Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERENCANAAN,PENGELOLAAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dr. Yetti Supriyati, M.Pd Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta Pertemuan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERENCANAAN,PENGELOLAAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dr. Yetti Supriyati, M.Pd Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta Pertemuan."— Transcript presentasi:

1 PERENCANAAN,PENGELOLAAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dr. Yetti Supriyati, M.Pd Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta Pertemuan 13 PENILAIAN HASIL BELAJAR

2 Gambar 1. Hubungan Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Evaluasi (Evaluation) Penilaian (Assessment) Pengukuran (Measurement) Keterangan gambar: - Pengukuran merupakan tahap awal dalam proses penilaian. - Penilaian merupakan salah satu aspek dari evaluasi pendidikan. - Evaluasi merupakan penilaian terhadap keseluruhan program pendidikan.

3 ANALISIS SOAL Menulis soalTelaah/revisi soal Merakit tes Uji coba Analisis soal Seleksi soal (kualitatif&kuantitatif) Soal baik kalibrasi Bank soal Soal jelek

4 ALAT PENILAIAN Tes lisan Individu kelompok Tes tulis Uraian Berstruktur Bebas Terbatas Objektif Menjodohkan Benar salah Pilihan ganda Isian pendek Tes praktek Individu kelompok

5 Penyusunan kisi-kisi tes  Kisi-kisi atau table of specification adalah deskripsi mengenai informasi serta ruang lingkup dari materi pelajaran yang digunakan sebagai pedoman untuk menulis soal atau matriks soal menjadi tes. Pembuatan kisi-kisi memiliki tujuan untuk menentukan ruang lingkup dalam menulis soal agar menghasilkan perangkat tes yang sesuai dengan indikator.

6 Syarat Kisi – kisi  1. Dapat mewakili isi silabus atau kurikulum.  2. Komponen-komponen diuraikan secara jelas.  3. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuat soalnya.  4. Sesuai dengan indikator.

7 Contoh kisi-kisi tes Kompetensi dasar Kompetensi dasarindikator Materi pokok Bentuk soal No soal Menjelaskan yinyang ang ada pada tubuh manusia dan alam Menjelaskan yinyang dalam tubuh manusia Mengidentifikasi yinyang Yin yang Menjodoh kan 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10

8 PERBEDAAN PENGERTIAN PENGUKURAN (measurament) Kegiatan untuk mendapatkan informasi secara Kuantitatif TES (test) Himpunan Pertanyaan yang Harus dijawab Oleh peserta Tes PENILAIAN (assessment) proses untuk memperoleh informasi Yang dapat digunakan pada evaluasi. EVALUASI (evaluation) proses melakukan pertimbangan nilai tentang sesuatu (produk, kinerja, tujuan, proses, prosedur, program pendekatan, fungsi) UJIAN (examination) Kegiatan untuk mendapat Informasi kelulusan peserta Pada suatu program sehingga ada batas kelulusan

9 TAKSONOMI KOGNITIF Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sintesis Evaluasi AFEKTIF Penerimaan Partisipasi Penilaian/ Penentuan sikap Organisasi Pembentukan pola hidup PSIKOMOTORIK - Persepsi Kesiapan Gerak terbimbing Gerak terbiasa Gerakan kompleks Penyesuaian pola gerakan Kreativitas

10 Penilaian kognitif C1 Pengetahuan C1 Pengetahuan C2 Pemahaman C2 Pemahaman C3 Penerapan C3 Penerapan C4 Analisis C4 Analisis C5 Sintesis C5 Sintesis C6 Evaluasi C6 Evaluasi

11 Penilaian kognitif  C1 Pengetahuan Kemampuan untuk mengingat kembali terhadap materi-materi yang pernah dipelajari  C2 Pemahaman Kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu  C3 Penerapan Kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya  C4 Analisis Kemampuan untuk merinci, menghubungkan, menguraikan rincian dan saling berhubungan antara satu dan lain  C5 Sintesis Kemampuan untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi satu kesatuan utuh  C6 Evaluasi Kemampuan untuk menentukan baik-buruk, berhara-tidak berharga mengenai suatu hal

12 Bentuk tes kognitif  Tes Benar Salah, untuk mengukur hasil belajar yang relatif sederhana  Tes Menjodohkan, digunakan untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi antara dua hal yang berhubungan  Isian jawaban singkat  Tes Pilihan Ganda, merupakan bentuk tes yang hanya memiliki satu jawaban yang benar atau paling tepat dari beberapa pilihan (options) yang diberikan .

