Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI EDISI 19 JILID 1 NISWONGER - WARREN - REEVE - FESS Penerbit Erlangga.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI EDISI 19 JILID 1 NISWONGER - WARREN - REEVE - FESS Penerbit Erlangga."— Transcript presentasi:

1 PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI EDISI 19 JILID 1 NISWONGER - WARREN - REEVE - FESS Penerbit Erlangga

2 BAB 1 Penerbit Erlangga Pengantar Akuntansi dan Bisnis

3 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Sifat perusahaan 2.Peranan akuntansi dalam perusahaan 3.Pentingnya etika bisnis dan prinsip-prinsip dasar perilaku yang etis 4.Profesi akuntansi 5.Perkembangan prinsip-prinsip akuntansi dan kaitannya dengan praktek akuntansi 6.Persamaan akuntansi dan setiap unsur persamaan tersebut Penerbit Erlangga

4 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Transaksi bisnis dapat dinyatakan dalam perubanan-perubahan yang terjadi pada tiga unsur dasar persamaan akuntansi 8.Laporan keuangan perusahaan perorangan dan bagaimana laporan-laporan tersebut saling berhubungan 9.Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik untuk menganalisis kemampuan perusahaan bertahan dalam kondisi bisnis yang buruk Penerbit Erlangga

5 PERUSAHAAN Perusahaan adalah suatu organisasi di mana sumber daya (input) dasar -seperti bahan dan tenaga kerja- dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan Penerbit Erlangga

6 PERUSAHAAN: Tujuan dan Jenis Tujuan dari hampir semua perusahaan adalah memaksimumkan laba Ada tiga jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba, yaitu: –Pabrikan –Perusahaan dagang –Perusahaan jasa Penerbit Erlangga

7 PERUSAHAAN: Bentuk-bentuk Perusahaan biasanya didirikan dalam tiga bentuk, yaitu: –Perusahaan perorangan –Persekutuan –Korporasi (perseroan) Penerbit Erlangga

8 PERUSAHAAN: Pihak-pihak yang Berkepentingan Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan adalah perorangan atau entitas yang mempunyai kepentingan terhadap kinerja ekonomi perusahaan tersebut Perorangan atau entitas tersebut antara lain pemilik, manajer, karyawan, pelanggan, kreditor, atau pemerintah Penerbit Erlangga

9 AKUNTANSI Akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan Akuntansi adalah bahasa perusahaan Penerbit Erlangga

10 Sistem Informasi Akuntansi

11 ETIKA Etika adalah prinsip moral yang memberikan pegangan bagi tingkah laku seseorang Seseorang bertindak secara etis bila memperhatikan dampak dari tindakannya terhadap lingkungan sosialnya Penerbit Erlangga

12 ETIKA: Prinsip-prinsip Beberapa prinsip etika: –menghindari penyimpangan etika yang kecil- kecil –berfokus pada reputasi jangka panjang –mau menerima konsekuensi pribadi demi mempertahankan etika Penerbit Erlangga

13 PROFESI AKUNTANSI Seorang akuntan dapat menekuni baik akuntansi swasta (private accounting) maupun akuntansi publik (public accounting) Penerbit Erlangga

14 PROFESI AKUNTANSI: Bidang-bidang Dua bidang yang paling lazim ditemukan dalam akuntansi adalah akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen Bidang lainnya meliputi akuntansi biaya, akuntansi lingkungan hidup, akuntansi pajak, sistem akuntansi, akuntansi internasional, akuntansi untuk perusahaan nirlaba, dan akuntansi sosial Penerbit Erlangga

15 Profesi Akuntansi

16 PRINSIP DAN PRAKTEK AKUNTANSI: Akuntansi Keuangan Akuntansi keuangan mengikuti GAAP dalam menyusun laporan, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dapat melakukan perbandingan antara perusahaan yang satu dengan yang lain Penerbit Erlangga

17 PRINSIP DAN PRAKTEK AKUNTANSI: Perkembangan Prinsip-prinsip dan konsep akuntansi berkembang dari: –Penelitian –Penerimaan atas praktek akuntansi –Pengumuman dari badan yang memiliki kewenangan Penerbit Erlangga

18 PRINSIP DAN PRAKTEK AKUNTANSI: Badan-badan Saat ini, FASB (di A.S.) dan IAI (di Indonesia) merupakan badan yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab utama dalam mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi Penerbit Erlangga

19 PRINSIP DAN PRAKTEK AKUNTANSI: Entitas Usaha Konsep entitas usaha memandang perusahaan sebagai entitas yang terpisah dari pemilik, kreditor, atau pihak-pihak berkepentingan lainnya Entitas usaha membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi yang berhubungan langsung dengan kegiatan perusahaan Penerbit Erlangga

20 PRINSIP DAN PRAKTEK AKUNTANSI: Objektivitas Konsep objektivitas mengharuskan pembelian aktiva tetap dan jasa oleh perusahaan dicatat berdasarkan biaya atau harga perolehan aktual Konsep objektif mengharuskan pencatatan dan pelaporan akuntansi didasarkan atas bukti-bukti yang objektif Penerbit Erlangga

21 PRINSIP DAN PRAKTEK AKUNTANSI: Unit Pengukuran Konsep unit pengukuran mengharuskan data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang Penerbit Erlangga

22 PERSAMAAN AKUNTANSI Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dan hak atau klaim atas sumber daya tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan berikut: Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemilik Penerbit Erlangga

23 PERSAMAAN AKUNTANSI: Transaksi Bisnis Semua transaksi bisnis dapat dinyatakan dengan perubahan dari salah satu atau lebih dari ketiga unsur dasar persamaan akuntansi Oleh karena itu, dampak dari setiap transaksi dapat dinyatakan dalam naik-turunnya satu atau lebih ketiga unsur tersebut, sambil tetap mempertahankan keseimbangan di antara kedua sisi persamaan Penerbit Erlangga

24 LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan yang utama pada perusahaan perorangan adalah: –Laporan laba-rugi –Laporan ekuitas pemilik –Neraca –Laporan arus kas Penerbit Erlangga

25 LAPORAN KEUANGAN: Uraian dan Hubungan Laporan laba-rugi melaporkan laba bersih atau rugi bersih untuk jangka waktu tertentu, yang juga terlihat pada laporan ekuitas pemilik Saldo akhir modal pemilik pada laporan ekuitas pemilik juga dilaporkan dalam neraca Saldo akhir kas dilaporkan dalam neraca dan laporan arus kas Penerbit Erlangga

26 RASIO KEWAJIBAN TERHADAP EKUITAS PEMILIK Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik berguna dalam menganalisis kemampuan perusahaan membayar utang-utangnya Semakin kecil rasio tersebut, semakin baik kemampuan perusahaan untuk bertahan di masa krisis dan mampu memenuhi kewajiban kepada para kreditornya Penerbit Erlangga

27 BAB 2 Penerbit Erlangga Analisis Transaksi

28 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Akun yang digunakan untuk mencatat dan mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap laporan keuangan 2.Karakteristik suatu akun 3.Kaidah debit dan kredit serta saldo akun yang normal 4.Pengaruh transaksi terhadap laporan keuangan Penerbit Erlangga

29 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Neraca saldo dan penggunaannya untuk menemukan kesalahan 6.Kesalahan dalam pencatatan transaksi dan koreksinya 7.Analisis horisontal dalam membandingkan laporan keuangan dari periode yang berbeda Penerbit Erlangga

30 AKUN Catatan yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi dinamakan akun Sekumpulan akun disebut buku besar Sistem akun yang membentuk buku besar disebut bagan akun Akun-akun tersebut diberi nomor dan dicatat sesuai dengan urutan pemunculannya dalam neraca dan laporan laba-rugi Penerbit Erlangga

31 AKUN: Bentuk T Bentuk yang paling sederhana dari sebuah akun adalah bentuk akun T yang terdiri atas tiga bagian, yakni: –Judul, yang merupakan nama transaksi yang dicatat dalam akun tersebut –Sisi kiri yang disebut debit –Sisi kanan yang disebut kredit Penerbit Erlangga

32 AKUN: Debit, Kredit, dan Saldo Nilai transaksi yang dimasukkan ke sisi kiri setiap akun disebut didebit dan nilai yang dimasukkan ke sisi kanan disebut dikredit Secara periodik semua nilai yang ada dalam sisi debit dan kredit sebuah akun dijumlahkan sehingga dapat ditentukan saldo akun Penerbit Erlangga

33 DEBIT DAN KREDIT Ketentuan atau kaidah umum debit dan kredit yang berlaku ditetapkan untuk pencatatan: –Peningkatan atau penurunan aktiva –Kewajiban –Ekuitas pemilik –Pendapatan –Beban –Penarikan Penerbit Erlangga

34 DEBIT DAN KREDIT: Transaksi Setiap transaksi dicatat sedemikian rupa sehingga jumlah debit selalu sama dengan jumlah kredit Semua transaksi dicatat dalam catatan yang disebut jurnal Penerbit Erlangga

35 DEBIT DAN KREDIT: Kenaikan Jumlah kenaikan yang tercatat dalam sebuah akun biasanya sama atau lebih besar daripada jumlah penurunan yang tercatat dalam akun bersangkutan Karena itu, saldo normal dari sebuah akun biasanya diindikasikan oleh sisi akun (debit atau kredit) yang mengalami kenaikan Penerbit Erlangga

36 TRANSAKSI: Analisis Analisis transaksi dilakukan dengan menentukan apakah: 1.Akun aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, atau beban terpengaruh oleh transaksi yang dilakukan 2.Akun-akun yang terpengaruh mengalami kenaikan atau penurunan akibat transaksi yang terjadi 3.Setiap kenaikan atau penurunan tersebut dicatat sebagai debit atau kredit Penerbit Erlangga

