Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Dongeng Minangkabau  Seekor Kambaing dan Seekor Buaya  Seekor Kerbau dan Seekor Babi  Mengapa Si Kebayan Tak Penah menjadi Kaya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Dongeng Minangkabau  Seekor Kambaing dan Seekor Buaya  Seekor Kerbau dan Seekor Babi  Mengapa Si Kebayan Tak Penah menjadi Kaya."— Transcript presentasi:

1

2  Dongeng Minangkabau  Seekor Kambaing dan Seekor Buaya  Seekor Kerbau dan Seekor Babi  Mengapa Si Kebayan Tak Penah menjadi Kaya

3  Enam ratus tahun yang lalu, raja Jawa memberitahukan orang Sumatra Barat bahwa ia akan merebut tanah mereka. Kalau mereka melawannya, semua orang akan dibunuh. Orang Sumatra tidak mau berperang karena kerajaan Jawa terlalu kuat. Setelah berbicara bersama, mereka akan mengadu kerbau. Kalau kerbau Jawa menang, orang Sumatra akan menyerahkan diri. Kalau kerbau Sumatra menang, tentara Jawa akan meninggalkan Sumatra. Kerbau raja Jawa besar dan kuat. Orang Sumatra mengambil seekor anak kerbau dan memasang pisau yang tajam pada tanduknya. Karena lapar, anak kerbau itu mengejar kerbau besar itu dan mencari susu di bawah perutnya. Kerbau besar kesakitan, tertusuk pisau dan jatuh pingsan. Orang Sumatra berteriak: ‘Menang kerbau!’. Itulah sebabnya daerah itu disebut Minangkabau. Orang Sumatra dan anak kerbau kerbau besar dua pisau Dongeng Minangkabau

4  1)Enam ratus tahun yang lalu, raja Jawa memberitahukan orang Sumatra Barat bahwa ia akan merebut tanah mereka. 2)Kalau mereka melawannya, semua orang akan dibunuh. 3)Orang Sumatra tidak mau berperang karena kerajaan Jawa terlalu kuat. 4)Setelah berbicara bersama, mereka akan mengadu kerbau. 5) Kalau kerbau Jawa menang, orang Sumatra akan menyerahkan diri. 6)Kalau kerbau Sumatra menang, tentara Jawa akan meninggalkan Sumatra. 7)Kerbau raja Jawa besar dan kuat. 8)Orang Sumatra mengambil seekor anak kerbau dan memasang pisau yang tajam pada tanduknya. 9)Karena lapar, anak kerbau itu mengejar kerbau besar itu dan mencari susu di bawah perutnya. 10)Kerbau besar kesakitan, tertusuk pisau dan jatuh pingsan. 11)Orang Sumatra berteriak: ‘Menang kerbau!’. 12)Itulah sebabnya daerah itu disebut Minangkabau. Dongeng Minangkabau

5  1) 600 years ago, a Javanese king told the people of West Sumatra that he would steal their land. 2) If they resisted him, all of the people would be killed. 3) The Sumatran people did not want to go to war because the Javanese king was too powerful. 4)After talking together, they decided to have a buffalo fight. 5)If the Javanese buffalo won, then the Sumatran people would surrender. 6) If the Sumatran buffalo won, the Javanese solders would leave Sumatra. 7)The Javanese king’s buffalo was big and strong. 8)The Sumatran people took a buffalo calf and attached sharp knives to its horns. 9)Because it was hungry, the buffalo calf ran after the big buffalo, looking for milk under its belly. 10)The big buffalo was wounded, pierced by the knives and it fell down unconscious. 11) The Sumatran people cried out “The winning Buffalo!” And that is why 12) that district is known as Minangkabau. A Minangkabau Fable

6  Pada suatu hari, seekor kambing yang haus sekali berjalan mencari air di sebuah padang. Lalu tibalah ia di sebuah sungai. Di tepi sungai itu, ia melihat sesuatu seperti sebatang kayu timbul dari air. Pikirnya: Baiklah aku periksa dahulu benda itu’. Ia berseru dari jauh: ‘Siapa engkau?’. Benda itu diam, tidak bergerak. Lalu kambing itu berseru lagi: ‘Hai benda, kalau engkau buaya. Diam- diam saja, tetapi kalau engkau kayu, bergeraklah supaya aku tidak takut’. Tiba-tiba, benda itu bergerak. Maka kambing itu tahu bahwa benda itu sebenarnya buaya. Kata kambing itu: ‘Bodoh betul engkau buaya, adakah sebatang kayu yang dapat bergerak?’. Lalu kambing itu berlarilah dari situ. buaya kambing Seekor Kambing dan Seekor Buaya

