Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

4/22/20151 IKATAN KIMIA Standar Kompetensi Kompetensi DasarDasar Indikator Susunan Elektron Gas Mulia Ikatan Ion Ikatan Kovalen.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "4/22/20151 IKATAN KIMIA Standar Kompetensi Kompetensi DasarDasar Indikator Susunan Elektron Gas Mulia Ikatan Ion Ikatan Kovalen."— Transcript presentasi:

1

2 4/22/20151 IKATAN KIMIA Standar Kompetensi Kompetensi DasarDasar Indikator Susunan Elektron Gas Mulia Ikatan Ion Ikatan Kovalen

3 IKATAN KIMIA 1. Ikatan kimia adalah …. 2.a.Tujuan atom berikatan …. b. Aturan duplet adalah ….. c. Aturan oktet adalah ….. 3. Dengan cara apa atom-atom berikatan : a. b. 4. Ciri atom melepas elektron …. Contoh: 5. Ciri atom menangkap elektron … Contoh :

4 CHEMICAL BOND 1. Chemical bond is a. Purpose of tying (bonding) atoms... b. duplet rule is... c. Octet rule is By the way of is tying (bonding) atoms : a. b. 4. Atom characteristic releases electron... Example: 5. Atom characteristic catchs electron... Example:

5 IKATAN KIMIA KESTABILAN ATOM DALAM IKATAN KIMIA Ikatan kimia menggambarkan cara atom-atom bergabung membentuk molekul, senyawa atau ion. Ikatan Kimia = Gaya yang mengukuhkan atom-atom dalam molekul. Ikatan antar atom dapat terjadi karena ada interaksi elektron antara atom yang satu dengan yang lain sehingga terbentuk suatu molekul, senyawa atau gugusan atom.

6 TERJADINYA IKATAN Atom-atom unsur memiliki kecenderungan ingin stabil seperti gas mulia terdekat yang memiliki susunan 8e pada kulit terluar ( oktet ), kecuali helium dengan 2e ‑ pada kulit terluar ( duplet ). Untuk mencapai kestabilan, atom-atom unsur saling mengadakan ikatan yang disebut Ikatan kimia. Pembentukan ikatan kimia dapat terjadi berdasarkan serah terima atau pemasangan elektron, bergantung pada jenis unsur yang berikatan.

7 Struktur Oktet : struktur stabil dengan 8 elektron valensi Struktur duplet : struktur stabil dengan 2 elektron valensi

8 Lambang Atom Jumlah Elektron pada Kulit Jumlah Elektron Valensi KLMNOP 2 He 10 Ne 18 Ar 36 Kr 54 Xe 86 Rn Tabel Konfigurasi Elektron Gas Mulia (Gol VIII A)

9 Penulisan konfigurasi elektron khusus golongan A 1.Isikan elektron di kulit yang lebih dalam dulu sebanyak maksimal dalam kulit tersebut. 2.Jika sisa elektron KURANG dari 32 maka isikan di kulit berikutnya sebanyak Jika sisa elektron KURANG 18 maka isikan di kulit berikutnya sebanyak 8. 4.Catatan di kulit terluar maksimal terisi 8 elektron.

10 Lambang Atom Jumlah Elektron pada Kulit Jumlah Elektron Valensi KLMNOP 2 He22 10 Ne Ar Kr Xe Rn Tabel Konfigurasi Elektron Gas Mulia (Gol VIII A)

11 Atom 10 Ne Atom 18 Ar

12 1.Atom yang melepas elektron ciri: a. E ionisasi kecil  mudah melepas elektron yaitu atom-atom logam  elektron valensi < 3 contoh 11 Na : (melepas 1 elektron) ion Na + : 2. 8 (oktet)

13 Atom yang melepas elektron dari Gol IA dan IIA Gol III A  ada yang melepas (atom Al, Ga,In, Tl)  yang menangkap elektron : atom B Atom yang menangkap elektron dari Gol IVA, VA, VIA, VIIA Gol IA  elektron valensi= 1  melepas satu elektron, membentuk ion +1 Li +, Na +, K +, Rb +, Cs + Gol IIA  elektron valensi= 2  melepas 2 elektron membentuk ion +2 Mg +2, Ca +2, Sr +2, Ba +2, Ra +2

14 OKTET 11 Na ( )  ion Na + (2. 8) melepas 1e 19 K ( )  melepas 1 elektron  ion K + : sesuai struktur 18 Ar 12 Mg ( )  ion Mg 2+ (2. 8) melepas 2 e 20 Ca ( )  melepas 2 elektron  ion Ca +2 : sesuai struktur 18 Ar Li (2. 1)  ion Li + (2) melepas 1e struktur HeDuplet

15 b. Menangkap Elektron Pencapaian kestabilan dengan menangkap elektron dilakukan oleh unsur non logam karena mempunyai afinitas elektron atau kelektronegatifan yang relatif besar (bersifat elektronegatif). Atom-atom menyerap/ mengikat elektron supaya memiliki elektron valensi 8 (oktet) atau 2 (duplet) seperti gas mulia (gas inert/ golongan VIIIA).

