Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Era JKN Agus Suwandono Seminar Nasional Kesehatan / Kedokteran, UNDIP, Semarang, 29 Maret 2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Era JKN Agus Suwandono Seminar Nasional Kesehatan / Kedokteran, UNDIP, Semarang, 29 Maret 2015."— Transcript presentasi:

1 Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Era JKN Agus Suwandono Seminar Nasional Kesehatan / Kedokteran, UNDIP, Semarang, 29 Maret 2015

2 Garis Besar Diskusi I.Latar Belakang II.Masalah Kesehatan di Indonesia III.Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Indonesia IV.Pembahasan V.Kesimpulan VI.Saran

3 Garis Besar Diskusi I.Latar Belakang II.Masalah Kesehatan di Indonesia III.Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Indonesia IV.Pembahasan V.Kesimpulan VI.Saran

4 Logika dasar kebijakan yang perlu diperhatikan pada pembangunan kesehatan UUNo.36/2009 Tentang Kesehatan UU No. 17/2007 Tentang RPJPN UU No. 40/2004 Tentang SJSN Masalah dan pencapaian RPJPMK & Renstra Kes yg belum tuntas Masalah dan Sasaran MDG 2015 yang belum tuntas Agenda/ Rencana Post MDG 2015 terkait kesehatan Komitmen internasional lainnya (UHC, RBM, TB dsb) Konsep SKN 2012 (Perpres no ), Nusantara / Indon Sehat dsb Dokumen RPJPK , Renstra Kemkes UU lain yg berhubungan dengan kes, Nawa Cita dsb

5 Tahapan Pembangunan dlm UU 17/2007 ttg Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)

6 TAHAPAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG KESEHATAN (RPJPK) (Kepmenkes 375 thn 2009 ttg RPJP Bidang Kesehatan ) 6 RPJM 4 ( ) RPJM 1 ( ) Bangkes diarahkan untuk meningkatkan akses dan mutu yankes RPJM 2 ( ) Akses masyarakat thp yankes yang berkualitas telah lebih berkembang dan meningkat RPJM 3 ( ) Akses masyarakat terhadap yankes yang berkualitas telah mulai mantap Akses masyarakat thp yankes yang berkualitas telah menjangkau dan merata di seluruh wilayah Indonesia

7 Tantangan, strategi dan sasaran yg tertulis pada Dokumen RPJPK sp 2025 NoTantanganStrategiSasaran 1.Msh Tingginya AKI, AKB dan pertumbuhan penduduk + miskin 1. Bangkesnas berwawasan nas 1. Meningkatnya UHH 69  73,7 2.Beban ganda: penyakit baru, jiwa, kecelakaan, NCD, kecelakaan kerja, perubahan iklim &cemarling, gaya hidup tak sehat dan napza 2. Pemberdayaan masy dan daerah 2.Menurunnya AKB 32.3  15,5 3.Desentralisasi dan komitmen pemerintah belum memadai dan lemahnya manajemen pemb kes 3. Pengembangan upaya dan pembiayaan kes 3. Menurunnya AKI 262  74 4.Pemberdayaan masy msh lemah, PHBS masih kurang sekali 4. Pemberdayaan & pengemb. SDM kes 4. Menurunnya gizi kurang balita 26  Kesenjangan kualitas dan cakupan yankes, pembiayaan kes dg SJSN, logistik dan obat yg belum merata 5. Penenggulangan kedaruraran kes 6.SDM kesehatn baik kuan& kual <<< 7.Globalisasi, bioterism, perdag bebas

8 Sistem Kesehatan Nasional 2012 Ascobat Gani/June 2013

9 VISI DAN MISI PRESIDEN 9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA) Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia 9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA) Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia TRISAKTI: Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian dlm budaya TRISAKTI: Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian dlm budaya PROGRAM INDONESIA SEHAT PROGRAM INDONESIA PINTAR PROGRAM INDONESIA KERJA PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA PROGRAM INDONESIA KERJA PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA PENGUATAN YANKES PARADIGMA SEHAT JKN 3 DIMENSI PEMBANGUNAN: PEMBANGUNAN MANUSIA, SEKTOR UNGGULAN, PEMERATAAN DAN KEWILAYAHAN NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA DTPK Sumber: Pengarahan Menkes Pada Rakerkesnas 2015