13 Penskoran Ranah Kognitif Penskoran Ranah Kognitif  Setiap item tes diberi skor maksimal 1 (satu). Jadi apabila seorang peserta menjawab soal dengan betul sesuai dengan kunci jawabannya maka diberi skor 1 dan yang menjawab soal dengan salah tidak sesuai dengan kunci jawabannya maka diberi nilai 0 (nol). Maka skor yang diperoleh peserta tersebut adalah jumlah jawaban peserta dengan benar.

14 PENILAIAN AFEKTIF  Menerima (memperhatikan), meliputi kepekaan terhadap kondisi, gejala, kesadaran, kerelaan, mengarahkan perhatian  Merespon, meliputi merespon secara diam-diam, bersedia merespon, merasa puas dalam merespon, mematuhi peraturan  Menghargai, meliputi menerima suatu nilai, mengutamakan suatu nilai, komitmen terhadap nilai  Mengorganisasi, meliputi mengkonseptualisasikan nilai, memahami hubungan abstrak, mengorganisais sistem suatu nilai  Karakteristik suatu nilai, meliputi pedoman umum, karakteristik

15 SIKAP Sikap adalah kecenderungan berperilaku dari seseorang. Ada tiga komponen sikap yaitu:  Kognisi berkenaan dengan pengetahuan seseorang tentang objek atau stimulus yang dihadapinya.  Afeksi berkenaan dengan perasaan dalam menanggapi objek tersebut  Konasi berkenaan dengan kecenderungan berbuat terhadap objek tersebut.

16 CONTOH FORMAT LEMBAR PENGAMATAN SIKAP PESERTA No IndikatorSikap Nama Siswa Disiplin Interaktif ramah Keterbukaan KerjasamaKejujuran Menepati janji Kepedulian terhadap penyakit Tanggung Jawab Total 1 Amanda Nur Hafiz Faiz

17  Skor untuk masing-masing sikap di atas dapat berupa angka. Akan tetapi, pada tahap akhir skor tersebut dirata-ratakan dan dikonversikan ke dalam bentuk kualitatif.  Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 sampai dengan 5. Penafsiran angka-angka tersebut adalah sebagai berikut: 1 = sangat kurang, 2 = kurang, 3 = cukup. 4= baik, dan 5 = amat baik. skor maksimum perangkat tes = 5 (skor maks setiap indikator) X 9 (indikator) = 45 = 45  Nilai afektif diberikan dalam bentuk huruf, oleh karena itu total skor yang telah diperoleh harus dikonversi. Banyak cara untuk mengkonversi skor menjadi nilai, salah satunya yang sederhana yaitu menggunakan kriteria dalam bentuk presentase.

18 Presentasi jawaban NILAI KONVERSI HURUF STANDAR 10 STANDAR kurang dari 60 ABCDGagal9876gagal4321gagal Nilai 10 jika mencalpai 100 % Skor total jawaban benar siswa Konversi Nilai = X 100 % skor maksimum perangkat tes Jadi siswa yang memperoleh skor 35 setelah dikonversi nilainya menjadi: 35 = ---- X 100% = 78 % 45 Nilai afektif hasil konversi untuk Amanda adalah C

19 PENILAIAN PSIKOMOTORIK 1. gerak refleks 1. gerak refleks 2. gerak dasar fundamen 2. gerak dasar fundamen 3. keterampilan perseptual; diskriminasi kinestetik, diskriminasi visual, diskriminasi auditoris, diskriminasi taktis, keterampian perseptual yang terkoordinasi 3. keterampilan perseptual; diskriminasi kinestetik, diskriminasi visual, diskriminasi auditoris, diskriminasi taktis, keterampian perseptual yang terkoordinasi 4. keterampilan fisik 5. gerakan terampil 6. komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan ekspresif, gerakan interprestatif.

