Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ENTERTAINMENT INDUSTRY PRODUCTION & MARKETING 010809 CONTOH & TIPE KURIKULUM S2 STIKOM ERWIN RAMEDHAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ENTERTAINMENT INDUSTRY PRODUCTION & MARKETING 010809 CONTOH & TIPE KURIKULUM S2 STIKOM ERWIN RAMEDHAN."— Transcript presentasi:

1 ENTERTAINMENT INDUSTRY PRODUCTION & MARKETING CONTOH & TIPE KURIKULUM S2 STIKOM ERWIN RAMEDHAN

2 CARNEGIE MELLON HEINZ COLLEGE SCHOOL OF INFORMATION SYSTEMS AND MANANGEMENT. Peran kunci information systems dalam proses produksi. Peran perangkat lunak/software dalam proses produksi industri hiburan di AS. Proses produksi dan marketing tsb. sangat kompleks.

3 MEIM MASTER ENTERTAINMENT INDUSTRY MEIM prepares you with the credentials and expertise that make you highly marketable in today's fast-paced, competitive entertainment world. Our core courses cover management, technology, financial, quantitative and communication skills within the context of creative enterprises. Case studies, based on issues confronted by actual organizations, and guest speakers serve as the basis for analysis and discussion in many of the courses. Below are the courses you need to complete the degree.

4 YEAR 1 FALL SEMESTER Applied Economic Analysis Organizational Management For-Profit Structures & Systems Empirical Methods Strategic Presentation (or Writing) Skills Financial Accounting HR Management in Creative Enterprises

5 YEAR 1 SPRING SEMESTER Contemporary Marketing Principles Strategic Presentation (or Writing) Skills Entrepreneurship in Creative Enterprises Technology Planning for Creative Enterprises Database Theory/Practice Managing in a Multi-Cultural Society Elective Courses

6 YEAR 2 FALL SEMESTER Television Production & Finance Business Development Script/Story Analysis Television Development Network Strategies Film/Television Business/Legal Affairs Branded Entertainment Practicum I Practicum I

7 YEAR 2 SPRING SEMESTER Film Production & Finance Creative Producing New Media Content & Distribution Intellectual Property Rights Issues Film Marketing & Advertising Negotiation Practicum II Capstone Project Practicum II Capstone Project

8 TopTop: Computers: Software: Industry-Specific: Entertainment Industry: Media Production: Production ManagementComputersSoftware Industry-Specific Entertainment IndustryMedia Production

9 BoilerPlateBoilerPlate - Industry standard motion picture production budgeting templates running on Excel for Windows and Macintosh. Cinehub - Developers of the internet-based Virtual Production Office (VPO) production management and communications tool. Easy Budget - Budgeting software for professional filmmakers. Filmmaker Software - Developers of affordable budgeting and scheduling software for filmmakers. Filmspeed - Professional budgeting software for film and television productions. Designed to be easy to use and able to work in multiple currencies simultaneously. Gorilla - Production software for independent filmmakers by Jungle Software. Handles budgeting, scheduling, locations, editing notes and film festival submissions. Mindstar Productions - A suite of film production management software. Scheduling, budgeting, on-set and post production. ScheduALL - Operations management software for the broadcasting, production and post production industries. Designed to offer efficient scheduling, task automation, cost center control, reporting and resource utilization. Sunfrog Film Scheduling - Film scheduling and budgeting software for Windows. A free save-disabled demo version available for download. Cinehub Easy Budget Filmmaker Software Filmspeed Gorilla Mindstar Productions ScheduALL Sunfrog Film Scheduling

10 Today's Production Management Tools (Entertainment Partners... Today's Production Management Tools (Entertainment Partners... Entertainment Partners, an employee- owned company, is the leading provider of production management services in the entertainment industry.... roductionManagementToolsEntertai nmentPartners

11 Hollywood drive By Eve Light Honthaner Hollywood Drive: What it Takes to Break in, Hang in & Make it in the Entertainment Industry is the essential guide to starting and succeeding at a career in film and TV. Written by a Hollywood insider, Honthaner's invaluable experience and advice will give those attempting to enter and become successful in the entertainment industry the edge they need to stand out among the intense competition. Because while film school prepares students to write a script, direct a scene and operate a camera, few newcomers enter the job market understanding how this business truly works and how to land a first job much less succeed in the industry.

12 Film Production Management By Bastian Clevé Film Production Management details the steps involved in bringing a screenplay to the screen: organizing, staffing, budgeting, scheduling, securing locations, shooting and postproduction. In addition to offering practical, hands-on help in dealing with each of these steps, this book also covers such issues as contracts, unions, working permits, and insurance. Sample forms used by the production manager are also included. Although it is not about film financing, it includes information on how to work within smaller budgets, enhancing its appeal to independent film makers. This book is primarily for students and film professionals seeking a career change within the film industry, or who find themselves performing some of the tasks outlined within these pages. This edition will include a number of revisions and updates, as well as new chapters on film festivals and marketing, training and schools, and use of the internet.

13 CONTOH KURIKULUM MANAGEMENT PRODUCTION MARKETING

14 Entertainment industry economics By Harold L. Vogel In this newly revised book, Harold L. Vogel examines the business economics of the major entertainment enterprises: movies, television and cable programming, music, broadcasting, casino wagering and gambling, sports, publishing, performing arts, theme parks, and toys.