7  1)Pada suatu hari, seekor kambing yang haus sekali berjalan mencari air di sebuah padang. 2)Lalu tibalah ia di sebuah sungai. 3)Di tepi sungai itu, ia melihat sesuatu seperti sebatang kayu timbul dari air. 4)Pikirnya: ‘Baiklah aku periksa dahulu benda itu’. 5)Ia berseru dari jauh: ‘Siapa engkau?’ 6)Benda itu diam, tidak bergerak. 7)Lalu kambing itu berseru lagi: ‘Hai benda, kalau engkau buaya. Diam- diam saja, tetapi kalau engkau kayu, bergeraklah supaya aku tidak takut’. 8)Tiba-tiba, benda itu bergerak. 9)Maka kambing itu tahu bahwa benda itu sebenarnya buaya. 10)Kata kambing itu: ‘Bodoh betul engkau buaya, adakah sebatang kayu yang dapat bergerak?’ 11)Lalu kambing itu berlarilah dari situ. Seekor Kambing dan Seekor Buaya

8  1) Once upon a time, a very thirsty goat was looking for water in a paddock 2) Finally he arrived at a river 3) At the edge of the river, he could see something like a log of wood appearing out of the water. 4) He thought “Hmmm, I might take a careful look at that thing’ 5) He called out from afar: “Who or what are you?” 6) The thing was silent and did not move 7) Then the goat called out: ’Hey, thing, if you’re a crocodile be really quiet and still. But if you’re just a piece of wood, please move so I wont be scared.’ 8) Suddenly, the thing moved. 9) Therefore the goat knew that the thing was actually a crocodile. 10) Said the goat: “ You really are stupid, Crocodile! As if a piece of wood could move by itself!” 11) And then the goat ran far away from that place. The Goat and The Crocodile

9  Pada suatu hari seekor kerbau berjalan bersama seekor babi di hutan. ‘Tak ada yang lebih kuat dan besar daripada aku’, kata kerbau dengan sombongnya. ‘Aku kecil, tetapi aku lebih kuat daripada kamu’, jawab babi. ‘Hai babi, lihatlah tandukku ini, panjang dan runcing. Kalau aku kalah, kamu boleh mengambilnya’. ‘Kerbau, aku memang kecil, tetapi aku kuat sekali. Kalau aku kalah, kamu boleh ambil hidungku’. Di kebun jagung, dengan tanduknya yang besar dan runcing itu kerbau merusak pagar yang tinggi dan kuat. Ia masuk dan makan semua jagungnya. Babi tidak bisa masuk. Di kebun sayur dengan kawat berduri, babi menyuruk ke dalam dan menghabiskan sayurannya. Kerbau segan masuk. Sepertinya, keduanya sama-sama menang. kerbau  babi Seekor Kerbau dan Seekor Babi

10  1)Pada suatu hari seekor kerbau berjalan bersama seekor babi di hutan. 2)‘Tak ada yang lebih kuat dan besar daripada aku’, kata kerbau dengan sombongnya. 3)‘Aku kecil, tetapi aku lebih kuat daripada kamu’, jawab babi. 4)‘Hai babi, lihatlah tandukku ini, panjang dan runcing. Kalau aku kalah, 5)kamu boleh mengambilnya’. 6)‘Kerbau, aku memang kecil, tetapi aku kuat sekali. Kalau aku kalah, kamu boleh ambil hidungku’. 7)Di kebun jagung, dengan tanduknya yang besar dan runcing itu kerbau merusak pagar yang tinggi dan kuat. 8)Ia masuk dan makan semua jagungnya. 9)Babi tidak bisa masuk. 10)Di kebun sayur dengan kawat berduri, babi menyuruk ke dalam dan menghabiskan sayurannya. 11)Kerbau segan masuk. 12)Sepertinya, keduanya sama-sama menang. Seekor Kerbau dan Seekor Babi

11  1)Once upon a time a buffalo was walking with a pig in the forest. 2) ‘ There is no one stronger and bigger than me.” said the buffalo arrogantly. 3) ‘I may be little but I am stronger than you’ replied the pig. 4)‘Hey, piggy, look at these horns, long and pointy. 5) If I lose you can have them” 6) ‘Buffalo, certainly I am small, but I am very strong. If I lose, you can have my nose’ 7) In a cornfield, with his big sharp horns, the buffalo broke down a really tall strong fence. 8)He went in and ate all of the corn. 9) The pig could not get in. 10) In a vegetable patch enclosed by barbed wire, the pig ducked insideand finished off all the vegetables. 11) The buffalo wasn’t willing to go in himself. 12) It seemed, both of them had equally won. The Buffalo and the Pig

