAKTERI E.COLI, VIRUS, DLL. ) BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN : KLORIN (Cl2, KAPORIT ATAU Ca(OCl)2, OZON, SINAR UV, NaOCl. BEBERAPA HAL YG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH BAHAN KIMIA ADALAH : a. daya racun bahan kimia b. waktu kontak yg diperlukan c. efektifitasnya d. rendahnya dosis e. tidak toksik terhadap hewan dan manusia f. Tetap tahan terhadap air g. biaya yang murah untuk pemakaian yang massal

30 DALAM PERTIMBANGAN TSB DIGUNAKAN : Klorin, O 3, UV. a) klorin berupa gas : Cl 2 Cl 2 + H 2 O HOCl + H + + Cl - b) Klorin oksida ( kaporit ) Ca(OCl) Ca OCl - OCl - + H HOCl Ket : HOCl, OCl - : Free Available Chlorin Klor Bebas ) Dengan daya bunuh HOCl 40 – 80 X > OCl - DALAM PERTIMBANGAN TSB DIGUNAKAN : Klorin, O 3, UV. a) klorin berupa gas : Cl 2 Cl 2 + H 2 O HOCl + H + + Cl - b) Klorin oksida ( kaporit ) Ca(OCl) Ca OCl - OCl - + H HOCl Ket : HOCl, OCl - : Free Available Chlorin Klor Bebas ) Dengan daya bunuh HOCl 40 – 80 X > OCl -

31 B. LIMBAH PARTIKEL/GAS PENGOLAHAN LIMBAH PARTIKEL DAN GAS 1. Limbah Partikel Alat : presipitator elektrostatik Cara Kerja : partikel dilewatkan pada bagian yg mempunyai potensial elektrostatik tinggi shg bermuatan. Partikel tsb kemudian akan tertarik ke bagian lain yg muatannya berlawanan. B. LIMBAH PARTIKEL/GAS PENGOLAHAN LIMBAH PARTIKEL DAN GAS 1. Limbah Partikel Alat : presipitator elektrostatik Cara Kerja : partikel dilewatkan pada bagian yg mempunyai potensial elektrostatik tinggi shg bermuatan. Partikel tsb kemudian akan tertarik ke bagian lain yg muatannya berlawanan.

32 . PRESIPITATOR

33

34 Bagaimana mereka bekerja Muatan listrik diterapkan pada partikel tertarik ke perangkat. Kemudian partikel ditangkap di piring malah dibebankan. Kelebihan: Mereka memiliki biaya operasi yang relatif rendah. Beberapa melakukan tugasnya dengan baik untuk menghilangkan debu, serbuk sari, dan asap. Cons: Sebagian besar ozon membuat beberapa. Model dengan fans kecil atau tidak ada penggemar tidak efektif untuk menghilangkan debu dan asap. Mereka yang memiliki kipas angin dapat berisik pada kecepatan tinggi. Pelat koleksi perlu dibersihkan sering, jadi ada perawatan lebih diperlukan daripada dengan filter berbasis unit.

35

36

37

38

39

40

41 2. limbah Gas a. Scrubber (alat untuk membersihkan gas yg mudah bereaksi dg air ) Prinsif kerja alat : Mencampurkan air dg uap/gas dalam satu kolam. Pada umumnya arah aliran berlawanan agar kontak uap/ gas dg air dapat sempurna. 2. limbah Gas a. Scrubber (alat untuk membersihkan gas yg mudah bereaksi dg air ) Prinsif kerja alat : Mencampurkan air dg uap/gas dalam satu kolam. Pada umumnya arah aliran berlawanan agar kontak uap/ gas dg air dapat sempurna.

42 . SCRUBBER

43 .

44 .