10 Garis Besar Diskusi I.Latar Belakang II.Masalah Kesehatan di Indonesia III.Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Indonesia IV.Pembahasan V.Kesimpulan VI.Saran

11 MTR RPJMN KESEHATAN NOINDIKATOR STATUS AWAL (2009) CAPAIAN TARGET 2014 STATUS Umur harapan hidup (tahun) 70,770,971,1 72,0 2Angka kematian ibu melahirkan per kelahiran hidup 228n.a 259/ Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih 84,3 84,886,3888, Angka kematian bayi per kelahiran hidup ) 24 5Prevalensi kekurangan gizi (gizi kurang dan gizi buruk) pada anak balita 18,417,9n.a <15,0 6Total Fertility Rate (TFR): Angka Kelahiran Total (per perempuan usia reproduksi ) 2,62,4 4) n.a2,6 3) 2,1 7Persentase jangkauan akses sumber air bersih 47,744,1955,04n.a68 8Prevalensi kasus HIV (% penduduk 15 tahun ke atas yang memiliki pengetahuan HIV dan AIDS) 66,2 1) 57,5 2) n.a 79,5 3) 90 9 Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Insidence- API) 1,851,961,751, Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan n.a 59,163,164,58 80,

12 Perubahan beban penyakit 1990, 2010 dan 2015 di Indonesia Sumber: Global Burden of Disease, 2010 dan Health Sector Review (2014)

13 Ketersediaan Tenaga Utama di Puskesmas 60,7% Puskesmas memiliki SDM tenaga utama Tenaga utama terdiri dari: 1 dokter, 2 bidan, 3 perawat, 1 sanitarian dan 1 tenaga gizi Sumber: Rifaskes 2011

14 FASILITAS PUSKESMAS PONED Sumber; Rifaskes 2011

15 PERSENTASE PUSKESMAS YANG MEMPUNYAI KETIGA JENIS ALAT IMMUNISASI (COLD BOX, KULKAS DAN VACCINE CARIER), RIFASKES 2011 Sumber; Rifaskes 2011

16 Karakteristik Klasifikasi tingkat kecukupan energi <70% AKE70-<100% AKE≥100 % AKE Tempat Tinggal Perkotaan51,5 34,5 14,0 Perdesaan 52,933,1 14,0 Kuntil Kepemilikan Terbawah 67,9 22,69,5 Menengah bawah 60,4 28,810,8 Menengah 42,143,4 14,5 Menengah atas 50,0 36,014,0 Teratas 48,9 31,919,1 Proporsi Ibu Hamil menurut Klasifikasi Tingkat Kecukupan Energi dan Karakteristik, Indonesia 2014 Sumber: Studi DietTotal (SDT),, Badan Litbangkjes, Kemkes RI, 2014

17 Karakteristik Klasifikasi tingkat kecukupan protein <80% AKP80-<100% AKP≥100 % AKP Tempat Tinggal Perkotaan49,619,031,5 Perdesaan 55,7 17,526,9 Kuntil Kepemilikan Terbawah 67,1 16,5 Menengah bawah 60,0 10,929,1 Menengah46,523,629,9 Menengah atas52,820,227,0 Teratas44,017,039,0 Proporsi Ibu Hamil menurut Klasifikasi Tingkat Kecukupan Protein dan Karakteristik, Indonesia 2014 Sumber: Studi DietTotal (SDT),, Badan Litbangkjes, Kemkes RI, 2014

18 Prevalensi Masalah Gizi Balita Menurut Tempat Tinggal (Riskesdas 2007, 2010, 2013) Status Gizi : BB/U =Kurang (Buruk+Kurang), TB/U =Pendek: (Sangat Pendek+Pendek), BB/TB = Kurus ( Sangat Kurus+Kurus)

19 Kecenderungan Prevalensi DM*) menurut Provinsi, *) Diabetes Melitus (DM) responden 15+ berdasarkan wawancara menurut diagnosis dokter dan gejala

