Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR SISTEM KONTROL

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR SISTEM KONTROL"— Transcript presentasi:

1 PENGANTAR SISTEM KONTROL
PENGENDALI MOTOR LISTRIK PERTEMUAN 2 @hsirait

2 Tujuan Pembelajaran: Memahami prinsip kerja pengoperasian sistem kendali elektromagnetik Mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik Memahami data operasi sistem kendali elektromagnetik Mengoperasikan mesin produksi dengan pengendali elektromagnetik Melakukan tindakan pengamanan pada operasi sistem kendali elektromagnetik yang mengalami gangguan.

3 pengendali saat mulai berjalan (starting) pembalikan arah putaran
Pengendali motor listrik menurut fungsinya terdiri dari 3 jenis : pengendali saat mulai berjalan (starting) pembalikan arah putaran pengendali pada saat motor berhenti (stopping)

4 Pengendali manual (manual control) Pengendali semi otomatis
Adapun dilihat dari penggunaan alat pengendali, pengendali dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Pengendali manual (manual control) Pengendali semi otomatis Pengendali secara otomatis

5 PENGERTIAN SISTEM KENDALI MANUAL
Pengendali secara manual adalah jenis pengendali yang menggunakan alat pengendali manual berupa sakelar mekanik. R S T Starter Manual Motor Listrik M 3  Sumber Listrik Gambar Skema Pengendali Secara Manual

6 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Jenis-jenis sakelar manual atau mekanis yang digunakan pada pengendali motor listrik secara manual : Sakelar single pole single throw switch (SPST) Sakelar single pole double throw switch (SPDT) Sakelar double pole single throw switch (DPST) Sakelar double pole double throw switch (DPDT) Sakelar three pole single throw switch (TPST) Sakelar three pole double throw switch (TPDT) Drum switch Cam switch (sakelar putar cam)

7 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Sakelar single pole single throw switch (SPST) Sakelar SPST adalah sakelar yang terdiri dari satu kutub dengan satu arah. Fungsi sakelar ini adalah untuk memutus dan menghubung saja. Gambar Bentuk Kontak Sakelar SPST SPST

8 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Sakelar single pole double throw switch (SPDT) Sakelar SPDT adalah sakelar yang terdiri dari satu kutub dengan dua arah hubungan. Sakelar ini dapat bekerja sebagai penukar. Pemutusan dan penghubungan hanya bagian kutub positip atau phasanya saja. SPDT Gambar Pelaksanaan sakelar SPDT

9 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Sakelar double pole single throw switch(DPST) Sakelar DPST adalah sakelar yang terdiri dari dua kutub dengan satu arah, hanya dapat memutus dan menghubungkan saja Gambar Pelaksanaan Hubungan Sakelar DPST

10 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Sakelar double pole double throw switch (DPDT) Sakelar DPDT adalah sakelar yang terdiri dari dua kutub dengan dua arah. Sakelar dapat bekerja sebagai penukar. Pada instalasi motor listrik, sakelar DPDT dapat digunakan sebagai pembalik arah putaran motor listrik arus searah dan motor listrik arus bolak balik satu phasa.Selain itu juga dapat digunakan sebagai pelayanan dua sumber tegangan pada 1 motor listrik Gambar Pelaksanaan Hubungan Sakelar DPDT

11 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Sakelar three pole single throw switch (TPST) Sakelar DPST adalah sakelar yang terdiri dari dua kutub dengan satu arah, dan hanya dapat memutus dan menghubung saja. TPST Gambar Pelaksanaan Hubungan Sakelar TPST

12 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Sakelar three pole double throw switch (TPDT) Sakelar TPDT adalah sakelar dengan tiga kutub yang dapat bekerja ke dua arah. Sakelar ini digunakan pada instalasi motor listrik 3 phasa atau sistem 3 phasa lainnya. Juga dapat digunakan sebagai pembalik putaran motor listrik 3 phasa, layanan motor listrik 3 phasa dari dua sumber dan juga sebagai starter bintang segitiga yang sangat sederhana. TPDT Gambar Pelaksanaan Hubungan Sakelar TPDST