45 . Setelah dedusting biasanya scrubber digunakan untuk menghilangkan gas asam seperti HCl dan SO2. Dua proses scrubbing digunakan, basah scrubber dan (kuasi-) scrubber kering. Dalam scrubber basah gas buang disemprot dengan campuran cair dari air dan kapur. Polutan gas asam bereaksi dengan cairan untuk membentuk gipsum yang dapat dihapus dari air limbah untuk menghasilkan drywalls. Menggunakan proses scrubbing kering solusi air diganti dengan bubuk kapur atau campuran bubur air dan kapur. Untuk kontrol operasi yang tepat dari pemantauan proses kering terus menerus HCl, SO2 dan konsentrasi H2O sangat penting. Solusi kami:

46 Cara kerja Scrubber dg menara penyemprot Gas kotor masuk dari bagian dasar akibat tekanan. Gas membumbung ke atas sementara dari atas dimasukkan pipa air yg dilengkapi dg sprayer ( penyemprot ) shg air keluar merupakan titik2 air memenuhi menara. Karena gaya berat, titik air turun sementara gas naik bersama udara. Gas yang terkandung dlm udara bereaksi dg air dan turun kebawah lalu ditampung dan dialirkan ke tempat tertentu.

47 b. Adsorpsi ( menyerap gas dengan menempelkan gas pada permukaan ), ada 2 macam : (1) Adsorpsi fisik atau Van der Waals - Panas adsorpsi rendah ( sekitar kal/mole ) - Kesetimbangan adsorpsi reversibel dan cepat Misal : adsorpsi gas pada arang aktif (2) Adsorpsi kimia atau adsorpsi aktivasi -Panas adsorpsi tinggi ( kal/mole) -Adsorpsi terjadi dengan pembentukan senyawa kimia, hingga ikatannya lebih kuat. Contoh : adsorpsi CO pada W, O2 pada Ag,Au,Pt,C H2 pada Ni b. Adsorpsi ( menyerap gas dengan menempelkan gas pada permukaan ), ada 2 macam : (1) Adsorpsi fisik atau Van der Waals - Panas adsorpsi rendah ( sekitar kal/mole ) - Kesetimbangan adsorpsi reversibel dan cepat Misal : adsorpsi gas pada arang aktif (2) Adsorpsi kimia atau adsorpsi aktivasi -Panas adsorpsi tinggi ( kal/mole) -Adsorpsi terjadi dengan pembentukan senyawa kimia, hingga ikatannya lebih kuat. Contoh : adsorpsi CO pada W, O2 pada Ag,Au,Pt,C H2 pada Ni

48 C.LIMBAH PADAT PENGELOLAAN LIMBAH PADAT : IDENTIFIKASI, PEMISAHAN, PENGANGKUTAN, PENGOLAHAN

49 LIMBAH PADAT (RUMAH SAKIT) RS merupakan salah satu RS merupakan salah satu tempat penghasil B3 Sesuai dgn predikat B3 sdh Sesuai dgn predikat B3 sdh seharusnya pengelolaan limbah mendpt perhatian semua pihak secara kontinyu, spy tdk disalahgunakan untuk kepentingan pribadi

50 Sumber -2 Limbah Ruang perawatan Ruang perawatan Ruang farmasi Ruang farmasi Laboratorium Laboratorium Perkantoran Perkantoran Rumah tangga Rumah tangga Gizi Gizi Dapur Dapur

51 Penanganan limbah rumah sakit Identifikasi Identifikasi Pemisahan Pemisahan Labeling Labeling Packing Packing Penyimpanan Penyimpanan Pengangkutan Pengangkutan Treatment Treatment Disposal Disposal

52 Jenis-jenis limbah Limbah padat: – Infeksius – Non infeksius Limbah cair Limbah cair – Infeksius – Non infeksius Limbah tajam Limbah tajam

53 Limbah padat infeksius Limbah yang berasal dari pelayanan klinis, perawatan, laboratorium dan atau semua benda yang sudah terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh pasien

54 Limbah padat non infeksius Limbah rumah tangga atau pembungkus alat medik yang tidak terkonaminasi dengan darah atau cairan tubuh pasien

55 Limbah Benda Tajam Semua benda yang mempunyai permukaan tajam yang dapat melukai / merobek permukaan tubuh

56 Pemisahan limbah Pemisahan dimulai dari awal penghasil Pemisahan dimulai dari awal penghasillimbah Pisahkan limbah sesuai dengan jenis Pisahkan limbah sesuai dengan jenislimbah Tempatkan limbah sesuai dengan Tempatkan limbah sesuai denganjenisnya Limbah cair segera dibuang ke wastafel Limbah cair segera dibuang ke wastafel di spoelhoek