37 TRANSAKSI: Jurnal Suatu Jurnal digunakan untuk mencatat transaksi awal Ayat jurnal secara periodik diposkan ke akun-akun Penerbit Erlangga

38 NERACA SALDO Neraca saldo dibuat dengan mencatat secara berurut semua akun dari buku besar beserta saldo-saldonya Jika jumlah total dari debit dan kredit tidak sama, maka telah terjadi kesalahan Penerbit Erlangga

39 KESALAHAN CATATAN TRANSAKSI Kesalahan dapat ditemukan: –Dengan melakukan prosedur audit –Secara tidak sengaja atau kebetulan –Dengan memeriksa neraca saldo Penerbit Erlangga

40 ANALISIS HORISONTAL Dalam analisis horisontal, nilai dari setiap akun dalam laporan keuangan dibandingkan dengan akun bersangkutan dari satu atau lebih periode yang berbeda Kenaikan atau penurunan nilai akun tersebut kemudian dihitung dengan baik dalam jumlah totalnya maupun dalam persentase Penerbit Erlangga

41 BAB 3 Penerbit Erlangga Konsep Penandingan dan Proses Penyesuaian

42 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Hubungan konsep penandingan dengan akuntansi dasar akrual 2.Perlunya penyesuaian dan apa saja karakteristik ayat jurnal penyesuaian 3.Pembuatan ayat jurnal untuk akun yang membutuhkan penyesuaian Penerbit Erlangga

43 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Proses penyesuaian dan persiapan neraca saldo yang disesuaikan 5.Analisis vertikal untuk membandingkan pos-pos laporan keuangan dengan pos lainnya dan dengan rata-rata industri Penerbit Erlangga

44 KONSEP PENANDINGAN DAN AKUNTANSI DASAR AKRUAL Akuntansi dasar akrual membutuhkan proses penyesuaian pada akhir periode akuntansi untuk menandingkan pendapatan dan beban secara benar Pendapatan dilaporkan pada periode dihasilkannya pendapatan tersebut, dan beban ditandingkan dengan pendapatan yang dihasilkannya Penerbit Erlangga

45 KETIDAKTEPATAN Pada akhir periode akuntansi, sebagian dari jumlah yang tercantum pada neraca saldo mungkin belum tepat Misalnya, jumlah yang tercantum untuk beban dibayar di muka biasanya lebih tinggi karena penggunaan aktiva ini tidak dicatat setiap harinya Penerbit Erlangga

46 DEFERRAL Penundaan pengakuan beban yang sudah dibayar atau pendapatan yang sudah diterima disebut penangguhan (deferral) Penerbit Erlangga

47 AKRUAL Beberapa pendapatan dan beban yang terkait dengan suatu periode bisa saja belum dicatat pada akhir periode, karena pos ini biasanya dicatat hanya ketika kas diterima atau dibayar Pendapatan atau beban yang belum dibayar atau dicatat disebut akrual Penerbit Erlangga

48 AYAT JURNAL PENYESUAIAN Ayat jurnal yang dibutuhkan pada akhir periode akuntansi untuk memutakhirkan dan memastikan ketepatan penandingan pendapatan dengan beban disebut ayat jurnal penyesuaian Ayat jurnal penyesuaian membutuhkan debit atau kredit untuk akun pendapatan atau beban yang diimbangi dengan debit atau kredit ke akun aktiva atau kewajiban Penerbit Erlangga

49 AYAT JURNAL PENYESUAIAN: Pengaruh terhadap Laporan Keuangan Ayat jurnal penyesuaian mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan neraca Dengan demikian, jika ayat jurnal penyesuaian tidak dicatat, maka laporan keuangan ini akan salah (tidak akurat) Penerbit Erlangga

50 AYAT JURNAL PENYESUAIAN: Macam-macam Ayat jurnal penyesuaian meliputi: –Beban yang ditangguhkan (dibayar di muka) –Pendapatan ditangguhkan (diterima di muka) –Beban akrual (kewajiban akrual) –Pendapatan akrual (aktiva akrual) –Penyusutan atas aktiva tetap Penerbit Erlangga

51 AYAT JURNAL PENYESUAIAN: Pembuktian Kesamaan Setelah semua ayat jurnal penyesuaian diposkan, kesamaan total saldo debit dan total saldo kredit dibuktikan dengan neraca saldo yang disesuaikan Penerbit Erlangga

52 ANALISIS VERTIKAL Membandingkan masing-masing pos dari laporan periode berjalan dengan jumlah total pada laporan tersebut disebut analisis vertikal Masing-masing kewajiban dan ekuitas pemilik ditetapkan sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik Penerbit Erlangga

53 ANALISIS VERTIKAL: Neraca dan Laporan Laba-rugi Dalam analisis vertikal atas neraca, masing-masing pos aktiva dinyatakan sebagai persen dari total aktiva Dalam analisis vertikal atas laporan laba-rugi, masing- masing pos dinyatakan sebagai persen dari total pendapatan atau pendapatan honor Penerbit Erlangga

54 BAB 4 Penerbit Erlangga Penyelesaian Siklus Akuntansi

55 POKOK-POKOK PEMBAHASAN 1.Neraca lajur 2.Laporan keuangan dari neraca lajur 3.Ayat jurnal penyesuaian dan penutup dari neraca lajur 4.Tahun fiskal dan tahun bisnis alami 5.Tujuh langkah dasar dalam siklus akuntansi 6.Analisis dan interpretasi dari solvensi keuangan suatu perusahaan dengan menghitung modal kerja dan rasio lancar Penerbit Erlangga

56 NERACA LAJUR: Langkah-langkah Penyusunan Neraca lajur disiapkan dengan teriebih dahulu memasukkan neraca saldo pada kolom-kolom Neraca Saldo 2.Selanjutnya penyesuaian dimasukkan ke kolom Debit dan Kredit Penyesuaian 3.Jumlah-jumlah Neraca Saldo ditambah atau dikurangi penyesuaian diteruskan ke kolom Neraca Saldo yang Disesuaikan Penerbit Erlangga

57 NERACA LAJUR: Langkah-langkah Penyusunan Neraca lajur dirampungkan dengan meneruskan Jumlah-jumlah aktiva, kewajiban, dan modal serta penarikan pemilik dari Neraca Saldo yang Disesuaikan ke kolom Neraca 5.Sedangkan jumlah-jumlah pendapatan dan beban diteruskan ke kolom Laporan Laba- Rugi Penerbit Erlangga

58 NERACA LAJUR: Langkah-langkah Penyusunan Laba bersih (atau rugi bersih) pada periode tersebut dimasukkan ke kolom Debit (atau Kredit) Laporan Laba-Rugi dan kolom Kredit (atau Debit) Neraca 7.Terhadap masing-masing dari keempat kolom tersebut kemudian dilakukan penjumlahan Penerbit Erlangga

59 LAPORAN NERACA LAJUR: Laba-rugi Laporan laba-rugi biasanya disiapkan langsung dari neraca lajur Pada laporan laba-rugi, beban umumnya disajikan menurut besarnya, mulai dari yang terbesar ke yang terkecil Penerbit Erlangga

60 LAPORAN NERACA LAJUR: Ekuitas Pemilik Laporan ekuitas pemilik disiapkan dengan mencantumkan saldo awal ekuitas pemilik, menambahkan investasi pada usaha tersebut serta laba bersih selama periode bersangkutan, dan mengurangkan penarikan oleh pemilik Penerbit Erlangga

61 LAPORAN NERACA LAJUR: Saldo Awal dan Tambahan Jumlah yang dicantumkan di neraca lajur sebagai modal tidak selalu merupakan saldo akun pada awal periode akuntansi Pemilik mungkin sudah menanamkan aktiva tambahan pada bisnisnya dalam periode tersebut Karena itu, untuk melihat saldo awal dan tambahan investasi, kita perlu mengacu ke akun modal Penerbit Erlangga

62 LAPORAN NERACA LAJUR: Pengelompokan Susunan Neraca Berbagai seksi dan sub-seksi acapkali digunakan dalam menyusun neraca Dua kelompok aktiva yang lazim adalah aktiva lancar dan aktiva tetap Penerbit Erlangga

63 LAPORAN NERACA LAJUR: Aktiva Lancar Kas dan aktiva lain yang biasanya diharapkan akan dikonversi menjadi kas atau dijual atau terpakai habis dalam periode satu tahun atau kurang disebut aktiva lancar Penerbit Erlangga

64 LAPORAN NERACA LAJUR: Aktiva Tetap Properti, bangunan, dan peralatan disebut sebagai aktiva tetap atau aktiva pabrik Biaya (harga perolehan), akumulasi penyusutan, dan nilai buku dari setiap jenis utama aktiva tetap biasanya dilaporkan pada neraca Penerbit Erlangga

65 LAPORAN NERACA LAJUR: Kewajiban-kewajiban Dua kelompok utama kewajiban adalah kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang Kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu singkat (biasanya satu tahun atau kurang) dan yang akan dibayarkan dengan menggunakan aktiva lancar disebut kewajiban lancar Kewajiban yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu lama (biasanya di atas satu tahun) disebut kewajiban jangka panjang. Penerbit Erlangga

66 LAPORAN NERACA LAJUR: Penyajian Kewajiban Hak pemilik atas aktiva disajikan di bawah seksi kewajiban dan ditambahkan dengan total kewajiban Total kewajiban dan ekuitas pemilik harus sama dengan total aktiva Penerbit Erlangga

67 NERACA LAJUR: Ayat Jurnal Penyesuaian Data untuk membuat ayat jurnal penyesuaian terdapat pada kolom Penyesuaian dari neraca lajur Penerbit Erlangga

68 NERACA LAJUR: Menutup Akun-akun Sementara 1-2 Empat ayat jurnal yang diperlukan untuk menutup akun-akun sementara adalah: 1.Mendebit setiap akun pendapatan atas jumlah yang terdapat dalam saldonya, dan mengkredit Ikhtisar Laba-Rugi atas seluruh pendapatan tersebut 2.Mendebit Ikhtisar Laba-Rugi atas total beban dan mengkredit masing-masing akun beban atas jumlah yang terdapat pada saldonya Penerbit Erlangga

