Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEAMANAN KOMPUTER ADITYO NUGROHO,ST TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN PERTEMUAN 8 – CIPHER BLOK (BLOCK CIPHER) Cipher Feedback (CFB)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEAMANAN KOMPUTER ADITYO NUGROHO,ST TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN PERTEMUAN 8 – CIPHER BLOK (BLOCK CIPHER) Cipher Feedback (CFB)"— Transcript presentasi:

1 KEAMANAN KOMPUTER ADITYO NUGROHO,ST TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN PERTEMUAN 8 – CIPHER BLOK (BLOCK CIPHER) Cipher Feedback (CFB) Output Feedbac (OFB)

2 Beroperasi pada plainteks/cipherteks dalam bentuk BLOK BIT. Rangkaian bit dibagi menjadi blok-blok dng ukuran tertentu. dienkripsi / didekripsi blok per blok. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

3 Rangkaian bit-bit plainteks dibagi menjadi blok-blok bit dengan panjang sama, biasanya 64-bit atau lebih. Kemudian setiap blok di-enkripsi dengan bit-bit kunci yang panjangnya sama dengan panjang bit dalam blok plainteks. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

4 Algoritma cipher blok menggabungkan beberapa teknik kriptografi klasik dalam proses enkripsi sehingga dapat menjadi super-enkripsi. 1.Substitusi Menggantikan satu atau sekumpulan bit pada blok plainteks tanpa merubah urutannya. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

5 2.Transposisi atau permutasi Memindahkan atau menggeser posisi bit pada blok plainteks berdasarkan aturan tertentu. 3.Ekspansi Memperbanyak jumlah bit pada blok plainteks berdasarkan aturan tertentu. Misal 32-bit menjadi 48-bit. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

6 4.Kompresi Kebalikan dari ekspansi, jumlah bit pada blok plainteks dimampatkan berdasarkan aturan tertentu. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

7 Tahun 1949, Shannon mengemukakan dua prinsip (properties) penyandian (encoding) data dalam makalahnya yang berjudul Communication Theory of Secrecy Systems. Kedua prinsip tersebut digunakan dalam perancangan cipher blok yang kuat. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

8 1.Confusion Menyembunyikan hubungan apapun antara plainteks, cipherteks dan kunci. Hal ini akan membuat kriptanalis frustasi untuk mencari pola-pola yang muncul pada cipherteks. Confusion akan membuat hubungan statistik plainteks, cipherteks dan kunci menjadi rumit. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

9 2.Diffusion Menyebarkan pengaruh satu bit plainteks atau kunci ke sebanyak mungkin cipherteks sehingga perubahan pada cipherteks tidak dapat diprediksi. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

10 Untuk mendapatkan keamanan yang tinggi, prinsip confusion dan diffusion diulang berkali-kali pada tiap- tiap blok enkripsi dengan kombinasi yang berbeda. Refresh… Cipher Blok (Block Cipher)

11 Terdapat 4 mode operasi yang lazim diterapkan pada sistem blok cipher : 1.Electronic Code Book (ECB) 2.Cipher Block Chaining (CBC) 3.Cipher Feedback (CFB) 4.Output Feedback (OFB) Refresh… Mode Operasi Cipher Blok

12 Jika metode sebelumnya (CBC) diterapkan untuk transmisi data, maka enkripsi tidak dapat dilakukan bila blok plainteks yang diterima belum lengkap. Misal : Bila pengiriman data dilakukan setiap kali karakter di-input-kan dari terminal komputer ke host. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

13 Pada metode CFB, data dienkripsikan dalam unit yang lebih kecil daripada ukuran blok. Unit yang dienkripsikan dapat berupa bit per bit (seperti cipher aliran), 2-bit, 3-bit, dst. Bila unit yang dienkripsikan 1 karakter setiap kalinya, maka mode CFB-nya disebut CFB 8-bit. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

14 Secara umum CFB p-bit mengenkripsi plainteks sebanyak p-bit setiap kalinya dengan syarat : p ≤ n (n = ukuran blok) Sehingga dapat disimpulkan CFB mengenkripsi cipher blok seperti pada cipher aliran. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