57 Labeling limbah Limbah padat infeksius: Limbah padat infeksius: – plastik kantong kuning – kantong warna lain tapi diikat tali warna kuning Limbah padat non infeksius: Limbah padat non infeksius: – plastik kantong warna hitam Limbah benda tajam: Limbah benda tajam: – wadah tahan tusuk dan air Kantong pembuangan diberi label biohazard atau sesuai jenis limbah

58 Packing/Penempatan limbah Tempatkan dalam wadah limbah tertutup Tempatkan dalam wadah limbah tertutup Tutup mudah dibuka, sebaiknya bisa dengan Tutup mudah dibuka, sebaiknya bisa dengan menggunakan kaki Kontainer dalam keadaan bersih Kontainer dalam keadaan bersih Kontainer terbuat dari bahan yang kuat, ringan Kontainer terbuat dari bahan yang kuat, ringan dan tidak berkarat Tempatkan setiap kontainer limbah pada jarak Tempatkan setiap kontainer limbah pada jarak 10 – 20 meter Ikat limbah jika sudah terisi 3/4 penuh Ikat limbah jika sudah terisi 3/4 penuh Kontainer limbah harus dicuci setiap hari Kontainer limbah harus dicuci setiap hari

59 Penyimpanan sementara Simpan limbah di tempat penampungan Simpan limbah di tempat penampungan sementara khusus Tempatkan limbah dalam kantong plastik dan Tempatkan limbah dalam kantong plastik dan ikat dengan kuat Beri label pada kantong plastik limbah Beri label pada kantong plastik limbah Setiap hari limbah diangkat dari tempat Setiap hari limbah diangkat dari tempat penampungan sementara Tempat penampungan sementara harus di Tempat penampungan sementara harus di area terbuka, terjangkau (oleh kendaraan), aman dan selalu dijaga kebersihannya dan kondisi kering

60 Pengangkutan limbah Mengangkut limbah harus menggunakan kereta Mengangkut limbah harus menggunakan kereta dorong khusus Kereta dorong harus kuat, mudah dibersihkan, Kereta dorong harus kuat, mudah dibersihkan,tertutup Tidak boleh ada yang tercecer Tidak boleh ada yang tercecer Sebaiknya lift pengangkut limbah berbeda Sebaiknya lift pengangkut limbah berbeda dengan lift pasien Gunakan alat pelindung diri ketika menangani limbah Gunakan alat pelindung diri ketika menangani limbah

61 Treatment Limbah Limbah infeksius di masukkan dalam Limbah infeksius di masukkan dalaminsenerator Limbah non infeksius dibawa ke tempat Limbah non infeksius dibawa ke tempat pembuangan sampah umum Limbah benda tajam dimasukkan dalam Limbah benda tajam dimasukkan dalaminsenerator Limbah cair dalam wastafel di ruang spoelhoek Limbah cair dalam wastafel di ruang spoelhoek Limbah feces, urine kedalam WC Limbah feces, urine kedalam WC

62 Penanganan Limbah Benda Tajam Jangan menekuk atau Jangan menekuk atau mematahkan benda tajam Jangan meletakkan limbah Jangan meletakkan limbah benda tajam sembarang tempat Segera buang limbah benda Segera buang limbah benda tajam ke kontainer yang tersedia Selalu buang sendiri oleh si Selalu buang sendiri oleh sipemakai Tidak menyarungkan kembali Tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai Kontainer benda tajam Kontainer benda tajam diletakkan dekat lokasi tindakan xx

63 Penanganan Limbah Pecahan/Benda Tajam Gunakan sarung tangan tebal Gunakan sarung tangan tebal Gunakan kertas koran untuk Gunakan kertas koran untuk mengumpulkan pecahan benda tajam tersebut, kemudian bungkus dengan kertas Masukkan dalam kontainer tahan tusukan Masukkan dalam kontainer tahan tusukan

64 Incenerator


Download ppt "PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI Oleh : Abdul Rohim Tualeka."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google