Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DESALINASI AIR LAUT. 1. Aisyah Wahyu N(101011033) 2. Sabilla Emilda(101011039) 3. Agaluh Kurnia(101011043) 4. Dwi Ayu Septiana(101011087) 5. Rifqy Setya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DESALINASI AIR LAUT. 1. Aisyah Wahyu N(101011033) 2. Sabilla Emilda(101011039) 3. Agaluh Kurnia(101011043) 4. Dwi Ayu Septiana(101011087) 5. Rifqy Setya."— Transcript presentasi:

1 DESALINASI AIR LAUT

2 1. Aisyah Wahyu N( ) 2. Sabilla Emilda( ) 3. Agaluh Kurnia( ) 4. Dwi Ayu Septiana( ) 5. Rifqy Setya Harwin( )

3 Desalinasi air laut Pengertian air laut Perbedaan air laut dengan air tawar Manfaat pengolahan air laut Pengertian desalinasi Distilasi Filtrasi / membran Reserve osmosisAlatProses Keunggulan dan kelemahan elektrodialisisPertukaran ion

4  Air merupakan salah satu kebutuhan utama manusia  Penyediaan air bersih yang sesuai standar dari segi kualitas maupun kuantitas penting bagi kesehatan  Pencemaran sumber air semakin banyak terjadi sehingga menyebabkan peningkatan angka penyakit akibat air

5  Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau.(Kamus Besar Bahasa Indonesia Edidi keempat-2008 ).  Air laut mengandung garam, oleh karena itu rasanya menjadi asin. Rata-rata air laut mengandung 3,5 % garam. Artinya dalam setiap 1 kg air laut kandungan garamnya sebanyak 35 gram

6 No.PerbedaanAir LautAir Tawar 1. Kadar garamKadar garam sebanyak 3,5%Tidak mengandung adar garam 2. Kuantitas di bumi97% air bumi merupakan air laut3% air di bmi merupakan air tawar 3. Kepadatan Air laut lebih padat dari pada air tawar karena adanya kandungan garam yang menamnah massa air laut tersebut Kepadatannya lebih rendah dari air laut karena tidak ada kandungan garam sehingga massa nya tidak bertambah 4. Kandungan ion Air laut mengandung ion terlarut lebih besar dari pada air tawar. Ion- ion yang keberadaannya melimpah di dalam air laut adalah natrium, klorida, magnesium, sulfat, dan kalsium Kandungan ion terlarutnya lebih rendah dari pada air laut 5. Kandungan unsur kimiaClorida (Cl), Natrium (Na), Magnesium (Mg), Sulfur (S), calium (Ca), Kalsium (K), Brom (Br), Carbon (C), Cr, B zat kapur, besi, timah, magnesium, tembaga, sodium, chloride, dan chlorine

7 1. Memberikan solusi terhadap krisis air bersih. Dengan adanya pengelolaan air laut menjadi air tawar yang dapat dikonsumsi masyarakat dapat mengatasi adanya krisis air bersih. 2. Pengelolaan air laut menjadi air tawar yang layak konsumsi bisa mengurangi penggunaan air bawah tanah yang diyakini sebagai penyebab utama penurunan tanah di beberapa tempat di Indonesia. 3. Dalam penggelolaan air laut yang mengandung garam menjadi air tawar ini bisa menghasilkan garam dapur yang juga dapat dikonsumsi. 4. Pengelolaan air laut menjadi air tawar ini juga bisa menjadi sebuah kesempatan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan air minum nasional maupun internasional untuk mampu menyediakan air minum sehat bagi pelanggannya

8  Definisi proses untuk mendapatkan air dengan kemurnian tinggi atau untuk memperoleh air bersih dari air yang memiliki kadar garam tinggi, seperti air laut.  Macam teknologi : 1. Distilasi 2. Filtrasi / membrane 3. Pertukaran ion

9 Reverse osmosis (Osmosis terbalik) adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis. Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul "solvent" (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi "solute" tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah "solute" rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik

10  Unit pengolahan awal  pompa air baku  tangki reaktor (kontaktor)  saringan pasir  filter mangan zeolit  filter untuk penghilangan warna (color removal)  filter cartridge ukuran 0,5 µm  Unit Osmosa Balik  pompa tekanan tinggi  membran Osmosa Balik  pompa dosing klorine  sterilisator ultra violet (UV)

11

12  Air baku (air laut) dipompa ke tangki reaktor (kontaktor), sambil diinjeksi dengan larutan klorin atau Kalium Permanganat agar zat Besi atau Mangan yang larut dalam air baku dapat dioksidasi menjadi bentuk senyawa oksida Besi atau Mangan yang tak larut dalam air serta untuk membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan biofouling (penyumbatan oleh bakteri) di dalam membran Osmosa Balik.

13  Dari tangki reaktor, air dialirkan ke saringan pasir cepat agar senyawa Besi atau Mangan yang telah teroksidasi dan juga padatan tersuspensi (SS) yang berupa partikel halus, plankton dan lainnya dapat disaring. Air yang keluar dari saringan pasir selanjutnya dialirkan ke filter Mangan Zeolit.  Dengan adanya filter Mangan Zeolit ini, zat Besi atau Mangan yang belum teroksidasi di dalam tangki reaktor dapat dihilangkan sampai konsentrasi < 0,1 mg/l. Zat Besi dan Mangan ini harus dihilangkan terlebih dahulu karena dapat menimbulkan kerak (scale) di dalam membran Osmosa Balik.  Air dialirkan ke filter penghilangan warna. Filter ini mempunyai fungsi untuk menghilangkan senyawa warna dalam air baku yang dapat mempercepat penyumbatan membran Osmosa Balik. Setelah melalui filter penghilangan warna, air dialirkan ke filter cartridge yang dapat menyaring partikel dengan ukuran 0,5 µm

14  air dialirkan ke unit Osmosa Balik dengan menggunakan pompa tekanan tinggi sambil diinjeksi dengan zat anti kerak (antiskalant) dan zat anti biofouling. Air yang keluar dari modul membran Osmosa Balik yakni air tawar dan air buangan garam yang telah dipekatkan. Selanjutnya air tawarnya dipompa ke tangki penampung sambil dibubuhi dengan klorine dengan konsentarsi tertentu agar tidak terkontaminasi kembali oleh mikroba, sedangkan air garamnya dibuang lagi ke laut.

15  Mengurangi kebutuhan laboratorium,  Dapat mencapai pada tekanan tinggi,  Dapat mengurangi kandungan garam, karbonat, total hardness, sulfat, dan nitrat dari air baku. Zat-zat yang tidak terlarut dalam air juga dipisahkan seperti koloid dan bakteri.  Untuk umpan padatan total terlarut di bawah 400 ppm, osmosis balik merupakan perlakuan yang murah.  Untuk umpan padatan total terlarut di atas 400 ppm, dengan penurunan padatan total terlarut 10% semula, osmosis balik sangat menguntungkandibanding dengan deionisasi.  Untuk umpan berapapun konsentrasi padatan total terlarut, disertai kandungan organic lebih daripada 15 g/liter, osmosis balik sangat baik untuk praperlakuan deionisasi.  Osmosis balik sedikit berhubungan dengan bahan kimia, sehingga lebih praktis.

16  sering terjadinya penyumbatan (fouling/clogging)  perawatannya lebih mahal dibandingkan dengan pengolahan secara konvensional  Air baku harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan partikel  membutuhkan material dan alat dengan kualitas standar yang tinggi  terdapat kemungkinan terjadi pertumbuhan bakteri pada membran itu sendiri.

17  Jumlah air laut yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan baku pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.  Salah satu proses pengolahan air asin menjadi air tawar disebut proses desalinasi air laut.  Reverse osmosis adalah sebuah proses mengalirkan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi solute tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah solute rendah dengan menggunakan sesbuah tekanan.


Download ppt "DESALINASI AIR LAUT. 1. Aisyah Wahyu N(101011033) 2. Sabilla Emilda(101011039) 3. Agaluh Kurnia(101011043) 4. Dwi Ayu Septiana(101011087) 5. Rifqy Setya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google