Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Modul 8 : Perencanaan dan Pengendalian Produksi Kompetensi Pokok Bahasan :  Mampu melakukan peramalan produksi dengan beberapa metode peramalan.  Mampu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Modul 8 : Perencanaan dan Pengendalian Produksi Kompetensi Pokok Bahasan :  Mampu melakukan peramalan produksi dengan beberapa metode peramalan.  Mampu."— Transcript presentasi:

1 Modul 8 : Perencanaan dan Pengendalian Produksi Kompetensi Pokok Bahasan :  Mampu melakukan peramalan produksi dengan beberapa metode peramalan.  Mampu melakukan perencanaan produksi berdasarkan hasil peramalan.  Mampu melakukan pengawasan dan perencanaan persediaan dengan beberapa metode.

2 Aktivitas utama dalam system produksi adalah perencanaan dan pengawasan operasi. Aktivitas utama dalam system produksi adalah perencanaan dan pengawasan operasi. Sistem produksi adalah suatu aktivitas untuk mengatur penggunaan sumber daya (resources) yang ada dalam proses pembuatan produk/barang atau jasa yang bermanfaat dengan melakukan optimasi terhadap tujuan perusahaan. Sistem produksi adalah suatu aktivitas untuk mengatur penggunaan sumber daya (resources) yang ada dalam proses pembuatan produk/barang atau jasa yang bermanfaat dengan melakukan optimasi terhadap tujuan perusahaan. Perencanaan dan Pengawasan Operasi

3 Produk/ Jasa Bahan - TK - Mesin - Fasilitas - Dll. Proses transformasi atau perubahan Informasi umpan balik hasil untuk pengawasan proses

4 1.Peramalan Perkiraan atau estimasi tingkat permintaan suatu produk untuk periode yang akan datang berdasarkan data penjualan masa lampau yang dianalisis dengan cara tertentu. 2. Perencanaan Operasi/produksi Digunakan untuk mengetahui jumlah barang yang harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada. Merupakan pegangan untuk merancang jadual produksi. Kegiatan Perencanaan & Pengawasan Operasi al :

5 3. Pengawasan dan Perencanaan Persediaan Persediaan : sumber daya menganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut, berupa kegiatan produksi pada system manufaktur, kegiatan pemasaran pada system distribusi atau kegiatan konsumsi pada system rumah tangga. Persediaan : sumber daya menganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut, berupa kegiatan produksi pada system manufaktur, kegiatan pemasaran pada system distribusi atau kegiatan konsumsi pada system rumah tangga. Persediaan digunakan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya opersi perusahaan yang dilakukan berturut-turut untuk memproduksi barang untuk dipasarkan pada konsumen. Persediaan digunakan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya opersi perusahaan yang dilakukan berturut-turut untuk memproduksi barang untuk dipasarkan pada konsumen.

6 4. Material Requirement Planning Metode Perencanaan Kebutuhan Material adalah prosedur logis, aturan keputusan dan teknik pencatatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule) menjadi kebutuhan bersih (net requirement) material untuk semua item komponen produk. Metode Perencanaan Kebutuhan Material adalah prosedur logis, aturan keputusan dan teknik pencatatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule) menjadi kebutuhan bersih (net requirement) material untuk semua item komponen produk. 5. Line Balancing (Keseimbangan Lintasan) Upaya untuk meminimumkan ketidakseimbangan diantara mesin-mesin untuk mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diinginkan. Upaya untuk meminimumkan ketidakseimbangan diantara mesin-mesin untuk mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diinginkan.

7 6. Konsep Just In Time. Memproduksi output yang diperlukan, pada waktu dibutuhkan, dalam jumlah sesuai kebutuhan. Pada setiap tahap proses dalam system produksi. Dengan cara yang paling ekonomis dan efisien. Memproduksi output yang diperlukan, pada waktu dibutuhkan, dalam jumlah sesuai kebutuhan. Pada setiap tahap proses dalam system produksi. Dengan cara yang paling ekonomis dan efisien.