16 Atom yang melepas elektron  atom logam Atom yang menangkap elektron  atom nonlogam

17 Contoh : 9 F (2.7) + 1e  ion F - (2.8) struktur Ne 8 O (2. 6) + 2 e  ion O -2 (2. 8) struktur Ne 16 S (2.8.6) + 2 e  ion S -2 (2.8.8) struktur Ar 7 N (2. 5) + 3 e  ion N -3 (2. 8) struktur Ne Oktet Atom Na ( )  ion Na + (2. 8) + 1e Atom Mg ( )  ion Mg 2+ (2. 8) + 2e Duplet Atom 3 Li (2. 1)  ion Li + (2) + 1e

18 Tabel Konfigurasi Elektron Atom-atom Bukan Gas Mulia Lambang Atom Nomor Atom Jumlah Elektron pada Kulit Jumlah Elektron Valensi KLMNOP Na Mg Al Cl Elektron valensi pada suatu atom digambarkan dengan lambang titik (. ) atau silang kecil ( x ) disebut struktur Lewis. Contoh :

19 Ikatan Kimia : A. antar atom dalam 1 molekul. B. antar molekul A. Ikatan kimia dalam 1 molekul dibedakan: 1. ikatan ion 2. ikatan kovalen 3. ikatan kovalen koordinasi(datif) 4. ikatan logam B. Ikatan kimia antar molekul dibedakan: 1. Ikatan Hidrogen 2. Ikatan Vanderwalls

20 PERANAN ELEKTRON DALAM IKATAN KIMIA Menurut GN Lewis dan Kossel : 1. Elektron yang berperanan dalam ikatan kimia adalah elektron Valensi. 2.Atom mempunyai kecenderungan untuk memiliki struktur seperti gas mulia, yaitu struktur oktet atau duplet. Struktur Oktet : struktur stabil dengan 8 elektron valensi struktur duplet : struktur stabil dengan 2 elektron valensi

21

22 Struktur Lewis Na Cs Li HK Mg Al BCN O FClX Ne

23 Pembentukan Ikatan Ion Ikatan ion terbentuk melalui gaya elektrostatis antara ion yang berbeda muatan sebagai akibat serah terima elektron dari satu atom ke atom lain. Ikatan ion terjadi antara atom yang melepaskan elektron ( unsur logam ) dengan atom yang menangkap elektron ( unsur non logam ). Contoh : Pembentukan NaCl dari unsur natrium dan klorin dapat digambarkan dengan rumus elektron ( rumus Lewis ) sebagai berikut :

24 Ikatan Ion  Gaya ikat elektrostatik  Terjadi serah terima elektron  Antara atom yang melepas elektron dengan atom yang menangkap elektron  Antara yang memiliki E ionisasi kecil dengan atom yang memiliki keelek- tronegatifan besar.  Antara atom logam dengan atom nonlogam.

25 Tuliskan proses pembentukan ikatan ion dari: a. atom 12 Mg dengan atom 8 O b. atom 13 Al dengan atom 17 Cl c. atom 19 K dengan atom 8 O d. atom 20 Ca dengan atom 16 S e. atom 20 Ca dengan atom 8 O f. atom 13 Al dengan 8 O g. atom 12 Mg dengan atom 35 Br

26 Ikatan antara atom Na dan Cl 11 Na  melepas 1elektron 17 Cl  menangkap 1 elektron Na  Na + + e Cl + e  Cl - ____________________ Na + Cl  Na + + Cl -  NaCl

27 Ikatan antara atom Mg dan Cl 12 Mg  melepas 2elektron 17 Cl  menangkap 1 elektron Mg  Mg e (Cl + e  Cl - ) x 2 ___________________ Mg + 2 Cl  Mg Cl -  MgCl 2

