Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Test System Architecture, Cases, & Coverage Pertemuan 5 Matakuliah: M0232/Testing dan Implementasi Tahun: 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Test System Architecture, Cases, & Coverage Pertemuan 5 Matakuliah: M0232/Testing dan Implementasi Tahun: 2008."— Transcript presentasi:

1 Test System Architecture, Cases, & Coverage Pertemuan 5 Matakuliah: M0232/Testing dan Implementasi Tahun: 2008

2 Bina Nusantara TIK Mahasiswa menjelaskan yang dimaksud dengan arsitektur sistem pengujian dan komponen- komponennya. (C2) TIK-17 Mahasiswa dapat menjelaskan yang dimaksud dengan test tools, test case (test case library), dan test suites serta peranannya dalam sistem pengujian. (C2) TIK-18 Mahasiswa dapat membuat kasus pengujian. (C3) TIK- 19

3 Bina Nusantara Test System Sistem Pengujian yang lengkap (complete test system) adalah lingkungan pengujian dan sistem pelaporannya yang terintegrasi dan terawat. Fungsi utamanya adalah untuk menemukan, menghasilkan, mengisolasi, mendeskripsikan, dan mengelola kesalahan (bugs) pada perangkat lunak atau perangkat keras yang dalam pengujian. Testing Processes: written and unwritten procedures, checklists, other agreements about the way the test team does its testing Testware : tools, documents, scripts, data, cases, tracking mechanisms, and so forth that the test team uses to do its testing Test environment : Hardware, software, networking and other infrastructures, paper and other supplies, facilities, lab, and so forth that the test team procures, installs and configures to host the system under test in order to test it.

4 Bina Nusantara Test System

5 Bina Nusantara Arsitektur Pengujian Arsitektur Pengujian mendefinisikan prinsip-prinsip perancangan, struktur, dan alat bantu dan hubungan antara unsur-unsur tersebut. Sifatnya tidak bergantung pada proyek tetapi mencerminkan sistem yang diuji. Perencanaan pengujian (test plan) akan memanfaatkan sistem pengujian dalam suatu proyek pengujian.

6 Bina Nusantara Testware Components

7 Bina Nusantara Komponen Pelaksana Pengujian Alat Bantu Pengujian (Test Tools) Kumpulan Kasus Pengujian (Test Case Library) Test Suites

8 Bina Nusantara Action Components

9 Bina Nusantara Kemampuan Sistem Pengujian Sistem pengujian yang dirancang dengan baik memberikan fasilitas yeng diperlukan untuk melaksanakan proyek pengujian. Ketelitian sistem pengujian (test system fidelity) adalah tingkat dimana sistem pengujian dapat memodelkan perangkat keras pengguna, perangkat lunak, dan lingkungan antar muka serta mensimulasikan aktivitas pengguna secara akurat.

10 Bina Nusantara Test System Quality ANSI/ISO 9126 characteristics for software quality: –functionality –reliability –usability –efficiency –maintainability –portability

11 Bina Nusantara Consistency and Simplicity Consistency: Limit the tool set Simplicity of the test system is essential to usability

12 Bina Nusantara Principles for Quality test Systems Documentation - test system should also document itself Test system software should not become full of junk such as non- test-related documents, unidentifiable log files, output files associated with old bug isolation operations, and so forth a well-designed test system promotes accountability Avoid two mistakes that are archetypal in software development

13 Bina Nusantara A Basic Testing Templates

14 Bina Nusantara Avoiding the dreaded "Test Escape" Test Escapes usually arise through one or a combination of the following types of problems: –A low-fidelity test system –A regression test gap –A test result interpretation error

15 Bina Nusantara Four Ways to Spread Tests Across Cycles Assigning a priority in advance to each test suite, and then running the test suites in a way that favors the higher-priority tests Assigning priorities dynamically to each test suite as each test cycle begins, and then running the test suites in priority order Shotgunning the test suites across the test cycles Running the entire set of test suites straight through as many times as possible (definitely more than once), which I call railroading the tests Figure 3.13, 3.14, 3.15, 3.16, and 3.17

16 Bina Nusantara Test Case: Incremental Improvement Responding to Failures Adopting Best Practices Using Exploratory Testing

17


Download ppt "Test System Architecture, Cases, & Coverage Pertemuan 5 Matakuliah: M0232/Testing dan Implementasi Tahun: 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google