Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN 13 1 KEPEMIMPINAN dan PEMBERDAYAAN CORPORATE CULTURE PROBLEMATIKA ORGANISASI LEADERSHIP PEOPLE COMPENSATION STRUCTURE SYSTEM STRATEGY SKILL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN 13 1 KEPEMIMPINAN dan PEMBERDAYAAN CORPORATE CULTURE PROBLEMATIKA ORGANISASI LEADERSHIP PEOPLE COMPENSATION STRUCTURE SYSTEM STRATEGY SKILL."— Transcript presentasi:

1

2 PERTEMUAN 13 1 KEPEMIMPINAN dan PEMBERDAYAAN

3 CORPORATE CULTURE PROBLEMATIKA ORGANISASI LEADERSHIP PEOPLE COMPENSATION STRUCTURE SYSTEM STRATEGY SKILL

4 PATH-FINDING: terus mencari alur/benang merah keberadaan organisasi ALIGNING: Penyelarasan terhadap semua aspirasi anggota EMPOWERMENT: Pemberdayaan terhadap semua sumberdaya

5 OTOKRASI VS PARTISIPATIF SENTRALISTIK VS DESENTRALISTIK KEPEMIMPINAN 4 Masalah Pokok

6 Gaya Managerial (1) (atas dasar perilaku manajer) Otokratis Otokratis Gaya Manajerial dimana manajer biasanya memberikan perintah dan mengharpkan mereka patuhi tanpa pertanyaan Demokratis Demokratis Gaya manajerial dimana manajer biasanya meminta masukan dari bawahannya sebelum membuat keputusan tetapi tetap memegang kekuatan akhir pengambilan keputusan Free-Rein Free-Rein Gaya manejerial dimana manajer biasanya berperan sebagai penasehat terhadap bawahan yang diperbolehkan membuat keputusan Stoner, et.al, Prentice Hall, 1996

7

8

9

10 Pengertian KEPEMIMPINAN 9 Pemberdayaan (empowerment) “membagi kekuasaan (power sharing) atau mendelegasikan kekuasaan dan wewenang kepada bawahan di dalam organisasi” Pemberdayaan “adalah wewenang untuk membuat keputusan dalam kegiatan operasional individual tanpa harus memperoleh persetujuan dari siapapun”

11 Delegasi : petunjuk untuk melaksanakan tugas yang didelegasikan Proses Delegasi: 1.Pilihlah subordinat (bawahan) yang dianggap mampu 2.Jelaskan tugas dengan cara yang dapat dimengerti (untuk setiap instruksi) 3.Berikan otoritas yang secukupnya kepada subordinat tersebut 4.Ciptakan kondisi untuk dapat terus berhubungan dengan subordinat (pengendalian dan pengawasan) Coaching should take place at every step in the process

12 MENGAPA KONSEP PEMBERDAYAAN UNIK BAGI ORGANISASI ? KEPEMIMPINAN 11 1.Bawahan didorong dan dimotivasi untuk menggunakan inisiatifnya yang selama ini terpendam dalam diri bawahan akibat adanya prosedur birokrasi. 2.Bawahan tidak saja diberi wewenang tetapi juga sumber daya (resources), seperti budget/uang sehingga bawahan tidak saja membuat keputusan, tetapi mereka bisa melihat hal itu diterapkan.*

13 ALASAN UTAMA / MANFAAT PENERAPAN PEMBERDAYAAN KEPEMIMPINAN 12 Pemberdayaan memicu dan menciptakan motivasi yang kuat dari bawahan, karena berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan tingkat tinggi dari bawahan (aktualisasi diri, penghargaan diri,kebutuhan pertumbuhan). Pemberdayaan secara aktual meningkatkan jumlah total dari kekuasaan yang ada di organisasi, shg organisasi menjadi kuat. Pemimpin dapat memperoleh manfaat dari tambahan kemampuan partisipasi bawahan yang bisa diperoleh organisasi (spt : pemimpin dpt berkonsentrasi pd pencapaian visi organisasi, pemimpin tidak perlu selalu mengawasi ).*

14 KONDISI DASAR BAGI PENERAPAN PEMBERDAYAAN KEPEMIMPINAN 13 PARTISIPASI PARTISIPASI – peningkatan partisipasi meningkatkan komitmen bawahan thd kemajuan organisasi. “Partisipasi sebagai syarat suksesnya pemberdayaan” INOVASI INOVASI – pimpinan mendukung inovasi oleh bawahan. Pimpinan harus memandang bhw kegagalan inovasi bawahan merupakan kesukesan yg tertunda. AKSES PADA INFORMASI AKSES PADA INFORMASI – bawahan harus diberikan akses yg luas thd informasi krn daaapat menumbuhkan keyakinan. AKUNTABILITAS AKUNTABILITAS – wewenang membuat keputusan harus diiringi dg tanggung jawab.

