Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Perancangan Skema Logis dengan Model Relasional.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Perancangan Skema Logis dengan Model Relasional."— Transcript presentasi:

1 1 Perancangan Skema Logis dengan Model Relasional

2 2 Sasaran  Tinjauan ringkas: Konsep-konsep utama model database relasional. Teknik-teknik perancangan database relasional dari skema konsepsual ke skema logis. Prinsip-prinsip dasar normalisasi rancangan logis database.

3 3 Konsep Relasi  Dalam model database relasional suatu tipe entitas data direpresentasikan oleh suatu relasi.  Suatu relasi adalah sebuah tabel dua dimensi: Tabel terdiri dari baris-baris (record), dan kolom-kolom (field). Setiap field memiliki nama unik, dan tidak bisa memiliki lebih dari satu nilai. Setiap record dalam tabel (merepresentasikan instan entitas) bersifat unik: tidak boleh ada duplikasi.

4 4 Hubungan Dalam Model Relasional  Hubungan antar entitas dalam model database relasional direpresentasikan dengan adanya atribut yang sama pada masing-masing relasi yang berhubungan.  Field atribut yang dijadikan penghubung disebut key.

5 5 Key  Key adalah field pengenal, macamnya: Primary Key adalah field pengenal yang bernilai unik untuk setiap record dalam relasi. Misalnya nomor induk pegawai, nomor KTP, dsb. Foreign Key adalah field pengenal yang berisi primary key dari suatu relasi lain. Key ini merepresentasikan hubungan antara record di relasi tsb dengan record di relasi pemilik primary key.  Key dapat terdiri dari satu field (sederhana) atau lebih dari satu field (komposit).

6 6 Contoh Diagram E-R CUSTOMER Customer_ID

7 7 Primary Key Foreign Key (implementasi hubungan 1:N antara CUSTOMER dan ORDER) Primary Key Komposit (sebagai pengenal unik setiap ORDER LINE). Masing-masing adalah Foreign Key (implementasi hubungan M:N antara ORDER dan PRODUCT) Contoh Skema Logis

8 8 Dari Diagram E-R ke Relasi Memetakan hubungan binary  Satu-ke-Banyak Primary key di pihak satu menjadi foreign key di pihak banyak.  Banyak-ke-Banyak  Satu-ke-Satu

9 9 Hubungan antara KONSUMEN dan PESANAN Satu wajib Memesan KONSUMEN PESANAN Tgl_Pesanan Kode_Pesanan Kode_Konsumen Nama_KonsumenAlamat_Konsumen Skema Hubungan Binary 1:N Banyak opsional

10 10 Tidak ada nilai nol pada foreign key, karena kardinalitas minimumnya adalah wajib Foreign key PESANAN KONSUMEN NAMA_KONSUMEN ALAMAT_KONSUMEN KODE_KONSUMEN TGL_PESANAN KODE_KONSUMEN KODE_PESANAN Skema Hubungan Binary 1:N

11 11 Dari Diagram E-R ke Relasi Memetakan hubungan binary  Satu-ke-Banyak  Banyak-ke-Banyak relasi baru Buat relasi baru dengan primary key komposit yang terdiri dari primary key dari kedua entitas.  Satu-ke-Satu

12 12 Diagram E-R (M:N) Hubungan Memasok harus dijadikan entitas asosiatif Memasok BAHAN BAKU PEMASOK Harga_Satuan Nama_ Pemasok Alamat_ Pemasok Kode_Pemasok Harga_Pasaran Satuan_Ukuran Kode_Bahan Skema Hubungan Binary N:N

13 13 Relasi “interseksi” baru foreign key DAFTAR HARGA primary key komposit BAHAN BAKU PEMASOK KODE_PEMASOK NAMA_PEMASOK ALAMAT_PEMASOK KODE_BAHANKODE_PEMASOKHARGA_SATUAN KODE_BAHANHARGA_PASARAN SATUAN_UKURAN Skema Hubungan Binary N:N

14 14 Dari Diagram E-R ke Relasi Memetakan hubungan binary  Satu-ke-Banyak  Banyak-ke-Banyak  Satu-ke-Satu Primary key di pihak wajib menjadi foreign key di pihak opsional.

15 15 Skema Hubungan Binary 1:1 Satu wajib Satu opsional

16 16 Skema Hubungan Binary 1:1

17 17 Dari Diagram E-R ke Relasi Memetakan hubungan unary  Satu-ke-Banyak – foreign key bersifat rekursif (dalam relasi yang sama).  Banyak-ke-Banyak

18 18 Skema Hubungan Unary 1:N

19 19 Dari Diagram E-R ke Relasi Memetakan hubungan unary  Satu-ke-Banyak  Banyak-ke-Banyak – menjadi dua relasi: Satu untuk tipe entitas. Satu untuk relasi asosiatif dengan primary key yang terdiri dari dua field, yang keduanya mengacu pada primary key tipe entitas diatas.

20 20 Skema Hubungan Unary N:N

21 21 Dari Diagram E-R ke Relasi  Memetakan hubungan ternary: Satu relasi untuk merepresentasikan tiap entitas dan satu relasi untuk entitas asosiatif (total empat relasi). Primary key dari setiap entitas yang terlibat dalam hubungan dijadikan foreign key dalam relasi entitas asosiatif.

22 22 Skema Hubungan Ternary

23 23 Primary key HARUS bernilai unik Skema Hubungan Ternary N:N

24 24 Normalisasi Data Normalisasi skema logis  Melakukan validasi dan penyempurnaan rancangan logis database sehingga memenuhi format tertentu (form normal) untuk meminimasi duplikasi data.  Definisi teknis: proses dekomposisi atau memecah relasi-relasi yang mengandung anomali menjadi relasi-relasi kecil yang terstruktur dengan baik (memenuhi form normal).