20 Kecenderungan Prevalensi Stroke per 1000*) menurut Provinsi *) Ditentukan menurut jawaban responden yang pernah didiagnosis oleh nakes dan gejala

21 Trend: Prevalensi Hipertensi menurut diagnosis tenaga kesehatan dan provinsi,

22 Hipertensi 18 Tahun ke Atas, Urban Analisis lanjut data riskesdas 2007

23 Kerangka Konsep “Lifecycle approach” 7. Lansia 6. Ibu hamil 1. Bayi 2. Balita 3. Usia sekolah 4. Remaja 5. Usia produktif Sumber: Agus Suwandono dkk, Ansit RPJPM , 2014

24 Contoh 1. Pembahasan prioritas masalah untuk remaja

25 CODBODST GIZIPROGRAMPRIORITAS 1.Kecelakaan lalu lintas 2.TBC 3.Penyakit jantung dan vaskular 4.Peny yg berhub dengan syaratf 5.Infeksi sal cerna 1.Peny mental dan perilaku 2.Kecelakaa n lalu lintas 3.Penyakit tulang dan otot 4.Diare 5.HIV dan TBC 1.Anemia pada remaja tinggi 2.Kurang asupan energi & protein 3.Pendek, kurus dan pendek kurus cukup banyak 4.Pengetah uan gizi kurang 5.Perilaku makan kurang baik 1.UKS belum seperti diharap 2.PKPR hanya pada sekolah tertentu 3.Skrining  f.up tak jelas 4.Program prev & prom tidak jelas dan kurang mengarah pada permasala h COD dan BOD 1.Bersama UKS hrs masuk dalam upaya kesehatan wajib Puskesmas 2.Prev dan promoitif disesuaikan masalah terutama kecelakaan lalin, narkoba, kesproduktif, HIV/AIDS. TBC, rokok, PHBS, tawuran, makanan, kes jiwa, OR dan resiko lain peny jantung & NCD 3.Intensifikasi input Puskesmas dan integritas linsek

26 Contoh 2. Pembahasan prioritas masalah untuk usia produktif

27 CODBODST GIZIPROGRAMPRIORITAS 1. Usia a.Kec.lalu lintas b.TBC c.Peny jantung & pemb drh d.Mslh syaraf e.HIV a.HIV/AIDS &TB b.Kec. Lalin c.Mental & perilaku d.Tl % otot e.Jant &P. Drh 1.Gemuk pendek tinggi 2.Gemuk pendek tinggi pd: a.Jantung b.DM c.Stroke 1.Program konsentrasi pada K3 2.Kurang jelas dan spesifik untuk mereka yang diluar perusahaan 1.Perlunya kesehatan kerja/ mental pada masy masuk sebagai upaya kesehatan wajib di Puskesmas 2.Upaya prom dan prev ditujukan pada mslah COD, BOD dan Gizi 3.Surveilans faktor resiko 4.Kesehatan lalu lintas 5.PHBS, OR dsb 6.JKN yg diluar perusahaan 2. Usia a.Peny jantung & pem darah b.TBC c.Kec. lalu lintas d.DM e.Ca. Mamae a.HIV/AIDS &TB b.Mental & perilaku c.Jant& p. Drh d.Tl dan otot e.Kec Lalin 3. Usia a.Peny jantung dan pemb drh b.DM c.TB d.Ca. Mamae e.Ginjal kronis a.Jant & p.drh b.HIV/AIDS &TB c.Cancer d.Tl & otot e.DM

28 Garis Besar Diskusi I.Latar Belakang II.Masalah Kesehatan di Indonesia III.Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Indonesia IV.Pembahasan V.Kesimpulan VI.Saran