15 ENTERTAINMENT INDUSTRY PRODUCTION & MARKETING CONTOH PRODUKSI DAN MARKETING STIKOM S2 ERWIN RAMEDHAN

16 SUMBER DOKUMENTASI INTERNATIONAL BUSINESS. ENVIRONMENTS AND OPERATIONS Oleh John D. Daniels, Lee H. Radebaugh, Daniel P. Sullivan. Penerbit Pearson/Prentice Hall 2004

17 CONTOH STAR WARS 91 juta referensi di internet (web, blog, u tube, dll.). Attack of the Clones th. 2002(sebelumnya, Star Wars, The Empire Strikes Back, Return of the Jedi, The Phantom Menace) telah menjadi salah satu dari 15 filem dengan hasil finansial yang terbesar dalam sejarah filem. Dimensi internasional/global Star Wars luar biassa dan mencerminkan kemampuan organisasi, sistemik, dan manajemen di bidang produksi dan marketing.

18 LATAR BELAKANG BUDAYA DAN KUNCI UNIVERSALISME & PASAR ENTERTAINMENT DUNIA Filem-filem Star Wars memilih tema-tema kesamaan dari mitos, legenda, kisah, dan kepecayaan di seantero dunia yaitu tema- tema yang bersifat absolut (kejahatan vs. kebaikan) dan kenang-kenangan masa kecil) yang ada di setiap orang selama hidupnya. (Claude Levi-Strauss, Antropolog Perancis terkemuka).

19 LATAR BELAKANG Sewaktu George Lucas menawarkan Star Wars di festival Cannes di tahun 1970an dia tidak memiliki dana apa pun (hanya mamapu membyar tiket dar AS ke Perancis). 20 th Century Fox berpendapat bahwa risiko Star Wars terlalu besar dan tidak memberi George Lucas bonus setengah juta dollar AS saat kontrak ditanda-tangani. Lukas diberi hak “merchandising” (mainan, iklan,game video, dll.) dari filemnya yang menghasilkan jumlah uang yang raksasa. Hal ini disesali 20 th Century Fox tanpa akhir.

20 LIKU-LIKU ONGKOS PRODUKSI Untuk empat filem pertamanya dari quintet Star Wars, Lukas memanfaatkan studio-studio Inggris. Attack of the Clones memanfaatkan studio Australi karena teknisi di sana lebih murah, pemerintah Canberra mempromosikan lokasi- lokasinya dan juga memberi keringanan pajak. Selanjutnya Lukas juga memakai lain-lain lokasi: Tunisia, Italia, Spanyol, AS, dan Inggris).untuk menciptakan latar belakang yang realistis tanpa harus menciptakannya di studio Hollywood.

21 AKTOR-AKTOR DAN TIM MULTINASIONAL Skotlandia (Ewan McGregor), Israel (Natalie Portman), Canada (Hayden Christensen), Swedia (Pernilla August), Inggris (Oliver Lee), Zelandia Baru Temuara Morrison), AS (Jimmy Smits). Musik John Williams (AS) oleh London Symphony Orchestra. Selain memberi kesan sangat khas dan khusus latar belakang multinasional ini mungkin sangat menunjang dari titik pandang finansial.

22 PENGHASILAN MULTINASIONAL 60% dari penghasilan dari AS. Namun untuk kembali modal (break even) 40% dari penghasilan harus bersumber kepada sektor internasional. Penghasilan dari dunia berkembang bisa bersifat sangat rumit (contoh Haiti dan Mali) karena mereka tidak bisa membaya Star Wars dengan mata uang dollar AS. Marketing sangat canggih dengan memanfaatkan tema-tema universal antropologi dan menysuaikan filem kepada budaya lokal (terkadan sensor).

23 PRODUKSI DAN TEKNOLOGI Attack of the Clones diproduksi secara digital (direkam tidak difilem) walaupun tidak semua negara memiliki bioskop-bioskop digital. Proyeksi secara digital dimaksudkan selaku promosi kehebatan audio-visual dan “special effects” filem tsb. oleh para profesional industri filem dan dari “mulut ke mulut” oleh para penonton. Awal proyeksi Attack of the Clones hanya di 3161 bioskop – Harry Potter di 8100 bioskop. Proyeksi lebih lambat di lain-lain negara. Selanjutnya filem ini diprogramkan untuk “home viewing” dengan CD ROM dan DVD.

24 FILEM DAN BAHASA (DUBBING- PENTERJEMAHAN) 18 Bahasa (Perancis, Perancis Kanada, Portugis Brazil, Portugis Portugal – subtitles, Jerman, Spanyol Spain, Spanyol Amerika Latin, Catalan (Spain), Thai, Cina Guangdong, Hindi, Hongaria, Rusia, Ceko, Polandia, Turki, Jepang. Di lain-lain negara proyeksi dengan subtitling. Dubbing di 30 negara dengan “native speakers”. Teknisi “sound” di 18 negara

25 LAIN-LAIN Proyeksi perdana di 9 negara secara internasional dilanjutkan dengan lain-lain proyeksi perdana berhubung banyak negara tidak mau menunggu proyeksi Attack of the Clones. DVD disediakan dari awal untuk menghindari penjualan bajakan-bajakan.