15 ELEMEN POKOK YG HARUS DIPENUHI SEBELUM BAWAHAN DIBERDAYAKAN KEPEMIMPINAN 14 Bawahan harus memiliki informasi yang menyeluruh tentang kinerja perusahaan-tidak ada informasi yang dirahasiakan. Bawahan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan kontribusi bagi tujuan perusahaan. Bawahan harus mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk membuat keputusan penting. Bawahan harus memahami makna dan akibat dari pekerjaannya. Bawahan harus diberikan reward atas kinerja yg dapat dicapainya.*

16 KEUNTUNGAN & KERUGIAN PEMBERDAYAAN KEPEMIMPINAN 15 KEUNTUNGAN 1.Respon yg cepat thd kebutuhan pelanggan. 2.Efisiensi waktu untuk penyelesaian pek dan pelayanan thd pelanggan. 3.Meningkatkan kepuasaan kerja karyawan. 4.Kokohnya hub karyawan- pelanggan 5.Munculnya ide-ide kreatif utk meingkatkan kualitas produk & pelayanan.*KEUNTUNGAN 1.Respon yg cepat thd kebutuhan pelanggan. 2.Efisiensi waktu untuk penyelesaian pek dan pelayanan thd pelanggan. 3.Meningkatkan kepuasaan kerja karyawan. 4.Kokohnya hub karyawan- pelanggan 5.Munculnya ide-ide kreatif utk meingkatkan kualitas produk & pelayanan.*KERUGIAN 1.Investasi yg besar untuk seleksi karyawan 2.Investasi yg besar utk program pelatihan karyawan. 3.Kompensasi untuk karyawan yg tinggi.*KERUGIAN 1.Investasi yg besar untuk seleksi karyawan 2.Investasi yg besar utk program pelatihan karyawan. 3.Kompensasi untuk karyawan yg tinggi.*

17 10 Prinsip Pemberdayaan Karyawan 1.Tunjukkan rasa penghargaan thd karyawan 2.Libatkan dalam visi, misi, dan renstra 3.Beritahu tujuan2 penting yang akan dicapai 4.Berikan kepercayaan 5.Berikan informasi yang cukup untuk pembuatan keputusan 6.Delegasikan wewenang dan pekerjaan 7.Berikan feedback thd pekerjaan karyawan 8.Pecahkan masalah “fokuskan thd sistem yg tdk baik….” 9.Mendengarkan karyawan dan bertanya. 10.Berikan reward dan recognation KEPEMIMPINAN 16

18 1.Menciptakan visi untuk masa yang akan datang 2.Membangun strategi yang rasional untuk mencapai visi 3.Mengetahui dan memanfaatkan sumber-sumber kekuatan yang dimiliki 4.Memperkuat motivasi kelompok inti yang kegiatannya menjadi fokus pelaksanaan strategi

19 Memahami bahwa orang/SDM adalah harta terbesar organisasi Membangun dan membagi sifat kepemimpinan sampai jangkauan pengaruh terjauh agar dapat diperoleh kekuatan tanggung jawab bersama Tinggalkanlah pemahaman bahwa pemimpin masa depan adalah bukan hanya yang berorientasi pada HOW TO DO IT tetapi yang seharusnya berorientasi pada HOW TO BE

20 Dasar Kompetisi FLEXIBLE COMPANY QUALITY COMPANY EFFICIENT COMPANY INOVASI PILIHAN KUALITAS BIAYA ORGANISASI YANG INOVATIF ORGANISASI YANG FLEKSIBEL ORGANISASI YANG BERKUALITAS ORGANISASI YANG EFISIEN 60-an 70-an80-an 90-an TAHUN ORGANISASI YANG CERDAS DAYA SAING OTAK an PERMINTAANPASAR Organisasi berbasis pengetahuan

