Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Perubahan begitu cepat  Penuh Ketidakpastian & Bergejolak  Hyper Competition, Ilmu pengetahuan bergerak cepat. Double setiap 2,5 Tahun  Volatility,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Perubahan begitu cepat  Penuh Ketidakpastian & Bergejolak  Hyper Competition, Ilmu pengetahuan bergerak cepat. Double setiap 2,5 Tahun  Volatility,"— Transcript presentasi:

1

2  Perubahan begitu cepat  Penuh Ketidakpastian & Bergejolak  Hyper Competition, Ilmu pengetahuan bergerak cepat. Double setiap 2,5 Tahun  Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity

3 Speed Of Change Continous Improvement Mempersiapkan Peserta Didik Yang Harus Senantiasa Berubah Project Creating & Problem Solving

4 Teacher-centered Information gathering Discipline-based School-based Standard Apprenticeship-based Student-centered Problem-based Integrated Community-based Elective Systematic S P I C E S SPICES

5

6  Solve complex problems  Financial, Economic, Business, and Entrepreneurial Literacy  Civic Literacy  Health Literacy

7  Creativity and Innovation  Critical Thinking and Problem Solving  Communication and Collaboration

8  Information Literacy  Media Literacy  ICT Literacy

9  Flexibility and Adaptability  Initiative and Self-Direction  Social and Cross-Cultural Skills  Productivity and Accountability  Leadership and Responsibility

10 PjBLPBL PjBl ( project-based learning ) adalah model pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran disekitar proyek. Proyek adalah tugas yang kompleks, berdasarkan pertanyaan menantang atau masalah, yang melibatkan siswa dalam desain, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, atau kegiatan investigasi; memberikan siswa kesempatan untuk bekerja relatif otonom selama jangka waktu yang diperpanjang; dan berujung pada produk yang realistis atau presentasi. PBL ( Problem-based learning ) merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana siswa secara aktif belajar melalui pemecahan masalah. Yang menjadi esensi dari PBL adalah siswa dituntut belajar mengenai strategi berfikir sekaligus belajar materi pelajaran, melalui pemecahan masalah yang sesuai dengan permasalah kehidupan nyata ( real world problems ).

11  meaningful activity  situated learning  open-ended generative tasks  collaborative decision-making and problem-solving  changed role of the instructor

12  berpusat pada siswa ( student centered learning );  dilakukan dalam kelompok kecil, (6-10 orang);  guru sebagai fasilitator;  permasalah dunia nyata merangsang proses kognitif;  pembelajaran berdasarkan fokus yang dibangun dan ditentukan oleh kelompok ;  pengetahuan baru diperoleh melalui diri pribadi siswa ( self directed learning ).

13  Knowledge › Theoretical › Clinical  Skills › Scientific reasoning › Critical appraisal, › Information literacy › Self directed, lifelong learning.  Attitudes › value of teamwork › interpersonal skills › the importance of psycho-social issues.

14 PjBLPBL 1) menentukan pertanyaan dasar (Essential question); 1) Mengorientasi peserta didik pada masalah; 2) membuat desain proyek (Designing Project Plan); 2) Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran; 3) menyusun penjadwalan (Creating Schedule); 3) Membimbing Penyelidikan Mandiri; 4) memonitor kemajuan proyek (Monitor the progress); 4) Mengembangkan dan Menyajikan Karya; 5) penilaian hasil (Assess the outcome); 5) Analisis dan Evaluasi. 6) evaluasi pengalaman (Evaluate the experiment).