29 Evolusi Yankes Primer di Indonesia (1) 1911 : “Hygiene Commissie”: oleh Dr. Vogel : vak- sinasi, masak air minum. Jaman Belanda (sebelum kemerdekaan): 1920 : “Propaga ndist” : pdidikan kes dg gambar dan film 1924 : Dinas Hyg. Blanda : pemberantas an cacing di Banten, ka- kus/jamban sederhana & penggunaan 1934 : Dr. JL Hydrick: pend.kes & HS  pemberanta san cacing di Banyumas Akhir 1930 an dr. Soe- medi: Sko- lah Juru Hygiene di Purwokrto Jaman Kemerdekaan – sebelum Orde Baru 1951 : dr. J. Leimena & dr. Patah: perpa-duan upaya kur& prev : “Konsep Bandung”/“Bandung Plan” 1956: percontohan Unit Kes Masy Desa dan Pend KesMasy di Lemah Abang, dipimpin Dr. Sulianti Soeroso  upaya preventif & promotif  1957 : dikembangkan ke 9 Provinsi

30 Evolusi Yankes Primer di Indonesia (2) Jaman Orde Baru 1968 : ditetapkan PUSKESMAS sbg sistem yankes primer terpadu (preventif & kuratif dasar)  “Konsep Bandung & Bekasi”,  5 yankes dasar Akhir 1960-an: di Ja- teng, Solo & Banjar- negara, tumbuh kegi- atan KBM: Dana Se-hat, arisan rumah se-hat dsb  toma & nakes  “Kader Kes” 1978 : Kesehatan untuk semua th 2000 /Health for All by the Year 2000  Deklarasi Alma Ata 1978 Untuk memperkuat maka PHC dikembangkan dgn kegiatan yang berbasiskan masyarakat sbb: 1979 : KB Kes terpadu (awal Temu Nas di Karangkobar. B.negara)  cikal bakal Posyandu an: PKMD, PKK dan Dasawisma  Pokja IV: Kesehatan dan Pendidikan, 1983: Posyandu (SKB 3 Menteri), UKBM dsb Jaman Reformasi & Pasca 1999: Indonesia sehat (era reformasi) dan : Desa Siaga, Poskesdes, P4K dsb 2015: Nusantara sehat (era JKN)

31 PHC menurut Alma Ata (1978) Harus meliputi paling tidak 6 program dasar: 1.Promosi kegizian yg benar & kecukupan air bersih 2.Sanitasi dasar 3.Kesehatan ibu dan anak, KB dan immunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama 4.Pencegahan dan pengendalian penyakit2 endemis 5.Penyuluhan terhadap masalah-masalah kesehatan dan metoda pencegahan serta pengendaliannya 6.Pengobatan dasar yang tepat-guna untuk penyakit- penyakit umum dan kecelakaan/trauma Sumber: Deklarasi Alma Ata, WHO, 1978

32 Sumber: Ditjen BUK, Buku Saku Puskesmas, Permenkes 75/2014, 2014

33

34

35

36 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kepmenkes RI No. 128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat  dasar kebijakan operasional Puskesmas setelah era reformasi Permenkes RI No. 75 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat  dasar kebijakan operasional Puskesmas dimasa JKN

37 Garis Besar Diskusi I.Latar Belakang II.Masalah Kesehatan di Indonesia III.Pelayanan Kesehatan Dasar di Indonesia IV.Pembahasan V.Kesimpulan VI.Saran

38 VISI DAN MISI PRESIDEN 9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA) Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia 9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA) Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia TRISAKTI: Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian dlm budaya TRISAKTI: Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian dlm budaya PROGRAM INDONESIA SEHAT PROGRAM INDONESIA PINTAR PROGRAM INDONESIA KERJA PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA PROGRAM INDONESIA KERJA PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA PENGUATAN YANKES PARADIGMA SEHAT JKN 3 DIMENSI PEMBANGUNAN: PEMBANGUNAN MANUSIA, SEKTOR UNGGULAN, PEMERATAAN DAN KEWILAYAHAN NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA DTPK Sumber: Pengarahan Menkes Pada Rakerkesnas 2015

39 Tantangan pembangunan kesehatan ↙ angka kematian ↙ angka kemiskinan ↙ angka kesakitan Pencapaian MDGs dan Post 2015 ↗ akses pelayanan Pelayanan yang terstruktur Pelayanan yang efisien & efektif Implementasi JKN Derajat kesehatan rakyat yg setinggi- tingginya 39 Sumber: Pengarahan Menkes Pada Rakerkesnas 2015