20 PENILAIAN PSIKOMOTORIK 1) Tes Paper and pencil Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui paper and pencil adalah kemampuan peserta dalam menampilkan karya, misal berupa desain alat peraga, desain model, dan sebagainya 2) Tes identifikasi Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini lebih ditujukan untuk mengukur kemampuan peserta dalam mengidentifikasikan sesuatu hal, misal menemukan bagian alat praktikum yang rusak, menemukan kesalahan hubungan dari suatu alat dan sebagainya.

21 Lanjutan… 3) Tes simulasi Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini jika tidak ada alat yang sesungguhnya yang dapat dipakai untuk memperagakan penampilan peserta, sehingga peserta dapat dinilai tentang penguasaan keterampilan dengan bantuan peralatan tiruan atau berperaga seolah- olah menggunakan suatu alat yang sebenarnya. Misalnya menggunakan torso 4)Tes unjuk kerja (work sample) Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini, dilakukan dengan alat yang sesungguhnya dan tujuannya untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai/terampil menggunakan alat tersebut.

22 Langkah-langkah Menyusun format Observasi  Carilah indikator-indokator penguasaan keterampilan yang diujikan  Susunlah indokator-indikator tersebut sesuai dengan urutan penampilannya.  Kemudian dilakukan pengamatan terhadap subjek yang dinilai untuk melihat pemunculan indikator-indikator yang dimaksud.  Jika indikator tersebut muncul, maka diberi tanda V pada tempat yang telah disediakan.

23 CONTOH FORMAT PENILAIAN PSIKOMOTORIK CONTOH FORMAT PENILAIAN PSIKOMOTORIK NO Aspek yang dinilai Nama Peserta cara menusuk cara menusuk Manipulasi jarum Jumlah sekor

24 TES LISAN  Langsung kepada individu  Menyebar kepada semua peserta  Retorik, dosen bertanya, peserta diberi waktu untuk menjawab, tetapi dosen yang menjawab  Balikan, pertanyaan peserta dijawab dosen selanjutnya dosen bertanya lagi kepada peserta yang bertanya  Terusan, pertanyaan peserta dibalikan untuk dijawab oleh peserta lainnya

25 TES LISAN  KEUNGGULAN  Mahasiswa dapat mengemukakan argumentasi  Dapat mengevaluasi kemampuan penalaran  Dapat mengevaluasi kemampuan berbahasa lisan  Dapat melakukan pendalaman materi  Tidak mungkin terjadi penyontekan  Bahan ujian dapat luas dan mendalam  KELEMAHAN  Sangat memungkinkan ketidakadilan  Subjektifitas tinggi  Memerlukan waktu yang lama  Mahasiswa dapat melakukan ABS  jika mahasiswa memiliki sifat gugup dapat mengganggu kelancaran menjawab  Kurang reliabel

26 MANFAAT PERTANYAAN LISAN  Mengembangkan pemahaman mahasiswa  Mengembangkan kemampuan berpikir dan membuat keputusan  Mengaktifkan kedua belah pihak dosen dan mahasiswa

27 TES TULIS  URAIAN BEBAS Menghasilkan, menyusun, dan menyatakan ide-ide Menghasilkan, menyusun, dan menyatakan ide-ide Memadukan berbagai pengetahuan dari berbagai bidang studi Memadukan berbagai pengetahuan dari berbagai bidang studi Merekayasa bentuk orisinil Merekayasa bentuk orisinil Mengevaluasi nilai suatu ide Mengevaluasi nilai suatu ide

28 Contoh uraian bebas  Mengapa pertambahan penduduk berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia  Mengapa pada tahun 1998 terjadi reformasi di Indonesia?  Apa yang dimaksud dengan reformasi?