15

16

17 PjBLPBL ArtefakPemecahan Masalah Permasalahan KompleksPermasalahan lebih sederhana Ada refleksi setelah evaluasi - Problem-Based Product emphasis Process emphasis Project-Based

18  Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar;  Membangun keterampilan berfikir kritis, mendengarkan, menulis, dan berkomunikasi;  Meningkatkan retensi dari sebuah informasi;  Mendukung model belajar sepanjang hayat;  Mendemonstrasikan kekuatan dalam bekerja sama;

19

20

21  siswa harus memiliki pengetahuan kerja istilah, fakta, dan statistik, serta arah, sebelum mereka dapat membuat proyek/mengatasi masalah tersebut  Information Overloads  Tingkat Stres lebih tinggi bagi guru maupun siswa  Siswa lebih sedikit menguasai basic science  Lebih mahal  Lebih banyak memakan waktu  Sulit di implementasikan apabila jumlah siswa terlalu banyak atau siswa kurang antusias dan miskin ide

22  Terlalu banyak membutuhkan pekerjaan  Biaya yang lebih mahal  Beberapa guru sulit untuk berubah  Persepsi siswa masih kurang dewasa untuk melakukan PjBL/PBL  Kurang menguasai basic science

23 Knowledge Interrelationships among facts, concepts (Relational understanding) Concept maps Unit products Written/oral responses Traditional tests Expert map- based scheme Rubrics SOLO taxonomy ( S tructure of O bserved L earning O utcomes) Scoring guides Skills Critical thinking Creative thinking Effective collaboration Versatile communication Unit products and/or performances Written/oral responses Observation Self-ratings Peer ratings Rubrics SOLO taxonomy Rubrics Self-reports Likert scales Dispositions Intentional learning Problem logs Observation Content analysis Rubrics To Assess Product Method

24 Project-based learning dan problem- based learning memiliki beberapa kesamaan karakteristik. Keduanya adalah strategi pembelajaran yang dimaksudkan untuk melibatkan pebelajar di dalam tugas-tugas otentik dan dunia nyata agar dapat memperluas belajar mereka. Pebelajar diberi tugas proyek atau problem yang open-ended dengan lebih dari satu pendekatan atau jawaban, yang mensimulasikan situasi profesional. Kedua pendekatan ini juga didefinisikan sebagai student-centered, dan menempatkan peranan guru sebagai fasilitator. Pebelajar dilibatkan dalam project- atau problem- based learning yang secara umum bekerja di dalam kelompok secara kolaboratif, dan didorong mencari berbagai sumber informasi yang berhubungan dengan proyek atau problem yang dikerjakan. Pendekatan ini menekankan pengukuran hasil belajar otentik dan dengan basis unjuk kerja ( performance-based assessment ).

