Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSIKONEUROIMUNOLOGI DALAM KEPERAWATANI REPRODUKSI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSIKONEUROIMUNOLOGI DALAM KEPERAWATANI REPRODUKSI"— Transcript presentasi:

1 PSIKONEUROIMUNOLOGI DALAM KEPERAWATANI REPRODUKSI
Oleh : Joni Haryanto PSIKONEUROIMUNOLOGI DALAM KEPERAWATANI REPRODUKSI

2 Pendahuluan Imun mrpk daya tahan tubuh terhadap penyakit. Fungsi dasar dari imunitas adalah upaya sel imun untuk menemukan dan melenyapkan dari tubuh setiap zat yang dikenal sebagai "zat asing"/antigen. Tubuh menggunakan berbagai macam sel, yang berinteraksi satu sama lainnya dalam pembuangan zat asing . Adakalanya, sel imun bereaksi tidak sesuai sehingga terjadi gangguan berupa penyakit tertentu, yang terberat adalah AIDS.

3 Interaksi Neuroimun

4 Prevalensi Di Amerika Serikat, terjadi sebanyak 14% dari pasangan usia subur yang dinyatakan sehat oleh dokter sulit memperoleh keturunan. Pasangan sulit memperoleh anak, yang pertama sering disalahkan selalu istri. Padahal, saat ini ketidaksuburan pada pria pun mulai meningkat. Kasus unexplained infertility di dunia mencapai 25%. Dengan berkembangnya penelitian-penelitian mengenai imunologi reproduksi. Telah diketahui di seluruh dunia 5-15% unxeplained infertility disebabkan oleh permasalahan imunologis atau kekebalan tubuh.

5 Sistem Imun Dan Sistem Syaraf

6 Imunologi Reproduksi, Reaksi imun dalam kehamilan, terjadi hal sebaliknya. Suatu keajaiban, sperma yang masuk ke dalam rahim saat hubungan suami-istri, sebenarnya adalah suatu "zat asing/antigen", seharusnya secara hukum imun akan dimusnahkan, tetapi ini tidak terjadi. Unsur sperma merupakan protein yang mempunyai "keautogenan" tinggi dan saat masuk melalui selaput lendir akan menyebabkan respons imun meningkat pada istri. Respons imun yang timbul ini bersifat ganda, spesifik dan nonspesifik.

7 Pertahanan Spesifik Limfosit T Limfosit B Antibodi

8 Pertahanan non-spesifik
Barrier fisik Bahan antibakteri Mikroorganisme komensal Fagosit Inflamasi Demam

9 Sistem Imun Kesatuan interaksi : Identifikasi :
sel-sel Protein-protein khusus  Merusak benda asing virus, bakteri, jamur, parasit Identifikasi : > self > nonself Jutaan antigen (sulit) Alami / innate / nonspesifik / polisi lokal Didapat / adaptif / spesifik / bom

10 Mari Kita Pelajari Pola Pikir Manusia IESQ (Intelligence Emotional Spiritual Quotient)

11 Neocortex : IQ

12 Hypnocaring Conscious Sub-Conscious Mekanisme Perilaku Manusia 12% 88%
The Indonesian Board of Hypnotherapy Hypnocaring Mekanisme Perilaku Manusia Otak Kiri Conscious 12% Analitis Pikiran Tindakan Sub-Conscious 88% Netral, Sugestif Perhatian !! Waspadalah dengan seluruh ucapan (Self-Talk), maupun pemikiran, karena berpotensi untuk menjadi nilai permanen bagi Sub-Conscious. Otak Kanan Memory Bank Pengalaman Empiris Pengalaman Induktif Belief System Self Image Joni Haryanto, S.Kp., M.Si., CH., CHt - Hypnocaring 12/04/2017

13 Jaringan Neocortex

14 Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient)
Kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain dan menjadikannya sebagai sebuah informasi penting untuk mengambil tindakan

15 EQI : Emotion Quotient Inventory
Menurut data EQI Kecerdasan intelektual hanya berperan 6 % dan maksimal 20 % dalam meraih keberhasilan EQI : Emotion Quotient Inventory Merupakan lembaga yang mengumpulkan data-data orang-orang yang sukses di muka bumi

16 Rumus Kecerdasan Emosional
1. 1000 sungai gunung turun ke laut Jika kita merendah menjadi lembah yang landai dan mereka (orang yang kita ajak berinteraksi) berada di tempat yang tinggi, maka air akan mengalir dari tempat yang tinggi ke rendah 2. Berikan pujian 3. Sebutkan nama berkali-kali 4. Akui kesuksesan 5. Berikan penghargaan dari hati

17 Posisi Neocortex & Limbic Sytem dlm otak Mns
Amygdala; bagian depan otak mns yg dpt membangkitkan emosi, membangkitkan respons otomatis rasa sakit atau bahagia.