26 ASPEK KOMERSIAL Sumber penghasilan besar Star Wars adalah produksi dan penjualan produk- produk reproduksi para pemeran filem. Contoh-contoh: replika senjata, produksi komik-komik Star Wars, mainan Lego, reproduksi pemeran filem di China. Hal ini mencerminkan pengusaan produksi dan merketing di semua negara di dunia oleh Star Wars/Lucasfilm.

27 STAR TREK 1966 Filem orisinil science fiction oleh Gene Roddenberry Selanjutnya menjadi 6 serial TV, 11 filem feature lain, franchise (waralaba untuk media, produksi video, dan atraksi massa, dll.). Tema dasar koboi di-luar angkasa dan inspirasi Gulliver`s Travel oleh Jonathan Swift Filem baru Star Trek oleh JJ Abrams, release 9 Juni 2009 di Indonesia. Aneka episode Star Trek tersebar luas di Internet/U-tube.

28 STAR TREK 2009 Release 8 Mei 2009 dengan anggaran produksi US $ 150 juta. Penghasilan di AS pada 10 Agustus 2009: $ 255 juta dan 126 juta di luar negeri. Pada saat relkease ranking # 1 dengan penghasilan $ 75 juta. Proyeksi di 4000 bioskop di AS.

29 STAR TREK FENOMENA SOSIOLOGIS Komunitas ST di seantero AS Konvensi Koleksi benda-benda Serial tetap laku sepanjang dasawarsa walau setting dan skenario luar angkasa dan dalam pesawat Starship tetap sama.

30 MANAJEMEN PRODUKSI & MARKETING & KRISIS EKONOMI DUNIA

31 INDUSTRI PERFILMAN DAN KRISIS EKONOMI DUNIA Erwin Ramedhan

32 SITUASI INDUSTRI PERFILMAN DI AMERIKA SERIKAT Resesi (yang mengarah ke depresi) ekonomi AS dan berdampak global mengancam sektor industri ini. Los Angeles Times menulis ( ): Slashing Film Budgets In A Killer Economy. Sektor perfilman menghasilkan lowongan kerja dan sekitar $ milyar untuk perekonomian lokal.

33 HOLLYWOOD & AWAL RESESI PHK bertambah banyak di studio, networks, independent production outfits, dan media. Hollywood akan harus mengubah gaya bisnis perfilman dan berusaha menjamin balik modal untuk setiap proyek perfilman. Produksi film sudah menurun dan Steven Spielberg pun kini mengalami kesulitan untuk mendapatkan modal untuk studio barunya dan bintang film setuju untuk kontrak yang lebih hemat. Sales DVD menurun 5 – 7% th. Periklanan lesu karena sektor industri dalam krisis sementara Internet menyedot para pemirsa TV dan film.

34 SUKSES SLUMD0G TIDAK BISA DITIRU LAGI Studio besar, hedge funds, dan private equity firms sebelumnya bersedia menyediakan modal untuk proyek- proyek filem yang menjanjikan karena dana promosi juga tersedia. Namun ongkos produksi dan marketing sudah meningkat 50% di tahun 2007 dan tidak menjamin balik modal. Dengan meluasnya krisis dan keterbatasan perbankan maka studio-studio juga turut cemas menghadapi risiko. Deutsche Bank mundur dari deal $ 450 juta dengan Paramount Pictures tahun 2008 silam. Produksi semakin mengarah ke superhero films yang dianggap aman dari segi investasi. Contoh “The Dark Night” (Warner Bros) yang telah menghasilkan $ 1 milyar dan dan mungkin beberapa ratus juta $ dari home videonya. Dalam suasana seperti ini sukses “Slumdog” tidak bisa ditiru. Home video sales juga sangat menurun.

35 RESESI: JUMLAH PENONTON FILM MENINGKAT DI AS Alibat krisis ekonomi jumlah penonton TV meningkat pesat karena aktifitas ini tidak menimbulkan biaya apa pun. Tetapi menurut New York Times (010309) fenomena ini tidak sama untuk sektor perfilman. Penjualan tiket naik 17,5% dan mencapai $ 1,5 milyar (Media by numbers). Jumlah penonton meningkat 16%. Menurut para pengamat ini sindrom krisis People want to forget their troubles, and they want to be with other people.

36 RESEP RESESI Mix of Movies setelah periode film-film serius dan suram. Penonton mencari substitusi hiburan untuk anak-anak karena hiburan lain lebih mahal (contoh Disneyland) tiket dan filem-filem seharga $ 15 (3D) pun laku. Thriller “Taken” sudah menghasilkan lebih dari $ 100 juta dan “Tyler Perry’s Madea Goes to Jail” juga berhasil.

37 APAKAH RESESI MENGUNTUNGKAN INDUSTRI PERFILMAN? 1982 Saat pengangguran meningkat pesat di AS dan melebihi 10% dari populasi aktif, jumlah penonton filem membludak dan mencapai 1,18 pengunjung (+ 10,1%). (Tahun peluncuran ET). Tahun 1985 ekonomi membaik dan jumlah penonton turun 12%. (Tahun peluncuran Back to the Future). Apakah patokannya Fortunes in times of distress, and distress in good times? (NYT) Tidak ada banyak riset di bidang ini. Ahlinya ialah Michelle Pautz (Elon University – Issues in Political Economy) 65% penduduk AS menonton filem per minggu dan angka itu menjadi 10% di tahun 1960an dan stabil sejak periode itu.