69 NERACA LAJUR: Menutup Akun-akun Sementara Mendebit Ikhtisar Laba-Rugi atas jumlah yang terdapat pada saldonya (laba bersih), dan mengkredit akun modal atas jumlah yang sama (Debit dan Kredit akan dibalik bila terdapat kerugian bersih) 4.Mendebit akun modal atas saldo akun penarikan dan mengkredit akun penarikan atas jumlah yang sama Penerbit Erlangga

70 Menutup Akun

71 NERACA LAJUR: Ayat Jurnal Penutup Setelah ayat jurnal penutup diposkan ke buku besar, saldo akun modal akan sama dengan seluruh jumlah yang dilaporkan pada laporan ekuitas pemilik dan neraca Selain itu, akun pendapatan, beban, dan penarikan akan mempunyai saldo nol Penerbit Erlangga

72 NERACA LAJUR: Langkah Terakhir Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalah menyiapkan neraca saldo setelah penutupan Tujuan dari neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memastikan bahwa buku besar mempunyai saldo yang berimbang pada awal periode berikutnya Penerbit Erlangga

73 TAHUN FISKAL DAN TAHUN BISNIS ALAMI Periode akuntansi tahunan yang digunakan perusahaan disebut sebagai tahun fiskal Adakalanya perusahaan menggunakan tahun fiskal yang berakhir pada saat aktivitas operasi usaha berada dalam titik terendah sepanjang siklus operasi tahunannya Tahun fiskal semacam ini disebut tahun bisnis alami Penerbit Erlangga

74 Siklus Operasi

75 SIKLUS AKUNTANSI: Tujuh Langkah Dasar Transaksi dianalisis dan dicatat pada buku jurnal 2.Transaksi diposkan ke buku besar 3.Neraca saldo disiapkan, data penyesuaian dikumpulkan, dan neraca lajur diselesaikan 4.Laporan keuangan disusun Penerbit Erlangga

76 SIKLUS AKUNTANSI: Tujuh Langkah Dasar Ayat jurnal penyesuaian dibukukan ke jurnal dan diposkan ke buku besar 6.Ayat jurnal penutup dibukukan ke jurnal dan diposkan ke buku besar 7.Neraca saldo setelah penutupan disiapkan Penerbit Erlangga

77 SOLVENSI Kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya disebut solvensi Dua tolok ukur keuangan untuk mengevaluasi solvensi jangka pendek dari suatu perusahaan adalah modal kerja dan rasio lancar Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap kewajiban lancar suatu perusahaan Rasio lancar dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar Penerbit Erlangga

78 BAB 5 Penerbit Erlangga Sistem Akuntansi dan Pengendalian Internal

79 POKOK-POKOK PEMBAHASAN 1.Sistem akuntansi dan implementasinya 2.Tujuan pengendalian internal dan lima unsurnya 3.Transaksi pada sistem akuntansi manual yang menggunakan buku besar pembantu serta jurnal khusus 4.Buku besar pembantu tambahan serta jurnal khusus yang dimodifikasi 5.Komponen-komponen sistem akuntansi yang dikomputerisasi pada siklus pendapatan dan penagihan Penerbit Erlangga

80 SISTEM AKUNTANSI Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi keuangan suatu perusahaan Tiga tahapan dalam akuntansi adalah: –Analisis terhadap kebutuhan informasi –Perancangan sistem –Implementasi dari rancangan sistem Penerbit Erlangga

81 PENGENDALIAN INTERNAL Pengendalian internal memberikan jaminan yang memadai bahwa: –Aktiva dilindungi dan digunakan untuk keperluan perusahaan –Informasi usaha akurat –Perundangundangan serta peraturan dipatuhi Penerbit Erlangga

82 PENGENDALIAN INTERNAL: Unsur-unsur Lima unsur pengendalian internal adalah: –Lingkungan pengendalian –Penilaian risiko –Prosedur pengendalian –Pemantauan –Informasi serta komunikasi Penerbit Erlangga

83 BUKU BESAR PEMBANTU Buku besar pembantu bisa digunakan untuk menyimpan catatan terpisah bagi setiap pelanggan (buku besar pembantu piutang usaha) dan kreditor (buku besar pembantu utang usaha) Setiap buku besar pembantu diwakili pada buku besar umum oleh suatu akun ikhtisar yang disebut akun pengendali Hasil penjumlahan atas saldo akun buku besar pembantu harus sama dengan saldo yang terdapat pada akun pengendali Penerbit Erlangga

84 JURNAL KHUSUS Jurnal khusus bisa digunakan untuk mengurangi waktu pemrosesan dan beban pencatatan atas transaksi yang terjadi berulang-ulang dan mempunyai karakteristik yang sama Penerbit Erlangga

85 JURNAL KHUSUS: Macam-macam Jurnal pendapatan digunakan untuk mencatat penjualan jasa secara kredit Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua penerimaan kas Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua pembelian secara kredit Jurnal pembayaran kas digunakan untuk mencatat semua pembayaran tunai Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak tertampung pada jurnal khusus yang ada Penerbit Erlangga

86 BUKU BESAR PEMBANTU TAMBAHAN Buku besar pembantu bisa dibuat untuk berbagai akun seperti aktiva tetap sebagaimana halnya dengan piutang usaha dan utang usaha Penerbit Erlangga

87 JURNAL KHUSUS MODIFIKASI Jurnal khusus bisa dimodifikasi dengan menambahkan kolom untuk mencatat transaksi yang sering terjadi Misalnya, kolom tambahan seringkali dibuat pada jurnal pendapatan untuk mencatat penagihan utang pajak penjualan atau pajak pertambahan nilai Penerbit Erlangga

88 SISTEM KOMPUTER Komputer terdiri dari perangkat keras dan lunak Perangkat keras berfungsi untuk input/output data dan pengelolaan serta pemrosesan data internal Perangkat lunak memberikan instruksi kepada komputer Sistem operasi memberikan instruksi dasar kepada komputer, sedangkan aplikasi merupakan perintah untuk pelaksanaan tugas khusus Penerbit Erlangga

89 SISTEM AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI Sistem akuntansi yang dikomputerisasi mirip dengan sistem akuntansi manual Keunggulan utama dari sistem akuntansi yang dikomputerisasi adalah: –Pencatatan serta pemrosesan transaksi secara simultan –Tingkat akurasi yang tinggi –Kecepatan pelaporan Contohnya, siklus pendapatan dan penagihan menggunakan QuickBooks® Penerbit Erlangga

90 BAB 6 Penerbit Erlangga Akuntansi untuk Perusahaan Dagang

91 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Perbedaan aktivitas antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang 2.Jurnal pembelian dan penjualan barang dagang 3.Jurnal biaya transportasi barang dagang 4.Jurnal transaksi barang dagang bagi pembeli maupun penjual Penerbit Erlangga

92 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Bagan akun untuk perusahaan dagang 6.Laporan laba-rugi untuk perusahaan dagang 7.Siklus akuntansi untuk perusahaan dagang 8.Rasio penjualan bersih terhadap aktiva sebagai tolok ukur dari efektivitas penggunaan aktiva perusahaan Penerbit Erlangga

93 PERUSAHAAN DAGANG Perbedaan utama di antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang berkaitan dengan aktivitas pendapatan Perusahaan dagang membeli barang dagang untuk dijual kepada pelanggan Penerbit Erlangga

94 PERUSAHAAN DAGANG: Laporan Laba-rugi Pada laporan laba-rugi perusahaan dagang, pendapatan dari penjualan barang dagang dilaporkan sebagai penjualan Harga pokok penjualan dikurangkan dari penjualan untuk mendapatkan laba kotor Beban operasi dikurangkan dari laba kotor untuk mendapatkan angka laba bersih Persediaan barang dagang yang merupakan barang dagang yang belum terjual, dilaporkan sebagai aktiva lancar pada neraca Penerbit Erlangga

95 JURNAL PEMBELIAN BARANG Pembelian barang dagang secara tunai atau kredit dicatat dengan mendebit Persediaan Barang Dagang Untuk pembelian barang dagang secara kredit, syarat- syarat kredit bisa membuka kemungkinan akan adanya diskon untuk pembayaran yang lebih cepat Diskon pembelian tersebut dianggap sebagai pengurang terhadap harga pokok penjualan Jika barang dagang dikembalikan atau potongan harga diperoleh, pembeli mengkredit Persediaan Barang Dagang Penerbit Erlangga

96 JURNAL PENJUALAN BARANG Penjualan barang dagang secara tunai atau kredit dicatat dengan mengkredit Penjualan Harga pokok penjualan dan pengurangan persediaan barang dagang juga dicatat atas penjualan tersebut Penerbit Erlangga

97 JURNAL PENJUALAN BARANG: Kredit Untuk penjualan barang dagang secara kredit, syarat- syarat kredit memungkinkan diberikannya diskon penjualan untuk pembayaran yang lebih cepat Diskon semacam itu dicatat oleh penjual sebagai debit ke Diskon Penjualan Diskon penjualan dilaporkan sebagai pengurangan terhadap Penjualan Begitu juga, bila barang dagang dikembalikan atau potongan harga diberikan, penjual mendebit Retur dan Potongan Penjualan Penerbit Erlangga

98 JURNAL PENJUALAN BARANG: Kewajiban Pajak Kewajiban atas pajak penjualan akan timbul bila penjualan dilakukan dan dicatat oleh penjual sebagai kredit ke akun Utang Pajak Penjualan Jika pajak penjualan dibayarkan ke dinas perpajakan, Utang Pajak Penjualan didebit dan Kas dikredit Penerbit Erlangga