40 Paradigma Sehat Program Pengarusutamaa n kesehatan dlm pembangunan Promotif - preventif seba- gai pilar utama upaya kesehatan Pemberdayaan masyarakat Penguatan Yankes Program Peningkatan Akses terutama pd FKTPrimer Optimalisasi Sistem Rujukan Peningkatan Mutu JKN Program Benefit Sistem pembiayaan: asuransi – azas gotong royong Kendali Mutu & Kendali Biaya Sasaran: PBI & Non PBI Tanda kepe- sertaan KS 40 Penerapan pendekatan continuum of care Intervensi berbasis risiko kesehatan (health risk) PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN Sumber: Pengarahan Menkes Pada Rakerkesnas 2015

41 NoIndikatorStatus Awal Target Meningkatnya Status Kesehatan dan Gizi Masyarakat a.Angka kematian ibu per kelahiran hidup346 (SP 2010)306 b. Angka kematian bayi per kelahiran hidup32 (2012/2013)24 c. Prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak balita (persen) 19,6 (201317,0 d. Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak baduta (bawah dua tahun) (persen) 32,9 (2013) 28,0 2 Meningkatnya Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular a.Prevalensi Tuberkulosis (TB) per penduduk297 (2013)245 b. Prevalensi HIV (persen)0,46 (2014)<0,50 c. Jumlah kabupaten/kota mencapai eliminasi malaria212 (2013)300 d. tekanan darah tinggi (persen)25,8 (2013)23,4 e. Prevalensi obesitas pada penduduk usia 18+ tahun (persen)15,4 (2013)15,4 f. Prevalensi merokok penduduk usia < 18 tahun7,2 (2013)5,4 PEMBANGUNAN KESEHATAN (1) Sumber: Pengarahan Menkes Pada Rakerkesnas 2015

42 NoIndikatorStatus Awal Target Meningkatnya Pemerataan dan Mutu Pelayanan Kesehatan a.Jumlah kecamatan yang memiliki minimal satu Puskesmas yang tersertifikasi akreditasi 0 (2014)5.600 b. Jumlah kabupaten/kota yang memiliki minimal satu RSUD yang tersertifikasi akreditasi nasional 10 (2014)481 c. Presentase kabupaten/kota yang mencapai 80 persen imunisasi dasar lengkap pada bayi 71,2 (2013)95 4 Meningkatnya Perlindungan Finansial, Ketersediaan, Penyebaran dan Mutu Obat Serta Sumber Daya Kesehatan a.Persentase kepesertaan SJSN kesehatan (persen) 51,8 (Oktober 2014) Min 95 b. Jumlah Puskesmas yang minimal memiliki lima jenis tenaga kesehatan (2013)5.600 c. Persentase RSU kabupaten/kota kelas C yang memiliki tujuh dokter spesialis 25 (2013)60 d. Persentase ketersediaan obat dan vaksin di Puskesmas75,5 (2014)90,0 e. Persentase obat yang memenuhi syarat92 (2014)94 PEMBANGUNAN KESEHATAN (2) Sumber: Pengarahan Menkes Pada Rakerkesnas 2015

43 Yankes primer/dasar di Indonesia saat ini Ujung tombak yankes primer/dasar di Indonesia adalah Puskesmas Puskesmas mempunyai 3 fungsi utama: 1.Pusat yan kes primer/dasar UKP & UKM 2.Pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dan 3.Pusat pembangunan berwawasan kesehatan

44 Prinsip Upaya Puskesmas 1. UKP  “JKN” (rawat jalkan dan rawat inap darurat yankes primer) 2. UKM  Promotif dan preventif thd faktor2 resiko penyakit & pengendaliannya Kesehatan untuk semua & indikator dampak RPJMK (trmsk MDG) NCD, Gizi & Injury Penyakit Menular Endemis dan Emerging MDG & POST MDG Pelayanan kesehatan primer tak bisa hanya berkonsentrasi pada JKN saja tapi juga pada UKM Sumber: Agus Suwandono in WHO Consultation meeting in UHC 2014, and Simreg 2014 Refer ral ke RS Dengan 1. Pemberdayaan masy & 2. Pemb brwawasan kesehatan