38 PENGAMATAN GLOBAL MEDIA INTELLIGENCE Para pemilik dan operator jaringan bioskop mencari untung dalam situasi krisis dewasa ini dengan perkiraan bahwa latar belakang eknomi yang sangat negatif bisa menguntungkan sektor mereka. Namun hal ini tidak terkait dengan kuallitas filem-filem yang diedarkan karena para pemenang Oscar tahun ini tidak dianggap luar biasa oleh para pengamat. Box office meningkat pesat Desember 2008 dengan filem “Marley and me”, dan akan disusul oleh “Watchmen”, dan “Monsters vs. Aliens” Proyeksi ditambah dengan jadwal jam 3.00 pagi untuk Watchmen dan penjualan tiket online oleh perusahaan seperti Fandango dan MovieTickets.com. Fandango menyatakan bahwa penjualan tiket di triwulan 2009 adalah rekor sejarah penjualan tiket.

39 ANEKA PENGAMATAN TENTANG RESESI DAN INDUSTRI PERFILMAN Observasi tentang depresi 1929: jumlah penonton membludak + 58%. Tujuh kali resesi selama 40 tahun tetapi box office tetap meningkat. Tahun 2001 (dotcom bubble) box office naik $ 650 juta. (John Fithian, President Association of Theatre Owners America). Petumbuhan sektor bioskop di India, Rusia, dan Eropa Timur sangat menentukan. Soalnya filem berkualitas dan sukses seperti “Mamma Mia” tidak memerlukan anggaran raksasa. (David Kosse, President Universal Pictures). Industri filem akan terpukul 1 ½ tahun lagi. Dewasa ini penonton masih menikmati produksi filem dari tahun-tahun sebelumnya. Arahnya ke filem dengan medium budget dan kualitas Pembuatan filem memakan waktu beberapa tahun dari skrip ke pemodal dan pemilihan kru dan para aktor serta pencarian lokasi. Sementara waktu krisis mungkin juga berlangsung selama tahunan.

40 INDUSTRI PERFILMAN DAN SINDROM TITANIC? Tsunami finansial tengah terjadi. Permodalan industri perfilman adalah oleh elit finansial yang tidak peka akan jurang sosial dunia, konflik masyarakat, kehancuran lingkungan hidup global, dll. Apakah ini saatnya untuk para produsen dan artis filem menawarkan produk-produk perfilman yang baru atau waktunya untuk produk-produk yang menghibur dan melupakan krisis ekonomi dunia?

41 KRISIS FINANSIAL 1929 DAN KRISIS GLOBAL 2009 Perang Dunia II dan selanjutnya Perang Dingin AS – Uni Soviet telah menyingkirkan dampak krisis 1929 (krisis sistemik perekonomian kapitalis) dari Hollywood. McCarthy dan eliminasi semua unsur haluan kiri dari industri perfilman Amerika. Sampai tahun 1960an filem AS cenderung bersifat hiburan tanpa substansi budaya yang kuat selaku cerminan realita kehidupan masyarakat sehari-hari. Bagaimana dengan Hollywood dewasa ini dan krisis global dan ancaman konflik di dunia?

42 INDUSTRI PERFILMAN PERANCIS The film industry in Britain and France – Strategies for Successs. Jean-Marie Le Breton Industri perfilman Perancis merupakan movie industry # 1 di Eropa. 155 juta penonton (pembeli tiket) per tahun (2000). Pay TV 5 juata penonton. Industri ini telah mampu mengatasi persaingan TV di tahun 1970an dan persaingan pasaran video dan Pay TV di tahun 1980an. Subsidi pemerintah adalah salah satu kunci keberhasilan industri ini dengan adanya redistribusi penghasilan box office dan ketentuan dan kondisi terhadap TV untuk mendukung industri perfilman Perancis.. Tahun 1999 produksi 180 filem (150 Perancis) Tahun 2005 – 2006 penghasilan penjualan tiket filem Perancis di Perancis melebihi penjualan tiket filem-filem Amerika. Di tahun 2000 filem Perancis memiliki segmen 30% pasar filem nasional

43 ORGANISASI INDUSTRI PERFILMAN PERANCIS Sistim didirikan di th 1945 dengan pajak tiket filem yang disetor ke kas negara/compte special du tresor. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk memodali filem-filem yang bermutu. Saat TV mulai menayangkan filem-filem, TV pun diharuskan menerima ketentuan-ketentuan finansial yang mendukung industri perfilman. Dengan demikian bagian filem-filem Perancis mencapai 50% dari pasar nasional di tahun Para penentu Perancis menganggap bahwa dominasi filem dan distribusi filem oleh Amerika bisa dihindari. Jumlah penonton sudah meningkat dan sistim bioskop multiplex dianggap juga telah berhasil. Grup-grup Eropa (Canal+ dan Berlusconi) mampu mengupah situasi.

