Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelompok 2 : Azharuddin Fadlun Minallah Herizal Inarah Desi Juliani Delia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelompok 2 : Azharuddin Fadlun Minallah Herizal Inarah Desi Juliani Delia."— Transcript presentasi:

1 Kelompok 2 : Azharuddin Fadlun Minallah Herizal Inarah Desi Juliani Delia

2 DEFINISI Antikolinergika Antikolinergika atau parasimpatolitika melawan khasiat asetilkolin dengan jalan menghambat terutama reseptor- reseptor muskarin yang terdapat di SSP dan organ perifer. Zat-zat ini tidak bekerja terhadap reseptor-reseptor Nikotin kecuali zat-zat ammonium kwartener yang berdaya ringan terhadapnya. Kebanyakan antikolinergika tidak bekerja selektif bagi lima subtype reseptor-M. berefek terhadap banyak organ tubuh antara lain; mata, kelenjar eksokrin, paru-paru, jantung saluran kemih, saluran lambung-usus, dan SSP.

3 Efek samping umum antikolinergik berupa efek- efek muskarin, yakni mulut kering, obstipasi, retensi urin, tachycardia, palpitasi, dan aritmia, gangguan akomodasi, midriasis, dan berkeringat. Pada dosis tinggi timbul efek sentral, seperti gelisah, ngawur, eksitasi, halusinasi, dan delirium.

4 A. Alkaloid Beladona : atropin, skopolamin, dan homatropin. B. Zat Ammonium Kwaterner : propantein, ipratropium dan tiotropium C. Zat Amin Tersier : pirenzepin, flavoxat, oksibutinin, tolterodin, dan tropicamida.

5 1) Atropin Mekanisme kerja mata : Atropin menyekat semua aktifitas kolinergik pada mata,sehingga menimbulkan midriasis (dilatasi pupil),mata menjadi tidak bereaksi terhadap cahaya dan sikloplegia(ketidak mampuan memfokus untuk penglihatan dekat ).

6 Gastrointestinal: Atropin digunakan sebagai obat antipasmodik untuk mengurangi aktivitas saluran cerna.atropin dan psikopolamin merupakan obat terkuat sebagaipenghambat salurancerna.walaupun motilitas (gerakan usus) dikurangi,tetapiproduksi asam hidroklorat tidak jelas berpengaruh.oleh karena itu obat ini tidak efektif untuk mempercepat penyembuhan ulkus peptikum. Sistem kemih: Atropin digunakan untuk mengurangi keadaan hipermotilitas kandung kemih.obat ini kadang kadang masih dipakai untuk kasus enuresis(buang air seni tanpa disadari/ngompol) diantara anak anak,tetapi obat agonis adrenergik alfa jauh lebih efektif dengan efek samping yang sedikit.

7 Kardiovaskular Atropin menimbulkan efek difergen pada sistem kardiovaskular, tergantung pada dosisnya. Pada dosis rendah efek yang menonjol adalah penurunan denyut jantung(bradikardia).pada dosis tinggi,reseptor jantung pada nodus SA disekat,dan denyut jantung sedikit bertambah (takikardia). Tekanan darah arterial tidak dipengaruhi tetapi pada tingkat toksik, atropin akan mendilatasi pembuluh darah dikulit. Sekresi: Atropin menyekat kelenjar saliva sehingga timbul efek pengeringan pada lapisan mukosa mulut(serostomia).kelenjar saliva sangat peka terhadap atropin.kelenjar keringat dan kelenjar air mata terganggu pula dikarenakan hambatan sekresi pada kelenjar keringat menyebabkan suhu tubuh meninggi.

8 INDIKASI 1.Pada trauma mata, salep mata atropin meyebabkan efek midriatik dan sikloplegik dan memungkinkan untuk pengukuran kelainan refraksi tanpa gangguan oleh kapasitas akomodatif mata. 2.Sebagai obat antispasmodik untuk melemaskan saluran cerna dan kandung kemih. 3.Mengobati kelebihan dosis organofosfat (yang mengandung insektisida tertentu) dan beberapa jenis keracunan jamur(jamur tertentu yang mengandung substansi kolinergik).kemampuan obat ini masuk kedalam SSP sangat penting sekali. 4.mengurangi sekresi lendir sal nafas (rinitis), medikasi preanestetik (mengurangi lendir saluran pernafasan)

9  Efek samping: tergantung sekali pada dosis, atropin dapat menyebabkan mulut kering, gangguan miksi, meteorismus, dimensia, retensio urin, muka merah.  Gejala keracunan: pusing, mulut kering, tidak dapat menelan, sukar bicara, haus, kabur, midriasis, fotopobia, kulit kering dan panas, demam, jantung tachicardi, TD naik, meteorismus, bising usus hilang, oligouria/anuria, inkoordinasi, eksitasi, bingung, delirium, halusinasi Diagnosis keracunan: gejala sentral, midriasis, kulit merah kering, tachikardi Antidotum keracunan: fisostigmin 2 – 4 mg sc → dapat menghilangkan efek SSP dan anhidrosis.  Dosis atropin: umumnya berkisar 0,25 – 1 mg.

