Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Cara Membaca Cepat dan Pembuatan Mind Map Pertemuan Pert 4 Matakuliah: L0032/Pengantar Metode Penelitian Tahun: 2007.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Cara Membaca Cepat dan Pembuatan Mind Map Pertemuan Pert 4 Matakuliah: L0032/Pengantar Metode Penelitian Tahun: 2007."— Transcript presentasi:

1

2 Cara Membaca Cepat dan Pembuatan Mind Map Pertemuan Pert 4 Matakuliah: L0032/Pengantar Metode Penelitian Tahun: 2007

3 Bina Nusantara Mahasiswa dapat memahami mendemonstrasikan ketrampilan membaca cepat sebagai pendukung penulisann karangan ilmiah. Mahasiswa mampu memahami dan mendemonstrasikan pembuatan Mind Map guna mendukung kegiatan pembelajaran mereka. Mahasiswa mampu lebih kreatif dan termotivasi untuk memutuskan tahapan kegiatan selanjutnya Tujuan 3

4 Bina Nusantara “The search for the secrets to speed reading has led to find the answer, surprisingly, not in the eye but in the brain” Dua metode utama untuk mengajar anak membaca adalah the phonic (mengenalkan huruf : a-z, kemudian merangkai menjadi kata), dan look say ( memperlihatkan gambar dan nama gambar tersebut). Kemampuan dari kedua metode ini hanya merupakan kemampuan dasar membaca ( first stage of reading). Speed reading dimulai pada saat pengembangan latihan speed perception oleh Royal Air Force, yang disebut Tachistoscopic. Metode ini mampu meningkatkan kemampuan membaca cepat menjadi dua kali lipat. Sejarah Membaca Cepat (Speed Reading) 4

5 Bina Nusantara Sejarah Membaca Cepat (Speed Reading) Target membaca 400 words per minute (wpm) dapat dicapai pada Dynamic Reading School. Sesungguhnya yang membaca adalah otak. Sepuluh pembaca cepat di dunia membaca antara dan kata per menit (wpm). Anda pun bisa melakukan hal ini dengan latihan yang intensif.

6 Bina Nusantara 7 Tahapan Membaca 1.Recognition (Pengenalan) huruf, angka, tanda baca, dan berlangsung sebelum kegiatan membaca. 2.Assimilation (Asimilasi) Proses fisik, sinar yang berasal dari kata diterima mata dan diteruskan ke otak oleh syaraf optic. 3.Intra-Integration ( Integrasi internal) Merupakan pemahaman dasar, yaitu hubungan semua informasi yang dibaca dengan bagian lain yang tepat. 4.Extra-Integration ( Integrasi Eksternal) Proses yang membawa informasi yang dibaca dengan pengetahuan yang telah dimiliki, membuat hubungan yang tepat, menganalisis, mengkritik, mengapresiasi, memilih, dan membuang informasi yang tidak perlu.

7 Bina Nusantara 5. Retention (Retensi) Tahapan ini adalah dasar penyimpanan informasi. 6. Recall ( pemanggilan/pemunculan kembali) Tahapan untuk memanggil kembali simpanan informasi dari dalam otak. 7. Communication (Komunikasi) Informasi yang dipanggil dipakai untuk berbicara, menulis, termasuk juga menari, melukis, dan berpikir. Simpulan : Membaca merupakan proses yang bertahap panjang. Setiap tahapan harus dikembangkan apabila ingin menjadi pembaca cepat.

8 Bina Nusantara Hambatan Membaca Cepat 1.Membaca dengan diucapkan. 2.Membaca dengan menggunakan pensil, penggaris, dll. 3.Membaca dengan mengulang kembali kalimat yang telah dibaca. 4.Kepala yang bergerak karena mata mengikuti kata yang dibaca. 5.Posisi duduk yang santai.

9 Bina Nusantara Cara Membaca Cepat 1.Duduk pada posisi tegak dan konsentrasi ke bacaan. 2.Sebagai latihan, dengan pensil, tarik garis lurus vertikal dan tipis pada halaman yang dibaca. 3.Pegang dagu agar kepala tidak bergerak. 4.Gerakkan bola mata dari sisi kiri ke garis tipis, kemudian terus ke sisi kanan. Kembali bergerak ke kiri menuju ke garis tipis, kemudian berpindah lagi ke sisi kiri kembali. Lakukan dengan semakin cepat. Catatan : Latihan harus dilakukan terus agar cepat pandai membaca cepat.

10 Bina Nusantara Manfaat Membaca Cepat 1.Mempercepat pemahaman isi bacaan 2.Meningkatkan keseimbangan antara fungsi mata dan otak sehingga dapat terus dilatih untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat. 3.Membantu pengembangan kosakata dan pengetahuan umum. 4.Menghemat waktu 5.Meningkatkan kepercayaan diri. 6.Memotivasi untuk menulis informasi yang telah dibaca.

11 Bina Nusantara Mind Map Diperkenalkan pada akhir 1960an oleh Tony Buzan dan sekarang dipakai oleh jutaan tua dan muda di dunia. Suatu teknik pembuatan rangkuman yang menggunakan gambar dan sketsa sebagai refleksi keseimbangan dalam penggunaan otak kiri dan kanan. Mind Map mampu mendukung semua gaya belajar mahasiswa. Cara membuat catatan yang tidak membosankan dan mudah untuk diingat. Cara terbaik untuk mendapatkan ide baru dan merencanakan projek dalam kegiatan belajar.