99 JURNAL PENJUALAN BARANG: Rabat Banyak pedagang grosir menawarkan rabat (trade discount), yaitu diskon terhadap daftar harga yang ada (umumnya karena pembelian dalam partai besar) Umumnya, baik penjual maupun pembeli tidak membukukan daftar harga serta rabat dalam akun- akun Penerbit Erlangga

100 JURNAL BIAYA TRANSPORTASI DARI BARANG DAGANG Bila barang dagang dikirimkan dengan syarat FOB shipping point, pembeli membayar biaya transportasi dan mendebit Persediaan Barang Dagang Bila barang dagang dikirimkan dengan syarat FOB destination, maka penjual membayar biaya transportasi dan mendebit Biaya Pengiriman atau Ongkos Pengiriman Bila penjual membayar terlebih dahulu biaya transportasi untuk memudahkan bagi pembeli, maka penjual mendebit Piutang Usaha atas biaya-biaya tersebut Penerbit Erlangga

101 BAGAN AKUN UNTUK PERUSAHAAN DAGANG Bagan akun untuk perusahaan dagang lebih kompleks dibanding bagan akun untuk perusahaan jasa, dan lazimnya mencakup akun-akun seperti: –Penjualan –Diskon Penjualan –Retur dan Potongan Penjualan –Harga Pokok Penjualan –Persediaan Barang Dagang Penerbit Erlangga

102 LAPORAN LABA-RUGI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG Laporan laba-rugi untuk perusahaan dagang melaporkan: –Penjualan –Harga pokok penjualan –Laba kotor Laporan laba-rugi dapat disiapkan dalam bentuk bertahap atau langsung Penerbit Erlangga

103 SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG 1 Siklus akuntansi untuk perusahaan dagang mirip dengan siklus untuk perusahaan jasa Akan tetapi, perusahaan dagang mungkin akan mengalami penciutan persediaan, yang harus dicatat Ayat jurnal penyesuaian yang biasanya dibuat adalah mendebit Harga Pokok Penjualan dan mengkredit Persediaan Barang Dagang atas jumlah penciutan tersebut Penerbit Erlangga

104 SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG 2 Neraca bisa disiapkan entah dalam bentuk akun atau dalam bentuk laporan Persediaan barang dagang harus dilaporkan sebagai aktiva lancar Penerbit Erlangga

105 RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP AKTIVA Aktiva yang digunakan dalam menghitung rasio penjualan bersih terhadap aktiva bisa berupa: –Total aktiva pada akhir tahun –Rata-rata total aktiva pada awal dan akhir tahun –Rata-rata aktiva bulanan Semakin tinggi rasio penjualan bersih terhadap aktiva berarti semakin efektif perusahaan menggunakan aktivanya Penerbit Erlangga

106 BAB 7 Penerbit Erlangga Kas

107 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Sifat kas dan pentingnya pengendalian internal terhadap kas 2.Prosedur dasar untuk menyelenggarakan pengendalian internal terhadap kas 3.Prosedur dasar untuk menyelenggarakan pengendalian internal terhadap pembayaran kas, termasuk penggunaan sistem voucher 4.Sifat akun bank dan penggunaannya dalam mengendalikan kas Penerbit Erlangga

108 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Rekonsiliasi bank dan ayat jurnal yang diperlukan 6.Transaksi yang melibatkan kas dalam jumlah kecil dengan menggunakan dana kas kecil 7.Cara penyajian kas di neraca 8.Perhitungan dan penginterpretasian rasio kas terhadap kewajiban lancar Penerbit Erlangga

109 KAS Kas meliputi: –Koin –Uang kertas –Cek –Wesel (kiriman uang atau money orders) –Uang yang tersimpan di bank yang penarikannya tidak dibatasi Penerbit Erlangga

110 KAS: Pengendalian Karena mudahnya pemindahan uang, perusahaan harus merancang dan menggunakan pengendalian untuk mengamankan kas dan memberikan otorisasi terhadap transaksi kas Penerbit Erlangga

111 PENGENDALIAN KAS Salah satu dari pengendalian terpenting untuk melindungi kas yang diterima dari konter penjualan adalah register kas Slip pembayaran (remittance advice) merupakan pengendalian preventif atas kas yang diterima melalui pos Pemisahan tugas antara pemegang kas dan pencatat kas juga merupakan pengendalian preventif Penerbit Erlangga

112 SISTEM VOUCHER Sistem voucher adalah serangkaian prosedur untuk mengotorisasi dan mencatat kewajiban serta melakukan pembayaran kas Sistem voucher menggunakan: –Voucher –Arsip untuk voucher yang belum dibayar –Arsip untuk voucher yang telah dilunasi Penerbit Erlangga

113 AKUN BANK Formulir yang digunakan dengan akun bank adalah: –Kartu spesimen tanda tangan –Formulir setoran –Cek –Catatan atas cek yang ditarik Penerbit Erlangga

114 AKUN BANK: Laporan Setiap bulan, bank biasanya mengirimkan laporan bank (rekening koran) kepada pemegang rekening yang mengikhtisarkan semua transaksi pada bulan tersebut Laporan bank ini memungkinkan perusahaan untuk membandingkan transaksi kas pada pembukuan perusahaan dengan catatan bank Penerbit Erlangga

115 REKONSILIASI BANK: Seksi Pertama Seksi pertama dari rekonsiliasi bank dimulai dengan saldo kas menurut laporan bank Saldo ini disesuaikan terhadap perubahan yang dilakukan deposan terhadap kas yang belum terlihat pada laporan bank dan terhadap kesalahan bank Penerbit Erlangga

116 REKONSILIASI BANK: Seksi Kedua Seksi kedua dimulai dengan saldo kas menurut pembukuan deposan Saldo ini disesuaikan terhadap perubahan kas yang dilakukan oleh bank namun belum dimasukkan dalam pembukuan deposan dan terhadap kesalahan deposan Penerbit Erlangga

117 REKONSILIASI BANK Saldo yang telah disesuaikan untuk kedua seksi tersebut harus sama Informasi yang dihasilkan oleh seksi pertama dari rekonsiliasi bank tidak memerlukan ayat jurnal dalam pembukuan deposan Akan tetapi, hal-hal yang terdapat pada seksi kedua rekonsiliasi bank perlu dijurnal dalam pembukuan deposan Penerbit Erlangga

118 DANA KAS KECIL Dana kas kecil bisa digunakan perusahaan untuk melakukan pembayaran kecil yang sering terjadi Dana kas kecil ditempatkan di bawah pengawasan karyawan tertentu yang memberikan otorisasi atas pembayaran dari dana tersebut Secara periodik atau apabila jumlah uang dalam dana tersebut telah menurun ke jumlah minimum, maka pengisian kembali dana dilakukan Penerbit Erlangga

119 KAS: Penyajian di Neraca Kas disajikan sebagai aktiva pertama pada seksi Aktiva Lancar dari neraca Perusahaan yang telah menanamkan kas yang berlebih dalam investasi yang sangat likuid biasanya melaporkan Kas dan ekuivalen kas pada neraca Penerbit Erlangga

120 RASIO “KIAMAT” Perusahaan yang sedang menghadapi masalah keuangan bisa mengalami kesulitan dalam mengkonversi piutang, persediaan, dan panjar (uang muka) menjadi kas pada saat diperlukan Dalam hal ini, rasio kas terhadap kewajiban lancar, yang disebut rasio "kiamat", mungkin akan berguna untuk menilai kemampuan perusahaan membayar kewajiban kepada para kreditor Penerbit Erlangga

121 BAB 8 Penerbit Erlangga Piutang

122 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Klasifikasi umum piutang 2.Prosedur pengendalian internal atas piutang 3.Sifat dan akuntansi piutang tak tertagih 4.Ayat jurnal dengan metode penyisihan akuntansi untuk piutang tak tertagih, dan estimasi piutang tak tertagih berdasarkan penjualan dan analisis piutang Penerbit Erlangga

123 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Ayat jurnal untuk mencatat penghapusan langsung piutang tak tertagih 6.Sifat dan karakteristik surat promes atau wesel 7.Ayat jurnal untuk transaksi wesel tagih 8.Piutang dalam seksi Aktiva Lancar pada neraca 9.Perputaran piutang usaha dan jumlah hari penjualan dalam piutang Penerbit Erlangga

124 PIUTANG Istilah piutang meliputi semua klaim uang terhadap entitas-entitas lain, termasuk perorangan, perusahaan, dan organisasi lainnya Piutang biasanya diklasifikasikan sebagai: –Piutang usaha –Wesel tagih –Piutang lain-lain Penerbit Erlangga

125 PIUTANG: Pengendalian Internal Pengendalian internal yang berlaku bagi piutang meliputi pemisahan tanggung jawab atas fungsi-fungsi yang berhubungan Dengan pemisahan ini, pekerjaan seorang karyawan bisa berfungsi sebagai pengecekan atas pekerjaan orang lain Penerbit Erlangga

126 PIUTANG TAK TERTAGIH: Metode-metode Akuntansi Dua metode akuntansi untuk piutang tak tertagih adalah metode penyisihan dan metode penghapusan langsung Metode penyisihan meminta pembayaran di muka atas piutang tak tertagih Metode penghapusan langsung mengakui beban hanya apabila piutang tersebut dianggap tidak akan tertagih Penerbit Erlangga

127 PIUTANG TAK TERTAGIH: Ayat Jurnal Penyesuaian Ayat jurnal penyesuaian akhir tahun meminta: 1.Pengurangan nilai piutang hingga ke jumlah kas yang diperkirakan akan terealisasi di masa depan 2.Alokasi beban yang diharapkan dari pengurangan piutang ke periode berjalan Ayat jurnal penyesuaian itu mendebit Beban Piutang Tak Tertagih dan mengkredit Penyisihan Piutang tak tertagih Penerbit Erlangga

