Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

L/O/G/O Hening Pratiwi, M.Sc., Apt ANALISIS DOSIS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "L/O/G/O Hening Pratiwi, M.Sc., Apt ANALISIS DOSIS."— Transcript presentasi:

1 L/O/G/O Hening Pratiwi, M.Sc., Apt ANALISIS DOSIS

2 PENGERTIAN DOSIS adalah : takaran obat atau banyaknya suatu obat yang dapat diberikan kepada seorang penderita untuk memperoleh efek terapetik yang diharapkan. Ketentuan Umum FI edisi III mencantumkan 2 dosis yakni : Dosis Maksimal ( maximum) Dosis Lazim (Usual Doses)

3 Dosis Maksimal ( maximum) berlaku untuk pemakaian sekali dan sehari. Penyerahan obat dengan dosis melebihi dosis maksimum dapat dilakukan dengan membubuhi tanda seru dan paraf dokter penulisan resep, diberi garis dibawah nama obat tersebut atau banyaknya obat hendaknya ditulis dengan huruf lengkap. Dosis Lazim (Usual Doses) merupakan petunjuk yang tidak mengikat tetapi digunakan sebagai pedoman umum (dosis yang biasa / umum digunakan).

4 Kenapa dosis diperlukan dan diperhitungkan??  Suatu obat untuk dapat memberikan efek yang diinginkan pada tubuh, diperlukan minimal konsentrasi obat yang dikandung didalam darah.  Untuk dapat mencapai kadar/konsentrasi yang diinginkan, atau konsentrasi terapetik (konsentrasi yang diinginkan untuk dapat menghasilkan efek terapetik), diperlukan sejumlah kuantitatif obat untuk menghantarkan obat tersebut sehingga tercapai kadar MEC nya.

5 Macam – Macam Dosis Ditinjau dari dosis (takaran) yang dipakai, maka dapat dibagi sebagai berikut : 1).Dosis terapiadalah dosis (takaran) yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan si sakit. 2).Dosis maksimum adalah dosis (takaran) yang terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian sekali dan sehari tanpa membahayakan. 3). dosis letalisDosis yang dapat menimbulkan kematian 4).L.D. 100 adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada 100 % hewan percobaan 5).L.D. 50 adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada 50% hewan percobaan. 6) dosis awal (loading dose) dosis obat untuk memulai terapi sehingga dapat mencapai konsentrasi terapeutik dalam tubuh yang menghasilkan efek klinis 7).dosis pemeliharaan Dosis obat yang diperlukan untuk memelihara,mempertahankan efek klinik atau konsentrasi terapeutik obat yang Sesuai dengan dosis regimen

6 Tanggungjawab Apoteker apoteker bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap obat yang dihantarkannya ada dalam dosis yang benar. apoteker yang melayani resep terikat dengan DM. Dokter yang menuliskan resep tidak terikat akan DM obat yang tercantum. Jika dokter akan menggunakan obat melebihi DMnya, maka dokter harus menuliskan tanda seru (!) di belakang angka atau jumlah obat yang dituliskan dengan disertai paraf.

7 Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi dosis  USIA  BOBOT BADAN  LUAS PERMUKAAN BADAN  JENIS KELAMIN  PENYAKIT Dalam memilih dan menetapkan dosis memang tidak mudah karena harus diperhitungkan beberapa faktor, antara lain umur, berat badan, jenis kelamin, sifat penyakit, daya serap obat, ekskresi obat. Faktor lain kondisi pasien, kasus penyakit, jenis obatnya juga faktor toleransi, habituasi, adiksi dan sensitip.

8 Usia Anak-Anak Pada anak-anak atau bayi yang baru lahir, kepekaanya terhadap obat sangatlah besar hal ini disebabkan karena fungsi hati dan ginjalnya belum sempurna, begitu pula system enzim belum berkembang dengan lengkap. Parameter-parameter yang membedakan respon tubuh terhadap obat pada anak-anak adalah :  Pola ADME (Absorpsi, Distribusi, metabolisme dan Ekskresi) Perbedaan absorpsi oleh karena perbedaan relative dari kepadatan sel. Perbedaan distribusi oleh karena persentase cairan ekstraseluler dan cairan tubuh total relative lebih tinggi. Perbedaan ekskresi oleh karena glomerulus atau tubuli belum berkembang sempurna.  Sensitifitas intriksik yang berlainan terhadap bahan obat.