18 Lymbic System Organ penting, krn sbg pusat pengendali penting di otak dan memori. Lymbic mrpk kumpulan dari berbagaiorgan yg berada di tengah otak Hippocampus Tempat persaan, dan memori, juga menghubungkan dg otak dan organ lymbic yg lain Hypothalamus Sebagai unit fungsional kontrol tubuh dan berbagai faktor penghasil hormon, metabolisme dan suhu tubuh. Mempengaruhi emosi scr kimiawi utk pemeliharaan fungsi Amigdala Dominan berperan sbg kontrol emosi Sistem informasi masa lampau=memory

19 Amygdala: EQ Taken from :

20 Taken from : www.colorado.edu

21 Menemukan fungsi saraf GOD SPOT pada otak lobus temporal manusia
V. S Ramachandran tahun 1995 (di California University) Menemukan fungsi saraf GOD SPOT pada otak lobus temporal manusia Fungsi otak GOD SPOT akan bekerja ketika TERSENTUH sst dan saat itulah manusia mengalami SPIRITUAL EXPERIENCE

22 Hubungan antara IQ, EQ & SQ
THE BINDING PROBLEM (Michael Persinger)

23 Imunitas Perempuan Perempuan, memang tidak memiliki unsur antigen, pada saat berhubungan seksual dgn pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu antibodi masih dapat ditembus oleh sperma yang bagus kualitasnya dan dapat mengakibatkan kehamilan. Perempuan, sistem kekebalan berperan penting dalam menjaga janin, tetapi antibodi anti sperma, ketika memasuki tubuh, sperma dihancurkan oleh antibodi antisperma tadi sehingga terjadi kegagalan pada saat pembuahan. Ketidakmampuan pembuahan dapat pula disebabkan ketidakcocokan secara seluler antara sperma dan sel telur. Karena itulah harus dilakukan upaya untuk mencocokkan agar tidak terjadi penolakan.

24 Reaksi Alergi Reaksi alergi yang timbul setelah hubungan suami-istri, dan timbulnya mual serta muntah pada awal kehamilan, dari sisi imun merupakan respons non-spesifik terhadap unsur sperma suami. Respons imun pada pria dapat menyebabkan gangguan terjadinya infertilitas. Sementara respons imun dari wanita terhadap sperma akan menimbulkan hambatan fertilisasi (pembuahan) dan penetrasi (daya tembus sperma).

25 Respon Imun Respons imun yg meningkat pd saat terbentuknya janin yang sedang berkembang merupakan ancaman bagi berlangsungnya kehamilan. Respons imun yg tjdi pd pasangan subur yg tidak bermasalah adalah tercapainya toleransi imun pada tingkat yang rendah, baik terhadap sperma maupun kehamilan itu sendiri. Keadaan paradoks (bertentangan pada kehamilan ini) sangat menarik untuk dipelajari. Ternyata, mekanisme imunologi reproduksi dalam kehamilan sangat kompleks, yg melibatkan berbagai sel/komponen imun antara lain sel-T, sel B, berbagai interleukin, makrofag (pemakan benda asing)

26 Imunitas dan Eklamsia Selain itu, kegagalan memiliki keturunan atau gagal merawat kehamilan sehingga terjadinya keguguran yang berulang, Pre- eklamsia/eklamsia (hamil dengan darah tinggi dan kejang), kanker rahim/indung telur, bahkan dalam pembuatan sediaan kontrasepsi, transplantasi jaringan, serta pembuatan vaksin.

27 Imunitas Proses Reproduksi
Sel imun terlibat dalam proses reproduksi menyebabkan sebagian besar penyakit reproduksi. Respons imun dalam kehamilan ini dapat menjelaskan terjadinya beberapa penyakit sistem reproduksi seperti unfertilitas atau yang lebih dikenal dengan infertilitas (ketidaksuburan) yang belum terjelaskan, kehamilan tidak berkembang, kegagalan inseminasi, kegagalan bayi tabung, endometriosis (penyakit karena sel lapisan rahim/endometrium bermigrasi dan tumbuh di luar rahim).

28 Permasalahan Imuno-Reproduksi
Pasangan suami-istri yg segera memperoleh keturunan pada awal perkawinan, ttp mendapat kesulitan untuk memperoleh keturunan berikutnya (infertilitas sekunder). Istri mempunyai riwayat penyakit alergi seperti asma, dermatitis alergika (biduran), dan lain-lain. Istri dg imunitas sangat kuat. Hal ini ditandai dengan jarang sakit, terutama sakit infeksi dan kalau sakit dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan yg berarti. Suami mempunyai spermatozoa sangat banyak dan disertai penggumpalan berat setiap ejakulasi shg setiap kali hub seksual akan memicu respons imun lebih tinggi pada istri.