21 DULUPROSESKINI Proses yang lambat dan birokratis Gaya Manajemen klasik “perusahaan besar” Manajer Cerobong manajemen vertikal Karyawan tak berdaya Kesuksesan hanya dibagi kepada sedikit orang Workout Kecepatan Kesederhanaan Percaya diri Empowerment Berani menrentang jangkauan Tanpa batasan Pembelajaran horizontal Pimpin, jangan kelola Melibatkan seluruh pihak ‘Merangkul’ perubahan Mencari ‘cara terbaik’ dan membaginya kepada setiap orang dengan cepat Mengambil resiko Bergerak cepat Pemerataan kesejahteraan Menang dan rayakan

22 SUPERLEADERSHIP “GIVE A MAN FISH, AND HE WILL BE FED FOR A DAY ( berikan ikan, dan dia akan dapat makan sehari ) TEACH A MAN TO FISH, AND HE WILL BE FED FOR A LIFETIME” ( ajarkan dia cara memancing, dan dia akan dapat makan sepanjang hidupnya )

23 THE NEW SUPERLEADERSHIP Leading Others to lead Themselves ( by : Charles C. Manz & Henry P. Sims Jr )  Istilah “SUPERLEADERSHIP” adalah untuk menggambarkan “Kepemimpinan yang dapat membantu orang lain untuk memimpin dirinya sendiri”.  Superleadership sangat diperlukan pada organisasi saat ini maupun masa depan. Pada sebagian besar organisasi, “empowerment” (pemberdayaan) tidak lagi merupakan mode manajemen baru, akan tetap, hanya merupakan persyaratan untuk bertahan hidup (survive)  Kata “super” pada istilah “superleadership” tidak memiliki konotasi yang sama dengan istilah “superman” Superleadership tidak mencoba untuk mengangkat beban perubahan tehnologi tinggi yang sangat cepat seorang diri, melainkan membagi beban tersebut dengan orang lain.

24 SUPERLEADER Bagaimana Superleader membantu pengikutnya untuk menemukan potensi dirinya ? Bagaimana Superleader membantu pengikutnya menjadi “Self leader” yang positif dan efektif ?  Langkah pertama adalah memahami “self leadership”, yaitu: cara kita mempengaruhi kita sendiri untuk meningkatkan kepuasan dan kinerja kita sendiri  Jika kita telah memahami “self leadership”, maka selanjutnya kita dapat berkonsentrasi pada bagaimana kita dapat membantu orang lain untuk menjadi “self leader” yang lebih baik

25 SUPERLEADER Dari:  Observasi dari luar (eksternal)  Mencapai sasaran yang ditugaskan  Memotivasi didasarkan atas kompensasi eksternal  Kritik dari luar (eksternal)  Pemecahan masalah eksternal  Perencanaan eksternal  Desain tugas eksternal  Berfikir yg menghambat (“obstacle thinking)  Taat pada visi organisasi Menjadi :  Observasi sendiri  Menyusun sasaran sendiri  Motivasi juga didasar-kan atas penghargaan yg bersifat alamiah dari pekerjaan  Kritik sendiri  Pemecahan masalah sendiri  Perencanaan sendiri  Desain tugas sendiri  Opportunity thinking  Komit kepada visi bahwa pengikut dibantu untuk menciptakannya Superleader, merubah dari ketergantungan (dependence) kepada eksternal manajemen menjadi kemandirian (independence  Self- Leadership)

26 Makin sedikit perhatian pada apa yang diucapkan dan makin banyak apa yang mereka sajikan Makin sedikit gelar dan kedudukan yang dikedepankan, dan lebih banyak manfaat keahlian dan kemampuan mereka Makin sedikit apa yang mereka kendalikan dan lebih banyak apa yang mereka bentuk Makin sedikit sasaran yang mereka tentukan dan lebih banyak pola pikir yang mereka bangun Keberhasilan suatu organisasi tidak tergantung pada karakter organisasi itu sendiri, tetapi tergantung pada pemimpinnya (Dave Ulrich dalam The Leader of the Future, 1996)

27


Download ppt "PERTEMUAN 13 1 KEPEMIMPINAN dan PEMBERDAYAAN CORPORATE CULTURE PROBLEMATIKA ORGANISASI LEADERSHIP PEOPLE COMPENSATION STRUCTURE SYSTEM STRATEGY SKILL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google