Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MODEL-MODEL PAKEM BAHAN DISKUSI GURU-GURU SMP FRANSISKUS 15 – 18 MARET 2010 YOHANES HARSOYO.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MODEL-MODEL PAKEM BAHAN DISKUSI GURU-GURU SMP FRANSISKUS 15 – 18 MARET 2010 YOHANES HARSOYO."— Transcript presentasi:

1 MODEL-MODEL PAKEM BAHAN DISKUSI GURU-GURU SMP FRANSISKUS 15 – 18 MARET 2010 YOHANES HARSOYO

2 STRUKTUR MATERI 1.Metode-metode Pengelompokkan. 2.Membuat tata-tertib. 3.Metode-metode utama dalam Pembelajaran. 4.Metode-metode Refleksi.

3 Metode Pengelompokkan Tidak salah kita membuat kelompok dengan cara berhitung atau cara-cara “biasa” yang lain. Supaya lebih menarik dan kreatif (itu penting) maka kita dapat mengelompokkan dengan cara yang berbeda-beda.

4 METODE PENGELOMPOKKAN 1.Menandai tempat duduk dahulu secara acak dengan warna, atau gambar (binatang, bunga, tokoh, dll). Tempat-tempat yang menunjukkan persamaan dijadikan dasar pembentukan Kelompok. 2.Menggunakan puzzle atau gambar yang dipotong- potong sesuai yang dikehendaki. Para murid diminta mencari pasangannya dan dijadikan satu kelompok. 3.Membagikan kembang gula dengan rasa tertentu secara acak. Siswa yang mendapat rasa atau warna yang sama dijadikan dasar penentuan kelompok.

5 4.Menggunakan hari kelahiran sebagai dasar penentuan kelompok. Jika diinginkan ada 7 kelompok. 5.Menggunakan kartu remi untuk membuat kelompok yang jumlahya 4 kelompok. Cara ini bisa dilakukan sekalian dengan penentuan ketua kelompok yaitu dengan membagikan “king” untuk masing-masing kelompok. 6.Menggunakan bunyi binatang. Kertas yang berisi nama-nama binatang dibagikan kepada para siswa. Para siswa tidak boleh berbicara kecuali bersuara seperti binatang yang tertulis di dalam kertasnya. Suara yang sama dijadikan dasar pembuatan kelompok.

6 MEMBUAT TATA TERTIB Membuat tata tertib kelas sangat dibutuhkan untuk kelancaran proses pembelajaran. Pemberian aturan yang memaksa sepihak akan cenderung mengurangi partisipasi siswa di kelas. Dibutuhkan jajak pendapat mengenai perilaku yang mendukung dan menghambat proses belajar.

7 TIM PENDENGAR Metode ini dapat digunakan untuk suplemen ceramah. Kelompok dapat dikelompokkan menjadi kelompok penanya, kelompok penyetuju, kelompok pembantah, dan pemberi contoh.

8 DISKUSI PANEL BERGAIRAH Merupakan teknik yang menstimuli diskusi dan perdebatan yang bertujuan untuk pendalaman pemahaman. Buatlah pernyataan-pernyataan terbuka yang provokatif. Pilih tiga siswa untuk mewakili yang pro dan tiga orang siswa mewakili yang kontra untuk maju dan melakukan debat. Siswa yang lain diminta memperhatikan dan dapat diberi kesempatan.

9 MEMBACA KERAS-KERAS Membaca teks dengan keras mampu memfokuskan pikiran, mengajukan pertanyaan dan menstimuli diskusi. Salah seorang siswa diminta maju membaca keras dan jelas kemudian guru menginterupsi untuk memberi penjelasan, contoh, komentar dll.