28 SOAL ULANGAN IKATAN KIMIA 1.Tentukan pembentukan ikatan ion dari: a. 20 Ca dengan 9 F b. 19 K dengan 16 S c. 11 Na dengan 8 O d. 12 Mg dengan 17 Cl 2.Tuliskan nama senyawa ion berikut : a. Al 2 O 3 b. KCl c. AgBr d. Ca 3 N 2 e. CrCl 3 3. Tentukan PEI dan PEB dari : a. MgF 2 b. BCl 3 c. NO 2 d.CH 4 4. Tuliskan nama senyawa berikut : a. K 2 O b. SO 3 c. CS 2 d. AgCl 3 e. P 2 O 3

29 TERJADINYA IKATAN KOVALEN Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron yang berasal dari atom-atom yang berikatan. Ikatan ini terjadi antara unsur nonlogam dengan nonlogam yang sama-sama ingin menangkap elektron. Contoh : Pada senyawa FCl Perhatikan elektron ikatan ( bonding electron ) yang berada di antara F dan Cl. Pasangan elektron ikatan ini berasal dari F dan Cl. Sepasang elektron ikatan tersebut digunakan bersama sehingga setelah berikatan elektron valensi kedua atom “seolah-olah” menjadi 8 ( oktet ) seperti gas mulia.

30 Ikatan Kovalen  antara atom nonlogam dengan nonlogam  antara atom yang menangkap elektron dengan atom yang menangkap elektron  pemakaian pasangan elektron bersama. Contoh : HCl, NH 3, BF 3, H 2 O, CH 4 dll Lambang lewis (rumus elektron)  elektron valensi dilambangkan titik atau silang. Dalam molekul NH 3 Atom 7 N : 2. 5  elektron valensi 5  N  menangkap 3 elektron Atom 1 H: 1  elektron valensi 1  H x  menangkap 1 elektron

31 30 IKATAN ION Ikatan ion - antara ion positif dengan ion negatif - ada yang melepas e - dan ada yang menerima e - - unsur elektroposiitif dengan elektronegatif - gol. IA, IIA, beberapa IIIA dengan VA, VIA, VIIA - logam dengan non logam

32 4/22/ Ikatan Kimia IKATAN ION Gas mulia Contoh pembentukan NaCl 11 Na : 2,8,1IA 17 Cl : 2,8,7 VIIA Na  Na + + e - Cl + e -  Cl - Na + Cl  Na + Cl - Rumus Kimia : NaCl

33 4/22/ Ikatan Kimia IKATAN ION Gas mulia Contoh pembentukan AlCl 3 13 Al : 2,8,3IIIA 17 Cl : 2,8,7 VIIA Al  Al e - Cl + e -  Cl - Al + 3Cl  Al 3+. 3Cl - x3 Rumus Kimia : AlCl 3

34 4/22/ Ikatan Kimia IKATAN KOVALEN Ikatan kovalen - pemakaian bersama pasangan elektron - antar unsur nonlogam dengan nonlogam - antar unsur dengan keelektronegatifan besar Kaidah oktet : tiap atom dikelilingi 8 elektron, kecuali H dikelilingi 2 elektron, seperti atom He B dikelilingi 6 elektron (3 pasang) P dapat dikelilingi hingga 10 elektron (5 pasang) S dapat dikelilingi hingga 12 elektron (6 pasang) Kerja sama antar atom : atom yang kekurangan elektron sebanyak n akan menyumbangkan elektron sebanyak n pula

35 4/22/ H Contoh pembentukan CH 4 6 C : 2,4 IVA 1 H : 1 IA punya 4 e -, kurang 4 e -, menangkap 4e - punya 1 e -, kurang 1 e -, menangkap 1e - CH x 4 C H HH

36 4/22/ Contoh pembentukan NH 3 7 N : 2. 5VA 1 H : 1 IA punya 5 e -, kurang 3 e -, menangkp 3e - punya 1 e -, kurang 1 e -, menangkp 1e - NH x 3 HH H N

37 4/22/ Contoh pembentukan H 2 O 8 O : 2,6 VIA 1 H : 1IA punya 6 e -, kurang 2 e -, nyumbang 2e - punya 1 e -, kurang 1 e -, nyumbang 1e - OH x 2 HH O

38 4/22/ Contoh pembentukan O 2 8 O : 2,6 VIA 8 O : 2,6 VIA punya 6 e -, kurang 2 e -, menangkp 2e - O O OO O = O

