Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Algoritma dan Struktur Data Marsel W. Aipassa, S.Kom.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Algoritma dan Struktur Data Marsel W. Aipassa, S.Kom."— Transcript presentasi:

1 Algoritma dan Struktur Data Marsel W. Aipassa, S.Kom.

2  Pengertian Looping Beberapa instruksi diulang untuk suatu jumlah pengulangan yang tertentu. Beberapa instruksi diulang untuk suatu jumlah pengulangan yang tertentu. Jumlah pengulangan dapat diketahui sebelumnya atau ditentukan dalam perjalanan program. Jumlah pengulangan dapat diketahui sebelumnya atau ditentukan dalam perjalanan program.  Kegunaan Looping Meringkas algoritma (atau program) dengan mengotomatisasi perintah-perintah yang sama yang dikerjakan berulang-ulang. Struktur loop sangat efektif karena dapat menyingkat puluhan (bahkan mungkin ratusan hingga ribuan baris kode) menjadi beberapa baris perintah saja.

3  for Loop  while Loop  do while Loop

4  Format for (inisialisasi; kondisi; increment/decrement){ statement; }  Contoh: printf(“It is fun!\n”); for (n=0; n<10; n++) { printf(“It is fun!\n”); }

5  Format: while (boolean expression){ statement; }  Contoh:  int n = 0; while (n<10) { printf(“It is fun!\n”); n++; }

6  Format: do { statement; } while (boolean expression);  Contoh: do { printf(“It is fun!\n”); } while (n<10);

7 /* Program Segitigaa */ #include int n; void main(){ printf("n = "); scanf("%d",&n); printf("\n"); for(int i=1;i<=n;i++) { for(int j=1; j<=i ; j++) { printf("*"); } printf("\n"); }

8  Pernyataan yang dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk pernyataan ini ada dua macam :  if  if – else  switch case

9  Format if:  Format if-else: if (kondisi) { pernyataan; } if(kondisi) { pernyataan1; } else { pernyataan2; } if(kondisi1) { Pernyataan1; } else if(kondisi2) { Pernyataan2; } else if(kondisi3) { Pernyataan3; } else { pernyataan4; }

10 Switch(ungkapan) { case ungkapan1: pernyataan1; break; case ungkapan2: pernyataan2; break; default: pernyataanDefault }

11 Sejauh ini program yang kita pelajari masih sangat terbatas, karena statement assignment hanya berupa pemberian satu nilai pada satu variabel Padahal sering kali kita perlu untuk meng-assign ataupun memanipulasi banyak nilai ke sekelompok variabel Sebagai contoh jika anda membuat program yang membaca 100 nilai percobaan untuk dihitung nilai rata-rata-nya, akan sangat lucu jika kita menghitungnya dengan cara berikut: rata_rata = (x1 + x2 + x3 + x4 + x5 + + dst )/100.

12 #include void main() { int jumlah = 0; float rata2 = 0; int angka1; int angka2; ………. angka100; printf("Masukkan Angka1 = "); scanf("%d",&angka1); jumlah += angka1; printf("Masukkan Angka2 = "); scanf("%d",&angka2); jumlah += angka2; … rata2 = jumlah/100; printf("Rata-rata = %4.2f",rata2); }

13  Array: adalah kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama.  Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama.  Antara satu variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan subscript/index.  Sebuah subscript/index berupa bilangan di dalam kurung siku.

14  Array 1 Dimensi  Array 2 Dimensi  Array 3 Dimensi

15  Deklarasi Array (1D, 2D dan 3D): – Tipe data elemen array – Nama array – Jumlah elemen array  Deklarasi 1 Dimensi: tipe_data nama_larik[ukuran];  Contoh deklarasi Array 1 Dimensi: int val[ 5 ];//declaration

16  Cara 1:  int val[5]; val[0] = 5; val[1] = 10; val[2] = 15; val[3] = 20; val[4] = 25;  Cara 2: int val[5] = {5,10,15,20,25};

17 Contoh array integer 1D bernama n yg memiliki 5 elemen, n[0] = 1, n[1] = 3, n[2] = 5, n[3] = 7, n[4] = 9 dideklarasikan sbb: – int n[5] = {1,3,5,7,9};

18  Akses Indeks pada Array  Perhatikan index-nya, jangan sampai terjadi Error karena akses index yang tidak ada.

19 #include void main() { int jumlah = 0; float rata2 = 0; int angka[5]; for(int i=0;i<5;i++){ printf("Masukkan Angka ke %d = ",i); scanf("%d",&angka[i]); jumlah = jumlah + angka[i]; -> jumlah += angka[i]; } rata2 = jumlah/5; printf("Rata-rata = %4.2f",rata2); }

20  Merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom.  Bentuknya dalam matriks atau tabel.  Deklarasi Array 2 Dimensi: TipeData Nama_array[subscript_baris][ subscript_kolom]

21  int X[3][4];

22  Misal ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan nilai 10, maka perintahnya: X[1][2] = 10;

23 for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\tMasukan matrik elemen [%d,%d] = ",baris,kolom); scanf("%d",&matrik[baris][kolom]); }

24 Output:

25 Menampilkan Isi Array 2 Dimensi: for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\tMatrik elemen [%d,%d] = %d",baris,kolom,matrik[baris][kolom]); } printf("\n"); }

26  Hasil:

27  Dalam bentuk tabel: printf("\tMatrik yant telah diinput adalah : \n"); for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\t%d",matrik[baris][kolom]); } printf("\n"); }

28  Output:

29  Buatlah program menggunakan Bahasa C untuk menghitung perkalian dan penjumlahan matriks 2x2.  User harus menginputkan elemen matriks-nya.  Tugas individu.  Kumpulkan softcopy yang berisi kode program, printscreen output dan penjelasan kode programnya.  Kirim ke  Subject: ASD_L_MATRIKS_NIMLENGKAP  Nama File: MATRIKS_NIMLENGKAP.pdf  Paling lambat Rabu, 28 Januari 2010 pukul WIB.  Terlambat tidak akan dinilai.

30

31

32


Download ppt "Algoritma dan Struktur Data Marsel W. Aipassa, S.Kom."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google