10 MELEMPAR DENGAN GEMAS Kadang kala terjadi kebekuan pada saat pembelajaran atau bahkan suasana gaduh yang kurang terkendali. Kita dapat mengaktifkan seketika dengan cara siswa diminta menulis pertanyaan pada selembar kertas dan memberi nama kemudian kertas tersebut diremas dijadikan bola. Siswa diminta untuk melemparkan kertas tersebut kepada teman sampai beberapa saat. Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan atas pertanyaan yang ia dapatkan. Guru meminta beberapa siswa untuk mengungkapkan gagasannya dan membahasnya.

11 PERTUKARAN KELOMPOK DENGAN KELOMPOK Buatlah materi dalam bagian-bagian yang setara, misalnya menjadi 4 atau 5 bagian. Buatlah kelompok sebanyak bagian materi yang sudah kita buat. Masing masing kelompok diberi tugas untuk mempelajari bagiannya masing-masing. Diberi kesempatan untuk presentasi dan tanya jawab secara bergantian.

12 POSTER Metode poster merupakan metode alternatif presentasi. Buatlah siswa dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa. Berikan materi kepada tiap-tiap kelompok untuk dipelajari dan dibuat posternya. Berikan waktu untuk presentasi dan bertanya jawab.

13 IMAJINASI Imajinasi visual, siswa dapat menciptakan gagasan mereka sendiri. Pada tahap awal mintalah siswa memejamkan mata kemudian mereka diminta membayangkan hal yang sederhana misalnya kamar tidurnya, jika sudah siap guru bisa mengajak siswa untuk mengimajinasikan hal-hal yang menjadi yang menjadi tujuan pembelajaran. Dapat dibantu dengan latar musik yang sesuai. Cocok digunakan untuk mata pelajaran-mata pelajaran yang sarat nilai.

14 PETA PIKIRAN Peta pikiran dapat mempermudah penyampaian gagasan dan mempercepat pemahaman kembali. Metode ini akan banyak membantu siswa memahami struktur materi secara lengkap. Latihlah siswa untuk membuat peta konsep sederhana. Bagikan kertas dan pewarna/pastel, siswa diminta untuk membuat dan mempresentasikannya. Jika ada komputer yang memadai jumlahnya bisa menggunakan program Mind Manager.

15 Langkah-langkah : 1.Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll) 2.Pendidik menyajikan pelajaran 3.Pendidik memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4.Pendidik memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5.Memberi evaluasi 6.Kesimpulan

16 Langkah-langkah : 1.Peserta didik dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim 2.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4.Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5.Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6.Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7.Pendidik memberi evaluasi 8.Penutup

17 Langkah-langkah : 1.Pendidik menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Pendidik mendemonstrasikan/menyajikan materi 3.Memberikan kesempatan peserta didik untuk menjelaskan kepada peserta didik lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep. 4.Pendidik menyimpulkan ide/pendapat dari peserta didik. 5.Pendidik menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. 6.Penutup peserta didik/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya

18 Langkah-langkah : 1.Pendidik membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen 2.Pendidik menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok 3.Pendidik memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain 4.Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan 5.Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok 6.Pendidik memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan 7.Evaluasi 8.Penutup

19 MENEMUKAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN Bagikan kertas dan diminta masing-masing menuliskan satu pertanyaan yang paling penting ditanyakan. Pertanyaan itu kemudian diputar searah jarum jam dan setiap siswa yang merasa perlu menanyakan diminta membuat tanda centang, sehingga akan diketahui mana hal yang paling perlu ditanyakan.

20 MOZAIK PENGALAMAN Memungkinkan para siswa memahami sendiri apa yang sudah dipelajari dan sekaligus sebagai bahan refleksi. Aktivitas diawali dengan membagikan majalah bekas atau koran bekas kepada para murid. Para murid diminta untuk memotong gambar atau tulisan yang bisa mewakili pengalaman belajar para siswa dan menempel pada selembar kertas. Siswa diminta menunjukkan/menceritakan kepada para temannya.

21 TERIMAKASIH


Download ppt "MODEL-MODEL PAKEM BAHAN DISKUSI GURU-GURU SMP FRANSISKUS 15 – 18 MARET 2010 YOHANES HARSOYO."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google