Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Strategi Belajar Mengajar 2 SKS Badarudin, S.Pd. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Unggul, Modern, Islami.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Strategi Belajar Mengajar 2 SKS Badarudin, S.Pd. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Unggul, Modern, Islami."— Transcript presentasi:

1 Strategi Belajar Mengajar 2 SKS Badarudin, S.Pd. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Unggul, Modern, Islami

2 Identitas Pribadi Nama : BADARUDIN, S.Pd. NIK. : NIDN : Pendidikan : S-1 PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Status : Menikah Alamat Rumah : Jl. Nagrog, Perum Ujung Berung Regency, Blok H No. 17 Kel. Pasirjati, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung Nomor Telp. : Website : Riwayat Pekerjaan 1. Tim Independent Pemantau UNAS 05/06 Kab. Bandung Mei Operator UPI Net Kampus Cibiru Tahun 2006 – Staf Administrasi SD Laboratorium UPI Cibiru Tahun 2007 – Guru Kelas di SDN Sukakarya, Kota Bandung (GTT) Tahun 2006 – Dosen FKIP PGSD UM Purwokerto Tahun 2009 – sekarang 6. Pengelola SD UMP Tahun

3 Kemp (1995) Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efktif dan efisien Dick and Carey (1985) Strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajran yang digunakan secara bersama- sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa

4 Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia : Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. James O. Whittaker, Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Winkel, Belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. Cronchbach, Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

5 Pengertian Mengajar T.Raka Joni (1985)  mengajar sebagai pencipta suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Davis (1971)  Mengjar sebagai suatu aktivitas profesional yang memerlukan keterampilan tingkat tinggi dan mencakup pengambilan keputusan

6 Secara Umum, strategi mempunyai pengertian Suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah di tentukan. Jika dihubungkan dengan Belajar mengajar, Strategi bisa diartikan sebagai Pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Strategi belajar mengajar adalah kegiatan guru bersama-sama dengan siswa dalam proses belajar mengajar dan guru memberikan kemudahan atau fasilitas kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan Pengertian Strategi Belajar Mengajar

7 Strategi pembelajaran mencakup jawaban atas pertanyaan : a. siapa melakukan apa dan menggunakan alat apa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini menyangkut peranan sumber belajar serta penggunaan bahan dan alat bantu mengajar/media. b. bagaimana melaksanakan tugas belajar yang telah diidentifikasikan (hasil analisis) sehingga tugas tersebut dapat memberikan hasil belajar yang optimal. Kegiatan ini menyangkut metode dan teknik. c. kapan dan dimana kegiatan belajar mengajar dilaksanakan serta berapa lama kegiatan tersebut dilaksanakan. Kegiatan ini menyangkut uraian tentang jadwal kegiatan, tempat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, format dan lama waktu pertemuan.

8 Empat Strategi dasar dalam mengajar yang meliputi hal-hal berikut : 1.Mengidentifikansi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. 2.Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.] 3.Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan tekhnik belajar mengajar yang dianggap paling tepatdan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.

9 4.Menetapkan norma-normadan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar-mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.

10 Konsep Dasar Strategi belajar mengajar, a)Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku b)Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar, c)Memilih prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar, dan d)Menetapkan norma dan kriteria keberhasilah kegiatan belajar mengajar. Sasaran Kegiatan Belajar Mengajar a)Pengembangkan bakat secara optimal, b)Hubungan antarmanusia, c)Tanggung jawab selaku warga negara Klasifikasi Strategi Belajar Mengajar

11 Belajar mengajar sebagai suatu sistem “Seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan” Hakikat proses belajar mengajar “proses perubahan prilaku berkat pengalaman dan latihan, artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.”

12 Memilih sistem belajar mengajar a)enquiry-discovery approach, belajar mencari dan menemukan sendiri. b) expository approach, persiapan secara rapi, sistematis, dan lengkap. c)mastery learning, penguasaan materi secara penuh. d) humanistic education.,kemampuan dasar kecerdasan para siswa sangat bervariasi secara individu. e)Pengorganisasian kelompok belajar, membentuk kelompok belajar.

13 Suatu aspek dari lingkungan sekolah yang diorganisasi Adanya job description, komponen analisi pengelolaan belajar mengajar. “merencanakan, mengorganisasi, pengkoordinasikan, dan mengawasi.” Implementasi Belajar Mengajar

14 HAKIKAT, CIRI, dan KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR Badarudin, S.Pd.

15 Alur Kegiatan Belajar Mengajar

16 Kegiatan Guru dalam Mengajar

17 Hakikat Belajar Mengajar

18 Ciri-ciri Belajar Mengajar

19 Komponen-komponen Belajar Mengajar 1. Tujuan 2. Materi 3. Metoda 4. Alat 5. Sumber Belajar 6. KBM 7. Evaluasi Komponen Belajar Mengajar

20 Penentu Penggunaan Metode Pembelajaran Faktor-faktor yang mempengaruhi metode Anak didik Tujuan Situasi Fasilitas Guru

21 Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Badarudin, S.Pd.

