Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN YANG BERPROTEIN TINGGI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN YANG BERPROTEIN TINGGI."— Transcript presentasi:

1 CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN YANG BERPROTEIN TINGGI

2 Tentang Saya Nama: Eko Widayanto Nugroho, S.Pi Tempat/tgl Lhr: Temanggung, 14 Juni 1983 Kantor: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Brebes Jl. Yos Sudarso 7 Brebes HP:

3 Kandungan Nutrisi Komposisi cacing tanah adalah sebagai berikut: * Protein: % * Lemak: % * Abu: % * Energi: kalori / gram.

4 Cacing Tanah (Lumbricus rubellus)

5 REPRODUKSI CACING TANAH

6 MANFAAT CACING TANAH 1.Menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. 2.Bahan pakan Ternak Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok. 3.Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit. Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus. 4. Bahan Baku Kosmetik Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.

7 PERSYARATAN LOKASI BUDIDAYA  Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.  Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.  Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.  Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara %.  Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 ºC atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 ºC masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.  Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

8 MEDIA DICAMPUR JADI SATU DIFERMENTASI SELAMA 10 HARI = SIAP DIGUNAKAN

9 WADAH BUDIDAYA BESEK KOTAK PAPAN KAYU BEKAS BAK

10 PEMBIBITAN Ciri Bibit yang baik diantaranya warna tubuh bagian punggung cokelat merah hingga ungu kemerahan, sedangkan warna tubuh bagian perut krem. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru.

11 PEMBERIAN PAKAN Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan ( ex : kotoran sapi, ampas tahu, bahan organik lainnya) kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah, antara lain : pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur. bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan. pakan ditutup dengan plastik, karung, atau bahan lain yang tidak tembus cahaya. pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.

12 PEMANENAN Masa pembudidayaan cacing sampai pemanenan membutuhkan waktu 2 bulan pemeliharaan. Dalam dua bulan akan menghasilkan empat keturunan, bila kita punya induk sebanyak 100kg dalam dua bulan kita akan punya 800kg calon anak cacing

13 SIAP DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN

14

15 ANALISA USAHA

16

17

18 CARA SEDERHANA DALAM MENYUSUN FORMULASI PAKAN IKAN METODE KUADRATIK Metode ini didasarkan pada pembagian bahan-bahan makanan ikan menurut level kandungan proteinnya. Berdasarkan level kandungan protein, bahan pakan dibagi atas ; 1. Basal makanan, yaitu bahan makanan ikan (nabati/hewani) yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20% 2. Protein suplemen, yaitu bahan makanan ikan yang mempunyai kandungan protein lebih besar dari 20 %. Menurut kriteria level protein di atas maka dapat disusun beberapa formulasi makanan ikan dengan kandungan protein tertentu yang dikehendaki.

19 Contoh : Bahan pakan yang digunakan terdiri dari dedak halus (kandungan protein 15,58%) dan tepung ikan (kandungan protein 62,99%), disusun untuk formulasi pakan ikan dengan kandungan protein 30 %, maka perhitungannya sebagai berikut : Dedak Halus 15,58% (basal makanan) Tepung ikan 62,99% (protein suplemen) 30 % 32,99 14,42 47,41 Dedak halus = 32,99 / 47,41 * 100 %= 69,58 % Tepung ikan = 14,42 / 47,41 * 100 %= 30,42 % Jadi apabila ingin membuat makanan ikan sebanyak 10 Kg, dengan kandungan protein 30%, dibutuhkan : Dedak halus= 69,58 % * 10 Kg= 6,96 Kg Tepung ikan= 30,42 % * 10 Kg= 3.04 Kg

20 Contoh : Bahan pakan yang digunakan lebih dari 2 macam, terdiri dari dedak halus (kandungan protein 15,58%), tepung ikan (kandungan protein 62,99%), tepung jagung (9,5 % protein), dan tepung kedele (46,36% protein) disusun untuk formulasi pakan ikan dengan kandungan protein 35 %, maka perhitungannya sebagai berikut : Basal makanan 12,45% Protein suplemen 54,68% 35 % 19,68 22,55 42,23 Basal makanan= (15,58% + 9,50 % + 12,27 %) : 3= 12,45% Protein suplemen= (62,99% + 46,36 %) : 2= 54,68% Basal makanan (dedak halus+tep.Terigu+tep. Jagung = 19,68 / 42,23 * 100 %= 46,60 % Protein suplemen (tepung ikan + tepung kedele = 22,55 / 42,23 * 100 %= 53,40 % Jadi apabila ingin membuat makanan ikan sebanyak 20 Kg, dibutuhkan : Dedak halus= 46,60%/3 * 20 Kg= 3,11 Kg Tepung jagung= 46,60%/3 * 20 Kg= 3,11 Kg Tepung terigu= 46,60%/3 * 20 Kg= 3,11 Kg Tepung Ikan= 53,40%/2 * 20 Kg= 5,34 Kg Tepung kedele= 53,40%/2 * 20 Kg= 5,34 Kg


Download ppt "CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN YANG BERPROTEIN TINGGI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google