128 PIUTANG TAK TERTAGIH Dasar-dasar Estimasi Jika estimasi piutang tak tertagih didasarkan pada jumlah penjualan periode fiskal, maka ayat jurnal penyesuaian dibuat tanpa mengacu kepada saldo akun penyisihan Jika estimasi piutang tak tertagih didasarkan pada jumlah dan umur piutang usaha pada akhir periode, ayat jurnal penyesuaian dibuat sedemikian rupa sehingga saldo akun penyisihan sama dengan estimasi piutang tak tertagih pada akhir periode Penerbit Erlangga

129 PIUTANG TAK TERTAGIH: Akun Penyisihan Jika suatu piutang dianggap tak tertagih, maka piutang tersebut akan dihapus dengan akun penyisihan Akun penyisihan, yang akan memiliki saldo kredit setelah ayat jurnal penyesuaian diposkan, merupakan akun kontra-aktiva Beban piutang tak tertagih umumnya dilaporkan dalam laporan laba-rugi sebagai beban administratif Penerbit Erlangga

130 PIUTANG TAK TERTAGIH: Metode Penghapusan Langsung Berdasarkan metode penghapusan langsung, ayat jurnal untuk menghapus piutang adalah mendebit Beban Piutang tak Tertagih dan mengkredit Piutang Usaha Tidak dibutuhkan akun penyisihan ataupun ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode Penerbit Erlangga

131 PROMES / WESEL Promes atau wesel adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang atas permintaan atau pada suatu waktu tertentu Karakteristik promes yang mempengaruhi bagaimana promes itu dicatat dan dilaporkan meliputi tanggal jatuh tempo, suku bunga, dan nilai jatuh tempo Penerbit Erlangga

132 Promes / Wesel

133 PROMES / WESEL: Bunga dan Jatuh Tempo Rumus dasar untuk menghitung bunga promes adalah: Pokok x Suku Bunga x Waktu = Bunga Tanggal jatuh tempo adalah tanggal di mana promes harus dilunasi, dan periode waktu antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo biasanya dinyatakan dalam jumlah hari atau bulan Nilai jatuh tempo adalah jumlah dari nilai nominal (pokok) dan bunga Penerbit Erlangga

134 PROMES / WESEL TAGIH Promes yang diterima sebagai pelunasan piutang usaha dicatat dengan mendebet Wesel Tagih dan mengkredit Piutang Usaha Pada saat promes jatuh tempo, yang didebit adalah Kas sementara Wesel Tagih dan Pendapatan Bunga dikredit Penerbit Erlangga

135 PROMES / WESEL TAGIH: Jatuh Tempo Jika pembuat promes tidak memenuhi kewajibannya pada tanggal jatuh tempo, maka promes dimaksud dikatakan ditolak Jika pemegang promes atau wesel yang ditolak telah dibayar oleh endorser, maka jumlah klaim endorser terhadap pembuat promes didebit ke akun piutang usaha Penerbit Erlangga

136 SEKSI AKTIVA LANCAR DALAM NERACA Semua piutang yang diperkirakan akan terealisasi menjadi kas dalam setahun disajikan dalam seksi Aktiva Lancar pada neraca Aktiva ini umumnya disajikan menurut urutan likuiditasnya, yaitu urutan seberapa cepat aktiva tersebut dikonversi menjadi kas dalam operasi normal Penerbit Erlangga

137 PERPUTARAN PIUTANG USAHA Perputaran piutang usaha adalah penjualan kredit bersih dibagi dengan piutang usaha rata-rata Hal ini mengukur seberapa sering piutang usaha dikonversi menjadi kas dalam suatu periode Jumlah hari penjualan dalam piutang adalah saldo piutang usaha akhir tahun dibagi dengan penjualan kredit rata-rata harian Hal ini mengukur lamanya waktu piutang usaha beredar Penerbit Erlangga

138 BAB 9 Penerbit Erlangga Persediaan

139 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Prosedur pengendalian internal yang berlaku untuk persediaan 2.Pengaruh kesalahan persediaan terhadap laporan keuangan 3.Tiga-asumsi arus biaya persediaan dan pengaruhnya terhadap laporan laba-rugi dan neraca 4.Biaya persediaan menurut sistem persediaan perpetual dan sistem persediaan periodik, dengan menggunakan metode kalkulasi first-in, first-out (FIFO), last-in, first-out (LIFO), dan biaya rata-rata Penerbit Erlangga

140 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Tiga metode kalkulasi biaya persediaan 6.Nilai persediaan yang tepat pada selain harga pokok, dengan konsep mana yang lebih rendah antara biaya (harga pokok) dengan harga pasar dan nilai realisasi bersih 7.Neraca persediaan barang dagang 8.Estimasi biaya persediaan dengan menggunakan metode eceran dan metode laba kotor 9.Rasio perputaran persediaan dan jumlah hari penjualan dalam persediaan Penerbit Erlangga

141 PERSEDIAAN: Pengendalian dan Perhitungan Prosedur pengendalian internal atas persediaan dibentuk untuk melindungi persediaan dari: –Kerusakan –Pencurian oleh karyawan –Pencurian oleh pelanggan Selain itu, perhitungan fisik persediaan harus dilakukan secara periodik untuk mendeteksi kekurangan persediaan serta untuk mencegah pencurian Penerbit Erlangga

142 PERSEDIAAN: Kesalahan Pelaporan Setiap kesalahan dalam pelaporan persediaan yang didasarkan atas perhitungan fisik akan menyesatkan: –Persediaan akhir –Aktiva lancar –Total aktiva –Ekuitas pemilik pada neraca Selain itu, harga pokok penjualan, laba kotor, dan laba bersih juga akan salah disajikan dalam laporan laba- rugi Penerbit Erlangga

143 PERSEDIAAN: Metode Asumsi Arus Biaya Tiga asumsi arus biaya yang paling umum dalam bisnis adalah: –Metode first-in, first-out –Metode last-in, first-out –Metode biaya rata-rata Setiap metode biasanya menghasilkan jumlah harga pokok penjualan dan persediaan akhir barang dagang yang berbeda Jadi, pemilihan asumsi arus biaya secara langung mempengaruhi laporan laba-rugi dan neraca Penerbit Erlangga

144 PERSEDIAAN: Sistem Perpetual Dalam sistem persediaan perpetual, jumlah unit dan biaya setiap jenis barang dagang dicatat dalam buku besar pembantu persediaan, dengan akun terpisah untuk setiap jenis barang dagang Biaya persediaan dan jumlah yang dibebankan terhadap persediaan diilustrasikan dengan menggunakan metode FIFO dan LIFO Penerbit Erlangga

145 PERSEDIAAN: Sistem Periodik Dalam sistem persediaan periodik, perhitungan fisik persediaan dilakukan untuk menentukan biaya persediaan dan harga pokok penjualan Biaya persediaan dan jumlah yang dibebankan terhadap pendapatan diilustrasikan dengan menggunakan metode FIFO, LIFO, dan biaya rata- rata Penerbit Erlangga

146 KALKULASI BIAYA PERSEDIAAN: Perbedaan Ketiga metode kalkulasi biaya persediaan untuk periode berjalan biasanya akan menghasilkan jumlah yang berbeda untuk: –Persediaan akhir –Harga pokok penjualan –Laba kotor (dan laba bersih) Penerbit Erlangga

147 KALKULASI BIAYA PERSEDIAAN: Selama Periode Inflasi Selama periode inflasi, metode FIFO akan menghasilkan harga pokok penjualan paling rendah, laba kotor (dan laba bersih) paling tinggi, dan persediaan akhir paling tinggi Metode LIFO memberikan hasil-hasil yang sebaliknya, selama periode deflasi, dampaknya terbalik dengan yang sudah dijelaskan di atas Metode biaya rata-rata memberikan hasil-hasil yang berada di antara metode FIFO dan LIFO Penerbit Erlangga

148 HARGA POKOK DAN HARGA PASAR 1 Jika harga pasar suatu item persediaan lebih rendah dari harga pokoknya, maka harga pasar yang lebih rendah digunakan untuk menghitung nilai item tersebut Harga pasar adalah harga pokok yang diperlukan untuk mengganti barang dagang pada tanggal persediaan Penerbit Erlangga

149 HARGA POKOK DAN HARGA PASAR 2 Adalah mungkin untuk mengaplikasikan metode mana yang lebih rendah antara harga pokok dan harga pasar atas setiap item persediaan, atas kelas-kelas utama persediaan, atau atas persediaan secara keseluruhan Barang dagang yang hanya dapat dijual dengan harga yang lebih rendah daripada harga pokoknya harus dicatat pada nilai realisasi bersih, yaitu estimasi harga jual dikurangi biaya pelepasan langsung Penerbit Erlangga

150 NERACA PERSEDIAAN BARANG Persediaan barang dagang biasanya disajikan dalam neraca pada seksi Aktiva Lancar, setelah atau di bawah piutang Baik metode penentuan biaya persediaan (apakah FIFO, LIFO, atau biaya rata-rata) maupun metode penilaian persediaan (biaya atau LCM) harus diungkapkan Penerbit Erlangga

151 BIAYA PERSEDIAAN: Metode Eceran Dalam menggunakan metode eceran untuk mengestimasi persediaan, harga eceran dari semua barang dagang harus diakumulasi Persediaan pada eceran ditentukan dengan mengurangi penjualan periode bersangkutan dari harga eceran barang yang tersedia untuk dijual selama periode berjalan Persediaan pada eceran kemudian dikonversikan menjadi harga pokok atas dasar rasio biaya terhadap harga jual (eceran) barang dagang yang tersedia untuk dijual Penerbit Erlangga

152 Penentuan Biaya Persediaan dengan Metode Eceran

153 BIAYA PERSEDIAAN: Metode Laba Kotor Dalam menggunakan metode laba kotor untuk mengestimasi persediaan, estimasi laba kotor dikurangkan dari penjualan untuk menentukan estimasi harga pokok penjualan Jumlah ini kemudian dikurangi dari harga pokok barang dagang tersedia untuk dijual guna mengestimasi persediaan akhir Penerbit Erlangga

