Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

M. Mahrus A. Ali Ridho T. Yohana N. Ilham Aditya Dimas Lutfi Dipo Azis Saputra Indra Saputra Septian R. H.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "M. Mahrus A. Ali Ridho T. Yohana N. Ilham Aditya Dimas Lutfi Dipo Azis Saputra Indra Saputra Septian R. H."— Transcript presentasi:

1 M. Mahrus A. Ali Ridho T. Yohana N. Ilham Aditya Dimas Lutfi Dipo Azis Saputra Indra Saputra Septian R. H.

2 ONE WORD CAN CHANGE EVERYTHING

3 Dalam film ini dikisahkan, Carl Allen (Jim Carrey) merupakan sosok lelaki pemalas. Hidupnya sangat monoton dan terlalu banyak pertimbangan. Mau melakukan sesuatu saja harus berpikir seribu kali hingga akhirnya tak melakukan apa-apa. Praktis hidupnya stagnan. Hanya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tak berguna. Di rumah, nonton TV, dan kegiatankegiatan lain yang sama sekali tak produktif. Sampai suatu ketika ia mengikuti program perbaikan diri yang berdasarkan pada satu kekuatan, yakni katakan 'ya' untuk segalanya. Kekuatan positivisme mulai mengubah kehidupan Carl secara tidak terduga. Secara menakjubkan, ia mendapatkan promosi jabatan baru dan tentu saja kekasih baru. Carl mulai ambisius. Ia ingin meraih semua kesempatan yang ada. Namun, lama kelamaan Carl melakukan semua keinginan itu menjadi sangat berlebihan. Padahal, dalam alam pikirannya, semua tindakannya itu berharap menghasilkan sisi positif pada dirinya maupun orang lain. Dalam film ini dikisahkan, Carl Allen (Jim Carrey) merupakan sosok lelaki pemalas. Hidupnya sangat monoton dan terlalu banyak pertimbangan. Mau melakukan sesuatu saja harus berpikir seribu kali hingga akhirnya tak melakukan apa-apa. Praktis hidupnya stagnan. Hanya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tak berguna. Di rumah, nonton TV, dan kegiatankegiatan lain yang sama sekali tak produktif. Sampai suatu ketika ia mengikuti program perbaikan diri yang berdasarkan pada satu kekuatan, yakni katakan 'ya' untuk segalanya. Kekuatan positivisme mulai mengubah kehidupan Carl secara tidak terduga. Secara menakjubkan, ia mendapatkan promosi jabatan baru dan tentu saja kekasih baru. Carl mulai ambisius. Ia ingin meraih semua kesempatan yang ada. Namun, lama kelamaan Carl melakukan semua keinginan itu menjadi sangat berlebihan. Padahal, dalam alam pikirannya, semua tindakannya itu berharap menghasilkan sisi positif pada dirinya maupun orang lain. Ringkasan Film

4 1.Terdapat karyawan yang kurang produktif, kreatif, dan tidak berambisius dalam bekerja. {Dalam film “YES MAN”, diperankan oleh Carl Allen, ia bekerja di suatu cabang perusahaan perbankan dengan posisi verifikasi dana untuk dipinjamkan kepada customer. Tetapi ia selalu menolak segala jenis pinjaman tanpa peduli dengan alasan apapun yang dilakukan oleh semua customernya, Suatu ketika kepala cabangnya (Norman) sangat kesal dengan Carl, dan Norman menegur Carl. Akan tetapi Carl tidak menghiraukannya.} 1.Terdapat karyawan yang kurang produktif, kreatif, dan tidak berambisius dalam bekerja. {Dalam film “YES MAN”, diperankan oleh Carl Allen, ia bekerja di suatu cabang perusahaan perbankan dengan posisi verifikasi dana untuk dipinjamkan kepada customer. Tetapi ia selalu menolak segala jenis pinjaman tanpa peduli dengan alasan apapun yang dilakukan oleh semua customernya, Suatu ketika kepala cabangnya (Norman) sangat kesal dengan Carl, dan Norman menegur Carl. Akan tetapi Carl tidak menghiraukannya.} Keterkaitan MSDM pada film “YES MAN” ini adalah: KLIK THIS FILM

5 2. Karyawan yang memiliki ambisi dan semangat, yang kemudian mendapatkan reward { Dalam film “YES MAN” ini, juga diperankan oleh Carl. Ia mendapatkan reward berupa kenaikan gaji dan juga mendapatkan promosi jabatan di kantor pusat. Ini terjadi karena ia dapat berubah dan dapat memberikan pinjaman kepada customer sebesar 561 pinjaman dan lebih dari 98% pin jaman tersebut sudah di cicil oleh customernya. Padahal sebelumnya hanya pinjaman yang dikeluarkan oleh perusahaan. Hal ini tentunya sangat menguntungkan perusahaan, selain menambah income perusahaan serta dapat menambah kepuasan customer.} KLIK THIS FILM

6 3. Terdapat seseorang marketing (bagian promosi) yang sangat gigih dan tidak pantang menyerah {Dalam film “YES MAN”, diperankan oleh jack, ia selalu mempromosikan Band yang ada di Clubnya. Ia sering sekali di tolak oleh beberapa orang termasuk Carl. Akan tetapi ia tidak menyerah begitu saja, ia percaya suatu saat pasti ada yang akan bersedia untuk melihat penampilan Band yang ada di Clubnya. Sebelum Carl mengikuti seminar (Yes man), ia selalu menolak apapun termasuk menolak untuk menghadiri Band yang ada di Club Jack. Akan tetapi setelah mengikuti seminar, Carl menerimanya dan ia bertemu dengan seorang wanita cantik yang telah menolongnya} KLIK FILM 1 KLIK THIS FILM 2

7 4. Training motivation perlu diadakan guna mengevaluasi, meningkatkan kinerja atau memberi semangat kepada karyawan. KLIK THIS FILM

8 5. Kebijaksanaan dalam mengambil keputusan KLIK THIS FILM

9 Menurut Hasibuan (2006, promosi jabatan merupakan perpindahan yang memperbesar authority dan responbility karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehingga hak,status, dan penghasilan mereka akan semakin besar. Indikator promosi jabatan yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pelaksanaan jabatan, yaitu : 1.Promosi dibuat atas dasar kecakapan 2.Promosi diselenggarakan hanya menurut rencana organisasi 3.Pegawai harus diinformasikan tentang rencana promosi 4.Pemberian keterangan mengenai kebijakan dan prosedur promosi 5.Lapang persaingan seluas-luasnya Promosi Jabatan

10 Tokoh Carl Allen dalam film Yes Man menggambarkan bahwa sekeras apa pun prinsip atau pandangan hidup yang negatif dari seseorang bisa diubah, selama ia berada bersama orang-orang dan lingkungan yang positif. “Masa depanmu ditentukan oleh orang- orang yang paling sering bergaul denganmu.” Dan, yang terpenting, Pengarang dalam film ini ingin berbagi kisah tentang pentingnya keberanian untuk bertindak. Apa pun yang menjadi keyakinan atau slogan dalam hidup Anda, dan sekeras apa pun Anda meneriakkan kata-kata itu, semua itu belum berarti apa- apa jika tidak dibarengi dengan tindakan nyata, seperti sebuah ungkapan emas yang menyatakan, “Action speaks louder than words”


Download ppt "M. Mahrus A. Ali Ridho T. Yohana N. Ilham Aditya Dimas Lutfi Dipo Azis Saputra Indra Saputra Septian R. H."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google