44 KEBERHASILAN PERFILMAN PERANCIS Mampu bertahan dan menghadapi persaingan AS yang bertambah kuat dan canggih. Mengarah ke kerja sama di skala Eropa (Pernacis, Jerman, Inggris). Banyak talenta muda Perancis telah muncul. Masa depan tergantung pada political will untuk meneruskan politik perfilman Perancis. Umpamanya TV telah sangat membantu industri ini. Saat krisis dewasa ini pemerintah Perancis mencerminkan haluan intervensi negara yang lebih besar dan meninggalkan haluan-haluan pasar bebas yang baru.

45 FINANSIAL DANA MODAL Dana terkumpul oleh Centre National de Cinematographie (CNC). Sumbangan dari TV. Modal swasta. Kebutuhan akan modal meningkat terus (di AS modal filem rata-rata naik dari $ 10 juta ke $ 20 juta dan baru-baru ini naik 50% lagi). Biaya distribusi rata-rata meningkat dari $ 4 juta ke $ 20 juta (+400%). Di Pernacis ko9ntribusi TV naik dari 18% ke 38%. Maka kunci kelanjutan hidupnya industri perfilman Perancis adalah penonton dan penjualan tiket.. Contohnya filem Asterix (24 juta penonton). Masalah yang paling dasar adalah bagaimana Perancis dan Eropa akan menghadapi monopoli Amerika di bidang distribusi.

46 INDUSTRI PERFILMAN INGGRIS Krisis industri perfilman di dalam krisis ekonomi global. Dalam kurun waktu 40 tahun jumlah penonton bioskop menurun drastis. Tahun 1984 jumlahnya 3% dari tahun Swast nasional tidak lagi menguasai produksi dan distribusi. Filem dengan dana besar dan juga hampir tanpa dana. Perusahaan besar seperti Arthur Rank dan APA sudah dipecah-belah. Pendanaan dengan hasil loter nasional dengan balik modal yang kurang memuaskan dan hal ini telah berdampak negatif untuk reputasi perfilman Inggris. Pencipta filem-filem Inggris hijrah ke Hollywood.

47 INDUSTRI PERFILMAN DAN KEBIJAKAN NEGARA Distribusi filem di Inggris dikuasai oelh swasta AS. Maka penghasilan filem Inggris merupakan laba untuk swasta AS. Contoh filem Notting Hill. Tahun 1997, 7 filem Inggris yang didanai oleh AS meraih 54% dari penghasilan industri filem Inggris. Sebaliknya 30 filem Inggris yang dimodali oleh Lotere nasional hanya menghasilkan 1% dari pendapatan. Para kritikus menyatakan bahwa merka yang kaya dan tidak bertalenta telah disubsidi sementara yang miskin dan bertalenta telah diabaikan. Distribusi tetap di tangan swasta AS yang menayangkan 82% filem AS.

48 PERAN DUNIA PERFILMAN INGGRIS Dunia perfilman Inggris seakan berperan sebagai perantara untuk menyampaikan kualitas warisan kultural Eropa ke Amerika.

49 BENERAPA KESAN TENTANG PERFILMAN PERANCIS AKHIR INI Walaupun dunia perfilman Perancis memiliki latar belakang yang jaya namun para pengamat dewasa ini bahwa sektor cinema ini berada dalam keadaan denial dan cenderung tidak mencerminkan kenyataan-kenyataan masyarakat aktual (Lihat filem tentang Bush oleh T. More). Apakah ini akibat dari peran penting negara dan pemerintah dalam industri perfilman? Filem sukses akhir tahun 2008 adalah tentang Coluche (alm), seorang badut mantan calon presiden Pernacis. Banyak filem khayalan Perancis tentang Occupation. Tidak ada filem tentang gejolak sosial tahun 2005 sementara industri perfilman AS sudah banyak mempersoalkan politik Washington di Timur Tengah, dll., (Lios for Lambs, Rendition, Redacted). Filem politik telah disensor de masa lampau (Jean Luc Godard Le Petit Soldat. Produksi Distribusi 1963). La Bataill d’Alger adalah produksi Itali-Aljazair dan bukan Perancis. Kecuali Entre les Murs & Secret of the Grain tentang kemajemukan dan miinoritas tidak ada banyak filem politik.

50 ARAH PRODUK FILEM PERANCIS Nostalgia ( Faubourg 36, Le Crime est Notre Affaire) yang sebenarnya sebgian di subsidi oleh penghasilan dari filem AS (Contoh Blood Diamonds). Produksi filem dewasa ini 220 per tahun. Pemerintah semakin menguasai TV. Industri perfilman Perancis lebih mengarah stilistik dibandingkan realisme dan epik menurut Antoine de Bacque, sejarahwan cinema Perancis. Ia mengatakan: komedi romantik, masalah sentimental, adalah fiksi yang menjauhkan kita dari kehidupan riil dan itulah yang muncul setelah pendudukan Jerman”. Filem sejarah politik seperti La Commune telah disingkirkan dari Canal+ walaupun disambut hangat olleh kritik Perancis. “Perancis tidak mau berkaca kalau penampilannya tidak secantik- cantiknya” (Abdel Raouf Dafri penulis show Perancis). Ada trend baru sukses: filem Perancis gaya Amerika.