29 TES TULIS URAIAN TERBATAS ( dibatasi ruang lingkupnya) Menjelaskan hubungan sebab akibat Menjelaskan hubungan sebab akibat Merumuskan hipotesis yang tepat Merumuskan hipotesis yang tepat Merumuskan kesimpulan yang tepat Merumuskan kesimpulan yang tepat Melukiskan aplikasi konsep Melukiskan aplikasi konsep Merumuskan asumsi Merumuskan asumsi Menjelaskan metoda Menjelaskan metoda

30 CONTOH URAIAN TERBATAS  KURANG BAIK Seorang pedagang buah-buahan setiap harinya dari pagi, petang, dan malam hari dapat menjual 15 kg buah-buahan alpukat, 10 kg buah-buahan apel, dan 10 kg buah-buahan belimbing. Ia bekerja keras untuk dapat menjual buah-buahan tersebut. Sebutkanlah berapa banyak buah- buahan yang pedagang itu dapat menjualnya selama ia bekerja suntuk selama 30 hari. Seorang pedagang buah-buahan setiap harinya dari pagi, petang, dan malam hari dapat menjual 15 kg buah-buahan alpukat, 10 kg buah-buahan apel, dan 10 kg buah-buahan belimbing. Ia bekerja keras untuk dapat menjual buah-buahan tersebut. Sebutkanlah berapa banyak buah- buahan yang pedagang itu dapat menjualnya selama ia bekerja suntuk selama 30 hari.

31 CONTOH URAIAN TERBATAS  Sudah direvisi Seorang pedagang buah-buahan setiap harinya dari pagi, petang, dan malam hari dapat menjual 15 kg buah-buahan alpukat, 10 kg buah-buahan apel, dan 10 kg buah-buahan belimbing. Ia bekerja keras untuk dapat menjual buah-buahan tersebut. Sebutkanlah. Apabila ia dapat menjual buah-buahan yang sama setiap harinya, berapa banyak buah-buahan yang pedagang itu dapat menjualnya selama ia bekerja suntuk dijualnya selama 30 hari. Seorang pedagang buah-buahan setiap harinya dari pagi, petang, dan malam hari dapat menjual 15 kg buah-buahan alpukat, 10 kg buah-buahan apel, dan 10 kg buah-buahan belimbing. Ia bekerja keras untuk dapat menjual buah-buahan tersebut. Sebutkanlah. Apabila ia dapat menjual buah-buahan yang sama setiap harinya, berapa banyak buah-buahan yang pedagang itu dapat menjualnya selama ia bekerja suntuk dijualnya selama 30 hari.

32 TES TULIS URAIAN BERSTRUKTUR Pengantar soal Pengantar soal Seperangkat data Seperangkat data Serangkaian sub soal Serangkaian sub soal

33 CONTOH URAIAN BERSTRUKTUR Di bawah ini tercantum daftar nilai hasilujian matematika siswa kelas 22 SMA Di bawah ini tercantum daftar nilai hasilujian matematika siswa kelas 22 SMA NILAIJUMLAHSISWAKUMULATIF

34  Dari data di atas :  Hitungkah berapa rata-ratanya dan berapa mediannya  Hitunglah berapa orang siswa yang nilainya termasuk kedalam kelompok 28-31,  Hitunglah simpangan bakunya

35 TES TULIS URAIAN  KEUNGGULAN  Menyusun tes mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama  Memiliki kebebasan menjawab untuk menuangkan buah pikirannya  Lebih ekonomis  KELEMAHAN  Memungkinkan jawaban heterogen  Skoring kurang objektif  jika tulisan mahasiswa kurang baik kesulitan untuk menilai  Bidang yang diuji terbatas