154 RASIO PERPUTARAN DAN JUMLAH HARI PENJUALAN PERSEDIAAN Rasio perputaran persediaan, yang dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata, mengukur hubungan antara volume barang dagang yang dijual dengan jumlah persediaan yang dimiliki selama periode dimaksud Jumlah hari penjualan dalam persediaan, yang dihitung dengan membagi persediaan akhir dengan harga pokok penjualan rata-rata harian, mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membeli, menjual, dan mengganti persediaan Penerbit Erlangga

155 BAB 10 Penerbit Erlangga Aktiva Tetap dan Aktiva Tak Berwujud

156 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Aktiva tetap dan akuntansi untuk biaya aktiva tetap 2.Perhitungan penyusutan, dengan menggunakan metode garis-lurus, metode unit-produksi, dan metode saldo-menurun 3.Klasifikasi biaya aktiva tetap sebagai pengeluaran modal atau pengeluaran pendapatan 4.Ayat jurnal untuk pelepasan aktiva tetap 5.Lease dan ikhtisar aturan-aturan akuntansi yang berhubungan dengan leasing aktiva tetap 6.Pengendalian internal atas aktiva tetap Penerbit Erlangga

157 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Perhitungan deplesi dan pembuatan ayat jurnal untuk deplesi 8.Pembuatan ayat jurnal untuk mengakuisisi dan mengamortisasi aktiva tak berwujud, seperti paten, hak cipta, dan goodwill 9.Cara pelaporan beban penyusutan dalam laporan laba-rugi dan menyusun neraca yang mencantumkan aktiva tetap dan aktiva tak berwujud 10.Perhitungan dan penginterpretasian rasio aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang Penerbit Erlangga

158 AKTIVA TETAP Aktiva tetap merupakan aktiva berwujud jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan dan digunakan dalam operasi normal perusahaan Contoh-contoh aktiva tetap adalah: –Peralatan –Bangunan –Tanah Penerbit Erlangga

159 AKTIVA TETAP: Biaya-biaya Biaya akuisisi awal aktiva tetap meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva dimaksud hingga aktiva tersebut siap digunakan Contoh biaya aktiva tetap: –Pajak penjualan –Biaya pengangkutan –Asuransi dalam perjalanan –Biaya pemasangan Penerbit Erlangga

160 AKTIVA TETAP: Penyusutan Sejalan dengan berlalunya waktu, semua aktiva tetap - kecuali tanah- kehilangan kemampuan untuk memberikan manfaat kepada perusahaan Karenanya, biaya aktiva tetap harus ditransfer ke akun beban secara sistematis, selama umur manfaat yang diharapkan Transfer periodik ini, dari biaya ke beban, dinamakan dengan penyusutan Penerbit Erlangga

161 PENYUSUTAN Dalam menghitung penyusutan, ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan: –Biaya akuisisi awal aktiva tetap –Umur manfaat aktiva –Nilai residu aktiva Penerbit Erlangga

162 PENYUSUTAN: Metode-metode Metode garis-lurus menghasilkan beban penyusutan yang sama setiap tahun sepanjang umur aktiva Metode unit-produksi menghasilkan beban penyusutan yang sama bagi setiap unit yang diproduksi selama umur manfaat aktiva Metode saldo-menurun diterapkan dengan mengalikan nilai buku aktiva yang menurun dengan dua kali tarif garis lurus Penerbit Erlangga

163 Akuntansi Penyusutan

164 BIAYA AKTIVA TETAP: Pengeluaran Modal Biaya-biaya penambahan pada aktiva tetap dan biaya lainnya yang berhubungan dengan peningkatan efisiensi atau kapasitas diklasifikasikan sebagai pengeluaran modal Biaya-biaya penambahan pada aktiva dan biaya-biaya yang menambah kegunaan aktiva lebih dari satu periode (disebut perbaikan atau betterments) juga diklasifikasikan sebagai pengeluaran modal Biaya-biaya yang memperpanjang umur manfaat aktiva melampaui estimasi awalnya juga merupakan pengeluaran modal dan disebut reparasi besar-besaran Penerbit Erlangga

165 BIAYA AKTIVA TETAP: Pengeluaran Pendapatan Pengeluaran yang hanya memberi manfaat pada periode berjalan atau dikeluarkan dengan tujuan mempertahankan efisiensi operasi normal diklasifikasikan sebagai pengeluaran pendapatan dan didebit ke akun beban Penerbit Erlangga

166 PELEPASAN AKTIVA TETAP: Ayat Jurnal Ayat jurnal untuk mencatat pelepasan aktiva tetap bervariasi Namun, dalam semua kasus, setiap penyusutan untuk periode berjalan harus terlebih dahulu dicatat, dan nilai buku aktiva kemudian dihapus dari akun Ayat jurnal untuk menghapus nilai buku dari akun adalah mendebit akun akumulasi penyusutan aktiva bersangkutan dan mengkredit akun aktiva Untuk aktiva yang tidak dapat lagi digunakan dan harus dibuang, kerugian harus dicatat untuk setiap sisa nilai buku aktiva Penerbit Erlangga

167 PELEPASAN AKTIVA TETAP: Penjualan Pada saat aktiva tetap dijual, nilai buku aktiva dihapuskan dan kas atau aktiva lainnya yang diterima juga dicatat Jika harga jual lebih tinggi dari nilai buku aktiva, transaksi tersebut menghasilkan keuntungan Jika harga jual lebih rendah dari nilai buku, terjadi kerugian Penerbit Erlangga

168 PELEPASAN AKTIVA TETAP: Penukaran Jika aktiva tetap ditukarkan dengan aktiva tetap lain yang serupa, tidak ada keuntungan yang diakui Yang ada hanyalah penyesuaian atas biaya aktiva baru Namun, setiap kerugian yang muncul dari pertukaran semacam itu harus dicatat Penerbit Erlangga

169 LEASE AKTIVA TETAP Lease adalah kontrak untuk menggunakan suatu aktiva dalam jangka waktu tertentu Lease diperlakukan sebagai lease modal jika lessee membeli aktiva dimaksud Pembayaran lease menurut lease operasi dicatat sebagai beban sewa dan sisi lessee Penerbit Erlangga

170 PENGENDALIAN INTERNAL AKTIVA TETAP Pengendalian internal atas aktiva tetap harus meliputi prosedur yang akan digunakan untuk mengotorisasi pembelian aktiva Setelah dibeli, aktiva tetap harus dilindungi dari pencurian, penyalahgunaan, atau kerusakan Pemeriksaan persediaan fisik atas aktiva-aktiva tetap harus dilakukan secara periodik Penerbit Erlangga

171 DEPLESI Jumlah deplesi periodik dihitung dengan mengalikan kuantitas barang tambang yang ditambang selama periode yang dimaksud dengan tarif deplesi Tarif deplesi dihitung dengan membagi biaya cadangan mineral dengan estimasi besarnya cadangan Ayat jurnal untuk mencatat deplesi adalah mendebit akun beban deplesi dan mengkredit akun akumulasi deplesi Penerbit Erlangga

172 AKTIVA TAK BERWUJUD Aktiva jangka panjang yang tidak memiliki atribut- atribut fisik tetapi digunakan dalam bisnis diklasifikasikan sebagai aktiva tak berwujud Contoh-contoh aktiva tak berwujud adalah: –Paten –Hak cipta –Merek dagang –Goodwill Penerbit Erlangga

173 AKTIVA TAK BERWUJUD: Biaya Awal Biaya awal dari suatu aktiva tak berwujud harus didebit ke akun aktiva Biaya ini kemudian harus diamortisasi atau dihapus selama estimasi umur manfaat aktiva yang diharapkan dengan mendebit akun beban dan mengkredit akun aktiva tak berwujud Penerbit Erlangga

174 PENYUSUTAN: Laporan Keuangan Jumlah beban penyusutan dan metode-metode yang digunakan dalam menghitung penyusutan harus diungkapkan dalam laporan keuangan Selain itu, setiap kelas utama aktiva juga harus diungkapkan bersama-sama dengan akumulasi penyusutan yang berhubungan Penerbit Erlangga

175 AKTIVA TAK BERWUJUD: Laporan Keuangan Aktiva tak berwujud biasanya disajikan di neraca dalam seksi terpisah dari seksi aktiva tetap Setiap kelas utama aktiva tak berwujud harus dilaporkan setelah amortisasi dicatat pada tanggal terjadinya Penerbit Erlangga

176 RASIO AKTIVA TETAP TERHADAP KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Rasio aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang merupakan ukuran solvensi yang mengindikasikan marjin pengaman bagi para kreditor Rasio tersebut juga menyediakan suatu indikasi mengenai kemampuan perusahaan untuk meminjam dana tambahan atas dasar jangka panjang Penerbit Erlangga

177 BAB 11 Penerbit Erlangga Kewajiban Lancar

178 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Kewajiban lancar 2.Ayat jurnal untuk wesel bayar jangka pendek 3.Perlakuan akuntansi untuk kewajiban kontinjen dan ayat jurnal untuk garansi produk 4.Kewajiban majikan yang berhubungan dengan penggajian, termasuk kewajiban yang timbul dari pendapatan karyawan dan pengurangan dari pendapatan Penerbit Erlangga

179 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Sistem akuntansi penggajian yang menggunakan register gaji, catatan pendapatan karyawan, dan jurnal umum 6.Ayat jurnal untuk tunjangan khusus karyawan, termasuk pembayaran cuti dan pensiun 7.Penggunaan rasio cepat untuk menganalisis kemampuan sebuah perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya Penerbit Erlangga