9 Sedangkan pada usia lanjut atau orang tua dengan usia diatas 65 tahun, juga memiliki kepekaan terhadap obat, hal ini disebabkan karena : Sirkulasi darah yang kurang lancar. Fungsi hati dan ginjal telah mengalami penurunan, sehingga eliminasi obat menjadi sangat lambat. Kurangnya albumin darah sehingga pengikatan obat berkurang yang menyebabkan banyaknya obat bebas dan akibatnya dapat menimbulkan keracunan akibat over dosis. Orang Tua

10 Perbandingan dosis orang usia lanjut terhadap dosis dewasa : UmurDosis tahun 4 / 5 x dosis dewasa tahun¾ x dosis dewasa tahun 2 / 3 x dosis dewasa Karena besarnya kepekaan obat pada orang tua, bebrapa literature menganjurkan dosis untuk orang tua adalah sebagai berikut :

11 Pasien obesitas mempunyai akumulasi jaringan lemak yang lebih besar, dimana jaringan lemak mempunyai proporsi air yang lebih kecil dibandingkan dengan jaringan otot. Jadi pasien obese mempunyai proporsi cairan tubuh terhadap berat badan yang lebih kecil daripada pasien dengan berat badan normal, sehingga mempengaruhi volume distribusi obat. Berat badan

12 Wanita dianggap lebih sensitive terhadap pengaruh obat dibandingkan pria. Untuk wanita hamil yang peka terhadap obat-obatan sebaiknya diberi dalam jumlah yang lebih kecil, bahkan untuk beberapa obat yang dapat mengakibatkan abortus dilarang, juga wanita menyusui, karena obat dapat diserap oleh bayi melalui ASI. Pemberian obat pada wanita hamil juga harus mempertimbangkan terdistribusinya obat ke janin seperti : pada obat-obat anestesi, antibiotic, barbiturate, narkotik, dan sebagainya yang dapat menyebabkan kematian janin atau kerusakan kongenital Jenis kelamin

13 Kondisi patologi seperti pasien dengan fungsi ginjal & hati yang rusak/ terganggu akan menyebabkan proses metabolisme obat yang tidak sempurna. Sebagai contoh pemberian tetrasiklin pada keadaan ginjal/hati rusak akan menyebabkan terakumulasinya tetrasiklin dan terjadi kerusakan hati. Maka harus dipertimbangkan dosis obat yang lebih rendah dan frekuensi obat diperpanjang Status patologi

14 Ibu Alisa menebus resep untuk anaknya shifa (3,5 th). Bacalah dengan teliti. Hitung jumlah masing-masing obat yang diperlukan. R/ Cefixim0,125 Vit C0,025 Tremenza0,5 tab Sanexon 0,00025 Sac Lact qs m.f.pulv.dtd. No.XII S 2.d.d.pulv.1  Berapa mg cefixim yang dibutuhkan?  Berapa mg Vit C yang dibutuhkan?  Berapa tablet Tremenza yang diperlukan?  Berapa mg sanexon yang dibutuhkan?

15 Stok obat yang tersedia dia Apotek : Berapa tablet untuk masing-masing obat yang dibutuhkan untuk menyiapkan resep diatas? Nama Obat Kekuatan per tablet Cefixim500 mg Vit C100 mg Sanexon0,5 mg

16 Jawaban 1. Cefixim 0,125 g X 12 = 1,5 g =1500mg jumlah tablet = 1500mg : 500mg/tablet = 3 tablet 2. Vit C 0,025g X 12 = 0,3 g = 300mg jumlah tablet = 300mg : 100mg/tablet = 3 tablet

17 3. Tremenza Jumlah tablet = 0,5 tablet X 12 = 6 tablet 4. Sanexon 0,00025 g X 12 = 0,003 g = 3 mg Jumlah tablet = 3mg : 0,5 mg/tablet = 6 tablet

18 Suatu formula sirup obat batuk mengandung 5 mg kodein fosfat per sendok teh (5 mL). Berapa tablet kodein fosfat yang harus digunakan untuk menyiapkan 60 ml sirup obat batuk? (1 tablet mengandung 10 mg) J : jumlah kodein yang dibutuhkan = (60mL) X 5mg/5mL = 60 mg jumlah tablet yang dibutuhkan = 60mg/10mg = 6 tablet

19 Jika 500mg obat digunakan untuk membuat 90mL suatu sirup, berapa banyak obat yang terkandung dalam tiap dosis satu sendok teh? Jika dosis maksimumnya adalah 25 mg untuk sekali pakai, apakah dosis resep tersebut dapat dilayani?