36 PENSKORAN BENTUK URAIAN  Siapkan gais-garis besar jawaban yang dikehendaki terlebih dahulu sebelum penskoran dilakukan  Setiap jawaban dibandingkan dengan jawaban ideal yang telah ditetapkan ( point method)  Setiap lembar jawaban ditempatkan pada satu kelompok yang sudah dipilah-pilah berdasarkan mutu jawaban ( rating method)  Tentukan bobot skor untuk setiap item`  Dapt menggunakan skala 1-4, 1-10, 1-100, guru tidak memberikan angkan nol

37 CONTOH SISWA : NAMA CHAIRUNISA nomor soal Nilai yang diperoleh Bobot nilai Total nilai total16 48 Nilai rata-rata sebelum diberi bobot adalah 16/5 = 3,2 Nilau rata-rata setelah diberi bobot 48/16 = 3.0

38 CONTOH SISWA : NAMA AMANDA nomor soal Nilai yang diperoleh Bobot nilai Total nilai total16 54 Nilai rata-rata sebelum diberi bobot adalah 16/5 = 3,2 Nilau rata-rata setelah diberi bobot 54/16 = 3.33

39 BENTUK JAWABAN SINGKAT  Soal yang menghendaki jawaban yang dapat dinilai benar-salah, dibuat dalam bentuk kata : Bilangan,Kalimat,Simbol  Untuk mengukur pengetahuan yang berhubungan dengan istilah: terminologi, fakta, prinsip, metoda, prosedur, penafsiran yang sederhana

40 KAIDAH PENULISAN BENTUK JAWABAN SINGKAT  Jangan mengambil atau menggunakan pernyataan yang langsung mengambil dari buku teks  Pernyataan hendaknya mengandung hanya satu kemungkinan jawaban yang dapat diterima  Contoh: Kurang baik: Pangeran Sudirman di lahirkan pada………. Kurang baik: Pangeran Sudirman di lahirkan pada………. Baik : Pangeran Sudirman dilahirkan pada tahun …… Baik : Pangeran Sudirman dilahirkan pada tahun ……

41 TES OBJEKTIF BENAR - SALAH  Bentuk soal yang berupa pernyataan  Untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi kebenaran pernyataan fakta, konsep, prinsip, definisi  untuk mengukur hasil belajar yang relatif sederhana

42 KAIDAH PENULISAN BENAR - SALAH  Hindarkan pernyataan yang terlalu umum  Hindarkan pernyataan negatif ganda  Hindari menggunakan kata kadang-kadang  Usahakan agar kalimat tidak terlalu panjang  Susun pernyataan benar-salah secara acak

43 TIPE BENTUK SOAL BENAR - SALAH  Tipe benar-salah tanpa koreksi B - S Bila makanan dibekukan, bakteri yang B - S Bila makanan dibekukan, bakteri yang ada didalamnya akan mati ada didalamnya akan mati  Tipe benar-salah dengan koreksi B - (S) ( elektron) Partikel listrik negatif disebut B - (S) ( elektron) Partikel listrik negatif disebut neutron neutron (B) - S ………….. Propinsi di jawa yang terpadat (B) - S ………….. Propinsi di jawa yang terpadat penduduknya adalah DKI penduduknya adalah DKI  Tipe benar-salah berumpun Manakah dari penyakit berikut yang disebabkan oleh virus Manakah dari penyakit berikut yang disebabkan oleh virus B - S cacar air B - S cacar air B - S campak B - S campak B - S influenza B - S influenza B - S demam berdarah B - S demam berdarah B - S TBC B - S TBC

44 BENAR - SALAH  Keunggulan  Pemeriksaaan dapat dilakukan dengan cepat dan objektif  Soal dapat disusun dengan mudah  Kelemahan  Kemungkinan menebak 50%  Kurang dapat mengukur aspek perpikir tingkat tinggi  Banyak masalah yang tidak dalat dijawan dengan dua kemungkinan

45 BENTUK SOAL MENJODOHKAN  Terdiri atas dua kelompok pernyataan yang paralel  Kelompok satu ( kiri) merupakan bagian yang berisi dari soal-soal yang harus dicari jawabannya  Kelompok dua ( kanan) merupakan bagian yang berisi jawaban soal-soal  Jumlah soal dan jawaban sama, lebih baik lagi jika lumlah jawaban lebih banyak dari jumlah soal