8 Peramalan(Forecast) 1. Peramalan Subyektif. Menekankan pada keputusan-keputusan hasil diskusi, pendapat pribadi dan institusi. Menekankan pada keputusan-keputusan hasil diskusi, pendapat pribadi dan institusi. - Metode Delphi. - Metode Delphi. peramalan yang didasarkan pada keputusan bersama dari suatu grup yang terdiri dari para ahli yang berbeda. peramalan yang didasarkan pada keputusan bersama dari suatu grup yang terdiri dari para ahli yang berbeda. - Metode Penelitian Pasar : - Metode Penelitian Pasar : metode ini menganalisa fakta secara sistematis pada bidang yang berhubungan dengan pemasaran. (teknik survei konsumen : kuisioner). metode ini menganalisa fakta secara sistematis pada bidang yang berhubungan dengan pemasaran. (teknik survei konsumen : kuisioner). Metode Peramalan

9 2.Peramalan Obyektif. Prosedur peramalan yang mengikuti aturan- aturan matematis dan statistik. Prosedur peramalan yang mengikuti aturan- aturan matematis dan statistik. Metode Intrinsik Metode Intrinsik Peramalan yang hanya berdasarkan proyeksi permintaan histories tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan. Peramalan yang hanya berdasarkan proyeksi permintaan histories tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan. –Untuk peramalan jangka pendek, Analisis deret waktu (Time Series) Metode Ekstrinsik Metode Ekstrinsik Memepertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan dimasa datang. Memepertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan dimasa datang.

10 –Peramalan jangka panjang, karena dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat (disebut metode kausal), Metode Regresi. Regresi Linier Regresi Linier Dalam metode regresi linear, pola hubungan antara suatu variabel yang mempengaruhinya dapat dinyatakan dengan suatu garis lurus. Dalam metode regresi linear, pola hubungan antara suatu variabel yang mempengaruhinya dapat dinyatakan dengan suatu garis lurus. Persamaan regresi linear dapat dinyatakan sbb: Persamaan regresi linear dapat dinyatakan sbb: Y = a + bx Y = a + bx a = b = a = b = Dengan : Dengan : Y = Besarnya nilai yang diramal Y = Besarnya nilai yang diramal a = Nilai trend pada periode dasar a = Nilai trend pada periode dasar b = Tingkat perkembangan nilai yang diramal b = Tingkat perkembangan nilai yang diramal x = Unit tahun yang dihitung dari periode dasar x = Unit tahun yang dihitung dari periode dasar

11 Contoh Data penjualan produk PT “ABC” seperti pada tabel berikut, kemudian perusahaan ingin meramal penjualan pada periode ke 11, 12, 13, 14, 15. Penjualan (Y)Periode (X)X2X2 XY  455  55  385  2680

12 b = a = Persamaan garis regresinya adalah : Y = 33, ,15 (X) Ramalan ke 11 Y = 33, ,15 (11) = 57,325 Ramalan ke 12 Y = 33, ,15 (12) = 59,325 Ramalan ke 13 Y = 33, ,15 (13) = 61,325 Ramalan ke 14 Y = 33, ,15 (14) = 63,475 Ramalan ke 15 Y = 33, ,15 (15) = 65,925 Rata-rata Bergerak Tunggal Tujuan utama dari penggunaan metode rata-rata bergerak adalah untuk menghilangkan atau mengurangi acakan (randomness) dalam deret waktu. b = a = Persamaan garis regresinya adalah : Y = 33, ,15 (X) Ramalan ke 11 Y = 33, ,15 (11) = 57,325 Ramalan ke 12 Y = 33, ,15 (12) = 59,325 Ramalan ke 13 Y = 33, ,15 (13) = 61,325 Ramalan ke 14 Y = 33, ,15 (14) = 63,475 Ramalan ke 15 Y = 33, ,15 (15) = 65,925 Rata-rata Bergerak Tunggal Tujuan utama dari penggunaan metode rata-rata bergerak adalah untuk menghilangkan atau mengurangi acakan (randomness) dalam deret waktu.

13 Rumus yang digunakan : F(t+1) = F(t+2) = F(t+3) = dst. Dengan : F(t+i)= Peramalan pada periode t+1 Xi= Nilai aktual t= Periode rata-rata bergerak

14 BulanDataRata-rata bergerak Tiga bulanan Rata-rata bergerak Lima bulanan ,3381, , , ,7421, , , ,7386,2 Contoh :

15 Digunakan untuk mengetahui jumlah barang/produk yang harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada, juga merupakan pegangan untuk merancang jadual produksi. Fungsi lain : - Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap rencana strategi perusahaan. - Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi. - Sebagai alat monitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi. - Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target produksi dan rencana produksi. - Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadual induk produksi. PERENCANAAN OPERASI / PRODUKSI