12 Bina Nusantara Brain Hemisphere (Roger Wolcott Sperry) Memori pendek Kata-kata Logika Angka Sekuens Linearitas Analisis Daftar Memori panjang Ritme Kesadaran Imajinasi Khayalan Warna Dimensi

13 Bina Nusantara Aktivitas mencatat/membuat rangkuman Umumnya kebanyakan menggunakan otak kiri karena 1.Catatan dibuat pada kertas bergaris 2.Catatan dalam bentuk daftar atau tabel. 3.Yang utama dicatat adalah kata-kata. 4.Mahasiswa selalu berusaha bersikap logis dalam melakukan segala sesuatu. 5.Merupakan kesulitan dalam mengingat catatan tersebut karena yang teringat adalah kata dan angka. Simpulan: catatan model lama mengandalkan kekuatan otak kiri, artinya baru 50% dari kekuatan otak yang menakjubkan.

14 Bina Nusantara Gaya belajar : Activists Activists dapat belajar baik dari kegiatan yang bersifat: 1.Hal baru beserta tantangannya. 2.Tugas yang melibatkan tim dan pemecahan masalah. 3.Tugas yang gembira dan beragam. 4.Memimpin pertemuan, diskusi, dan presentasi. 5.Ide baru yang dapat dibangun tanpa banyak hambatan. Peran Mind Map Teknik Mind Map akan membuat activists termotivasi untuk memahami dan membuatnya.

15 Bina Nusantara Reflector Reflectors mampu belajar dari hal yang mmeperbolehkan mereka untuk : 1.Berpikir dahulu sebelum bertindak 2.Menghasilkan sesuatu setelah melalui proses analisis yang dalam. 3.Mampu menentukan pilihan tanpa tekanan dan tengat waktu ketat. Peran Mind Map : Dengan melakukan mind mapping seorang pembelajar reflective leraners bisa mereview kembali tahapan pembuatan peta tersebut dan memahami dari pengalaman dalam membuat mind map.

16 Bina Nusantara Theorists Golongan theorists dapat belajar dengan baik dari kegiatan yang : 1.Mereka dapat menghubungkan suatu kejadian sejak dari ide, kejadian, dan akibat yang ditimbulkan. 2.Yang dihadapi adalah bagian dari teori, sistem, atau model. 3.Pandai menganalisis, mengevaluasi, kemudian menarik simpulan dari masalah tersebut. Peran Mind Map Ketika mereka dapat mengeksplorasi secara metodologis hubungan antara ide, kegiatan, dan situasi,maka dengan Mind Map, theorists akan mengajukan pertanyaan dan menguji metodologi dasar, asumsi, dan logikanya.

17 Bina Nusantara Pragmatists Golongan Pragmatists akan mudah belajar dari: 1.Hal yang berhubungan dengan kenyataan. 2.mereka pandai menunjukkan kemampuan teknis dengan keuntungan praktis yang nyata. 3.Mereka pandai jika diberi kesempatan pendek untuk menunjukkan kemampuan teknis yang dipelajari. Peran Mind Map Dengan melihat Mind Map (peta konsep) mereak bisa mengembangkan tahapan berikutnya.

18 Bina Nusantara 7 Langkah pembuatan Mind Map 1.Mulai dari bagian tengah kertas kosong dengan posisi horisontal. 2.Tuliskan topik dan buatlah gambar untuk gagasan sentral -  imajinasi 3.Gunakan warna untuk seluruh Mind Map. 4.Hubungkan cabang utama ke gambar sentraldan hubungkan cabang kedua pada tingkat pertama, dan seterusnya  asosiasi. 5.Buatlah cabang Mind Map berbentuk melengkung, bukan garis lurus. 6.Gunakan satu kata kunci per baris/cabang. 7.Gunakan gambar di seluruh Mind Map.

19 Bina Nusantara Penerapan : Pembuatan Catatan 1. Membuat catatan dari pikiran sendiri. Mind map mampu menggali semua ide yang tersembunyi di dalam pikiran. 2. Mencatat dari objek di luar diri. Mind map membantu melihat mata rantai dan hubungan yang tepat ketika dosen, buku, atau komputer memaparkan informasi. Cara : 1.Bayangkan ketika sesudah membaca Anda harus mempresentasikan isi informasi kepada dosen atau teman lain. 2.Tulis dan gambar topik di tengah.

20 Bina Nusantara Penerapan : Pembuatan Catatan 3. Tarik garis lengkung (cabang) dari pusat tadi untuk membuat sub topik. 4. Tarik beberapa garis lagi dari sub topik untuk menjadi sub-sub topik. 5. Beri kata kunci, gambar, dan warna. 6. Buat dan baca cabang sesuai arah jarum jam.

21 Bina Nusantara Penerapan lain 1.Mengingat, membuat catatan, menggali ide. 2.Merangkum materi ajar. 3.Menyiasati ulangan  sub topik adalah pertanyaan, sub-sub topik adalah jawaban. 4.Merencanakan liburan. 5.Merencanakan masa depan : cita-cita dan cara pencapaian. 6.Dll.


Download ppt "Cara Membaca Cepat dan Pembuatan Mind Map Pertemuan Pert 4 Matakuliah: L0032/Pengantar Metode Penelitian Tahun: 2007."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google