20 J : 500mg/90mL X 1 sdt/1 dosis X 5mL/1 sdt = 27,78mg/dosis. 27,78/25mg >1  over dose

21 Menurut perbandingan umur orang dws Rumus Young : untuk anak kurang dari 8 tahun Da = n x Dd n + 12 Rumus Dilling : utk anak lebih dari 8 tahun Da = n x Dd 20 Rumus perhitungan dosis anak

22 R/ Phenobarbital40 mg Lactosumqs m.f dtd pulv No X t t d d pulv I Pro : Shinta (3 tahun 9 bulan) Dosis Maksimal untuk orang dewasa Phenobarbital = 300 mg /600 mg Ket : 300 mg adalah dosis maksimal sekali minum 600 mg adalah dosis maksimal dalam sehari

23 Perhitungan dosis maksimal Phenobarbital untuk anak usia 3 tahun 9 bulan (3,75 thn) adalah : Sekali minum Seharinya Pengujian rasionalisasi dosis dari resep diatas untuk pasien shinta anak berumur 3 tahun 9 bulan: Berdasarkan resep dosis sekali minum = 40 mg < 71,43 mg  tidak over dosis Berdasarkan resep dosis dalam sehari = 3 x 40 mg = 120 mg < 142 mg  tidak over dosis

24 R/ Atropin sulfas 2,5 mg Belladona Extractum100 mg Lactosumqs m.f pulv No X s t d d pulv I Pro : Tn Amir DM Atropin sulfas = 1 mg / 3 mg DM Belladona extract = 20 mg / 80 mg R/ Atropin sulfas 2,5 mg Belladona Extractum100 mg Lactosumqs m.f pulv No X s t d d pulv I Pro : Tn Amir DM Atropin sulfas = 1 mg / 3 mg DM Belladona extract = 20 mg / 80 mg

25 Perhitungan dosis maksimal Atropin sulfas : Sekali minum 1 / 10 x 2,5 mg = 0,25 mg < 1 mg tidak over Seharinya 3 x 0,25 mg = 0,75 mg < 3 mg tidak over Perhitungan dosis maksimal Extrak Belladona : Sekali minum 1 / 10 x 100 mg = 10 mg < 20 mg tidak over Seharinya 3 x 10 mg = 30 mg < 80 mg tidak over Karena Atropin sulfas dan Ektrak belladonna mempunyai khasiat yang sama, sehingga DMnya merupakan kombinasi yang searah, maka DMnya juga harus dihitung dosis rangkapnya sehari, dengan rumus sebagai berikut : Perhitungan dosis maksimal Atropin sulfas : Sekali minum 1 / 10 x 2,5 mg = 0,25 mg < 1 mg tidak over Seharinya 3 x 0,25 mg = 0,75 mg < 3 mg tidak over Perhitungan dosis maksimal Extrak Belladona : Sekali minum 1 / 10 x 100 mg = 10 mg < 20 mg tidak over Seharinya 3 x 10 mg = 30 mg < 80 mg tidak over Karena Atropin sulfas dan Ektrak belladonna mempunyai khasiat yang sama, sehingga DMnya merupakan kombinasi yang searah, maka DMnya juga harus dihitung dosis rangkapnya sehari, dengan rumus sebagai berikut :

26 Jadi untuk sekali minum : tidak over Untuk Sehari : tidak over Jadi untuk sekali minum : tidak over Untuk Sehari : tidak over

27 Contoh perhitungan dosis maksimum untuk obat minum R/ Paracetamol0,125 g/dosis Coffein0,2 m.f elixir 60 S.3.d.d Cth I Pro : Anto (10 thn)

28 Jumlah sendok = 60 ml / 5 ml = 12 sendok teh Dosis per sendok coffein = 200 mg / 12 sendok = 16,67 mg / sendok DM Coffein dws = 0,5 g (1xpakai) dan 1,5 g (1 hari) DM Cofeein utk anak 10 thn : 1xp : 10/20 x 0,5 g = 0,25 g = 250 mg 1 h : 10/20 x 1,5 g = 0,75 g = 750 mg

29 R/ Aminophylinmg 25500mg/1,5g Theophylin mg 50500mg/1g HCl Papaverin mg 7,5200mg/600mg CTM mg 1,540 mg/hari Sacch. Lact ad mg 300 m.f.l.a.pulv dtd no X Stdd pulv I Pro : Anna (3th) Hitung DM sekali dan sehari resep di atas!

30 R/ Lc. Euphilin 3 Prednison 0, 03 CTM 0,06 m.f. pulv. No. XV S. b. d.d. I. m. et V Pro : Tn. Aryo Berapa mg Euphilin dalm 1 pulv ? Berapa mg Prednison dalm 1 pulv ? Berapa mg CTM dalm 1 pulv ? Hitung DM sekali dan sehari Aminophillin HCl jika DM Aminopillin oral (0,5/1,5 g)

31


Download ppt "L/O/G/O Hening Pratiwi, M.Sc., Apt ANALISIS DOSIS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google