10 2.)Skopolamin Mekanisme kerja : Derivat-epoksi dari atripin bekerja lebih kuat.Efek sentralnya kira-kira 3kali lebih kuat dapat menimbulkan efek tepi yang sama dengan efek atropin,tetapi efek skopolamin lebih nyata pada SSP dan masa kerjanya lebih lama dibandingkan atropin

11 Indikasi 1.Digunakan sebagai obat mabuk jalan dalam bentuk plester 2.Digunakan sebagai mediatrikum 3.Digunakan sebagai obat anti kejang lambung-usus 4. Digunakan sebagai premedikasi anestesi

12  Kontra indikasi Glaukoma, pembesaran prostat.  Efek samping Sedasi,rasa mengantuk,tetapi pada dosis yang tinggi dapat menyebabkan kegelisahan / kegundahan.

13 B. ZAT AMMONIUM KWATERNER 1) Propantein Dosis tinggi → efek kurare(mengendurkan otot-otot lurik rangka) Banyak digunakan pada tukak lambung,gastritis dan kejang-kejang lambung-usus Dosis → oral 3 dd 15 mg(HBr) 2) Ipratropium Digunakan sebagai inhalasi pada asma dan bronkhitis Khasiat → bronkhodilatasi dengan mengurangi hipersekresi dahak 3) Tiotropium Digunakan sebagai inhalasi pada asma dan bronkhitis Khasiat → bronkhodilatasinya lebih lama dari pada ipratropium Dosis 1x sehari

14 C. ZAT AMIN TERSIER 1) Pirenzepin Pada dosis tinggi menghambat reseptor di organ- organ(jantung,mata,lambung-usus,urogenital) Pada dosis rendah menghambat secara selektif reseptor muscarin- M dalam sel-sel parietal lambung yang membentuk Hcl Digunakan dalam tukak lambung-usus dan gastritis Dosis → oral 2 dd 50 mg pada pagi hari. 2) Flovoxat Berkhasiat merelaksasi langsung terhadap otot kandung kemih Berdaya lokal anestetis dan analgetis Kontra indikasi → tidak boleh digunakan pada pasien glaukoma dan pada gangguan fungsi ginjal Dosis → pada urge-inkontinensi 3 dd mg (garam HCl).

15 3.Oksibutinin Khasiat → spasmolitis pada otot polos kandung kemih Digunakan khusus pada urge-inkontinensi urin untuk mengurangi hasrat berkemih,juga pada kejang-kejang kandung kemih akibat iritasi oleh kateter Dosis → oral 3 dd 2,5 mg(HCl), bila perlu 3-4 dd 5 mg 4.Tolterodin Khasiatnya anti kolinergis sedang Digunakan pada urge-inkontinensi kemih Dosis → oral 3dd 2,5-5 mg(tartrat) 5.Tropicamida Khasiat → anti kolinergis kuat Digunakan sebagai midriatikum untuk diagnosa Pada dosis lebih besar(larutan 1%) berefek cycloplegis → melumpuhkan akomodasi Dosis → untuk midriasis 1-2 tetes larutan 0,5% minimal 15mnt sebelum pemeriksaan mata

16 Contoh obat dipasaran: Untuk obat bronkodilator 1. Atrovent Dosis:3-4 dd 2 semprotan dari 20mcg(bromida) 2. Teofillin Dosis: 3-4 dd mg microfine Untuk obat lain: 1. Difenoksilat Dosis: 2,5-5mg 3-4 kali sehari 2. Difenoksin Dosis: 2tablet diawal penggunaan kemudian 1tablet setiap kali diare. Untuk obat mata: 1. Homatropin Dosis :larutan 0,5-2% 1-2 tts.

17 Contoh Obat Pasaran Holopon Dosis: 3kali sehari tts. Spaminal Dosis : 1 tablet setiap 6 – 8 jam, maksimum 4 tablet sehari.

18 DAFTAR PUSTAKA Mycek.mery j. farmakologi ulasan bergambar edisi jakarta : widya medika. Lepper,hans.Farmakologi dan toksologi.2003.jakarta :buku kedokteran EGC.


Download ppt "Kelompok 2 : Azharuddin Fadlun Minallah Herizal Inarah Desi Juliani Delia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google