51 FILM PERANCIS YANG MUNCUL DARI KRISIS DAN GEJOLAK SOSIAL MEI 1968 La Maman et la putain (Ibunda dan pelacur The Mother and the Whore) oleh Jean Eustache, Pemenang di Festival Cannes setelah skandal besar dan dikecam sebagai “penghinaan bangsa” oleh kaum konservatif Perancis karena imoral dan porno. Kisah intimis segitiga cinta yang dikaitkan dengan revolusi seksual tahun 1968an. Kisah pribadi tentang kehidupan keseharian di mana hal- hal penting bercampur baur dengan persoalan- persoalan yang tidak berarti. Eustache membunuh diri setelah menullis di pintunya, “Kalau saya tidak menjawab artinya saya sudah mati”.

52 SEKTOR PERFILMAN INDIA EKONOMI DAN INDUSTRI ERWIN RAMEDHAN

53 JUMLAH BESAR SENTRA PERFILMAN INDIA (Anuraag Sanghi) Industri perfilman terbesar di dunia dengan 22 bahasa. Produksi filem th. 2007: Hindi, 241 Telugu, Kannada 111, Marathi 97. Bollywood (Mumbai –Bombay). Tollywood (Telugu). Mollywood (Madras). Kollywood (Kolkatta –Calcutta). Hollywood tidak berhasil menjajah pasar filem ini. Setiap sentra film sesuai dengan bahasa, gaya dan budaya daerahnya.

54 LAIN-LAIN ASPEK Industri perfilman India dibebani pajak yang dianggap berat. Budaya Punjab dan Muslim dianggap dominan. Tidak berhasil dan bersaingdi pasar dunia. Pasaran sesuai dengan bahasa dan pasarnya. Penelitian akademis tentang dunia perfilman India baru mulai 10 tahun terakhir ini. Diperkirakan 20% dari produksi filem yang meraih sukses (dari 150 – 200 yang direlease)

55 PERTUMBUHAN 25%/TH (PROYEKSI CII-AT KEARNEY) Sektor perfilman India mencapai volume/besaran bisnis senilai $ 1,6 milyar th 2006 dan akan mencapai $ 4,5 – 5,1 milyar th Industri digital dan informatika akan berdampak berat (mengingat juga kemajuan pesat industri informatika India). Non box office revenues diperkirakan akan meningkat 300 – 400% sementara box office revenues diantisipasi akan turun di tingkat 75% di th dan 60% di th (84% th. 2006). Industri ini berada dalam tahap transisi (globalisasi, hak cipta, produksi dan distribusi, cable TV, home video, penyiaran via satelit, dll.)

56 RESESI DAN INDUSTRI PERFILMAN Dari bulan ke bulan penerimaan industri perfilman turun pesat ($ 89 juta Desember 2008 dan $ 13,1 juta Februari 2009). Para pengamat berpendapat bahwa masa depan mungkin suram. Fenomena “Slumdog Millionaire” kurang menunjang sektor perfilman. Penerimaan global $ 160 juta dan India hanya menyumbang $ 6 juta. (Kesulitan Hollywood memasuki pasar India walaupun topik filem sukses Hollywood ini adalah India. Lain alasan: publik penonton India kurang minat melihat realita India ala “Slumdog”). Penurunan penerimaan industri perfilman India bukan hanya karena resesi tetapi juga oleh karena disloksasi Bollywood disebabkan Hollywood mulai menyerap talenta India. Bahasa Inggris merupakan jembatan untuk ke Hollywood bagi mereka, seperti talenta cinema Inggris hijrah ke Los Angeles.

57 FENOMENA SLUMDOG DAN KERJA SAMA INTERNASIONAL Eksotisme lokasi baru, production costs yang rendah, dan SDM perfilman yang cukup canggih dan tersedia banyak sangat mengundang para investor. 1,5 tahun terakhir ini perusahaan-perusahaan produksi filem Hollywood telah menanam modal senilai $ 1,5 milyar di India untuk kerja sama dengan production houses lokal. Sony Pictures, Walt Disney, NBC, Viacom, Warner Bros (para investor). Sebaliknya, ada juga penanaman modal India (joint venture) di Hollywood dengan pendirian perusahaan produksi di AS antara DreamWorks (Steven Spielberg) dan Reliance Entertainment (Anil Ambani). Pendapat pengamat perfilman India: Hollywood berlebihan memakai dana untuk promosi dan kurang untuk ceritera/plot dan daya tarik massa. Lain-lain perspektif kerja sama internasional: Inggris dan Italia. Fenomena ala India (lokasi baru) juga ditemukan di Thailand.

58 STRUKTUR DAN KOMPONEN INDUSTRI PERFILMAN INDIA Jumlah penonton dan penjualan tiket yang raksasa: 877 filem dan 1177 filem pendek di dengan penghasilan $ 8,9 milyar di tahun % dari jumlah penonton di kawasan Asia Pasifik. Daerah-daerah produksi berjumlah 11: Assam,Bengal, Bhojpur, Mumbai (Bollywood), Kannada, Kashmir, Malayalam, Marathi, Oriya, Tamil, Telugu. Menurut Dewan Sertifikasi Filem India setiap tiga bulan penonton di bioskop berjumlah 1 milyar orang atau 4 milyar per tahun.