25 25 Form Normal  Suatu skema relasi-relasi yang mengandung duplikasi data minimal sehingga memungkinkan penambahan, penghapusan, dan pengubahan record secara efisien dengan resiko inkonsistensi data minimal.

26 26 Menjadikan Form Normal  Tujuannya adalah untuk menghilangkan anomali-anomali Anomali Penambahan Data Penambahan record baru mengharuskan duplikasi nilai-nilai atribut tertentu. Anomali Penghapusan Data Penghapusan record dapat mengakibatkan hilangnya nilai atribut yang hanya terdapat pada record tsb. (yang mungkin masih dibutuhkan). Anomali Modifikasi Data Pengubahan nilai atribut suatu record mengharuskan pengubahan atribut yang sama pada banyak record-record lain.

27 27 Contoh Anomali Penambahan  Anomali penambahan Tidak dapat memasukkan pegawai baru yang tidak mengambil kursus. NIP Nama Departemen Gaji Kursus TglLulus

28 28 Contoh Anomali Penghapusan  Anomali penghapusan Jika pegawai dengan NIP 140 dihapus, informasi tentang kursus Tax Acc akan hilang. NIP Nama Departemen Gaji Kursus TglLulus

29 29 Contoh Anomali Pengubahan  Anomali modifikasi – menaikan gaji pegawai dengan NIP 100 mengharuskan perubahan pada beberapa record. NIP Nama Departemen Gaji Kursus TglLulus

30 30 Penyebab Anomali  Mengapa anomali-anomali ini terjadi? Karena menggabungkan dua tema (konsep entitas) dalam satu relasi. Ini mengakibatkan duplikasi-duplikasi sebagai akibat dari ketergantungan antar atribut yang tidak pada tempatnya. Prinsip umum: suatu tabel seharusnya tidak merepresentasikan lebih dari satu tipe entitas.  Solusi: Normalisasi

31 31 Tabel dengan atribut bernilai banyak Form Normal 1 Form Normal 2 Form Normal 3 Hilangkan atribut bernilai banyak Hilangkan dependensi parsial Hilangkan dependensi transitif Langkah-langkah Normalisasi

32 32 Form Normal ke-1 (1NF)  Tidak ada atribut bernilai-banyak Setiap nilai atribut adalah atomik. Merupakan syarat suatu relasi. NIP Nama Departemen Gaji Kursus TglLulus  Contoh berikut tidak memenuhi syarat sebagai “relasi”:

33 33 Form Normal ke-1 (1NF)  Contoh suatu relasi, yang tentunya memenuhi 1NF: NIP Nama Departemen Gaji Kursus TglLulus

34 34 Dependensi Fungsional  Dependensi Fungsional Nilai suatu atribut yang disebut atribut determinan dalam suatu relasi menentukan nilai dari atribut yang lain.  Kandidat Key adalah atribut determinan Atribut pengenal dengan nilai unik. Salah satu dari kandidat-kandidat key dipilih menjadi primary key. Setiap atribut yang bukan primary key (non-key) secara fungsional tergantung (dependen) pada primary key.

35 35 Form Normal ke-2 (2NF)  Syarat: memenuhi 1NF dan setiap atribut non-key secara fungsional bergantung penuh kepada SEMUA primary key.  Tidak ada dependensi fungsional parsial: Nilai setiap atribut non-key harus ditentukan oleh nilai atribut-atribut key secara keseluruhan, bukan hanya sebagian dari atribut-atribut key tsb.

36 36 NIPKursusTglLulusGajiDepartemenNama Dependensi pada seluruh primary keys Dependensi pada sebagian dari primary keys NIP, Kursus  TglLulus NIP  Nama, Departemen, Gaji Jadi, TIDAK memenuhi Form Normal ke-2!! Form Normal ke-2 (2NF)

37 37  Normalisasi: dekomposisi menjadi dua relasi terpisah KursusTglLulusNIP GajiDepartemenNama Keduanya memiliki dependensi fungsional penuh Form Normal ke-2 (2NF)

38 38 Form Normal ke-3 (3NF)  2NF plus tidak ada dependensi transitif: Satu atribut secara fungsional menentukan nilai atribut kedua yang pada gilirannya menentukan nilai atribut ketiga.

39 39 Relasi dengan dependensi transitif: Form Normal ke-3 (3NF) Kode_Pelanggan Nama SalesmanWilayah Catatan: setiap salesman hanya melayani satu wilayah.

40 40 Kode_Pelanggan  Nama Kode_Pelanggan  Salesman Kode_Pelanggan  Wilayah Sudah memenuhi 2NF Tetapi Kode_Pelanggan  Salesman  Wilayah Ada dependensi transitif Jadi, tidak memenuhi 3NF Form Normal ke-3 (3NF) Kode_Pelanggan Nama Salesman Wilayah

41 41 Normalisasi: dekomposisi relasi SALES menjadi dua relasi. Form Normal ke-3 (3NF) Kode_Pelanggan Nama Salesman Wilayah Salesman

42 42 Tidak ada lagi dependensi transitif. Kedua relasi memenuhi 3NF Kode_Pelanggan  Nama Kode_Pelanggan  Salesman Salesman  Wilayah Form Normal ke-3 (3NF) Kode_Pelanggan Nama Salesman Wilayah Salesman


Download ppt "1 Perancangan Skema Logis dengan Model Relasional."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google