22 Karakteristik Anak Usia SD Bassett, Jacka, dan Logan (1983) dalam Sumantri (1999:12-13) 1.Mereka secara alamiah memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan tertarik akan dunia sekitar yang mengelilingi diri mereka sendiri 2.Mereka senang bermain dan lebih suka bergembira/riang 3.Mereka suka mengatur dirinya untuk menangani berbagai hal, mengeksplorasi suatu situasi dan mencobakan usaha- usaha baru. 4.Mereka biasanya tergetar perasaannya dan terdorong untuk berprestasi sebagaimana mereka tidak suka mengalami ketidakpuasan dan menolak kegagalan- kegagalan. 5.Mereka belajar secara efektif ketika mereka merasa puas dengan situasi yang terjadi 6.Mereka belajar dengan cara bekerja, mengobservasi, berinisiatif dan mengajar anak-anak lainnya

23 Guru dalam Mengajar Anak Usia SD 1.Menjadikan anak-anak senang, bergembira dan riang dalam belajar. 2.Memperbaiki berpikir kreatif anak-anak, sifat keingintahuan, kerjasama, harga diri dan rasa percaya pada diri sendiri, khususnya dalam menghadapi kehidupan akademik. 3.Mengembangkan sikap positif anak-anak dalam belajar. 4.Mengembangkan afeksi dan kepekaan terhadap persitiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungannya, khususnya perubahan yang terjadi dalam lingkungan sosial dan teknologi.

24 Hakekat Mengajar di SD Pandangan tentang mengajar : a. Mengajar dipandang sebagai ilmu b. Mengajar sebagai teknologi c. Mengajar sebagai suatu seni d. Mengajar sebagai pilihan nilai e. Mengajar sebagai keterampilan

25 Guru dalam Mengembangkan Suatu Sistem Pengajaran 1.Mengkondisikan anak untuk menyukai, merasa gembira dan senang belajar di sekolah. 2.Mengembangkan berbagai cara dan metode yang bervariasi dan menarik di dalam mengajar secara terpadu. 3.Menjembatani antara kehidupan sekolah dengan kehidupan anak itu sendiri dalam pengajaran. 4.Mengobservasi gaya belajar mereka, kebutuhannya dan menaruh perhatian atas tuntutan individual anak dalam kaitannya dengan implementasi kurikulum yang berlaku.

26 Pendekatan dalam Belajar Mengajar Badarudin, S.Pd.

27 Pengertian Pendekatan -Pendekatan (approach) memiliki pengetahuan yang berbeda dengan strategi (Sanjaya Wina, 2007), -Pendekatan bersifat filosofis paradigmatik,yang mendasari aplkasi strategi dan metode. -Pendekatan adalah pola/cara berpikir atau dasar pandangan terhadap sesuatu. Pendekatan dapat diimplementasikan dalam sejumlah strategi. Sedangkan, strategi adalah pola umum perbuatan guru-siswa di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Strategi dapat diimplementasikan dalam beberapa metode.

28 Macam-macam Pendekatan Belajar Mengajar Roy Killen (1998) berpendapat pendekatan pembelajaran berdasarkan pada subjek dan objek pembelajaran. dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher- centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred approaches).

29 Berdasarkan pemerolehan bahan pembelajaran, terdapat empat pendekatan yaitu Pendekatan Kontekstual Pendekatan Konstruktivis Pendekatan deduktif Pendekatan Induktif Pendekatan konsep pendekatan proses atau dikenal dengan pendekatan keterampilan proses

30 Pendekatan Kontekstual Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education,2001)

31 Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting,yaitu: 1.Mengaitkan 2. Mengalami 3. Menerapkan. 4. Kerjasama. 5. Mentransfer.

32 PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan.

33 Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme Dengan adanya pendekata konstruktivisme,pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide- ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori. Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa. Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari. Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari

34 PENDEKATAN DEDUKTIF Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks,peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatuyangkhusus.

35 PENDEKATAN INDUKTIF Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu,lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.

36 Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi, sehingga hasilnya kurang bermakna dan kurang bertahan lama. Kondisi demikian cenderung memperlihatkan modus pembelajaran yang lebih expository. Pendekatan Konsep

37 Prosedur expository adalah sebagai berikut: Preparasi, yaitu guru menyiapkan bahan selengkapnya secara sistematis dan rapi. Apersepsi, yaitu guru bertanya atau memberikan uraian singkat untuk mengarahkan perhatian peserta didik kepada materi yang akan diajarkan. Presentasi, yaitu guru menyajikan bahan dengan cara memberikan ceramah atau menyuruh peserta didik membaca bahan yang telah dipersiapkan (diambil) dari buku teks tertentu atau ditulis oleh guru. Resitasi, yaitu bertanya dan peserta didik disuruh menyatakan kembali dengan kata-kata sendiri pokok-pokok yang telah dipelajari (lisan atau tertulis).