15 Metode CFB membutuhkan sebuah antrian (queue) yang berukuran sama dengan ukuran blok masukan. Contoh : CFB 8-bit yang bekerja pada blok berukuran 64-bit (habis dibagi 8-bit) 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

16 Langkah proses enkripsi CFB dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.Antrian diisi dengan iv (initialization vector) seperti pada mode CBC. 2.Enkripsikan antrian dengan kunci K. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

17 3.Nilai bit (8-bit) dari byte/karakter paling kiri dari hasil enkripsi berlaku sebagai keysteram yang kemudian di-XOR-kan dengan nilai bit (8-bit) karakter pertama dari plainteks sehingga menjadi karakter (8-bit) pertama dari cipherteks. Karakter cipherteks ini dikirim (pada aplikasi komunikasi data) atau disimpan (pada aplikasi penyimpanan data). 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

18 4.Salinan dari karakter cipherteks kemudian dimasukkan kedalam antrian dari sebelah kanan. Sehingga seluruh karakter yang ada pada antrian ikut tergeser ke kiri dan menggantikan karakter 8- bit pertama (paling kiri) yang telah digunakan. 5.Proses berulang kembali untuk blok-blok selanjutnya. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

19 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

20 Langkah proses dekripsi CFB dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.Antrian diisi dengan iv (initialization vector) seperti pada mode CBC. 2.Enkripsikan antrian dengan kunci K. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

21 3.Nilai bit (8-bit) dari byte/karakter paling kiri dari hasil enkripsi berlaku sebagai keysteram yang kemudian di-XOR-kan dengan nilai bit (8-bit) karakter pertama dari cipherteks sehingga menjadi karakter (8-bit) pertama dari plainteks. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

22 4.Salinan blok cipherteks yang tadinya telah didekripsi kemudian dimasukkan kedalam antrian dari sebelah kanan. Sehingga seluruh karakter yang ada pada antrian ikut tergeser ke kiri dan menggantikan karakter 8-bit pertama (paling kiri) yang telah digunakan. 5.Proses diulang untuk blok-blok selanjutnya. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

23 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

24 Seperti pada CBC, mode CFB menggunakan skema umpan-balik dengan mengaitkan seluruh blok plainteks bersama-sama sehingga cipherteks bergantung pada semua blok plainteks sebelumnya. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

25 iv pada CFB tidak perlu dirahasiakan. iv harus unik untuk setiap pesan, sebab iv yang sama untuk setiap pesan yang mermeda akan menghasilkan keystream yang sama. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

26 Perambatan kesalahan yang terjadi pada proses enkripsi, bila terdapat kesalahan 1-bit pada blok plainteks maka akan merambat pada blok-blok cipherteks yang berkoresponden dan blok-blok cipherteks selanjutnya pada proses enkripsi. Tetapi pada proses dekripsi, blok yang terpengaruh hanya yang berkorespondensi dan 1 blok setelahnya. 3.Cipher Feedback (CFB) Mode Operasi Cipher Blok

27 Mode OFB mirip dengan mode CFB, perbedaannya terletak pada karakter p-bit paling kiri hasil enkripsi terhadap antrian disalin menjadi elemen posisi paling kanan di antrian. 4.Output Feedback (OFB) Mode Operasi Cipher Blok

28 Proses enkripsi OFB 4.Output Feedback (OFB) Mode Operasi Cipher Blok

29 Proses dekripsi OFB 4.Output Feedback (OFB) Mode Operasi Cipher Blok

30 Perambatan kesalahan yang terjadi pada proses enkripsi, bila terdapat kesalahan 1-bit pada blok plainteks maka akan merambat pada blok-blok cipherteks yang berkoresponden saja. Begitu pula dengan proses dekripsi. 4.Output Feedback (OFB) Mode Operasi Cipher Blok

31 Karakteristik kesalahan yang dimiliki OFB cocok untuk transmisi analog yang di-digitisasi, seperti suara atau video. Dalam hal ini kesalahan 1-bit dapat ditolelir, tetapi penjalaran kesalahan tidak dibolehkan. 4.Output Feedback (OFB) Mode Operasi Cipher Blok


Download ppt "KEAMANAN KOMPUTER ADITYO NUGROHO,ST TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN PERTEMUAN 8 – CIPHER BLOK (BLOCK CIPHER) Cipher Feedback (CFB)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google