25 [1] BNSP (2010). Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN. [2] why PBL? [online] diakses 14 Oktober [3] Greeno, J. G. (2006). Learning in activity. In R. K. Sawyer (Ed.), The Cambridge handbook of the learning sciences (pp ). New York: Cambridge University Press [4] Blumenfeld, Phyllis C. Blumenfeld, Elliot Soloway, Ronald W. Marx, Joseph S. Krajcik, Mark Guzdial, and Annemarie Palincsar (1991), Motivating Project-Based Learning: Sustaining the Doing, Supporting the Learning. EDUCATIONAL PSYCHOLOGIST, 26(3&4) [5] John Dewey (1997). Education and Experience. New York. Touchstone [6] Sawyer, R. K. (2006). The Cambridge Handbook of the Learning Sciences. New York: Cambridge University Press [7] Thomas, John W. (2000). A REVIEW OF RESEARCH ON PROJECT-BASED LEARNING. [online] diakses 5 November Tersedia: [8] Jones, B. F., Rasmussen, C. M., & Moffitt, M. C. (1997). Real-life problem solving.: A collaborative approach to interdisciplinary learning. Washington, DC: American Psychological Association. [9] Thomas, John W. (2000). A REVIEW OF RESEARCH ON PROJECT-BASED LEARNING. [online] diakses 5 November Tersedia: [10] Barron, B.J., Schwartz, D.L., Vey, N.J., Moore, A., Petrosino, A., Zech, L., Bransford, J. D., & The Cognition and Technology Group at Vanderbilt. (1998). Doing with Understnading: Lessons from Research on Problem- and Project-Based Learning. The Journal of the Learning Science, 7, 271—311. [11] Blumenfeld, P.C., E. Soloway, R.W. Marx, J.S. Krajcik, M. Guzdial, and A. Palincsar. (1991). Motivating Project-Based Learning: Sustaining the Doing, Supporting the Learning. Educational Psychologist, 26(3&4), 369—398. [12] Bereiter, C., & Scardamalia, M. (1999). Process and Product in PBL Research. Toronto: University of Toronto. [13] Neville, Alan J. (2009). Problem-Based Learning and Medical Education Forty Years on. Medical Principles and Practice 18 (1): 1–9 [14] Finkle, S.L. y Torp, L.L., (1995). Introductory Documents. Illinois Math and Science Academy. [15] Pearsonhighered.com. Teaching for Success: Methods and Models. [online] tersedia: diakses [16] Barrows, Howard S. (1996). Problem-based learning in medicine and beyond: A brief overview. New Directions for Teaching and Learning 1996 (68): 3. [17] Boud, D. & Felleti, G.I. (1997). The challenge of problem based learning. London: Kogapage [18] Fogarty, R. (1997). Problem-based learning and other curriculum models for the multiple intelligences classroom. Arlington Heights. Illionis: Sky Light. [19] Schmidt, Henk G; Rotgans, Jerome I; Yew, Elaine HJ (2011). The process of problem-based learning: What works and why. Medical Education 45 (8): 792–806 [20] Ibrahim, Muslimin dan Nur (2000 ). Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: UNESA. [21] Abbas, Nurhayati (2000). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Beroriantasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Instruction). Program Studi Pendidikan Matematika Pasca Sarjana UNESA. [22] Nuryenti, Diah Eko. (2005). Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Mengembangkan Kecakapan Matematika Siswa Sekolah Dasar (SD) Kelas III Sebagai Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).Skripsi SI Pendidikan Matematika UNNES [23] O'Malley, J.M., & Pierce, L. V. (1996). Authentic Assessment for English Language Learner: Practical Approaches for teacher. New York: Addison-Wesley [24] Marzano, R. J., Pickering, D.J. and McTighe J. (1993) Assessing student outcomes: performance assessment using the Dimensions of Learning model Alexandria. Va: Association for Supervision and Curriculum Development. [25] Griffin, Patrick & Nix, Peter (1991) Educational Assesment and Reporting. Sydney: Harcourt Brace Jovanovich [26] Griffin, Patrick & Nix, Peter (1991) Educational Assesment and Reporting. Sydney: Harcourt Brace Jovanovich [27] Popham, W. James. (1995). Classroom Assessment, What Teachers Need to Know. Boston: Allyan and Bacon. [28] Ibrahim, Muslim dan Nur (2000). Pembelajaran Berbasis Masalah. Surabaya:UNESA. [29] Waters, Robert and Michael McCracken (2012). Assessment And Evaluation In Problem-Based Learning. [online] diakses [30] Waters, Robert and Michael McCracken (2012). Assessment And Evaluation In Problem-Based Learning. [online] diakses [31] Reys, Robert E., et. al. (1998). Helping Children Learn Mathematic (5th ed). Needham Hwight : Allyn & Bacon [32] Krulik, Sthepen dan Rudnick, Jesse A. (1995). The New Sourcebook for Teaching Reasoning and Problem Solving in Elementary School. Temple University :Boston. [33] Kirschner, P.A.; Sweller, J.; Clark, R.E. (2006). Why minimal guidance during instruction does not work: An analysis of the failure of constructivist, discovery, problem-based, experiential, and inquiry-based teaching. Educational Psychologist 41 (2): 75–86. [34] Pearsonhighered.com. Teaching for Success: Methods and Models. [online] tersedia: diakses [35] Maxwell, N.L., Bellisimo, Y. & Mergendoller, J. (1999). Problem-Based Learning: Modifying the Medical School Model for Teaching High School Economics. [online] diakses 06 November Tersedia: [36] Buck Institutute for Education. (1999). Project-Based Learning. [online] diakses 9 Oktober Tersedia:

26

27


Download ppt " Perubahan begitu cepat  Penuh Ketidakpastian & Bergejolak  Hyper Competition, Ilmu pengetahuan bergerak cepat. Double setiap 2,5 Tahun  Volatility,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google