13 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Drum switch Sakelar drum switch adalah sakelar yang mempunyai bentuk seperti drum dengan posisi handle (tangkai) penggerak memutus dan menghubung berada di ujung Drum switch digunakan pada motor listrik kecil sebagai penghubung motor listrik dengan jala-jala (sumber tegangan) Gambar Contoh Drum Switch

14 Jenis-jenis Pengendali Secara Manual
Cam switch (sakelar putar cam) Cam switch banyak digunakan dalam rangkaian utama pada rangkaian kendali, misalnya untuk hubungan bintang segitiga, membalik putaran motor listrik 1 phasa atau motor listrik 3 phasa. Gambar Kontak Hubungan Sakelar Cam

15 Pengendali Semi Otomatis
Pengendali semi otomastis adalah jenis pengendali yang menggunakan alat kendali semi otomatis berupa kontaktor magnet dan tombol tekan (push button) dilengkapi dengan pengaman. Panel Tenaga Kontaktor Magnet M Jala-jala Tombol Tekan Gambar Bagan Sistem Pengendali Semi Otomatis

16 Istilah Dalam Pengendali Semi Otomatis
Titik kontak Normally Open (NO) Titik kontak pada keadaan normal atau tidak bekerja dalam keadaan terbuka (Normally Open) dan dalam keadaan bekerja titik kontak akan menutup sesaat sehingga hanya mengalirkan arus listrik sesaat. Gambar Normally Open (NO) Sakelar Push button

17 Istilah Dalam Pengendali Semi Otomatis
Titik kontak Normally Close (NC) Kontak ini dalam keadaan tertutup atau terhubung pada saat normal sehingga mengalirkan arus listrik. Jika kontak ini ditekan atau bekerja, maka titik kontak akan terbuka sehingga arus akan terputus atau terhenti. Gambar Normally Close (NC) Sakelar Push button

18 Istilah Dalam Pengendali Semi Otomatis
Titik kontak Normally Open dan Normally Close (NC) Titik kontak ini bekerja dengan prinsip kontak Normally close dan Normally Open. Kontak ini memiliki tiga buah titik kontak. Jika kontak belum bekerja maka salah satu kontak akan terhubung dengan kontak lain sedangkan kontak yang lain akan terbuka. Gambar Kontak Gabungan Normally Open dan Normally Close Kontak NO Kontak NC

19 Peralatan Utama Pengendalian Semi Otomatis
PERTEMUAN 3

20 Peralatan Utama Pengendalian Semi Otomatis
Magnetic contactor (MC) atau kontaktor magnit Thermal overload relay (TOR) Push button Lampu indikator

21 Magnetic contactor (MC)
Kontaktor magnet yaitu suatu alat penghubung listrik yang bekerja atas dasar magnet yang dapat menghubungkan antara sumber arus dengan muatan. Bila inti koil pada kontaktor diberikan arus, maka koil akan menjadi magnet dan menarik kontak sehingga kontaknya menjadi terhubung dan dapat mengalirkan arus listrik. Gambar Contoh Magnetic Contactor

22 Prinsip Kerja Magnetic Contactor
Pada gambar di samping, kontak 3 dan 4 adalah NC sedangkan kontak 1 dan 2 adalah NO. Apabila tidak ada arus maka kontak akan tetap diam. Tetapi apabila arus dialirkan dengan menutup switch maka kontak 3 dan 4 akan menjai NO sedangkan kontak 1 dan 2 menjadi NC

23 Macnetic contactor pada umumnya memiliki Kontak utama tendiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dan kontak NO dan NC. Konstruksi dari kontak utama berbeda dengan kontak bantu, yang kontak utamanya mempunyai luas permukaan yang luas dan tebal. Kontak bantu luas permukaannya kecil dan tipis