16 Untuk melakukan perencanaan produksi dapat dilakukan dengan beberapa strategi : Dengan mengendalikan persediaan, (dilakukan pada saat kapasitas produksi dibawah permintaan dan digunakan pada saat diatas kapasitas produksi) Dengan mengendalikan persediaan, (dilakukan pada saat kapasitas produksi dibawah permintaan dan digunakan pada saat diatas kapasitas produksi) Dengan mengendaliakan jumlah tenaga kerja sesuai dengan laju produksi yang diinginkan. Dengan mengendaliakan jumlah tenaga kerja sesuai dengan laju produksi yang diinginkan. Mengadakan subkontrak untuk menaikan kapasitas pada saat perusahaan dalam keadaan sibuk. Mengadakan subkontrak untuk menaikan kapasitas pada saat perusahaan dalam keadaan sibuk. Mempengaruhi permintaan (potongan harga, pemberian hadiah, layanan-layanan khusus). Mempengaruhi permintaan (potongan harga, pemberian hadiah, layanan-layanan khusus). Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan menjadi dua metode yaitu : Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan menjadi dua metode yaitu :

17 1. Metode Kualitatif : Rasio persediaan, konsensus manajemen, grafik dll. 2. Metode Kuantitattif : Heuristik, model matematik, simulasi dll. Contoh : Data dari hasil peramalan : 1. Metode Kualitatif : Rasio persediaan, konsensus manajemen, grafik dll. 2. Metode Kuantitattif : Heuristik, model matematik, simulasi dll. Contoh : Data dari hasil peramalan : BulanPeramalanKomulatif

18 Berdasarkan hasil peramalan maka dapat dilakukan rencana produksi untuk 12 periode. Dimisalkan pada rencana 1 tingkat produksi adalah 70 unit/ bln dengan menganggap persediaan awal adalah 340 unit. Pada rencana 2 tingkat produksi 120 unit/bln untuk 6 bulan pertama dan 60 unit/bln untuk 6 bulan terakhir, dengan persediaan awal 100 unit, sehingga hasil akhir persediaan seperti pada table berikut :

19 Tabel Rencana Produksi BlnPerama lanKomu latifRencana Produksi 1Rencana Produksi 2 Persediaan Awal ProduksiPersediaan Akhir Persedia an Awal ProduksiPersediaan Akhir

20 Dari dua rencana produksi tersebut akan dipilih salah satu dari rencana yang ada dengan mempertimbangkan biaya yang terjadi, yaitu biaya terkecil yang akan digunakan sebagai rencana produksi. PENGAWASAN DAN PERENCANAAN PERSEDIAAN Fungsi utama persediaan yaitu : - Sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi dan distribusi untuk memperoleh efisiensi. - Sebagai stabilitor harga terhadap fluktuasi permintaan.

21 1. Masalah kuantitatif : semua hal yang berhubungan dengan penentuan kebijakan persediaan al: - Berapa banyak jumlah barang yang akan dipesan. - Kapan pemesanan barang harus dilakukan. - Berapa jumlah persediaan pengaman. - Metode pengendalian persediaan mana yang paling tepat. Masalah umum persediaan dalam suatu system dapat dibedakan menjadi dua, yaitu masalah kuantitatif dan masalah kualitatif. 2. Masalah kualitatif : Semua hal yang berhubungan dg system pengoperasian persediaan al: - Jenis bahan/barang apa yang masih ada - Dimana barang tersebut ditempatkan - Berapa banyak barang dalam proses pemesanan - Siapa saja yang ditunjuk sebagai pemasok, dsb.

22 Komponen biaya dlm rangka penentuan persediaan Biaya pembelian (Purchasing Cost = c 1. Biaya pembelian (Purchasing Cost = c - Biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang persediaan. - Biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang persediaan. - Besarnya biaya tergantung dari jumlah barang yang dibeli dari harga satuan. 2. Biaya pengadaan (Procurement Cost) Biaya pengadaan dibedakan atas 2 jenis yaitu : - Biaya pemesanan (Ordering Cost = k) Semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar. - Biaya penentuan pemasok, administrasi pesanan, pengiriman pesanan, pengangkutan, penerimaan dsb.