39 x N + 3 H x N H x x H H Dalam molekul NH 3 Atom 7 N : 2. 5  elektron valensi 5  N  menangkap 3 elektron Atom 1 H: 1  elektron valensi 1  H x  menangkap 1 elektron

40 N + 3 H x x N H x x H H

41 Rumus molekul Rumus lewis Rumus struktur (rumus elektron) (rumus bangun) H H I NH 3 N H N – H H I H

42 Tuliskan jumlah PEI dan PEB dari molekul berikut: HCl, PCl 3, BF 3, H 2 O, Cl 2, PCl 5 nomor atom H= 1, B= 5, O= 8, F= 9,C= 6, N=7, Cl= 17, P= 15 Ingat elekteron valensi! 1 H konfigurasi elektron 1  elektron valensi = 1 7 N konfigurasi elektron 2. 5  elektron valensi = 5 6 C konfigurasi elektron 2. 4  elektron valensi = 4 8 O konfigurasi elektron 2. 6  elektron valensi = 6 5 B konfigurasi elektron 2. 3  elektron valensi = 3 17 Cl konfigurasi elektron  elektron valensi = 7 9F konfigurasi elektron 2. 7

43 Pemakaian bersama pasangan elektron Antara atom H dengan H dalam molekul H 2 + DUPLET H HHH

44 Ikatan antara atom H dan Cl 1 H  1 elektron valensi 1  menangkap 1 elekton 17 Cl  elektron valensi 7  menangkap 1 elektrron + H Cl H DUPLET

45 IKATAN KOVALEN RANGKAP Ikatan ini melibatkan pemakaian bersama lebih dari satu pasang elektron oleh dua atom yang berikatan. Ikatan kovalen rangkap/ ganda dibedakan menjadi dua yaitu ikatan kovalen rangkap dua dan ikatan kovalen rangkap tiga. Ikatan kovalen rangkap dua Contoh :

46 Ikatan kovalen rangkap tiga Contoh : Ikatan antara atom nitrogen dengan atom nitrogen dalam molekul N 2

47 Ikatan Kovalen Polar dan Non Polar Jika dua atom ( diatomik ) yang berbeda berikatan kovalen, maka molekulnya memiliki kutub (positif dan negatif), disebut polar. Hal ini akibat momen dipol. Momen dipol ialah perkalian jarak antar dua atom yang berikatan dengan perbedaan keelektronegatifan antar dua atom yang berikatan. Makin besar momen dipolnya, makin polar senyawanya. Senyawa yang memiliki momen dipol nol (0), disebut senyawa non polar. Molekul polar memiliki bentuk molekul ( struktur ruang ) yang tidak simetris : atom yang elektronegatifitasnya besar tidak berimpit dengan atom yang elektronegatifnya kecil. Sehingga seakan-akan molekul tersebut bermuatan.

48 Langkah – langkah untuk menggambarkan ikatan kovalen : –Tentukan nomor atom masing2 –Tentukan konfigurasi elektron –Tentukan elektron valensi –Elektron valensi menentukan jumlah elektron masing2 atom –Lengkapi dengan PEI dan PEB

49

50 Molekul diatomik yang sama selalu simetris dan selalu Nonpolar. Hal ini karena elektron ikatan tertarik ke dua arah dengan kekuatan tarikan ( elektronegatifitas ) yang sama besar. Contoh : H 2, O 2, F 2 Molekul simetri poliatomik yang memiliki atom pusat tanpa elektron bebas ( lone pair electron ) selalu nonpolar. Contoh : CCl 4, CH 4, CO 2, SF 6, PCl 5

51 Senyawa poliatomik simetris yang memiliki atom pusat berpasangan elektron bebas ( lone pair electron ) selalu polar Hal ini karena pasangan elektron bebas lebih kuat dibanding pasangan elektron ikatan sehingga menimbulkan elektronegatifitas yang besar. Contoh : H 2 O, NH 3

52 Soal : Tentukan PEI dan PEB dari: a. NO b. Cl 2 C. CO 2 d. H 2 O e. MgF 2

53 Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi adalah ikatan kovalen yang terjadi jika pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu atom yang berikatan, sedang atom yang lain tidak ikut menyumbang. Contoh : N 2 O, SO 2, SO 3, H 2 SO 4, NH 4 +,


Download ppt "4/22/20151 IKATAN KIMIA Standar Kompetensi Kompetensi DasarDasar Indikator Susunan Elektron Gas Mulia Ikatan Ion Ikatan Kovalen."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google