24 Contoh Notasi pada Macnetic Contactor
Gambar Contoh Notasi pada Macnetic Contactor

25 Notasi Dan Penomoran Kontak-Kontak pada Magnetic Contactor
Tabel Notasi Dan Penomoran Kontak-Kontak pada Magnetic Contactor

26 Contoh Notasi, Tempat Sambungan dan Skema
Gambar Contoh Notasi, Tempat Sambungan dan Skema Kontak-Kontak Open

27 Konstruksi Umum Magnetic Contactor
Gambar Konstruksi Umum Magnetic Contactor

28 Thermal Overload Relay (TOR)
Pengaman beban lebih atau over load yang digunakan pada instalasi motor listrik adalah Thermal Overload Relay (TOR). Jika arus yang melalui penghantar yang menuju motor listrik melebihi kapasitas atau seting TOR, maka TOR drop atau terputus sehingga rangkaian yang menuju motor listrik terputus. Thermal Overload Relay tersebut dihubungkan dengan magnetic contactor pada kontak utama (untuk seri macnetic contactor tertentu notasi kontak utamanya adalah 2, 4, 6 sebelum menuju beban (motor listrik).

29 Beberapa penyebab terjadinya beban lebih:
Beban mekanik pada motor listrik terlalu besar; Arus start terlalu besar dan terlalu lama putaran nominal tercapai atau motor listrik berhenti secara mendadak; Terjadi hubung singkat pada motor listrik antara phasa dengan phasa atau antara phasa dengan body; Motor listrik bekerja hanya dengan 2 phasa atau terbukanya salah satu phasa dari motor listrik 3 phasa.

30 Prinsip kerja termal beban berdasarkan panas atau temperatur yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen-elemen pemanas bimetal. Jika panas berlebihan maka salah satu logam pada bimetal melengkung dan menggerakkan kontak-kontak mekanis pemutus rangkaian listrik (untuk bimetal seri tertentu notasinya 95-96) akan terbuka. Gambar Contoh TOR

31 Prinsip Kerja dari Bimetal
Jika terjadi beban lebih maka arus menjadi besar dan menyebabkan penghantar panas. Panas pada penghantar melewati bimetal sehingga bimetal melengkung dan selanjutnya aliran listrik yang menuju motor listrik terputus dan motor listrik belitannya tidak sampai terbakar Terkena panas Logam tahan panas Gambar Prinsip Kerja dari Bimetal

32 Diagram Penyambungan TOR pada Magnetic Contactor
98 96 95 97 1 3 5 2 4 6 95 96 97 98 A1 A2 Gambar Diagram Penyambungan TOR pada Magnetic Contactor Gambar Diagram Kontak-Kontak pada TOR

33 Gambar Cara Mengatur TOR

34 PUSH BUTTON Push Button merupakan suatu jenis sakelar yang banyak dipergunakan dalam rangkaian pengendali dan pengaturan. Sakelar ini bekerja dengan prinsip titik kontak NC atau NO saja, kontak ini memiliki 2 buah terminal baut sebagai kontak sambungan. Sedangkan yang memiliki kontak NC dan NO kontaknya memiliki 4 buah terminal baut Gambar Contoh Push Button

35 Dari konstruksinya, maka push button dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu:
Tipe normally open (NO) Tipe normally close Tipe NC dan NO

36 Tipe normally open (NO)
Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup bila ditekan dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol ditekan maka kontak bergerak akan menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan mengalir Gambar Push Button Tipe NO

37 Contoh Push Button Tipe NC
Tipe normally close Tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka bila ditekan dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan lepas dari kontak tetap sehingga arus listrik akan terputus Gambar Contoh Push Button Tipe NC

38 Push Button Tipe NC dan NO
Pada tipe ini, kontak memiliki 4 buah terminal baut, sehingga jika tombol tidak ditekan maka sepasang kontak akan NC dan kontak lain akan NO, jika tombol ditekan maka kontak tertutup akan membuka dan kontak yang membuka akan tertutup. Gambar Push Button Tipe NC dan NO

39 Next season 4


Download ppt "PENGANTAR SISTEM KONTROL"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google