23 Biaya persiapan (Setup Cost = k) - Semua pengeluaran yang timbul dalam mempersiap- kan produksi suatu barang. - Biaya menyusun peralatan produksi, menyetel mesin, persiapan gambar kerja dsb. Biaya penyimpanan (Holding Cost = h) Semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang, meliputi : - Biaya modal - Biaya gudang - Biaya asuransi - Biaya administrasi - Biaya kadaluarsa - Biaya kerusakan dan penyusutan

24 4. Biaya kekurangan persediaan/kehabisan stock (Shortage Cost = p) Biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya persediaan lebih kecil dari jumlah yang diperlukan. Biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya persediaan lebih kecil dari jumlah yang diperlukan. Metode Pengendalian Persediaan Metode Pengendalian Persediaan –Metode Tradisional –Metode perencanaan kebutuhan material (MRP) –Metode Kanban  Metode Pengendalian Persediaan Tradisional/EOQ Dalam metode ini pada dasarnya mencari jawaban optimal dalam menentukan : Dalam metode ini pada dasarnya mencari jawaban optimal dalam menentukan : - Jumlah ukuran pemesanan ekonomis (EOQ) - Jumlah ukuran pemesanan ekonomis (EOQ) - Titik pemesanan kembali (RO) - Titik pemesanan kembali (RO) - Jumlah cadangan pengaman yang diperlukan (SS) - Jumlah cadangan pengaman yang diperlukan (SS)

25  Model EOQ didasarkan pada asumsi-asumsi sbb :  Model EOQ didasarkan pada asumsi-asumsi sbb :  Hanya satu item barang (produk) yang diperhitungkan  Kebutuhan (permintaan) setiap periode diketahui  Barang yang dipesan diasumsikan dapat segera tersedia  Waktu ancang-ancang (lead time) bersifat konstan  Setiap pesanan dikirim dan langsung digunakan  Tidak ada pesanan ulang (back order)  Tidak ada diskon Tujuan model ini adalah menentukan jumlah ekonomis setiap kali pemesanan (EOQ) sehingga total biaya persediaan minimal.

26 Biaya Total Persediaan = Ordering cost + Holding cost + Purchasing cost. Parameter yang dipakai adalah : Parameter yang dipakai adalah : D: jumlah kebutuhan barang selama satu periode D: jumlah kebutuhan barang selama satu periode k: ordering cost sekali pesan k: ordering cost sekali pesan h: holding cost persatuan nilai persediaan persatuan waktu h: holding cost persatuan nilai persediaan persatuan waktu c: purchasing cost persatuan nilai persediaan c: purchasing cost persatuan nilai persediaan t: waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya t: waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya

27 Titik saat pemesanan diterima (order point ) Rata-rata persediaan = Q/2 Waktu ( t ) Tingkat Persediaan (Q) t = Q/D Model Persediaan EOQ Biaya Total Persediaan = Ordering cost + Holding cost + Purchasing cost.

28 a). Biaya pesan = a). Biaya pesan = k : biaya pesan setiap kali pesan D : permintaan per periode Q : jumlah pemesanan optimal k : biaya pesan setiap kali pesan D : permintaan per periode Q : jumlah pemesanan optimal b). Biaya simpan = h : biaya simpan per unit per periode Q : jumlah pemesanan optimal h : biaya simpan per unit per periode Q : jumlah pemesanan optimal c). Biaya pembelian = c Rumus persediaan model Q (EOQ) adalah sbb : Q (EOQ) = Q (EOQ) =

29 t o (waktu antar pemesanan optimal) diperoleh : t o = Contoh : Permintaan harian suatu jenis barang diperkirakan 100 unit, Biaya pemesanan diketahui Rp 100,- setiap kali pesan. Biaya penyimpanan harian setiap unit persediaan Rp 0,02,- tentukan jumlah pemesanan yang ekonomis dan waktu antar pemesanan yang optimal. Diketahui :D = 100 unit/hari k = Rp 100,-/pesan h = Rp 0,02,-/unit/hari t o (waktu antar pemesanan optimal) diperoleh : t o = Contoh : Permintaan harian suatu jenis barang diperkirakan 100 unit, Biaya pemesanan diketahui Rp 100,- setiap kali pesan. Biaya penyimpanan harian setiap unit persediaan Rp 0,02,- tentukan jumlah pemesanan yang ekonomis dan waktu antar pemesanan yang optimal. Diketahui :D = 100 unit/hari k = Rp 100,-/pesan h = Rp 0,02,-/unit/hari

30 Jumlah pemesanan ekonomis : EOQ = Waktu antar pemesanan : to =

31


Download ppt "Modul 8 : Perencanaan dan Pengendalian Produksi Kompetensi Pokok Bahasan :  Mampu melakukan peramalan produksi dengan beberapa metode peramalan.  Mampu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google