180 KEWAJIBAN LANCAR Kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus dipenuhi dengan aktiva lancar dan jatuh tempo dalam periode waktu yang pendek, biasanya 1 tahun Kewajiban lancar timbul dari: –Barang atau jasa yang telah diterima tetapi belum dibayarkan –Pembayaran yang telah diterima tetapi barang atau jasa belum dikirimkan Penerbit Erlangga

181 PROMES JANGKA PENDEK Promes atau wesel yang diterbitkan kepada kreditor untuk menutupi utang usaha secara sementara dicatat sebagai debit ke utang Usaha dan kredit ke Wesel Bayar Pada saat promes dilunasi, Wesel Bayar dan Beban Bunga didebet dan Kas dikredit Promes juga bisa diterbitkan untuk membeli barang dagang atau aktiva lain atau untuk meminjam uang dari bank Penerbit Erlangga

182 PROMES JANGKA PENDEK: Diskonto Jika perusahaan menerbitkan promes yang didiskontokan, Beban Bunga didebet sebesar diskon pada saat penerbitan, akun aktiva didebet sejumlah hasil penerbitan, dan Wesel Bayar dikredit sebesar nilai nominal Nilai nominal dan nilai jatuh tempo promes atau wesel yang didiskontokan adalah sama Penerbit Erlangga

183 KEWAJIBAN KONTINJEN Kewajiban kontinjen adalah kewajiban potensial yang ditimbulkan oleh transaksi masa lalu tetapi tergantung pada kejadian masa depan Jika kewajiban kontinjen bersifat probable dan dapat diestimasi, kewajiban tersebut harus dicatat Jika kewajiban kontinjen bersifat reasonable possible, atau sukar diestimasikan, kewajiban tersebut harus diungkapkan dalam catatan kaki laporan keuangan Penerbit Erlangga

184 GARANSI PRODUK Sebuah contoh kewajiban kontinjen yang harus dicatat adalah garansi produk Jika sebuah perusahaan memberikan garansi atas suatu produk, estimasi beban garansi dan kewajiban yang berkaitan harus dicatat dalam periode dijualnya produk dimaksud Beban dan kewajiban dicatat dengan mendebet Beban Garansi Produk dan mengkredit utang Garansi Produk Penerbit Erlangga

185 KEWAJIBAN PENGGAJIAN Kewajiban majikan atas penggajian dihitung dengan menentukan total pendapatan karyawan, termasuk gaji lembur, untuk suatu periode penggajian Jumlah ini kemudian dikurangi dengan potongan sehingga menghasilkan pembayaran bersih Penerbit Erlangga

186 KEWAJIBAN PENGGAJIAN: Pembayaran Pajak Kewajiban majikan untuk memotong gaji karyawan dan menyetorkannya kepada badan perpajakan langsung diketahui pada saat penggajian dicatat Sebagian besar majikan juga menanggung kewajiban untuk membayar pajak yang berhubungan dengan penggajian, meliputi pajak kesejahteraan sosial, pajak Medicare, pajak kompensasi pengangguran federal dan pajak kompensasi pengangguran negara bagian Penerbit Erlangga

187 REGISTER GAJI Register gaji digunakan dalam menata dan mengikhtisarkan data-data yang dibutuhkan bagi setiap periode penggajian Register gaji didukung oleh catatan gaji terinci bagi masing-masing karyawan, yang dinamakan dengan catatan pendapatan karyawan Penerbit Erlangga

188 REGISTER GAJI: Data-data Data-data yang dicatat dalam register gaji meliputi: –Jumlah jam kerja –Pendapatan –Data-data pemotongan bagi masing-masing karyawan Register gaji juga meliputi kolom-kolom yang digunakan untuk menjumlahkan total upah seluruh karyawan atau yang akan didebet ke berbagai akun beban Penerbit Erlangga

189 TUNJANGAN KHUSUS Tunjangan khusus merupakan beban dalam periode diberikannya tunjangan tersebut kepada karyawan Tunjangan khusus dicatat dengan mendebet akun beban dan mengkredit akun kewajiban Sebagai contoh, ayat jurnal untuk mencatat pembayaran uang cuti akrual adalah mendebet Beban Uang Cuti dan mengkredit utang Uang Cuti Penerbit Erlangga

190 RASIO CEPAT Rasio cepat atau acid-test ratio mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya dalam jangka pendek Rasio cepat adalah aktiva cepat dibagi kewajiban lancar Biasanya, perusahaan perlu memiliki rasio cepat di atas 1 Penerbit Erlangga

191 BAB 12 Penerbit Erlangga Korporasi: Organisasi, Transaksi Modal Saham, dan Dividen

192 POKOK-POKOK PEMBAHASAN 1.Karakteristik dari berbagai bentuk organisasi 2.Dua sumber utama ekuitas pemegang saham 3.Sumber utama modal disetor, dan kelas-kelas saham 4.Ayat jurnal untuk penerbitan saham dan untuk transaksi saham treasuri 5.Pengaruh pemecahan laporan keuangan korporasi 6.Ayat jurnal untuk dividen tunai dan dividen saham 7.Perhitungan dan penginterpretasian hasil dividen atas saham biasa Penerbit Erlangga

193 KORPORASI Korporasi memiliki: –Eksistensi hukum yang terpisah –Unit saham yang dapat dipindah-tangankan dengan mudah –Kewajiban pemegang saham yang terbatas Korporasi bisa berupa korporasi publik ataupun korporasi terbatas, dan terkena pajak penghasilan federal Penerbit Erlangga

194 KORPORASI: Dokumen-dokumen Pembentukan Dokumen-dokumen yang terlibat dalam pembentukan korporasi meliputi: –Aplikasi pendirian korporasi –Akte pendirian –AD/ART Penerbit Erlangga

195 KORPORASI: Biaya-biaya Pendirian Biaya- biaya yang biasanya timbul dalam proses pendirian korporasi adalah: –Fee legal –Pajak –Fee pendirian korporasi negara bagian –Biaya promosi Biaya-biaya tersebut didebit ke akun aktiva tak berwujud dengan judul Biaya Pendirian Biaya ini biasanya diamortisasikan selama 5 tahun Penerbit Erlangga

196 EKUITAS PEMEGANG SAHAM Dua sumber utama ekuitas pemegang saham (atau modal) adalah: –Modal yang disetorkan oleh pemegang saham dan pihak-pihak lain, yang disebut modal disetor –Laba bersih yang ditahan dalam perusahaan, yang dinamakan dengan laba ditahan Ekuitas pemegang saham dilaporkan dalam neraca korporasi sesuai dengan dua sumber ini Penerbit Erlangga

197 MODAL DISETOR Sumber utama modal disetor berasal dari penerbitan saham Dua kelas saham yang utama adalah saham biasa dan saham preferen Saham preferen biasanya berupa saham preferen nonpartisipasi dan bersifat kumulatif atau nonkumulatif Selain dari penerbitan saham, modal disetor bisa berasal dari sumbangan aktiva dan dari transaksi saham treasuri Penerbit Erlangga

198 PENERBITAN SAHAM Ketika korporasi menerbitkan saham bernilai nominal secara tunai, akun kas didebit dan kelas saham yang diterbitkan dikredit sebesar nilai nominalnya Jika korporasi menerbitkan saham dengan harga di atas nilai nominal, Modal Disetor di Atas Nilai Nominal dikredit sebesar selisih antara kas yang diterima dengan nilai nominal saham Jika saham diterbitkan untuk ditukarkan dengan aktiva-aktiva selain kas, aktiva yang didapatkan harus dicatat sebesar nilai pasar wajarnya Penerbit Erlangga

199 PENERBITAN SAHAM: Tanpa Nilai Nominal Jika saham diterbitkan tanpa nilai nominal, seluruh hasil penerbitan dikreditkan ke akun saham Saham tanpa nilai nominal mungkin memiliki nilai ditetapkan per saham, dan selisih antara hasil penerbitan dengan nilai ditetapkan dikreditkan ke akun Modal Disetor di Atas Nilai Ditetapkan Penerbit Erlangga

200 SAHAM TREASURI Jika sebuah korporasi membeli sahamnya sendiri, pencatatan biasanya menggunakan metode biaya Saham Treasuri didebit sebesar harga perolehannya, dan Kas dikredit Jika saham tersebut dijual kembali, Saham Treasuri dikredit sebesar harga beli dan selisih antara harga jual dengan harga beli biasanya didebit atau dikredit ke Modal Disetor dari Penjualan Saham Treasuri Penerbit Erlangga

201 PEMECAHAN SAHAM Jika sebuah korporasi mengurangi nilai nominal atau nilai ditetapkan saham biasanya dan menerbitkan saham-saham baru dalam jumlah yang proporsional, hal ini dinamakan dengan proses pemecahan saham Pemecahan saham tidak menimbulkan perubahan apa pun dalam neraca perusahaan dan tidak memerlukan pencatatan Penerbit Erlangga

202 DIVIDEN TUNAI DAN DIVIDEN SAHAM Ayat jurnal untuk mencatat pengumuman dividen tunai adalah mendebit Dividen dan mengkredit Utang Dividen bagi kelas saham yang bersangkutan Pembayaran dividen dicatat dengan cara biasa Pada saat dividen saham diumumkan, Dividen Saham didebit sebesar nilai wajar saham yang diterbitkan Selisih antara nilai wajar saham dengan nilai ditetapkan atau nilai nominal dikredit ke Agio— Saham Biasa Penerbit Erlangga

203 DIVIDEN SAHAM YANG DAPAT DIDISTRIBUSIKAN Dividen Saham yang Dapat Didistribusikan dikredit sebesar nilai nominal atau nilai ditetapkan saham biasa yang diterbitkan Pada saat saham diterbitkan pada tanggal pembayaran dividen saham, Dividen Saham yang Dapat Didistribusikan didebit dan Saham Biasa dikredit sebesar nilai nominal atau nilai ditetapkan saham yang diterbitkan Penerbit Erlangga