59 RESEP SUKSES SEKTOR PERFILMAN INDIA Pengamatan J. Farges (Critique Internationale – Presses de Sciences Po, Paris): India has appropriated cinema in a very precocious and passionate manner. The first mythological films, which adapted popular, traditional narrative modes, played an important role in the construction of the nation. This was less a matter of explicit mobilization against the colonial power than the mythical representation of an eternal India whose god-heroes are necessarily victorious over their enemies. Certain idolized actors have reutilized this capital to establish both dazzling and long lasting political careers. Since then, the themes of popular cinema have been adapted to social trends; and yet they have remained far removed from reality. The most consistent element of popular Indian film, which assures its loyal public, is the awakened dream.

60 DIALEK, 114 BAHASA,DAN FILEM DAERAH – SENSUS 1991 Tollywood (Hyderabad, Andra Pradesh) filem/tahun. Memulai release dalam aneka bahasa India. Bahasa Telugu = # 2 di India. Bengali. Industri filemnya dlu dominan, kini mundur. Satyajit Ray pemenang Oscar. Hindi filem/tahun. 95% penduduk India menonton filem-filem Bollywood. Kannada (Karnataka) berawal dari teater/sandiwara. Kashmiri Film industry, lokasi yang unggul namun terorisme telah mencegah perkembangan sektor ini. Marathi di Mumbai dan Pune. Kollywood (Tamil) sukses internasional namun menurun.

61 ENTERTAINMENT INDUSTRY PRODUCTION & MARKETING MANAGEMENT SUMBER DATA NEW YORK UNIVERSITY SCHOOL OF CONTINUING PROFESSIONAL STUDIES PPT. ERWINJ RAMEDHAN

62 MARKETING IKLAN PUBLIC RELATIONS Program studi NYU: Kegiatan “intelijen kompetitif” guna terobosan untuk mencapai keunggulan persaingan di bidang entertainment. Entertainment digital, Marketing, dan Periklanan. Public-Relations & entertainment. Pengendalian inovasi dengan produk dan jasa baru. Memposisikan dan mengembangkan entertainment brand. Sposorship.

63 PROGRAM “INTELIJEN KOMPETITIF” Tujuan dari kursus ini adalah untuk menggambarkan masa depan industri entertainment pada zaman ketidak-pastian yang amat besar. Perusahaan harus bertindak lebih jauh dari pada bertahan hidup dan menyesuaikan diri kepada perubahan lokal mau pun global. Contoh-contoh: American Idol/Indonesian Idol, America’s Biggest Loser/Asia’s Biggest Loser, Oprah/Kick Andy, dll. CMI (Competitive Marketing Intelligence)

64 ENTERTAINMENT DIGITAL MARKETING PERIKLANAN Fokus penilitian merupakan bentuk-bentuk penyampaian entertainment kepada konsumen dengan perantara: 1)internet, 2)penyiaran, 3)TV kabel,4) TV satelit,5) wi-fi mobile. Saluran-saluran ini tengah menentukan bentuk dan penampilan entertainment di bidang perfileman, musik, pertelevisian, videogame, dan periklanan. Riset di bidang ini membuka peluang untuk memahami bagaimana teknologi berdampak kepada “content” mau pun kepada pilihan para programer dan pengiklan terhadap media elektronik yang baru. Contoh-contoh di Indonesia, iklan di Internet, program infotainment, Sinetron, Event organizations, pameran, dll.

65 MARKETING ENTERTAINMENT Obyek riset di bidang ini adalah teknik-teknik penciptaan kebutuhan konsumen sehingga sang konsumen merasa perlu: menonton sesuatu filem, perlu memiliki sesuatu lagu atau musik, perlu menonton program TV, perlu memiliki CD, DVD, videogame. Yang perlu diketahui adalah dinamika marketing entertainment dan keterkaitannya dengan aneka bentuk produk entertainment dan komunikasi, lintas promosi, penciptaan brand, promosi, sponsorship, dan merchandising. Perlu dipelajari perubahan selera publik dan apa tawaran entertainment kepada pubolik. Apa peran teknologi di bidang media entertainment. Dalam kasus Indonesia terlihat bhw selera publi8ki sangat menenetukan dan bukan selera publik yang ditentukan.

66 PUBLIC RELATIONS DI BIDANG ENTERTAINMENT Iklan dan promosi harus dilakukan di lingkungan pemusik, artis, dan pencipta filem di mana para amatir berjumlah semakin banyak (contoh pemenang Americnan Idol dan Indonesian Idol). Bagaimana melakukan terobosan dalam suasana semacam ini? Ada caranya untuk tradisional dan caranya juga untuk media yang baru (contoh indonesia lagu Mbah Surip selaku ringtone). Penciptaan strategi untuk filem, TV, musik, dan sandiwara. Bagaimana memanfaatkan keahlian presentasi, pembicara, dll.

67 MENGUASAI INOVASI PRODUK DAN JASA BARU Ekonomi umumnya dan ekonomi entertainment khususnya mengalami perubahan yang bersifat kontinu. Maka diperlukan ide-idedan proyek-proyek untuk memanfaatkan perubahan kontinu tsb. Secara internal mau pun eksternal perusahaan. Hal ini guna marketing yang berhasil dan pemanfaatan kesempatn, testing dan launching. Contoh-contoh: U tube, face book, twitter, web site, dll. Bisa menunjang di bidang merketing management.

