Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN."— Transcript presentasi:

1 PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN

2 Perubahan Kebijakan Akuntansi Kebijakan akuntansi: Kebijakan akuntansi: Prinsip, dasar, konvensi, aturan, praktik tertentu yang dipakai oleh suatu perusahaan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan Prinsip, dasar, konvensi, aturan, praktik tertentu yang dipakai oleh suatu perusahaan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan Contoh: Contoh: Perubahan metode penilaian persediaan Perubahan metode penilaian persediaan Perubahan metode penyusutan aktiva tetap Perubahan metode penyusutan aktiva tetap Perubahan metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang Perubahan metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang Perubahan metode penentuan biaya pada indutri perminyakan Perubahan metode penentuan biaya pada indutri perminyakan

3 Perubahan Kebijakan Akuntansi Boleh dilakukan hanya jika: Boleh dilakukan hanya jika: Kebijakan yang berbeda diwajibkan peraturan perundang-undangan; Kebijakan yang berbeda diwajibkan peraturan perundang-undangan; SAK yang berlaku; atau SAK yang berlaku; atau Perubahan tersebut akan menghasilkan penyajian kejadian atau transaksi yang lebih sesuai dalam laporan keuangan perusahaan Perubahan tersebut akan menghasilkan penyajian kejadian atau transaksi yang lebih sesuai dalam laporan keuangan perusahaan

4 Perubahan Kebijakan Akuntansi Diberlakukan secara retrospektif Diberlakukan secara retrospektif Penyesuaian periode sebelumnya sebagai penyesuaian terhadap saldo laba awal periode Penyesuaian periode sebelumnya sebagai penyesuaian terhadap saldo laba awal periode Informasi komparatif diyatakan kembali, kecuali tidak praktis Informasi komparatif diyatakan kembali, kecuali tidak praktis Diberlakukan secara pospektif jika penyesuaian terhadap saldo laba awal periode tidak dapat ditentukan secara wajar Diberlakukan secara pospektif jika penyesuaian terhadap saldo laba awal periode tidak dapat ditentukan secara wajar

5 Perubahan Kebijakan Akuntansi Perubahan kebijakan karena penerapan SAK baru: Perubahan kebijakan karena penerapan SAK baru: Sesuai ketentuan masa transisi yang ditentukan dalam PSAK ybs. Sesuai ketentuan masa transisi yang ditentukan dalam PSAK ybs. Jika tidak diatur dalam masa transisi mengikuti ketentuan umum Jika tidak diatur dalam masa transisi mengikuti ketentuan umum

6 Perubahan Kebijakan Akuntansi Pengungkapan: Pengungkapan: Alasan dilakukan perubahan Alasan dilakukan perubahan Jumlah koreksi: Jumlah koreksi: Periode berjalan dan Periode berjalan dan Periode-periode sebelumnya Periode-periode sebelumnya Periode-periode sebelum periode yang tercakup dalam informasi komparatif Periode-periode sebelum periode yang tercakup dalam informasi komparatif Kenyataan informasi komparatif telah dinyatakan kembali atau kenyataan tidak praktis informasi komparatif untuk dinyatakan kembali Kenyataan informasi komparatif telah dinyatakan kembali atau kenyataan tidak praktis informasi komparatif untuk dinyatakan kembali

7 Contoh: PT X mengubah penilaian persediaan dari metode LIFO ke FIFO Sebelum 2000… 2000………………2001……………… Total-awal 2002 Hasil 2002 …….. 190,00110,00120,00420,00125,00160,00 75,00 75,00100,00335,00100,00 30,00 30,00 35,00 35,00 20,00 20,00 85,00 85,00 25,00 25,00 9,00 9,00 10,50 10,50 6,00 6,00 25,50 25,50 7,50 7,50 21,00 21,00 24,50 24,50 14,00 14,00 59,50 59,50 17,50 17,50 FIFOLIFOPerbedaanPenghasilan Pengaruh thd Pajak (30%) Pengaruh thd Laba Bersih Jurnal Penyesuaian: Db. Persediaan…………………………………………………..85,00 Kr. Hutang Pajak Penghasilan……………………………………25,50 Kr. Saldo Laba…………………………………………………………59,50

8 Sebagian Data Laporan Laba Rugi Komparatif Laba sebelum pajak…………………… Pajak penghasilan (30%)…………… Laba bersih………………………………. 125,00 125,00 37,50 37,50 87,50 87, ,00 120,00 36,00 36,00 84,00 84,00 110,00 110,00 33,00 33,00 77,00 77,00

9 Saldo Laba Komparatif untuk periode yang berakhir pada 31 Desember Saldo laba awal tahun yang dilaporkan sebelumnya…………. Penyesuaian untuk pengaruh kumulatif atas penerapan secara retrospektif metode FIFO (cat. A)…………………… Saldo laba yang telah disesuaikan………………………………….. Laba bersih………………………………………………………………….. Saldo laba akhir tahun………………………………………………….. 473,50 473,50 59,50 59,50 533,00 533,00 87,50 87,50 620,50 620, ,50 403,50 45,50 45,50 449,00 449,00 84,00 84,00 533,00 533,00 351,00 351,00 21,00 21,00 372,00 372,00 77,00 77,00 449,50 449,50