46 KAIDAH PENULISAN BENTUK SOAL MENJODOHKAN  Hendaknya materi yang dijukan berasal dari hal yang sama ( homogen)  Usahakan agar pertanyaan dan jawaban mudah dimengerti  Jumlah jawaban hendaknya lebih banyak dan gunakan simbol yang berlainan untuk pertanyaan dan jawaban

47 BENTUK SOAL MENJODOHKAN  KEUNGGULAN  Penilaian dapat dilakukan dengan cepat  Tepat digunakan untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi antara dua hal yang berhubungan  Dapat mengukur ruang lingkup materi yang lebih luas  KELEMAHAN  Hanya mengukur hal-hal yang didasarkan atas fakta dan hafalan  Sukar untuk menentukan materi

48 BENTUK SOAL PILIHAN GANDA  Memiliki satu jawaban yang benar atau paling tepat  Struktur pilihan ganda terdiri dari : Pernyataan-pernyataan yang berisi permasalahan Pernyataan-pernyataan yang berisi permasalahan Sejumlah pilihan jawaban Sejumlah pilihan jawaban Jawaban benar dan paling tepat satuJawaban benar dan paling tepat satu Distraktor/pengecohDistraktor/pengecoh

49 SOAL PILIHAN GANDA SEBAB-AKIBAT SOAL PILIHAN GANDA SEBAB-AKIBAT  siswa ditunut untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara pernyataan pertama yang merupakan akibat dan pernyataan kedua yang merupakan sebab  Kedua pernyataan (pertama dan kedua) dihubungkan dengan kata sebab

50 CONTOH SOAL PILIHAN GANDA SEBAB-AKIBAT  PETUNJUK A. jika pernyataan pertama betul, pernyataan kedua betul dan kedua-duanya mempunyai hubungan sebab- akibat B. jika pernyataan pertama betul, pernyataan kedua betul, tetapi kedua-duanya tidak mempunyai hubungan sebab- akibat C. jika salah satu dari kedua pernyataan salah D. jika kedua pernyataan salah

51 SOAL PILIHAN GANDA KOMPLEKS  PETUNJUK A. Jika hanya (1), (2), dan (3) betul B. Jika hanya (1), dan (3) betul C. Jika hanya (3) dan (4) betul D. Jika hanya (4) betul

52 SOAL PILIHAN GANDA  KEUNGGULAN  Materi yang diujikan dapat mencakup sebagianbesar dari bahan pembelajarn yangtelah diberikan  Jawaban siswa dapat dikoreksi dengan mudah dan cepat  objektif  KELEMAHAN  Kemungkinan menebak sangat besar  Proses berpikir siswa tidak dapat dilihat dengan nyata  Pembuatan soal memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang tinggi

53 PENSKORAN TES OBJEKTIF  Sk = B – ( S/0-1)  Sk adalah sekor yang diperoleh  B adalah jawaban yang benar  S adalah jawaban yang salah  O adalah kemungkinan jawaban atau option  Benar –salah pakai Sk = B – S  Menjodohkan pakai Sk = B

54 CONTOH PENSKORAN TES OBJEKTIF  Seorang siswa menjawab betul 21 soal dari 30 soal pilihan ganda option 4 21 soal dari 30 soal pilihan ganda option 4 15 soal dari 20 soal bentuk benar salah 15 soal dari 20 soal bentuk benar salah 10 soal dari 20 soal menjodohkan 10 soal dari 20 soal menjodohkan  Sekor yang dicapai pilihan ganda option 4 Sk = 21 – ( 9/ 4 – 1) = 18 bentuk benar salah Sk = 15 – 5 = 10 pilihan ganda option 4 Sk = 21 – ( 9/ 4 – 1) = 18 bentuk benar salah Sk = 15 – 5 = 10 soal menjodohkan Sk = 10 soal menjodohkan Sk = 10 Total sekor 38 Sekor maksimum yang mungkin dicapai siswa 70