68 PENGEMBANGAN BRAND DAN POSITIONING Perusahaan kecil, menengah, atau pun multinasional memerlukan positioning yang bersifat strategis serta pengembangan brand untuk berhasil secara komersial. Pasar entertainment berkembang dan berubah dan keberhasilan produk atau jasa entertianment harus diukur dengan perkembangan dan perubahan tsb. Apa yang membuat sesuatu brand berhasil. Bagaimana arsitektur brand tsb.? Bagaimana menciptakan diferensiasi dan brand loyalty? Contoh brand loyalty adalah merek-merek filem AS

69 SPONSORSHIP Sponsorship korporat meningkat pesat selama dua dasawarsa terkhir ini. Seleksi sponsor, keikut-sertaan media, dan material promosi merupakan kunci-kunci keberhasilan marketing entertainment. Perlu diketahui dan ditentukan nilai/harga untuk para sponsor, bagaimana menjual dan memperbarui (sponsorship) kepada para sponsor. Bagaimana mengadakan integrasi antara program entertainment dan program sponsor. Sponsorship untuk manajer brand marketing, event olah raga, produsen entertainment, UKM, dan kegiatan non profit. Metoda penciptaan program sponsorship.

70 PRODUKSI & MARKETING FILEM VIDEO DN PENYIARAN Tujuan: penciptaan visual yang sangat bermutu di ketiga bidang di atas dengan mix dialogue, sound effects, dan musik dalam tahap post production. Ceramah dan pemakaian alat-alat profesional recording, editing, processing, dan mixing. Kursus audio recording, audio production, industri audio, desain bidang sound.

71 SINEMATOGRAFI Seni filem dan metoda motion picure dengan 16mm, SD dan HD Video. Pelatihan lighting atau pesinaran, kamera video atau filem. Pelatihan aspek estetika dan teoretis sinematografi. Kursus bagaimana membawa imajinasi, visi, dll. ke layar sinema dalam kerjasama dengan para artis dan aktor.

72 PROGRAM SINEMATOGRAFI Opersional kamera 16 mm Struktur dan pekerjaan kru filem Prinsip lensa, diafragma, dan peralatan pesinaran. Sejarah perkembangan teknologi sinema Teknik bercerita dengan kmera filem dan dengn kamera foto Estetika komposisi Tata cara kerja tim

73 VIDEO DIGITAL Teknologi dig. Video (+ pesinaran video, audio recording, an editing yang non linear). Praktek industri DV Sinematografi digital Format SD dan HD Audio recording Teknik produksi Teknik directing.

74 DOKUMENTER Penciptaan cerita dokumenter Anggaran untuk karya dokumenter Undang-undang di bidang dokumenter Marketing dan disribusi Di bidang dokumenter ini diperlukan keahlian planning, budgeting, fund raising untuk mendapatkan dana + pengertian di bidang TV, teater, internasional, pendidikan, dan format DVD

75 EDITING Pemahaman struktur dan pekerjaan tim post production Membungkus dan men-digitalkan data Sistim editing non linear, penciptaan grafika dan judul/title, menambh sound track mixing, koreksi warna, special effects Tata cara kerja sama dengan director dan producer Estetika dan stilistik

76 MANAJEMEN MEDIA ENTERTAINMENT Business manajer entertainment bekerja sama dengan producer, director, dan perusahaan distribusi untuk studio, jaringan atu networks, dan web sites. Bidang studi: struktur industri entertainment, segmen-segmen industri tb., ciri khas dan khusus masing-masing segmen, jenis-jenis kontrak, bagaimana membungkus proyek untuk investor dengan business plan, analisa, dan anggaran. Wirausaha bidang industri entertainment.

77 FILMMAKING Membuat filem dari ujung ke ujung atau dari awl sampai akhir dengan pelatihan yang mendalam dengan alat-alat 16mm. Termasuk sinematografi, non linear editing, dan audio recording, editing, producing, directing.

78 PRODUCING Tujuan: bagaimana mengkombinasikan jiwa entreprenur dengan keahlian manajerial, dan kreatifitas. Teknik pengujian skrip dan penentuan anggaran. Tata cara konsolidasi skrip. Pembuatan brosur/prospektus dan identifikasi investor. Kerja sama jaringan dengan studio-studio dan saluran kabel, dll. Aspek kontrak dan hukum antara production company, kru, dan para investor.

79 NIELSEN RATINGS Struktur dasar dan proses program TV bersama industri iklan. Bahasa dan komunikasi teknis penjualan, pembelian, penjadwalan, dan riset iklan TV. Ciri-ciri pemirsa TV Riset survei sosial Metodologi Nielsen Data primer dan perngkat lunak Nielsen Riset yang efektif dan cara presentsinya.

80 VISUAL EFFECTS Penciptaan visual effects dengan komputer diutamakan. Praktek industri Pemakaian storyboard Teknik komposisi Project workflow Dibutuhkan kemampuan desain dan menggambar.


Download ppt "ENTERTAINMENT INDUSTRY PRODUCTION & MARKETING 010809 CONTOH & TIPE KURIKULUM S2 STIKOM ERWIN RAMEDHAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google