45 Garis Besar Diskusi I.Latar Belakang II.Masalah Kesehatan di Indonesia III.Pelayanan Kesehatan Dasar di Indonesia IV.Pembahasan V.Kesimpulan VI.Saran

46 Pembangunan kesehatan di Indonesia haruslah mengacu pada RPJPK, RPJMK dan rencana tahunan  Nasional & Daerah Banyak masalah kesehatan yang masih harus diselesaikan dan masalah baru yang timbul Muara semua program kesehatan  Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar  Puskesmas Ada 2 Yankes Primer: UKP dan UKM UKP  JKN  sudah jelas program, SOP, tenaga & budgetnya walaupun masih harus diperbaiki. UKM  preventif dan promotif  kurang prioritas, kurang jelas program, SOP, tenaga & budgetnya  HARUS BERI PERHATIAN DAN PRIORITAS KHUSUS Perhatian khusus pada Input, Proses dan Outputnya Tanggung jawabnya ada pada Kemkes, Pemda, FK dan FKM, Org Profesi dan masyarakat

47 Garis Besar Diskusi I.Latar Belakang II.Masalah Kesehatan di Indonesia III.Pelayanan Kesehatan Dasar di Indonesia IV.Pembahasan V.Kesimpulan VI.Saran

48 Saran Utk Kemkes, BPJS & Pemda Perlu prioritaskan yankes primer UKM seiring dgn JKN Komunikasi dan kerja sama antara Kemkes, Pemda dan BPJS harus diperjelas utk yankes primer Tanggung jawab masing-masing dan Puskesmas thd yankes primer secara rinci harus dibahas dan dilakukan TERPENTING: Integritas dan leadership tenaga kesehatan di fasilitas yankes primer harus ditingkatkan dengan pelatihan (manajemen&substansi)dan insentif yang jelas Intensifikasi unsur input dan proses untuk program- program Puskesmas  preventif & pronotif Akreditasi Puskesmas harus segera dikerjakan, dan semua Puskesmas nantinya harus terakreditas  standard sama dan jelas Pemberdayaan masyarakat akan amat menentukan suksesnya upaya yankes primer

49 Saran utk Perguruan Tinggi Prioritas pendidikan kesehatan (kedokteran, kesmas, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan dsb) diarahkan pd kualitas yg lebih dan siap pakai dalam yankes primer. Sdgkan pendidikan spesialis, S2 kesmas dsb  yankes 2 nd & 3rd) Mungkin praktek-praktek lapangan dan kerja di daerah, pelatihan kepemimpinan dan kerja sama tim perlu dilakukan secara terintegrasi antar fakultas2 di bidang kesehatan (tidak sendiri-sendiri) Kesehatan masyarakat dan kedokteran tak bisa dipisahkan secara tegas (kedokteran butuh admin kesmas & epidemilogi, kesmas butuh patofisiologi kedokteran dsb) Para dosen dalam kum pengabdian masyarakat dan penelitian  ditujukan lebih banyak pada pelayanan kesehatan primer  advokasi pemda  (+organisasi profesi) Advokasi juga perlu  ke fakultas lain tentang pembangunan berwawasan kesehatan  para senior harus ikut “turun gunung”

50 Saran untuk Org Profesi/Assosiasi bidang Kesehatan Kerja sama antar organisasi profesi dan assosiasi bidang kesehatan  kebijakan dan ketenagaan misal: bagaimana UU 23/2014  Pemda bisa terlaksana dibidang kes. Yg sederhana  SPM bidang kesehatan& konsekuensinya. Utk ketena- gaan  kepemimpinan, etik, etika tenaga kes. Dukungan org prof dan asosiasi terhadap percepatan akreditasi RS dan Puskesmas Peningkatan anggaran kesehatan dan daya saing tenaga kesehatan (kualitas) Masukan dan usulan penyempurnaan Permenkes 75/2014 ttg Puskesmas

51


Download ppt "Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar di Era JKN Agus Suwandono Seminar Nasional Kesehatan / Kedokteran, UNDIP, Semarang, 29 Maret 2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google