10 Catatan A: Perubahan kebijakan akuntansi PT X telah mengubah metode penilaian persediaan dari LIFO menjadi FIFO, berlaku efektif sejak 1 Januari Metode penilaian baru digunakan untuk mencerminkan nilai laba dan persediaan yang lebih baik. Laporan keuangan telah dinyatakan ulang dalam rangka penerapan metode ini secara retrospektif. Hasil dari penerapan metode ini, terdapat tambahan kewajiban pajak sebesar Rp 25,50 yang berasal dari periode sebelum Pengaruh perubahan ini terhadap penghasilan tahun 2002 (setelah pajak Rp7,50) naik Rp 17,50. Pengaruh pada tahun 2001 (setelah pajak) naik Rp14,00, dan tahun 2000 naik Rp24,5. Saldo laba untuk 2002,2001, dan 2000 telah disesuaikan untuk mencerminkan pengaruh kumulatif darti penerapan metode penilaian yang baru secara retrospektif, setelah dikenakan pajak. PT X telah mengubah metode penilaian persediaan dari LIFO menjadi FIFO, berlaku efektif sejak 1 Januari Metode penilaian baru digunakan untuk mencerminkan nilai laba dan persediaan yang lebih baik. Laporan keuangan telah dinyatakan ulang dalam rangka penerapan metode ini secara retrospektif. Hasil dari penerapan metode ini, terdapat tambahan kewajiban pajak sebesar Rp 25,50 yang berasal dari periode sebelum Pengaruh perubahan ini terhadap penghasilan tahun 2002 (setelah pajak Rp7,50) naik Rp 17,50. Pengaruh pada tahun 2001 (setelah pajak) naik Rp14,00, dan tahun 2000 naik Rp24,5. Saldo laba untuk 2002,2001, dan 2000 telah disesuaikan untuk mencerminkan pengaruh kumulatif darti penerapan metode penilaian yang baru secara retrospektif, setelah dikenakan pajak.

11 Kesalahan Mendasar Kesalahan yang cukup signifikan yang ditemukan pada periode berjalan sehingga laporan keuangan dari satu atau lebih periode-periode sebelumnya tidak dapat diandalkan lagi pada tanggal penerbitannya Kesalahan yang cukup signifikan yang ditemukan pada periode berjalan sehingga laporan keuangan dari satu atau lebih periode-periode sebelumnya tidak dapat diandalkan lagi pada tanggal penerbitannya

12 Contoh Kesalahan Penyebab kesalahan: Penyebab kesalahan: Salah perhitungan matematis Salah perhitungan matematis Salah dalam menerapkan kebijakan akuntansi Salah dalam menerapkan kebijakan akuntansi Salah menginterpretasikan fakta Salah menginterpretasikan fakta Kecurangan Kecurangan kelalaian kelalaian Contoh: Contoh: Terlalu kecil mencatat persediaan Terlalu kecil mencatat persediaan Lalai mencatat pembelian persediaan Lalai mencatat pembelian persediaan Lalai mencatat penjualan persediaan Lalai mencatat penjualan persediaan Lalai mencatat beban akru Lalai mencatat beban akru Lalai mencatat biaya dibayar dimuka Lalai mencatat biaya dibayar dimuka Lalai mencatat pendapatan akru Lalai mencatat pendapatan akru Lalai mencatat pendapatan yang ditangguhkan Lalai mencatat pendapatan yang ditangguhkan Lalai mencatat penyusutan Lalai mencatat penyusutan

13 Koreksi Kesalahan Jika diketahui pada periode terjadinya, koreksi pos melalui penyesuaian biasa Jika diketahui pada periode terjadinya, koreksi pos melalui penyesuaian biasa Jika pada periode berikutnya: Jika pada periode berikutnya: Pengaruh material: Pengaruh material: Koreksi melalui penyesuaian terhadap saldo laba periode yang bersangkutan. Koreksi melalui penyesuaian terhadap saldo laba periode yang bersangkutan. Jika kesalahan tersebut meliputi periode yang tidak disajikan dalam laporan keuangan: Jika kesalahan tersebut meliputi periode yang tidak disajikan dalam laporan keuangan: Saldo laba untuk periode-periode tersebut disesuaikan dan dingkapkan. Saldo laba untuk periode-periode tersebut disesuaikan dan dingkapkan. Informasi komparatif diyatakan kembali, kecuali tidak praktis Informasi komparatif diyatakan kembali, kecuali tidak praktis

14 Koreksi Kesalahan Mendasar Pengungkapan: Pengungkapan: Hakikat kesalahan mndasar Hakikat kesalahan mndasar Jumlah koreksi: Jumlah koreksi: Periode berjalan dan Periode berjalan dan Periode-periode sebelumnya Periode-periode sebelumnya Periode-periode sebelum periode yang tercakup dalam informasi komparatif Periode-periode sebelum periode yang tercakup dalam informasi komparatif Kenyataan informasi komparatif telah dinyatakan kembali atau kenyataan tidak praktis informasi komparatif untuk dinyatakan kembali Kenyataan informasi komparatif telah dinyatakan kembali atau kenyataan tidak praktis informasi komparatif untuk dinyatakan kembali


Download ppt "PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google