55 CONTOH SOAL PILIHAN GANDA  Seorang anak melakukan perhitungan bilangan pecahan 1/2 + 1/3, berapakah hasilnya :  A. 3  B. 2  C. 1  D. 5/6

56 CONTOH SOAL PILIHAN GANDA 1/2 + 1/3 = 1/2 + 1/3 =  A. 2/5  B. 1/6  C. 2/3  D. 5/6

57 TES PRAKTEK  Terdapat alat dan bahan yang digunakan  Ditujukan untuk menilai perilaku individu atau kelompok  Digunakan untuk menilai proses dan produk

58 TES PRAKTEK  KEUNGGULAN  Dapat menilai kecocokan kemampuan teori dan keterampilan/praktek  Tidak ada peluang untuk mencontek  Dapat mengetahui karakteristik mahasiswa lebih mendalam  KELEMAHAN  Memerlukan waktu yang lama  Subjektifitas tinggi  Memerlukan perangkat tes yang spesifik sehingga perlu banyak

59 MANFAAT TES PRAKTEK  Melengkapi penilaian kompetensi yang dimiliki mahasiswa  Memperbaiki kesalahan mahasiswa untuk dijadikan dasar praktek selanjutnya

60 CONTOH SOAL PRAKTEK ( belum divalidasi) Kompetensi yang diuji:  Mampu melakukan analisis data percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian Indikator:  Siswa dapat mendemonstrasikan terjadinya konsleting listrik Alat dan bahan :  Batu baterai  Kabel penghubung  Lampu 3 volt  Kawat sekering Kegiatan:  Buatlah rangkaian sehingga lampu menyala  Amati apa yang terjadi dan beri kesimpulan dari percobaan tersebut

61 CONTOH SOAL PRAKTEK ( sudah divalidasi) Kompetensi yang diuji:  Mampu melakukan analisis data percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian Indikator:  Siswa dapat mendemonstrasikan terjadinya konsleting listrik Alat dan bahan :  Batu baterai 1,5 volt : 3 buah  Kabel penghubung : 2 buah  Lampi 3 volt : 1 buah  Kawat sekering Kegiatan:  Buatlah rangkaian sehingga lampu menyala  Kupas sedikit bagian kabel yang berasal dari kutub positif dan kutub negatif  hubungkan kedua kabel yang terkelupas tersebut  Amati apa yang terjadi dan beri kesimpulan dari percobaan tersebut

62 CONTOH FORMAT PENILAIAN PSIKOMOTORIK NO Aspek yang dinilai Nama Siswa cara merangkai alat cara merangkai alat Cara mendemonstra sikan Jumlah Skor nisyavv8 2aminahvv10 3Nur 4Cahya KET: 4 = BAIK; 3 = CUKUP; 2 = KURANG; 1 = SANGAT KURANG

63 CONTOH FORMAT LEMBAR PENGAMATAN SIKAP SISWA IndikatorSikap Nama Siswa KedisiplinanKerjasama Objektif thdp fakta Tanggung Jawab Nilai total KET: 4 = BAIK; 3 = CUKUP; 2 = KURANG; 1 = SANGAT KURANG

64 Self assesment  Disiplin  Kerja sama  Mau menerima saran  Menghargai pendapat temannya

65 Peer assesment  Disiplin  Kerja sama  Mau menerima saran  Menghargai pendapat temannya  Taat peraturan sekolah

66 CONTOH LEMBAR PENILAIAN NoKelompok Persiapan Pelaksanaan Hasil Kegiatan Diskusi Tindak Lanjut Total B.Nilai LaporanNoNama Latar Belakang Perumusan Masalah Teori Pembahasan KesimpulanSaranTotal123 A. Kerja Kelompok

67 PENSEKORAN jumlah sekor perolehan = X bobot Sekor maksimum Sekor maksimum


Download ppt "PERENCANAAN,PENGELOLAAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dr. Yetti Supriyati, M.Pd Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta Pertemuan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google