204 HASIL DIVIDEN ATAS SAHAM BIASA Hasil dividen mengindikasikan tingkat pengembalian kepada pemegang saham dalam bentuk distribusi dividen tunai Hasil dividen dihitung dengan membagi dividen tahunan per lembar saham biasa dengan harga pasar per saham pada tanggal tertentu Rasio ini merupakan rasio yang penting diperhatikan oleh investor yang tujuan utamanya adalah memaksimumkan pengembalian atas investasi mereka melalui dividen Penerbit Erlangga

205 BAB 13 Penerbit Erlangga Korporasi: Laba dan Pajak, Ekuitas Pemegang Saham, dan Investasi dalam Saham

206 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Ayat jurnal untuk pajak penghasilan korporasi, termasuk pajak penghasilan yang ditangguhkan 2.Laporan laba-rugi yang melaporkan pos-pos tidak biasa berikut: operasi yang dihentikan, pos-pos luar biasa, dan perubahan-prinsip akuntansi 3.Laporan laba-rugi yang mencantumkan data laba per saham 4.Ekuitas pemegang saham dalam laporan keuangan Penerbit Erlangga

207 POKOK-POKOK PEMBAHASAN Konsep dan pelaporan laba komprehensif 6.Akuntansi untuk investasi dalam saham 7.Metode alternatif bagi penggabungan bisnis dan bagaimana laporan keuangan konsolidasi disusun 8.Penghitungan dan penginterpretasian rasio harga- laba Penerbit Erlangga

208 PAJAK PENGHASILAN KORPORASI Korporasi merupakan subjek pajak penghasilan federal dan diwajibkan untuk mengestimasi pembayaran pajak sepanjang tahun Penerbit Erlangga

209 PAJAK PENGHASILAN KORPORASI: Ayat Jurnal Untuk mencatat pembayaran estimasi pajak, korporasi mendebit Pajak Penghasilan dan mengkredit Kas Jika masih ada pajak yang terutang pada akhir tahun, korporasi mendebit Pajak Penghasilan dan mengkredit Utang Pajak Penghasilan Jika estimasi pembayaran pajak lebih besar daripada kewajiban pajak aktual, korporasi mendebit akun Piutang dan mengkredit Pajak Penghasilan Penerbit Erlangga

210 PAJAK PENGHASILAN KORPORASI: Pengaruh Pajak Pengaruh pajak dari perbedaan temporer antara laba kena pajak dengan laba sebelum pajak penghasilan harus dialokasikan ke berbagai periode Ayat jurnal untuk mencatat alokasi semacam itu biasanya adalah dengan mendebit Pajak Penghasilan dan mengkredit Utang Pajak Penghasilan serta Utang Pajak Penghasilan Ditangguhkan Penerbit Erlangga

211 POS-POS TIDAK BIASA: Operasi yang Dihentikan Keuntungan atau kerugian yang berasal dari pelepasan segmen bisnis harus dilaporkan dalam laporan laba- rugi, setelah pajak penghasilan yang berhubungan Hasil-hasil dari operasi berlanjut juga harus dilaporkan Penerbit Erlangga

212 POS-POS TIDAK BIASA: Pos-pos Luar Biasa Keuntungan atau kerugian juga bisa muncul dari kejadian atau transaksi yang tidak biasa dan jarang terjadi Pos-pos luar biasa semacam ini, setelah pajak penghasilan terkait, harus dilaporkan dalam laporan laba-rugi Penerbit Erlangga

213 POS-POS TIDAK BIASA: Perubahan Prinsip Akuntansi Perubahan prinsip akuntansi berasal dari pemakaian prinsip akuntansi yang berbeda dengan prinsip akuntansi yang dipakai sebelumnya Pengaruh perubahan prinsip akuntansi atas laba bersih periode berjalan, serta pengaruh kumulatifnya atas laba periode sebelumnya, juga harus dilaporkan, setelah pajak penghasilan terkait, dalam laporan keuangan Penerbit Erlangga

214 LAPORAN LABA-RUGI DENGAN DATA LABA PER SAHAM Laba per saham dilaporkan dalam laporan laba-rugi korporasi publik Jika terdapat pos-pos tidak biasa dalam laporan laba- rugi, maka jumlah per saham harus disajikan bagi masing-masing pos tersebut selain laba bersih Penerbit Erlangga

215 LAPORAN KEUANGAN: Ekuitas Pemegang Saham Perubahan yang signifikan dalam sumber-sumber ekuitas pemegang saham -modal disetor dan laba ditahan- bisa dilaporkan dalam laporan terpisah atau dalam catatan yang mendukung penyajian neraca Perubahan yang signifikan dalam ekuitas pemegang saham bisa juga dilaporkan dalam laporan ekuitas pemegang saham Penerbit Erlangga

216 LAPORAN KEUANGAN: Laba Ditahan Perubahan laba ditahan bisa dilaporkan dengan membuat laporan laba ditahan terpisah, laporan laba- rugi dan laporan laba ditahan gabungan, atau laporan ekuitas pemegang saham Pembatasan laba ditahan, yang dinamakan dengan apropriasi, harus diungkapkan, biasanya dalam catatan atas laporan keuangan Kesalahan yang material dalam laba bersih periode sebelumnya, yang dinamakan dengan penyesuaian periode sebelumnya, dilaporkan dalam laporan laba ditahan Penerbit Erlangga

217 LABA KOMPREHENSIF Laba komprehensif adalah semua perubahan ekuitas pemegang saham selama suatu periode kecuali yang ditimbulkan oleh dividen dan investasi pemegang saham Perusahaan harus melaporkan laba bersih tradisional ditambah atau dikurangi pos-pos laba komprehensif lainnya sehingga menghasilkan laba komprehensif Pos-pos laba komprehensif lainnya meliputi transaksi dan kejadian yang tidak dimasukkan dalam laba bersih, seperti keuntungan atau kerugian belum terealisasi dari investasi tertentu dalam sekuritas ekuitas dan utang Penerbit Erlangga

218 INVESTASI DALAM SAHAM Sebuah "perusahaan" mungkin membeli saham sebagai salah satu cara mencari pengembalian (laba) atas kelebihan kas lebih yang tidak/belum dipakai bagi operasi bisnis normalnya Investasi semacam itu dicatat dalam akun sekuritas yang dapat dipasarkan Jumlah yang dicatat meliputi semua jumlah yang dikeluarkan untuk mendapatkan sekuritas dimaksud Setiap dividen yang diterima dari investasi dicatat dengan mendebit Kas dan mengkredit Pendapatan Dividen Penerbit Erlangga

219 INVESTASI DALAM SAHAM: Neraca Dalam neraca, investasi sementara dilaporkan pada nilai pasar wajar Selisih antara nilai pasar wajar sekuritas dengan biayanya merupakan keuntungan atau kerugian holding yang belum terealisasi (setelah pajak penghasilan terkait) dan dilaporkan sebagai pos laba komprehensif lainnya Penerbit Erlangga

220 INVESTASI DALAM SAHAM: Jangka Panjang Investasi jangka panjang dalam saham tidak dimaksudkan sebagai sumber kas dalam operasi bisnis normal Investasi dilaporkan dengan judul Investasi dalam neraca Dua metode akuntansi untuk investasi jangka panjang adalah metode biaya dan metode ekuitas Penerbit Erlangga

221 INVESTASI DALAM SAHAM: Penjualan Akuntansi untuk penjualan saham adalah serupa baik bagi investasi jangka pendek maupun jangka panjang Akun investasi harus dikredit sebesar nilai buku saham yang dijual, hasil yang diterima didebit ke akun kas atau piutang, dan setiap selisih antara nilai buku dengan hasil dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dari penjualan Penerbit Erlangga

222 PENGGABUNGAN BISNIS Perusahaan dapat melakukan penggabungan melalui merger atau konsolidasi Penggabungan bisnis bisa juga terjadi jika sebuah korporasi mengakuisisi kontrol kepemilikan perusahaan lain dengan membeli mayoritas saham berhak suara perusahaan dimaksud Dalam hal ini, terbentuk hubungan perusahaan induk- perusahaan anak, dan keduanya dikatakan sebagai perusahaan afiliasi Penerbit Erlangga

223 PENGGABUNGAN BISNIS: Laporan Keuangan Walaupun korporasi yang membentuk afiliasi induk- anak mungkin beroperasi sebagai unit ekonomi tunggal, mareka biasanya tetap memelihara catatan- catatan akuntansi dan membuat laporan keuangan yang terpisah Laporan keuangan yang menggabungkan laporan keuangan perusahaan induk dengan perusahaan anak dinamakan dengan laporan keuangan konsolidasi Penerbit Erlangga

224 PENGGABUNGAN BISNIS: Kepemilikan Minoritas Jika perusahaan induk membeli kurang dari 90% saham perusahaan anak, maka ekuitas sisanya dinamakan dengan kepemilikan minoritas Kepemilikan minoritas dilaporkan dalam neraca konsolidasi, biasanya sebelum ekuitas pemegang saham Penerbit Erlangga

225 PENGGABUNGAN BISNIS: Laporan Laba-rugi Konsolidasi Dalam menyiapkan laporan laba-rugi konsolidasi, semua jumlah yang muncul dari transaksi antar- perusahaan, seperti penjualan barang dagang antar- perusahaan dan harga pokok penjualan harus dieliminasi Penerbit Erlangga

226 RASIO HARGA-LABA Penilaian tentang prospek pertumbuhan dan laba perusahaan di masa depan dapat dilakukan dengan melihat rasio harga-laba (rasio P/E) Rasio ini dihitung dengan membagi harga pasar per lembar saham pada tanggal tertentu dengan laba per saham tahunan perusahaan Penerbit Erlangga

227


Download ppt "PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI EDISI 19 JILID 1 NISWONGER - WARREN - REEVE - FESS Penerbit Erlangga."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google