Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Epid-OH cross sectional1 Desain Cross Sectional M.A. Epidemiologi K3 DR. Dr. L. Meily Kurniawidjaja, MSc., Sp.Ok.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Epid-OH cross sectional1 Desain Cross Sectional M.A. Epidemiologi K3 DR. Dr. L. Meily Kurniawidjaja, MSc., Sp.Ok."— Transcript presentasi:

1 Epid-OH cross sectional1 Desain Cross Sectional M.A. Epidemiologi K3 DR. Dr. L. Meily Kurniawidjaja, MSc., Sp.Ok.

2 Epid-OH cross sectional2 Pendahuluan Merupakan penelitian (Rs) epid. non-eksperim.: –Deskriptif, mis. survei desk./ penentuan nilai normal antropometrik –Analitik, mis. kadar asam urat manula normal dibandingkan dgn manula kegemukan Dlm Rs kedokteran & kesehatan: paling sering Mencakup semua Rs yg pengukuran variabelnya hanya 1 x, pada satu saat/simultan Studi prevalens, tdk ada f.u., dpt utk: –Perencanaan kesehatan –Studi etiologi – menegakkan hipotesis

3 Epid-OH cross sectional3 Skema Studi Cross Sectional E (+) D (+) Pengukuran variabel risiko (E) dan variabel efek (D) dilakukan pada satu saat secara simultan hanya satu kali a b c d D ( - ) D (+) D ( - ) E ( - )

4 Epid-OH cross sectional4 Tabel 2 x 2 Hasil pengamatan pd Cross Sectional D+D- E+aba+b E-cdc+d Membandingkan Prevalens efek pada kelompok E+ dgn kelompok E- Rasio Prevalens (RP) = a/(a+b) : c/(c+d)

5 Epid-OH cross sectional5 Langkah 1.Merumuskan pertanyaan penelitian 2.Mengidentifikasi variabel independen (V.I.) dan variabel dependen (V.D.) 3.Menentukan subyek penelitian 4.Melaksanakan pengukuran 5.Melakukan analisis

6 Epid-OH cross sectional6 Interpretasi Hasil 1.RP > 1 V.I. merupakan faktor risiko 2.RP < 1 V.I. mengurangi risiko terjadinya efek 3.RP = 1 V.I. yang diduga merupakan faktor risiko terjadinya efek, justru tidak berpengaruh Catatan: Bila 95% Confidence Interval dari PR melalui nilai 1 (mis. 0,76—2,3), VI tdk berpengaruh terhadap VD

7 Epid-OH cross sectional7 Kelebihan studi CS 1.Terutama: memungkinkan penggunaan populasi masyarakat umum, tdk hanya yg berobat, hingga generalisasinya cukup memadai 2.Relatif mudah, murah, cepat 3.Dapat meneliti sekaligus banyak variabel 4.Tidak terancam d.o. 5.Dpt dimasukkan ke dalam tahapan pertama studi kohort/eksperimen, tanpa/ sedikit sekali menambah biaya 6.Dapat digunakan utk menegakkan hipotesis

8 Epid-OH cross sectional8 Kekurangan studi SC 1.Sulit menentukan sebab akibat (temporal relationship tdk jelas) 2.Menjaring subyek yang durasi sakit panjang (prevalens), bila cepat sembuh/ meninggal sulit ditentukan 3.Subjek besar, terutama bila varaibel banyak 4.Tdk menggambarkan perjalanan penyakit, insidens, prognosis 5.Tdk praktis utk kasus yg sangat jarang 6.Mungkin terjadi bias prevalens / inseidens

9 Epid-OH cross sectional9 Contoh Kasus


Download ppt "Epid-OH cross sectional1 Desain Cross Sectional M.A. Epidemiologi K3 DR. Dr. L. Meily Kurniawidjaja, MSc., Sp.Ok."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google