38 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan ketrampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan, sehingga peserta didik mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah), sehingga kevalidannya dapat diandalkan.

39 Keterampilan proses dapat lebih disederhanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Sajikan masalah-masalah aktual kepada peserta didik dalam konteks yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Strukturkan pembelajaran di sekitar konsep-konsep primer. Beri dorongan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sendiri. Beri motivasi mereka untuk menemukan jawaban- jawaban dari pertanyaannya sendiri. Beri motivasi mereka untuk menemukan pendapat dan hargai sudut pandangnya. Tantang mereka untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam, bukan sekedar menyelesaikan tugas. Anjurkan peserta didik untuk bekerja dalam kelompok. Dorong mereka untuk berani menerima tanggung jawab.

40 Model Pembelajaran Badarudin, S.Pd.

41 Pengertian Model Pembelajaran Winataputra (1994) menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan tertentu Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran

42 model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran : Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai Langkah-langkah mengajar yang duperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.

43 MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG Model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang lebih berpusat pada guru dan lebih mengutamakan strategi pembelajaran efektif guna memperluas informasi materi ajar

44 Macam-Macam Pembelajaran Langsung Ceramah, merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar. Praktek dan latihan, merupakan suatu teknik untuk membantu siswa agar dapat menghitung dengan cepat yaitu dengan banyak latihan dan mengerjakan soal. Ekspositori, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit. Demonstrasi, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah dan ekspositori, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit dan siswa lebih banyak dilibatkan. Questioner Mencongak

45 Ciri-Ciri pada Pembelajaran Langsung Proses pembelajaran didominasi oleh keaktifan guru. Suasana kelas ditentukan oleh guru sebagai perancang kondisi. Lebih mengutamakan keluasan materi ajar daripada proses terjadinya pembelajaran. Materi ajar bersumber dari guru

46 Tujuan Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung dikembangkan untuk mengefisienkan materi ajar agar sesuai dengan waktu yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Dengan model ini cakupan materi ajar yang disampaikan lebih luas dibandingkan dengan model-model pembelajaran yang lain.

47 MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak­tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim, dkk, 2000:7). Menurut Slavin (1997), pembelajaran kooperatif, merupakan model pembelajaran dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen. Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada model pengajaran, siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan Wikandari, 2000:25). Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam mempelajari sesuatu.

48 Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) Group Investigation Jigsaw Think Paire Share (TPS) Team Games Tournamen (TGT) etc

49 Ciri-Ciri dan Tahapan pada Model Kooperatif siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar, kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah, jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda- beda, penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.

50 Tujuan Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit. Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Mengajarkan untuk saling menghargai satu sama lain. Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial.

51 MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan, 2002 : 123).

52 Macam-Macam Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pembelajaran berdasarkan proyek (project-based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. pembelajaran berdasarkan pengalaman (experience- based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa melakukan percobaan guna mendapatkan kesimpulan yang benar dan nyata. belajar otentik (authentic learning), pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa mengembangkan ketrampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting dalam konsteks kehidupan nyata. Pembelajaran bermakna (anchored instruction), pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna

53 Ciri-Ciri dan Tahapan pada Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pengajuan pertanyaan atau masalah. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin. Penyelidikan autentik. Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah, mengembangkan hipotesis, dan membuat ramalan, mengumpul dan menganalisa informasi, melakukan eksperimen (jika diperlukan), membuat inferensi, dan merumuskan kesimpulan. Menghasilkan produk dan memamerkannya. Kolaborasi. Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil.

54 Pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 langkah utama Tahap-5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. a)Orientasi siswa pada masalah b)Mengorganisasi siswa untuk belajar c)Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. d)Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. e)Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

55 Peran Guru dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah autentik, yaitu masalah kehidupan nyata sehari-hari. Memfasilitasi/membimbing penyelidikan misalnya melakukan pengamatan atau melakukan eksperimen/ percobaan. Memfasilitasi dialog siswa. Mendukung belajar siswa.

56 BERBAGAI JENIS MODEL PEMBELAJARAN Examples non examples Picture and picture Numbered heads together Cooperative script Kepala bernomor struktur Student-teams achievement divisions Jigsaw Problem based introduction Artikulasi Mind maping Make a-match Think pair and share Debate Role playing Group investigation Talking stik Bertukar pasangan Snowball throwing Students facilitator and explainin Course review horay Demonstration Explicit Introduction Cooperative Integrated Reading And Composition Inside-outside-circle Tembok Kata Word Square Scramble Take And Give ConseptsentenSE Complette Sentences Time Token Arends Pair Cheks Spencer Kagen Keliling Kelompok Tari Bambu Dua Tinggal Dua Tamu

57 Sekian, Semoga Bermanfaat !


Download ppt "Strategi Belajar Mengajar 2 SKS Badarudin, S.Pd. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Unggul, Modern, Islami."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google