12  Pada suatu hari seorang dewa muncul di hadapan si Kebayan dan isterinya. “Kebayan”, kata dewa itu. “Saya akan menganugerahimu 2 keinginan, tetapi hanya dua saja. Bicarakan dengan isterimu sebelumnya.” Si Kebayan dan isterinya berunding. Kebayan ingin menjadi kaya, tetapi isterinya ingin mempunyai banyak beras. Akhirnya Kebayan menjadi sangat marah dan berkata: “Aku ingin dewa itu menjadikan kamu seekor kera”. Dengan segera isterinya menjadi kera. Karena ia tidak mau kera sebagai isterinya, Kebayan ingin supaya isterinya menjadi manusia kembali. Dewa menganugerahkan keinginannya, tetapi kedua keinginan Kebayan sudah habis. Kesempatannya untuk menjadi kaya habis juga, jadi mereka tinggal miskin selama-lamanya. Mengapa Si Kebayan Tak Pernah Menjadi Kaya

13  1)Pada suatu hari seorang dewa muncul di hadapan si Kebayan dan isterinya. 2)“Kebayan”, kata dewa itu. 3)“Saya akan menganugerahimu 2 keinginan, tetapi hanya dua saja. Bicarakan dengan isterimu sebelumnya.” 4)Si Kebayan dan isterinya berunding. 5)Kebayan ingin menjadi kaya, tetapi isterinya ingin mempunyai banyak beras. 6)Akhirnya Kebayan menjadi sangat marah dan berkata: “Aku ingin dewa itu menjadikan kamu seekor kera”. 7)Dengan segera isterinya menjadi kera. 8)Karena ia tidak mau kera sebagai isterinya, Kebayan ingin supaya isterinya menjadi manusia kembali. 9)Dewa menganugerahkan keinginannya, tetapi kedua keinginan Kebayan sudah habis. 10)Kesempatannya untuk menjadi kaya habis juga, jadi mereka tinggal miskin selama-lamanya. Mengapa Si Kebayan Tak Pernah Menjadi Kaya

14  1)Once upon a time, a god appeared in front of Kebayan and his wife. 2) “Kebayan,” said the God. 3) “I will grant you two wishes, but only two. Talk it over with your wife before you do anything” 4)Kebayan and his wife argued. 5) He wanted to be made rich but his wife wanted a big store of rice. 6) Finally Kebayan became extremely angry and said “I wish that god would turn you into a monkey!!” 7)Straight away, his wife turned into a monkey. 8)Because he didn’t want a monkey for a wife, Kebayan wished for his wife to be turned back into a human. 9)The God granted his wish but both Kebayan’s wishes were used up. 10) His chance to get rich was used up as well so they lived in poverty for ever more. Why Kebayan Never Became Rich

15  Hai Becak Written by : Ibu Sud (1942) saya mau tamasya, berkeliling-keliling kota hendak melihat-lihat keramaian yang ada saya panggilkan becak, kereta tak berkuda becak, becak, coba bawa saya saya duduk sendiri dengan mengangkat kaki melihat dengan aksi, ke kanan dan ke kiri lihat becakku lari, bagai tak kan berhenti becak, becak, jalan hati-hati

16  Kapal Api Written by: Ibu Sud Lihatlah sebuah titik jauh di tengah laut S'makin dekat s'makin jelas bentuk dan rupanya Itulah kapal api yang sedang berlayar asapnya yang putih mengepul di udara

17  Nenek Moyangku Written by: Lisa Yannucci. Nenek moyangku orang pelaut Gemar mengarung luas samudera Menerjang ombak tiada takut Menembus badai sudah biasa Angin bertiup, layar berkembang Ombak menderu di tepi pantai Pemuda b'rani bangkit sekarang Ke laut kita beramai-ramai

18  Kucingku yang Lucu Written by: Nur Azizah Yasmi, Palembang Kucing Suaramu merdu setiap kamu lapar pasti mengatakan "Meong", Tetapi Kau sungguh lucu sekali setiap aku kesana kemari Kau selalu mengikutimu Aku sayang padamu


Download ppt " Dongeng Minangkabau  Seekor Kambaing dan Seekor Buaya  Seekor Kerbau dan Seekor Babi  Mengapa Si Kebayan Tak Penah menjadi Kaya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google