29 Dasar Penyakit Imunologi Reproduksi
Pada dasarnya penyakit imunologi reproduksi dibagi dalam dua golongan besar yaitu golongan autoimun dan tidak baiknya respons/kelainan alloimun. Golongan autoimun terbagi atas kelompok organ spesifik dan nonspesifik. Penyakit autoimun ini terjadinya berdasarkan adanya reaksi imun terhadap sel itu sendiri. Kegagalan atau kehilangan toleransi terhadap sel sendiri, yang dapat terjadi karena autoantigen (antigen sendiri), autoreaksi (reaksi sel sendiri) atau dipicu antibodi sendiri.

30 Faktor awal penyebab penyakit autoimun
Faktor genetik. Artinya apabila terdapat anggota keluarga mengidap penyakit imunologi reproduksi maka saudara kandungnya memiliki risiko menderita penyakit yang sama, namun belum tentu menderita menjalaninya. Faktor kehidupan (masa remaja, masa reproduksi, masa transisi, lansia). Kehamilan/tidak hamil. Usia degeneratif, kematian sel.

31 Penyakit Autoimun Reproduksi
Umumnya penyakit autoimun bersifat multifaktorial, baik endogen (dari dalam) maupun eksogen (dari luar), serta kecenderungan menderita lebih dari satu jenis penyakit autoimun seperti lupus dengan reumatik

32 Gejala klinis Rasa sakit pada hampir seluruh badan, wajah/kulit kemerah-merahan, penurunan fungsi pancaindra tertentu, mudah terkena penyakit lain (baik sebagai penyakit/ komplikasi maupun penyakit baru yang akan memperberat kondisi klien). Semua gejala klinis ini akan menyebabkan yang bersangkutan mengurangi atau menghentikan aktivitas kehidupan sehari- hari. Faktor kemalsan akan menurunkan kualitas hidup, berkurangnya potensi untuk bekerja mencari nafkah, dan tak jarang berakhir pada kematian.

33 Intervensi Keperawatan
Mengatasi adanya antibodi thdp sperma dapat dilakukan bbrp upaya, antara lain dgn penggunaan kondom atau obat- obatan imunologis sejenis kortikosteroid, juga imunosupresif yg menekan reaksi imun. Pada penggunaan kondom, suami dianjurkan utk menggunakan pd saat berhubungan seksual selama 3 hingga 6 bulanm diharapkan kadar Ab menurun. Inseminasi, biasanya dilakukan pd pria yg tidak subur karena gangguan pada testis. Jika testis hanya sedikit memproduksi sperma, ataupun gangguan genetik.''

34 Insemenasi Sperma langsung dimasukkan ke dalam uterus diawali dengan pengeluaran sperma melalui ejakulasi. Spermatozoa dipisahkan dari plasma semen melalui sentrifugasi. Ini dilakukan agar faktor dekapitasi sperma yang terdapat pada plasma semen dihilangkan. Setelah dipisahkan, sperma dicampur dengan medium yang mengandung zat elektrolit, protein, serta glukosa. Pencampuran diharapkan dapat menambah daya kapasitasi sperma dan meningkatkan kualitas sperma.

35 Insemenasi Setelah medium bercampur dengan spermatozoa kembali disentrifugasi, dan ketika terpisah, medium dipisahkan, dibuang, dan diganti dengan yang baru. Proses ini dilakukan 2 hingga 3 kali. Terakhir, adalah seleksi spermatozoa baik, yaitu spermatozoa yang dapat berenang ke permukaan medium. Spermatozoa inilah yang terseleksi dan akan dimasukkan langsung ke dalam uterus untuk membuahi sel telur. Sperma dimasukkan menggunakan selang tipis seperti kateter.

36 Penutup Namun yang perlu diperhatikan bahwa kejadian sehat-sakit dipengaruhi oleh 3 faktor : Mind Body Spirit Perlu juga diwaspadai adalah pada generasi yang akan datang. Sebab, kesulitan memperoleh keturunan dapat kembali terulang pada bayi-bayi yang lahir dengan inseminasi intrauterin atau melalui proses bayi tabung akibat sifat genetik yang diturunkan.

37 Selamat Belajar


Download ppt "PSIKONEUROIMUNOLOGI DALAM KEPERAWATANI REPRODUKSI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google